Pernikahan berlatar belakang perjodohan terpaksa harus Ares dan Queen jalani meskibtidak ada cinta di antara keduanya, bahkan mereka juga sama-sama sudah memiliki kekasih masing-masing, mereka sepakat untuk menerima perjodohan yang di atur oleh orang tua mereka demi tujuan mereka masing-masing, lantas bagimana Ares dan Queen menutupi rumah rangga mereka yang penuh kepalsuan itu, dan bagaimana kisah cinta mereka dengan pasangan mereka masing-masing, jika ternyata sebuah bencana justru menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya, yuk ikuti kisahnya di sini ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Si paling bisa
"Queen!" Ares langsung berhambur masuk ke dalam kamar saat mendengar suara sesuatu yang pecah seperti kaca, dia takut terjadi sesuatu pada istrinya yang kini masih berada di dalam kamar itu.
Queen membeku saat menyadari jika Ares kini sedang memeluk tubuhnya, matanya tiba-tiba terasa panas dan perih, air mata sudah menggenang di kedua matanya, hanya dengan sekali kedipan saja buliran bening itu sudah dipastikan akan jatuh.
"Apa ada yang terluka?" tanya Ares lagi sambil memeriksa seluruh tubuh Queen dengan teliti.
Queen hanya mampu menggengkan kepalanya dengan pelan, tenggorokannya seakan tersumbat sesuatu yang membuat dia tidak bisa mengeluarkan suara sepatah kata pun.
Ares memandang tajam pada sepasang manusia yang baru saja membuat hati istrinya terluka itu.
"Aku tidak akan melepaskan kalian jika sampai istri ku terluka, lihat saja! Dan satu lagi, jangan pernah menampakkkan wajah kalian lagi di hadapannya atau kalian akan menyesal!" ancam Ares pada Reza dan Mega yang kini diam membodoh.
Ares menuntun Queen yang dengan patuh mengikuti Ares yang menarik lengannya. Beruntung lemparan gelas Mega tidak mengenai dirinya, rupanya Tuhan masih melindungi dirinya sehingga lemparan gelas itu meleset.
"Tidak perlu berpura-pura tegar, aku tau kamu sangat sakit dan terluka saat ini, menangislah. Menjadi tegar bukan berarti tidak boleh menangis, bukan?" ucap Ares saat mereka sudah berada di dalam mobil.
Air mata yang sejak tadi Queen tahan karena tidak ingin sampai menetes di hadapan reza dan Mega akhirnya jatuh juga, setetes demi setetes dan ahirnya menganak sungai dan mengalir deras di pipinya.
Ares hanya dia dan membiarkan Queen menumpahkan tangisannya, dia hanya fokus berkendara. Ada kalanya tangisan memang menjadi obat dari sebuah luka dan kesakitan, meskipun setelah menangis rasa sakitnya tidak mungkin hilang begitu saja, menangis adalah sebuah ekspresi jiwa, respon fisik yang menggambarkan gejolak emosi hati, karena dengan menangis hati akan terasa lebih lega.
"Kamu pasti sedang menertawakan kebodohan ku, mensyukuri kekeras kepalaan ku yang tidak percaya dengan apa yang kamu katakan tentang reza tempo hari." ujar Queen lirih dalam isak tangisnya yang tidak juga berkesudahan.
"Aku tidak se jahat itu, lagi pula aku tau kalau saat itu kamu bukan tidak percaya, namun hanya sedang 'denial' dengan kenyataan yang tidak ingin kamu akui dan percayai." jawab Ares santai dengan tatapan mata yang masih lurus ke depan memperhatikan jalanan ibu kota yang tidak pernah ada matinya meski saat ini sudah lewat tengah malam.
Queen kembali terdiam,. Karena jujur, jauh di dalam hatinya, dia mengakui jika apa yangdi katakan Ares tentang dirinya seribu persen adalah benar, dia hanya berusaha mati-matian untuk menyangkal dan memusuhi hatinya sendiri yang sebenarnya mengakui dan mempercayai apa yang di katakan Ares padanya.
"Jangan memberatkan diri dengan memberi beban yang di luar kapasitas dan kemampuan diri mu, tidak perlu berusaha terlalu keras untuk agar bisa di terima atau di sukai semua orang. Cukup hargai, terima dan cintai diri mu sendiri, itu sudah menjadi nilai lebih untuk mu, karena sejatinya kamu sudah sangat istimewa meski tanpa harus menunjukkan nilai diri mu yang lainnya." sambung Ares lagi.
Sepertinya Ares sangat tahu tentang kehidupan Queen yang selalu ingin di perhatikan semua orang, ingin di akui keberadaannya dan selalu ingin di anggap istimewa di antara semua orang, meski dia harus menyiksa batinnya sendiri dengan mempertahankan hubungan toxic dengan Reza hanya demi sebuah pengakuan jika dirinyalah pemenang dan si paling bisa dalam segala hal.
"Apa wanita yang kamu lihat bersama reza tempo hari di hotel itu,,,, Mega?" tanya Queen.
Ares menggeleng ragu, dan terlihat seperti tengah mengingat-ingat. "Aku rasa itu bukan wanita yang sama, tapi entahlah,,, aku juga tidak begitu memperhatikan dan ingat wajah wanita itu, yang jelas aku sangat yakin jika pria itu adalah pria yang sama dengan yang tadi kita temui."
Queen tersenyum sumir, "Sial,,, ternyata aku sebodoh itu selama ini, demi sebuah gengsi aku menutup mata ku dan membiarkan diri ku untuk tidak hanya di poroti dan di manfaatkan olehnya, tapi juga dikhianati dengan banyak wanita."
"Syukurlah kamu sudah mulai menyadarinya, karena semakin lama kamu berdansa dengan iblis, maka semakin lama juga kamu tinggal di neraka. Berhenti menari dan bersenang-senang bersamanya, maka kamu akan mendapatkan kebahagiaan mu yang sesunguhnya." kali ini Ares menolah ke arah Queen yang juga kebetulan dia juga sedang menoleh ke arahnya.
Jadilah saat ini mereka saling berpandangan, tanpa mereka sadari mereka bahkan seperti terhipnotis dan seperti merasakan aliran listrik yang menggelitik di hati mereka masing-masing. Seperti ada perasaan asing yang tidak pernah mereka harapkan untuk mereka rasakan pada satu sama lain, namun hati mereka seperti mempunyai daya magnet tersendiri untuk saling tarik menarik.
Ada perasaan yang tidak bisa mereka gambarkan dan uraikan dengan kata-kata, namun bagaimana pun mereka harus sama-sama menolak perasaan mereka saat ini, apalagi Ares yang langsung teringat dengan wajah Elsa sang kekasih, seakan mengingatkan dirinya jika dia tidak boleh bermain hati dengan istri pura-puranya ini, dia harus kembali berfokus pada tujuan awal, jika pernikahan mereka hanya sebuah status, dan tidak boleh melibatkan perasaan di dalamnya.
Tin,,,, tin,,,!
Suara klakson kendaraan yang berada di belakang mobil mereka membuyarkan adegan saling tatap mereka, rupanya lampu sudah berganti menjadi warna hijau namun Ares masih belum melajukan kendaraannya sehingga menghambat kendaraan yang berada di belakang mereka.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ares menghilangkan kecanggungannya.
Queen mengangguk pelan, "Aku seperti merasa sesuatu yang terpenting dalam diri ku terbang, namun anehnya hati ku justru merasa lebih tenang saat angin membawanya menjauh dari ku, sehingga hal itu membuat ku bertanya-tanya, benarkah semua itu sangat penting bagi ku? Mengapa kini aku justru merasa menyesal karena tidak melepasnya sejak dulu." ujar Queen dengan senyum tipisnya.
Brugh!
Mobil yang Ares kemudikan menabrak sesuatu, membuat jantung mereka berdua hampir saja copot di buatnya, apalagi saat melihat seorang wanita tua tersungkur di jalan raya. Sungguh sejak tadi Ares mengemudi dengan hati-hati, namun entah dari mana wanita tua itu datangnya sehingga tiba-tiba tertabrak olehnya, beruntung kecepatan mobil yang Ares kemudikan memang terbilang pelan, namun tetap saja saat Ares dan Queen turun dari mobil dan memeriksa wanita tua itu, keadaannya cukup memprihatinkan, pelipisnya luka akibat benturan dan beradu dengan aspal, dan darah segar juga terlihat mengalir dari dagunya yang sepertinya beradu dengan kerasnya aspal juga.
katanya reza brandalan dan memanfaatkan quin.. lalu apa bedanya dg ares laki2.brenhsekmdan tdk bertanggungjawab.. selingkuh pula.. bukannyaembaea istei ke jalan yg benar malah menjerumuskan..
kau melaknat pelakor dan membinasakannya kayak bukan manusia
tapi kau begitu spesial kan pebinor thomas
*Thomas bisa merasakan tubuh queen
*queen sangat lembut dan pengertian dengan Thomas
*Thomas berkali merendahkan bahkan melecehkan harga diri suami queen dan queen diam saja
author ini kelakuan menjijikan lelaki yang begitu kau spesial kan di novel ini(Thomas)
*penjahat
*lelaki murahan yang nyesek sana sini
*lelaki menjijikan yang membayangkan tubuh istri orang
*lelaki menjijikan yang menjamah tubuh istri orang dengan ancaman
lelaki kayak begini yang kau spesial kan thor, miris polah pikirmu thor
pola pikir wanita dan istri jablay mereka akan kebaaperan dengan pria lain yang suka padanya, bahkan jika lelaki itu menghalalkan tubuh nya bahkan sampai menjamah tubuh, istri kayak gini tetap akan lembut pada pria itu, dan kalau wanita2 kayak gini berkarya buat novel jadi novel2 kayak gini yang sangat memuja2 pebinor, begitu lembutnya merekan memperlakukan pebinor bahkan mereka biarkan pebinor menjamah tubuh pemeran utama wanita (sudut pandang authornya)
ingat novel kalian adalah cerminan karakter kalian