NovelToon NovelToon
Menjebak Suami Orang

Menjebak Suami Orang

Status: tamat
Genre:Angst / Poligami / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:114.8k
Nilai: 5
Nama Author: Weny Hida

Bunga Andita, gadis riang berusia 20 tahun, dia ingin membantu Panti Asuhan tempatnya dibesarkan yang sedang didera kesulitan keuangan. Suatu malam, setelah menonton drama korea, ide gila pun terlintas di benaknya untuk menjebak pria kaya agar dinikahi pria tersebut dan bisa membantu keuangan panti. Akhirnya ide gila itu pun terwujud, saat dia bertemu seorang laki-laki bernama Sean Maurello, namun sialnya laki-laki tersebut sudah memiliki istri. Sean pun marah, dam akhirnya merenggut kesucian Bunga. Merasa takut, Bunga pun melarikan diri, dan melahirkan anak yang merupakan darah daging Sean tanpa diketahui oleh laki-laki itu. Dua tahun kemudian, Bunga terlibat kisah cinta dengan Billy, seorang dokter yang merupakan adik ipar Sean.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamatkan Aku

Bunga sebenarnya mendengar bunyi bel tersebut, tetapi dia tidak turun untuk membukakan pintu. Selain karena ada Bi Arni, dia pun sadar, jika rumah ini, bukanlah bukan miliknya. Dan, dia yakin tamu yang datang pasti bukan untuk mencari dirinya. Apalagi saat ini, dia sedang sibuk mengobati tangannya yang terasa masih begitu sakit. Sementara itu, ketika Bi Arni sudah membukakan pintu, tampak Billy berdiri di depannya.

"Selamat siang, Tuan Billy," sapa Bi Arni.

"Bi, apa Bunga dan putrinya ada di rumah ini?"

"Iya Tuan, mereka ada di sini."

"Bisakah aku minta tolong untuk memanggilkan mereka?"

"Emh, begini Tuan. Bunga saat ini sedang terluka, mungkin dia sedang mengobati lukanya di kamar. Jadi, lebih baik kita ke kamarnya saja, kasihan dia," jawab Bi Arni.

Meskipun Billy merasa terkejut saat mendengar jika Bunga sedang terluka, dia tak menanyakan hal itu, dan memilih menyembunyikan rasa cemasnya. Dia kemudian mengikuti pembantu rumah itu berjalan menuju ke kamar Bunga.

"Bunga, apa kau ada di dalam?" tanya Bi Arni.

"Iya Bi, masuk saja!" jawab Bunga. Namun, saat pintu itu terbuka, Bunga merasa terkejut karena yang masuk ke kamar itu, bukanlah Bi Arni tetapi Billy.

"Dokter Billy?" gumam Bunga. Sementara itu, atensi Billy langsung tertuju pada tangan Bunga yang terluka. Hatinya merasa sakit, apalagi ketika melihat darah yang masih menetes dari telapak tangan Bunga. Spontan, Billy pun berlari lalu duduk di depan wanita itu.

"Kau kenapa, Bunga? Kenapa tanganmu terluka seperti ini?" tanya Billy.

"Oh tidak apa-apa, Dokter. Tadi, aku membersihkan gelas yang pecah, dan tidak sengaja serpihan gelas itu mengenai tanganku."

"Astaga Bunga, kenapa kau tidak berhati-hati?" ujar Billy. Dengan cekatan, dia pun mengobati tangan Bunga dengan menekan beberapa luka sobekan di tangan tersebut agar darahnya tidak keluar kembali. Tentunya, Bunga merasa senang dengan perlakuan Billy. Namun, dia buru-buru menepis rasa bahagia itu.

"Dokter Billy, dari mana anda tahu saya berada di sini?" tanya Bunga untuk mengalihkan perasaannya yang begitu berkecamuk.

"Oh, ada salah seorang perawat yang mengatakan padaku kalau Kak Mauren tadi malam menjemputmu," dusta Billy. Dia tidak ingin jika Bunga tahu kalau dia sampai mencarinya lewat CCTV.

"Lalu, bukankah ini belum jam pulang kerja, kenapa anda ada di sini?"

"Emh, itu karena sebenarnya hari ini ada acara keluarga di rumahku. Tapi, ada yang harus aku ambil di rumah ini. Jadi, aku mampir ke sini dulu, sekaligus ingin melihat keadaan Alea. Tapi, saat sudah sampai di sini, Bi Arni mengatakan kalau kau sedang terluka. Jadi, aku ingin melihat keadaanmu juga, Bunga," dusta Billy. Tentunya, dia pun tidak ingin kalau Bunga tahu jika dirinya sangat mencemaskan wanita itu.

"Oh jadi seperti itu, memangnya nanti malam ada acara apa di rumah anda, Dokter Billy?"

Seketika jantung Billy pun berdegup kian kencang mendengar pertanyaan itu. Sebenarnya, dia tidak ingin menghadiri acara keluarga nanti malam, tetapi sepertinya dia tidak punya pilihan.

"Hanya acara kumpul-kumpul keluarga biasa."

Bunga pun mengangguk seraya tersenyum mendengar jawaban Billy, dia sama sekali tak curiga jika laki-laki itu sebenarnya sedang berbohong padanya. Setelah itu, Bunga pun lebih memilih menatap raut wajah tampan Billy yang saat ini tampak begitu serius mengobati lukanya.

"Sudah selesai, Bunga. Beberapa hari lagi, pasti lukanya sudah sembuh, tapi jangan lupa minum obat pereda rasa sakit. Kebetulan aku bawa obatnya, karena aku selalu membawa obat ini kemanapun aku pergi," ujar Billy sambil memberikan obat pereda rasa sakit pada Bunga yang dia keluarkan dari tas-nya.

"Terima kasih, Dok."

"Sama-sama. Bunga, boleh aku mengatakan sesuatu padamu?"

"Ya, tentu saja."

"Bunga, tolong jangan pergi dari rumah ini. Rumah ini, akan menjadi tempat yang nyaman bagimu. Kau dan juga Alea aman di sini, daripada kalian mengontrak sendirian. Aku yakin, Kak Mauren pasti akan bersikap baik pada kalian berdua." Bunga mengangguk seraya tersenyum, menutupi rasa gundah di hatinya.

"Ya, mungkin yang kau lihat di rumah ini aku aman, dan segala sesuatu bisa tercukupi. Tetapi, bagiku rumah ini jauh lebih berbahaya dibandingkan saat aku harus hidup di jalanan, karena mungkin saja sewaktu-waktu nyawaku bisa terancam," batin Bunga.

***

Malamnya tampak Mauren dan kedua orang tuanya begitu cemas karena Billy belum pulang ke rumah. Padahal, saat ini Erina dan keluarganya sudah menunggu kedatangan Billy.

"Kemana sebenarnya anak itu? Kenapa ponselnya juga tidak aktif?" gerutu Mauren seraya berjalan mondar-mandir di dalam rumahnya. Kedua orang tuanya yang duduk di ruang tamu bersama orang tua Erina pun sesekali melirik padanya seolah ingin mencari tahu tentang keberadaan Billy. Tetapi, Mauren hanya menggelengkan kepalanya yang membuat orang tuanya semakin merasa panik, dan juga cemas.

Apalagi, orang tua Erina sudah berulang kali menanyakan keberadaan Billy. "Bagaimana kalau kita makan malam saja terlebih dulu, sambil menunggu Billy pulang ke rumah," ujar Wisnu, ayah dari Billy dan Mauren,

"Sepertinya itu ide yang bagus, mungkin di rumah sakit Billy sedang banyak pekerjaan," jawab kedua orang tua Erina yang tidak merasa curiga pada Billy. Tidak seperti Erina, yang saat ini terlihat begitu kesal. Dia sebenarnya pun tahu, jika Billy sedang menghindari acara tersebut. Mereka akhirnya memilih untuk menyantap makan malam terlebih dulu sambil menunggu kedatangan Billy.

Saat mereka sedang menikmati hidangan makan malam, tiba-tiba suara langkah Billy terdengar masuk ke rumah itu. Refleks wajah semua orang yang ada di sekeliling meja makan itu pun berubah ceria, tak terkecuali Erina yang langsung bangkit dari kursi lalu mendekat ke arah Billy.

"Selamat malam semua, maaf kalau aku terlambat. Emh begini, saya sedang tidak ingin banyak berbasa basi pada kalian semua. Maaf kalau saya harus mengatakan ini, saya hanya tidak ingin menyakiti perasaan Erina. Karena itulah, malam ini saya ingin memutuskan hubungan pertunangan kami berdua."

Erina pun begitu terkejut mendengar perkataan Billy. "Tidak, aku tidak mau putus denganmu, Billy!"

***

Di sisi lain, tampak sesosok laki-laki berjalan mendekat pada Bunga yang sedang membuatkan susu untuk Alea.

"Hai kau wanita bodoh, cepat kemari!"

Mendengar suara bariton rendah yang dikenalnya itu, seketika tubuh Bunga pun meremang. "Apa yang akan dia lakukan padaku? Tuhan, tolong selamatkan aku."

1
Deww_17
kapan bunga bahagianya sihh huhu
Rita Juwita
/Good/
Farika Willesden
bgus certamu Thor q suka
Rahma Putri
luar biasa
Ria Onits
kok alur ceritanya begini kasar banget
Ria Onits
🤣🤣🤣🤣, sepertinya Mauren ada udang di balik b
Lina ciello
tinggal nunggu balesan ae
Heniheniawati Nazmudin
bikin ngakak
Deviastryveads_
tk usah bawa sakit ren toh udah terjadi jg.
btw enak banget yah bunga udah dapet 2 pisang🤣, mana yg satunya masih blum terjamah lg🤣🤣🤣
Yusi Lestari
yaaa tamat dech😔bonchapnya mana nich🤔
Yusi Lestari
akhirnya kebusukan Erina terbongkar juga dan akhirnya Sean sadar atas semua kesalahan yg pernah dilakukan ke Bunga dan terima kasih Sean atas semua bantuanmu
Deviastryveads_
jangan laporin bung, aku kok jd kasian dengan Sean kalo kek gini😄.
auto tamat ini🤣🤣🤣
Yusi Lestari
hahaha emang enak Mauren itulah calon adik ipar yg kau bangga2kan dan kau bela yg ternyata seorang pembunuh
Ainisha_Shanti
bangkai yang selama ni kau tutup akhirnya terhidu juga bau busuknya erina
Ainisha_Shanti
mengandung dari mananya? menyentuh je pun billy tak pernah, macam mana nak mengandung? dalusi kot
Deviastryveads_
hoax
Deviastryveads_
uhhhh mas suamiiiii sini tak tak ciummmm sama calon pelakor🤣🤣
Deviastryveads_
ayuk ayangggg🤣🤣
Deviastryveads_
dari atas bacanya udah ikutan terharu, duh smpe sini dihempaskan untuk ikut tertawa🤣🤣. dasar dokter somplak 🤣🤣🤣
Deviastryveads_
bener itu.
wahhh dimana yah yg ada lelaki seperti Billy yg nerima apa adanya dan tk mempermasahkan masa lalu, kalo ada aku mau 2 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!