NovelToon NovelToon
Kamu Berubah, Mas

Kamu Berubah, Mas

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:67.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rati Tiwi

Sebuah perjalanan cinta yang terjadi pada pasangan suami isteri dengan awal kisah yang sangat indah dan harmonis. Namun siapa sangka ketika di bulan-bulan berikutnya ada kejanggalan yang tak biasa mulai dirasakan pada sang isteri, Amanda Wulandari oleh suaminya, Gibran Radhika.

Segala cara sudah dilakukan untuk membuat sang suami menjadi lebih baik terkadang malah membuat hati Amanda tersakiti. Bersabar dan bertahan membuatnya juga semakin terluka. Semakin ditelusuri, ada rahasia besar yang tersimpan dari perubahan sifat dan sikap seorang Gibran Radhika.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rati Tiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama Lompat dari Mobil

Pernikahan menjadi hubungan yang sangat sakral untuk pria dan wanita. Namun, tidak semua pasangan bisa mempertahankan hubungan pernikahan hingga akhirnya menggugat cerai. Karena bukan masalah yang sepele, diharuskan bijaksana dalam memandang sebuah perceraian. Pasalnya, dampak perceraian akan terbawa sampai kapan pun dan bisa menimbulkan trauma.

Bercerai bukanlah tujuan dari sebuah pernikahan. Dan perceraian bukanlah hanya tentang perpisahan saja. Pasalnya, dampak perceraian dapat mempengaruhi kesehatan fisik hingga mental. Efek perceraian terbesar mungkin memang dirasakan oleh pasangan yang bercerai. Namun, apapun alasannya tidak menutup kemungkinan bahwa perceraian juga meninggalkan dampak bagi semua anggota keluarga, bisa jadi hingga sampai putusnya tali silaturahmi di antara keluarga kedua belah pihak.

Setiap pasangan suami istri tentunya tidak menginginkan adanya perceraian dalam rumah tangga mereka. Karena setiap permasalahan yang dihadapi baiknya dibicarakan dan dicari jalan keluarnya. Perceraian menjadi opsi terakhir jika memang masalah yang dihadapi tidak bisa diselesaikan dengan baik. Tapi tetap saja jangan sampai hal tersebut terjadi.

"Mas, apa yang sebenarnya kamu katakan pada mama Seina? Semua yang aku dengar dari mama Seina tidak benar, kan? Jawab Mas?" Desakku dan menanyakan langsung saat memasuki ruang kerja mas Gibran tanpa sepengetahuan dirinya.

Mas Gibran hanya menunduk dengan tangannya yang dia tangkupkan keduanya di keningnya, seolah dia sedang memikirkan sesuatu.

"Ayo jawab, Mas. Jangan diam saja. Apa benar semua yang dikatakan mama Seina?" tanyaku lagi dengan nada memaksa. Aku mendekat ke hadapan mas Gibran.

"Iya, semuanya benar!" jawab mas Gibran yang kali ini menatapku dengan pandangan yang tak sedikitpun beralih ke arah lain.

Hiks hiks hiks

Aku tak bisa menahan tangisku. Jujur Aku merasa lemas. Rasanya Aku ingin pingsan, kakiku sudah merasa tak sanggup lagi berdiri. Tapi sekuat tenaga Aku menopang tubuhku dengan memegang sisi meja kerja mas Gibran.

"Apa salahku, Mas? Apa karena aku istri yang tidak bisa melayani kamu dengan baik? Atau mungkin kamu sudah bosan sama aku, Mas? Atau kamu sudah tidak mencintaiku lagi? Jawab Mas, please!" Aku tak berhenti bertanya. Air mataku kini sudah mengalir dan jatuh ke lantai.

"Pulanglah, nanti akan aku jelaskan di rumah," ujar mas Gibran santai seolah tidak terjadi apa-apa.

Dia tidak peduli padaku, dia malah cuek bahkan masih sibuk dengan pekerjaan kantornya, fokus pada layar laptop di depannya.

"Jawab dulu pertanyaan dariku, Mas. Selama ini aku mempertahankan rumah tangga kita walau aku bersabar dengan sikap kamu yang kasar sama aku. Apa nggak ada sedikit pun rasa bersalah dan penyesalan kamu terhadapku, Mas. Sedikit saja, apa kamu tidak merasakan sakit ku, Mas?"

Mas Gibran menutup laptopnya lalu bangkit dari duduknya, kemudian menghampiriku dan menarik lenganku melangkah pergi.

"Ayo pulang, kita selesaikan masalah ini di rumah saja," ucap mas Gibran.

Aku langsung menarik kembali lenganku dari genggaman mas Gibran.

"Nggak, Aku maunya kita selesaikan masalah ini sekarang juga di sini," tolak ku yang masuk kembali ke ruangan dan duduk di sofa panjang.

"Di sini banyak orang, dan aku nggak mau mereka sampai mendengar setiap perkataan kita," ujar mas Gibran terlihat merasa kesal denganku tapi suaranya terdengar tenang.

Ya, mungkin karena saat ini kami berada di kantornya. Jadi mas Gibran sangat menjaga image di depan karyawannya.

"Nggak, aku nggak mau. Masalah kita nggak selesai kalau kita bicarakan di rumah. Kamu selalu menghindar jika aku tanya," bantahku.

"Amanda, jangan buat aku untuk kasar sama kamu. AKU BILANG SEKARANG KITA PULANG!" tekannya dengan nada suara mengancam. Matanya penuh dengan amarah, belum pernah Aku melihat tatapannya yang sangat menakutkan sebelumnya.

Akhirnya Aku pun mengikuti mas Gibran untuk pulang. Dalam perjalanan pulang pun mas Gibran hanya fokus menyetir hingga dia kehilangan kendali. Ya, apalagi pasti dia sedang melampiaskan amarahnya dengan menyetir berkecepatan tinggi.

"Kurangi kecepatannya, Mas. Bisa bahaya menabrak orang nanti," mas Gibran tak mengindahkan perkataanku.

"Berhenti ... berhenti ... aku bilang berhenti, Mas. Atau aku lompat dari mobil ini," aku berteriak sangat kencang namun mas Gibran hanya diam dan masih saja mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

CEKLEK

CEKLEK

Aku berusaha membuka pintu mobil untuk keluar dari sana, aku begitu nekad dengan tindakanku untuk lompat dari mobil. Namun beruntung mas Gibran dengan cepat mengunci pintu mobilnya sebelum aku membukanya. Sebenarnya Aku bersyukur, karena sebenarnya Aku hanya mengancam mas Gibran saja. Dan beruntungnya mas Gibran peka dengan hal itu. Kalau tidak, mungkin saja akan terjadi hal buruk padaku.

"Kau ingin mati dengan melompat dari mobil, hah? Tenang saja, aku bisa menerjunkan mobil ini ke dalam jurang," tantang mas Gibran yang langsung menambah kecepatan mengendarai mobilnya lebih kencang.

Aku sontak terkejut dan rasa mual hingga pusing menjalar ke seluruh tubuhku. Aku sangat lemas seketika.

"Berhenti Mas ... berhenti aku mohon!" Aku menangis meminta pada mas Gibran.

Karena saat itu mas Gibran tak henti melajukan mobilnya dengan kencang. Bagaimana jika terjadi sesuatu buruk terhadap kami? Namun Aku masih tak berhenti untuk berteriak ketakutan.

"BERHENTIIIII...," Teriakku sambil menutup mata karena hampir saja mas Gibran menerjunkan mobil kami ke jurang.

CKITTT

Mas Gibran pun langsung mengerem mendadak. Suasana hening seketika.

Aku membuka mataku perlahan dengan kedua tanganku. Rasa lega membuatku tak henti mengelus dadaku yang hampir saja jantungku mau copot.

HIKS HIKS HIKS

Aku menangis dengan pilu. Dadaku terasa sesak. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh mas Gibran sampai-sampai dia berani membuatku syok karena hampir saja dia seolah-olah ingin membunuh dirinya dan Aku dengan menjatuhkan mobilnya ke jurang. Sungguh tak bisa dikondisikan suasana hatinya saat ini. Semarah-marahnya mas Gibran, dulu dia tidak pernah marahnya separah ini.

"Ini yang kamu inginkan tadi, bukan? Lalu kenapa kamu malah menjerit saat aku akan menjatuhkan mobil ini ke jurang, hah? Takut mati? Makanya jangan sok-sokan ingin lompat dari mobil, jika mati saja kamu masih belum siap," ujar mas Gibran seolah dia mengejekku.

Aku hanya diam tak berani berkata-kata, karena sesungguhnya apa yang dikatakan oleh mas Gibran benar adanya. Aku saja yang bersikap konyol dengan drama lompat dari mobil, pada dasarnya Aku sebenarnya takut. Aku membuat malu diriku sendiri. Dasar bodohnya diriku.

Padahal niatku melompat dari mobil hanya akting saja, Aku hanya ingin tahu reaksi mas Gibran, apakah dia masih peduli padaku atau tidak. Tapi malah dia mempermainkan Aku dan dibuat ejekan olehnya. Setidaknya Aku bersyukur karena mas Gibran masih memikirkan kehidupanku. Tapi untuk apa peduli jika dia ingin menceraikan Aku?

1
Moreno
terlepas dari kelakuan suaminya yg bikin sakit hati, Manda juga kabur sama laki-laki lain. Cewek baik-baik dari mana 😅
Lela Lela
lanjut
Lela Lela
makasih author
Rati Tiwi: terimakasih sudah mampir mbaca novelku🥰
total 1 replies
Lela Lela
bagus cerita ny ga bertele ,, 👍
Lela Lela
semoga gibran selamat sm amanda
Lela Lela
semoga selamat amanda
Lela Lela
jgn di buka
Lela Lela
wit wiw asiik
Lela Lela
jgn ,, tangan si bram
Lela Lela
seruuuu
Lela Lela
sabarrr
Lela Lela
claudia kasiaaaaan deh /Grin/
Lela Lela
hore berantem
Lela Lela
gibran batalkn tunangan mu
Lela Lela
ternyata ada gibran
Lela Lela
siap ,, aja gibran
Lela Lela
ternyata bram
Lela Lela
semangat
Lela Lela
perjanjian wak waw
Lela Lela
ternyata bram
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!