**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Runtuhnya Kesombongan Lencana Tiga Bintang
****
Hening yang mematikan menyelimuti area di depan gerbang utama Paviliun Phoenix Ungu yang kini telah hancur total. Bau gosong dari baju zirah besi yang meleleh dan sisa-sisa energi guntur ungu keemasan masih berderit pelan di atas tanah pualam yang retak. Di tengah-tengah kehancuran itu, tubuh tak bernyawa Jenderal Besar Wang Tianba tergeletak kaku, membuktikan kepada dunia bahwa penguasa militer setengah langkah Inti Emas (Gold\ Core\ Realm) sekalipun tidak lebih dari sekadar debu di hadapan Feng Tian.
Master Zhou, Wakil Ketua Asosiasi Alkemis Kekaisaran Azure, berdiri membeku dengan seluruh persendian yang terasa mati rasa. Lencana perak berbentuk tungku api berbintang tiga di dada kirinya yang biasanya memancarkan otoritas mutlak, kini terasa seperti beban ribuan ton yang siap menenggelamkannya ke dalam lubang kematian.
*‘Monster... Bocah ini bukan manusia, dia adalah iblis!’* batin Master Zhou berteriak histeris. Seluruh kesombongan dan keserakahannya untuk merebut Api Jiwa Legendaris milik Feng Tian telah menguap tanpa bekas, digantikan oleh naluri bertahan hidup yang paling primitif.
Feng Tian melangkah perlahan mendekati pria tua itu. Setiap ketukan sepatu bot kusamnya di atas puing-puing batu terdengar seperti hitungan mundur kematian bagi Master Zhou. Sepasang mata keemasan Feng Tian menatap lurus ke arah sang alkemis berbintang tiga dengan pandangan malas yang sangat dingin.
"Tadi di atas kereta, Jenderal Wang bilang esensi jiwaku akan diserahkan kepadamu untuk dimurnikan, bukan?" Feng Tian menghentikan langkahnya tepat tiga meter di hadapan Master Zhou. Sudut bibirnya terangkat membentuk kurva ejekan. "Mengapa kau hanya berdiri di sana dengan wajah pucat, Master Zhou? Tungku pemurnianmu sudah siap, atau kau butuh aku untuk meminjamkan apiku agar prosesnya lebih cepat?"
*Bruk!*
Tanpa diduga oleh siapa pun, Master Zhou—seorang tokoh agung yang bahkan para menteri dan pangeran kekaisaran pun harus mengantre berminggu-minggu hanya untuk menemuinya—langsung menjatuhkan kedua lututnya ke atas tanah. Dia bersujud dengan kepala menempel erat pada puing-puing batu, melupakan seluruh martabat dan status sosialnya.
"S-Senior Feng! Mohon ampuni nyawa anjing saya!" Master Zhou berteriak dengan suara yang pecah karena ketakutan yang mendalam. "Orang tua ini telah buta! Saya hanya termakan oleh hasutan keji Wang Tianba dan tidak tahu bahwa Senior adalah entitas agung yang menyamar! Asosiasi Alkemis tidak memiliki niat sedikit pun untuk memusuhi Senior!"
Melihat Wakil Ketua Asosiasi Alkemis yang agung bersujud seperti budak, Tetua Mu Qing dan Mu Chen yang menonton dari ambang pintu paviliun hanya bisa menarik napas dingin. Skala kekuatan dan dominasi yang ditunjukkan Feng Tian hari ini benar-benar telah menjungkirbalikkan seluruh struktur kekuasaan di Ibu Kota Kekaisaran Azure.
"Asosiasi Alkemis tidak ingin memusuhiku?" Feng Tian terkekeh pelan, melangkah maju hingga ujung sepatu botnya menyentuh dahi Master Zhou yang sedang bersujud. "Tetapi lencana di dadamu itu seolah-olah mengatakan bahwa kau bisa mengatur hidup dan matiku di kota ini, Master Zhou. Aku paling tidak suka dengan orang yang membawa nama besar asosiasi atau klan untuk menekan orang lain di hadapanku."
"S-Saya akan menghancurkannya! Saya akan keluar dari asosiasi jika Senior menghendaki!" Master Zhou buru-buru mengangkat tangannya yang gemetar, lalu dengan paksa merobek lencana bintang tiga perak dari dadanya dan melemparkannya ke tanah hingga hancur. "Mulai hari ini, saya bukan lagi Wakil Ketua! Saya hanya seekor anjing pelayan yang siap mendengarkan perintah Senior!"
Feng Tian menatap lencana yang hancur itu tanpa emosi, lalu mengalihkan pandangannya ke arah langit malam yang mulai menggelap.
*‘Sistem, apakah ada misi tambahan untuk menyelesaikan sisa-sisa tikus ini?’* tanya Feng Tian dalam hati.
**[Ding! Menjawab Pengguna. Misi Utama 'Tamparan Wajah di Paviliun Phoenix Ungu' telah selesai sepenuhnya dengan tingkat eliminasi target utama mencapai 100%.]**
**[Notifikasi Sistem: Mempertahankan Master Zhou sebagai bidak catur di dalam Asosiasi Alkemis akan memberikan keuntungan 40% lebih tinggi dalam pengumpulan bahan obat langka di masa depan untuk memurnikan Pil Ranah Inti Emas.]**
Mendengar saran dari sistem, kilatan licik melintas di mata keemasan Feng Tian. Membunuh Master Zhou memang mudah, tetapi memiliki seekor anjing peliharaan yang memegang posisi tinggi di Asosiasi Alkemis Kekaisaran akan jauh lebih berguna untuk rencana kultivasinya di masa depan.
"Bangun," ucap Feng Tian dingin.
Master Zhou gemetar sejenak sebelum perlahan mengangkat kepalanya, menatap Feng Tian dengan mata yang dipenuhi harapan akan kehidupan. "S-Senior..."
"Aku bisa menyisakan nyawa anjingmu hari ini, Master Zhou," Feng Tian menunduk, menatapnya dengan pandangan yang membuat jiwa sang alkemis merinding. "Tetapi dengan satu syarat. Mulai hari ini, jiwamu adalah milikku. Kau akan menjadi mataku dan tanganku di dalam Asosiasi Alkemis Kekaisaran Azure. Jika aku mendengarkan ada sedikit saja tanda-tanda pengkhianatan, atau jika kau mencoba menghubungi sekte raksasa luar..."
Feng Tian menjentikkan jari kanannya. *Bzzzt!* Setitik petir ungu keemasan dari **Tubuh Suci Dewa Guntur Sembilan Kesengsaraan** melesat cepat, menembus dahi Master Zhou dan langsung bersarang di dalam ruang kesadaran jiwanya (Soul\ Sea).
"Arghhh!" Master Zhou menjerit tertahan saat rasa sakit yang membakar jiwanya meledak sejenak sebelum akhirnya mereda, meninggalkan tanda segel petir berbentuk huruf kuno di dalam jiwanya.
"Itu adalah Segel Jiwa Guntur Sembilan Kesengsaraan," ucap Feng Tian santai, kembali memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubah abu-abunya. "Hanya dengan satu pikiran dariku, bahkan jika kau berada di ujung benua sekalipun, jiwamu akan langsung meledak menjadi abu tanpa sisa. Apakah kau paham?"
"P-Paham! Pelayan Zhou memberikan kesetiaan abadi kepada Master Feng!" Master Zhou kembali bersujud dengan penuh kepatuhan yang mutlak. Dia tahu, hidupnya kini sepenuhnya berada di bawah kendali pemuda misterius ini.
"Bagus. Sekarang bersihkan tempat ini, dan umumkan kepada seluruh kota... bahwa Klan Wang hari ini telah dihapus dari daftar bangsawan Kekaisaran Azure karena memberontak terhadap Tamu Agung Paviliun Phoenix Ungu," perintah Feng Tian dengan nada acuh tak acuh. "Jika pihak istana kekaisaran memiliki keberatan, suruh Kaisar kalian datang sendiri untuk bersujud di depanku."
Setelah melempar kata-kata yang begitu angkuh, Feng Tian berbalik dengan tenang dan berjalan kembali memasuki Paviliun Phoenix Ungu, meninggalkan sisa-sisa Pasukan Serigala Hitam yang ketakutan dan Master Zhou yang buru-buru melaksanakan perintahnya. Badai di Ibu Kota mungkin telah mereda malam ini, tetapi semua orang tahu... fajar baru yang dikuasai oleh seorang pemuda berjubah abu-abu bernama Feng Tian baru saja dimulai.
**💬 Catatan Penulis (Author's Note):**
**LENGKAP SUDAH!! MASTER ZHOU RESMI JADI ANJING PELIHARAAN FENG TIAN!!** ⚡️🐶 Kesombongan lencana tiga bintang gak ada gunanya begitu jiwanya ditanam Segel Jiwa Guntur! Dengan matinya Jenderal Besar Wang Tianba dan Klan Wang yang resmi rata dengan tanah, posisi Feng Tian di Ibu Kota sekarang bener-bener gak tersentuh! Tapi tunggu dulu, gimana reaksi Kaisar Azure begitu tahu panglima tertingginya tewas dan Feng Tian nantang istana? Apakah bab depan bakal ada perang skala kekaisaran? Pantau terus kelanjutan kegilaan sultan kode curang kita ya, gaes! Simpan kuota kalian dan jangan lupa beri ulasan bintang lima! 💥😎