Baca novelnya .
Ini novel mengandung sedikit bawang , merica , cabe cabean .. eaaaaa .. bukan ya .
Cerita dalam novel ini bikin greget dan bikin gemes .
Baca novelnya .. Harus .. nggak boleh enggak .
tinggalkan jejak ya . karena setiap dukungan kalian adalah semngat ku .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
E.U.A 24
Dengan sedikit memoles wajahnya Embun bersiap untuk menemui Ryan . Ryan juga akan menjemput Embun nanti .
" Selamat malam " sapa Ryan yang baru saja tiba di rumah Embun .
Ryan hanya berdiri di depan pintu .
" Mau masuk dulu atau mau langsung jalan ?" tanya Embun ...
" Kita langsung saja . Kalau berduaan ama kamu takut khilaf " gurau Ryan supaya keduanya tidak terlihat kaku .
" Jangan ngadi ngadi deh " ucap Embun lalu menutup pintu rumahnya .
Entah apa yang ada di pikiran pria .. Apa hanya ada itu dan itu .Embun
" Mau makan apa ?" tanya Ryan .
" Terserah . Aku ngikut aja " ucap Embun .
" Aku salah nanya kayaknya . Seharusnya aku tidak tanya seperti itu jika aku tahu jawabannya . Dan aku akan kesulitan sendiri " ucap Ryan .
Embun tersenyum mendengar celotehan Ryan .
" Kita ke restoran yang biasanya aku kunjungi " ucap Ryan
" Baiklah "ucap Embun .
Sesampainya di sana , Mereka lalu menuju tempat yang memang sudah biasa Ryan tempati . Ruangan yang hening dan di hadapkan dengan pemandangan yang cukup menyejukkan mata .
" Kamu cantik malam ini " ucap Ryan .
" Terima kasih " jawab Embun dengan tersenyum .
" Mau datang bersama ku ke acara penyambutan pemimpin baru rumah sakit ?" tanya Ryan .
" Emm .. Sebenarnya aku mau saja . Tapi , aku tidak mau menjadi pusat gosip di rumah sakit " jawab Embun dengan hati hati .
" Baiklah aku mengerti " ucap Ryan mencoba untuk tenang .
Malam itu mereka hanya saling mengobrol dan itu juga di gunakan oleh Ryan untuk mengenal Embun lebih dekat .
Embun di antarkan pulang oleh Ryan setelah makan malam .
...****************...
Allan menyiapkan semuanya dengan matang . Sebenarnya Tio yang bekerja untuk menyiapkan semuanya . Allan hanya meminta ini dan itu .
" Jangan ada yang terlewat Tio . Dan minta Sita untuk menyiapkan siapa saja yang bisa datang . Dan juga pastikan masih ada yang berjaga " ucap Allan seraya menatap ke arah keluar jendela .
Saat ini Allan sedang berada di apartemen yang baru . Saat dia bersama Embun . Kini dia lebih sering menghabiskan waktunya di sana . Dan Allan juga sudah jarang bersama wanita tidak pasti nya itu .
" Tuan . Ini nona Mona menelpon terus . Bagaimana ? Ini sudah yang ke lima belas kali " ucap Tio yang sudah malas karena ponselnya sedari tadi terus bergetar .
" Biarkan saja " ucap Allan .
" Emm.. Apa Tuan sudah emmm putus ?" tanya Tio . Melihat bos nya yang jarang bersama Mona dan juga Mona memang akhir ini sering pergi keluar negeri untuk pemotretan .
" Entahlah " jawab Allan .
" Nona Mona mengirim pesan . Apakah saya bersama Tuan ? Jika iya kenapa di apartemen tidak ada ? Anda ada dimana ?" ucap Tio membawa isi pesan yang di kirim Mona .
" Bilang saja tidak bersama ku . Dan jangan pernah mengatakan apapun kepadanya . Blokir saja nomornya " ucap Allan .
" Jika itu mengganggu mu . Pekerjaan mu lebih penting " ucap Allan lalu meninggalkan Tio sendiri .
" Aihh .. Mereka yang pacaran tapi aku yang pusing . Jika aku blok nomor ponselnya pasti dia akan selalu datang ke kantor dan membuat rusuh seperti waktu itu . Dan Tuan pasti akan semakin kesal . Oh Tuhan tolong lah hamba yang jomblo ini " ucap Tio menyandarkan tubuhnya di sofa ruang tamu .
Allan tiba tiba sudah bersiap dan juga sudah rapi dengan pakaian kasualnya .
" Tuan mau kemana ?" tanya Tio lalu berdiri dengan sigap .
" Aku akan pergi sendiri . Selesaikan pekerjaan mu " ucap Allan lalu menyambar kunci motor sport nya .
Tio hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bosnya yang seperti anak Abg .
Allan mengendarai motor sport nya dengan kecepatan tinggi . Mona menghubunginya jika dia ingin bertemu dengannya . Mona ingin ke luar negeri lagi .
" Baiklah mari kita akhiri sekarang juga " ucap Allan bermonolog sendiri .
Di sebuah kafe Malika. Allan memarkiran motor sportnya . Di sana Mona sudah menunggunya .
" Sayang " Mona langsung menghampiri Allan dan memeluknya .
Tapi Allan tidak memberikan respon apapun kepada Mona . Mona merasa ada yang aneh dengan kekasihnya itu . Medkipun begitu dia tetap mencoba untuk biasa saja .
" Aku kangen . Kamu dari mana saja . Aku ke apartemen kamu tapi kamu nggak ada " cerocos Mona karena Allan sedari tadi hanya diam saja .
" Kamu mau minum apa ? " tanya Mona yang terus mengajak bicara Allan .
" Sama saja " ucap Allan .
Ada desiran aneh di benak Mona .
" Baiklah " ucap Mona yang tidak ingin membuat Allan kesal .
" Ada apa ?" tanya Allan langsung pada intinya .
" Aku kangen sama kamu " ucap mona dengan tersenyum manis .
Allan menyandarkan tubuhnya dan juga melipat tangannya di dadanya .
" Katakan " ucap Allan dingin dan datar
" Besok aku harus ke luar negeri lagi . Tapi kali ini akan sedikit lama . Mungin sampai setengah tahun " jelas Mona .
" Lalu ?" tanya Allan .
" Aku hanya ingin bertemu dengan mu . Dan menghabiskan waktu kita berdua sebelum aku berangkat ke sana " ucap Mona .
" Kapan kamu akan berangkat ?" tanya Allan .
Dan pertanyaan Allan membuat Mona merasa sedikit di perhatikan meskipun hanya pertanyaan sepele .
" Em satu minggu lagi mungkin " jawab Mona .
" Tapi saat ini aku sibuk " ucap Allan .
" Tapi aku juga ingin bersama kamu sayang . Berdua " ucap Mona dengan manja .
" Bukankah sudah biasa kita seperti ini . Lalu kenapa sekarang kamu meminta waktu ku ? Di saat aku selalu meng'iya'kan setiap kamu pergi ke sana dan ke sini tanpa tahu apa pendapat ku yang sebenarnya . Apa kamu pernah berpikir ke sana ?" tanya Allan sungguh sungguh .
Ini pertama kalinya Allan di buat lelah dengan hubungannya bersama Mona .
" Ini pekerjaan ku sayang . Bukankah dulu kamu tidak masalah . Tapi kenapa baru sekarang kamu merengek " kesal Mona .
Allan tersenyum kecut .
" Baiklah mari kita akhiri saja semua nya " ucap Allan lalu berdiri meninggalkan Mona yang terkejut dengan ucapan Allan .
" Tidak sayang aku tidak mau " teriak Mona seakan tidak peduli dengan pengunjung lainnya .
Allan terus melangkahkan kakinya meninggalkan Mona .
" Tunggu . Aku tidak mau sayang . Aku minta maaf jika aku bersalah . Tapi ini impian ku sayang untuk menjadi model ternama " jelas Mona seraya merangkul lengan Allan dengan kuat .
Allan melepaskan tangan Mona lalu meninggalkan Mona .
" Aku tidak mau Allan . Sampai kapan pun aku tidak akan mau . Ingat itu ! " teriak Mona .
" Aku yang mau Mona . Ingat itu ! " Tegas Allan .
" Sudah cukup semua ini Mona . Aku memang membiarkan kamu untuk melanjutkan mimpi mu tapi ingat Mona . Aku tahu apa saja yang kamu lakukan di luar sana Mona . Ingat itu ! " tegas Allan lalu melajukan motornya dengan kecepatan tinggi .
Mona diam mendengar apa yang baru dia dengar baru saja . Mona terduduk dengan isak tangisnya . Sungguh Mona menyesal jika dia harus berakhir dengan Allan . Dari Allan lah Mona bisa menjadi model seperti saat ini . Impiannya sedari dulu .
udh bulukan ini nungguin lanjutan nya
niat ga sih?
aku suka gaya penulisannya kakak , jadi nyaman bacanya
semangat terus berkarya kak 🫶🏻