Saundara kembarnya yang menjadi penguasa di negara lain menemuinya dengan kondisinya yang kini menggunakan kursi roda . Saudaranya terluka parah dan harus melakukan terapi namun di saat bersamaan dia sudah berjanji untuk menikahi kekasihnya.
Stefan datang memberikan kontrak pada saudara kembarnya steven dan menyuruhnya menikahi kekasihnya menggantikan tempatnya sampai dia sembuh. "Kau gila dia kekasihmu?,kenapa aku harus menikahinya"
Kartika gadis cantik ini akhir nya menikah, namun dia merasa suaminya berbeda dari biasanya.
Apakah kartika akan tau yang sebenarnya, apa yang akan terjadi Bagaimana kisah selanjutnya, akankah ada kisah cinta segitiga ,takdir apa yang terjadi pada kisah mereka .
Terus baca dan kalian akan tau akhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Indah tengah duduk berdua dengan suaminya "Pa, apa kau lelah biar aku memijat mu" Ucap indah manja.
"Hmm, sangat lelah" Ucap tuan ringgo dengan nada dingin.
"Pa apa ada masalah kenapa kau sangat dingin padaku" Ucap indah.
"Tidak hanya saja" Ringgo tiba-tiba ingat dirinya yang mengingat kenangan masa lalunya dengan Kartika di mana Kartika memeluknya dengan hangat dan duduk di pangkuannya memanggil dirinya papa dengan penuh kasih sayang.
"Hanya saja apa, papa apa teh yang aku berikan sudah habis di kantormu? " Tanya indah.
"Ya seperti nya sudah habis satu minggu lalu sekertaris ku seperti nya mengganti tehnya"
"Tidak boleh, em maksud ku teh yang di belikan sekertaris mu mungkin teh murahan besok aku akan mengirimkan teh yang biasa papa minum ke kantor ok" Ucap indah yang mulai menempelkan benda kenyal miliknya ke lengan tuan ringgo.
"Tidak perlu, tehnya lumayan enak"
"Papa aku tau selera papa jangan menolak ku, atau aku akan marah padamu" Indah dengan mode menggoda memainkan tangannya di dada tuan ringgo layaknya pasangan yang baru menikah.
"Ya sudah terserah saja" Ucap tuan ringgo yang sudah terbuai dengan sentuhan istrinya.
Indah tersenyum puas mendengar jawaban Ringgo "Baiklah aku akan mengirimkan beberapa kotak teh untuk suamiku tersayang muach" Indah mencium pipi tuan ringgo.
Ringgo langsung saja membaringkan istrinya di ranjang dan melakukan olahraga suami istri tentunya.
'Dia tidak boleh mengingat apapun' Ucap indah dalam hati di sela permainan nya bersama sangat suami
****
Ravi tengah duduk di teras belakang sembari menikmati hening nya malam dan menatap bintang yang tidak terlalu banyak menghiasi langit malam.
Malam ini mereka bertiga tidak makan malam bersama Kartika memilih membuat makan malam untuk nya sendiri sedangkan Ravi memilih menikmati secangkir kopi sudah cukup seperti nya bosnya juga melakukan hal yang sama di ruang kerja nya.
Ravi termenung dan teringat ucapan Kartika yang merindukan Stefan itu membuatnya merasa kasihan "Jika kau tau yang sebenarnya akan jadi apa jalan cerita ini, apakah kau juga akan membenci ku Kartika jika itu terjadi apa yang harus aku lakukan" Entah kenapa Ravi memikirkan tentang masalah yang akan terjadi jika Kartika tau orang yang di anggap suaminya bukan suami sesungguhnya.
Kartika menatap bintang yang kian berkurang karena gelapnya malam, Ravi menghela nafasnya dia kini memilih menghadap ke laptop yang sudah lama di cuekinya karena pikiran nya yang terlalu kacau "Ravi ingat pekerjaan mu " Ucap Ravi yang segera menggerakkan tangannya.
Ravi sedang mencari tau tempat kerja Kartika dengan hati-hati dia menemukannya dia juga menemukan rumah yang dekat dengan taman kanak-kanak tempat Kartika mengajar itu. "Rumah ini cukup besar seperti nya cocok untuk selera tuan " Ucap Ravi yang segera mengeluarkan handphone nya dan mencoba menelepon sang pemilik rumah yang di jual.
Ravi menghubungi sang pilih rumah dan membuat kesepakatan besok akan bertemu dengan Ravi untuk melihat lihat isi dalam rumah [Baik tuan terimakasih ] ucap Ravi dan menutup telepon nya.
"Kau menelpon siapa? "
"Bos aku telah menemukan tempat bekerja nona Kartika dan juga rumah yang lumayan besar tadi aku sudah meminta bertemu dengan pemilik rumah, ini rumah nya" Ravi menunjukkan gambar rumah yang ada di laptop nya. "Bagaimana tua"
"Lumayan" Jawab singkat Steven yang seperti tidak tertarik dengan pembahasan rumah.
"Dan ini tempat nona Kartika bekerja, tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah tadi" Jelas Ravi sembari memperlihatkan lokasi kerja dan jarak rumah yang Ravi beritahu tadi.
"Heh kecil aku bahkan bisa membangun taman kanak-kanak lebih besar" Ucap lirih Steven tanpa sadar.
"Tuan mengatakan sesuatu? " Tanya Ravi yang tidak mendengar jelas ucapan Steven.
"Tidak, selesaikan tugasmu aku akan beristirahat" Ucap Steven yang memilih kembali ke kamarnya meninggalkan Ravi yang sangat senang duduk di teras belakang yang masuk ke dalam area taman.
Kartika menengok ke samping tempat tidurnya dan tersenyum miris dia memiringkan tubuh nya dan mengusap ranjang kosong yang ada di samping nya "Benarkah kita sudah menikah boo, aku malah merasa kita seperti dia orang yang tidak saling mengenal satu sama lain, kau terkadang terlihat sangat perhatian namun terkadang kau terasa begitu jauh, ada apa dengan mu boo apa karena kau sudah memiliki pekerjaan yang bagus dan membuatmu melupakan ku? " Kartika terus berbicara sembari mengusap ranjang kosong itu perlahan dia memejamkan matanya dan mulai terlelap.
Steven berjalan menuju kamarnya dan melihat kamar Kartika sedikit terbuka pintunya seperti nya lupa di kunci oleh Kartika Steven tanpa sadar membuka dan melihat ke dalam Kartika yang tidur tanpa mengenakan selimut.
Kaki Steven tanpa di minta sudah berjalan mendekat ke arah ranjang Kartika, Steven melihat Kartika yang terlihat kedinginan membuatnya tidak bisa mencegah tangannya menarik selimut dan menutupi tubuh Kartika yang meringkuk itu, Kartika kini terlihat lebih tenang dari tidurnya dan membuat Steven tersenyum melihat nya Steven tersadar "Apa barusan aku tersenyum, tidak mungkin" Steven bertanya sekaligus menyangkal pertanyaan sendiri Steven merasa dirinya benar-benar aneh.
Steven merasa tidak bisa berada di kamar Kartika lagi namun mata Steven terhenti pada tembok di samping lemari dia melihat beberapa foto Kartika yang terlihat baru di pasang foto Kartika dan Stefan yang terlihat sangat bahagia.
Steven terus memperhatikan mereka berdua di dalam foto itu yang terlihat begitu saling mencintai dan bahagia tapi entah kenapa dada Steven merasa sesak dan menghimpit nya "Mereka sangat serasi bukan" Ucapan itu tambah membuat dadanya dan jantung nya tidak karuan
Namun tiba-tiba matanya tertuju pada foto terakhir yang berjejer di tembok itu "Dari mana dia mendapatkan foto ini" Terlihat ujung bibir Steven terangkat seperti nya dia sedang tersenyum sangat tipis, saat Steven melihat foto pernikahan mereka yang menampakkan wajah dingin Steven dan wajah lega yang terlihat di wajah Kartika.
Steven mengeluarkan handphone nya dan memfoto nya, "Sangat jelek" Ucapan dan perbuatan benar-benar berbanding terbalik.
Steven segera keluar dari kamar Kartika dan tanpa sengaja di pergoki oleh Ravi "Tuan apa yang kau lakukan dari kamar nona Kartika"
"Berisik bukan urusan mu" Ucap Steven, Ravi sangat mengenali bosnya dia melihat bosnya tadi keluar dengan wajah sumringah sebelum dia menyapanya.
Steven segera masuk ke kamarnya tanpa memperdulikan Ravi yang merasa semakin aneh pada bosnya.
Ravi memilih untuk diam dan pergi menuju kamarnya untuk beristirahat karena pagi nanti dia sudah memiliki janji temu dengan pemilik rumah.
lanjutlah thor
Ngk mauuu aku ngk terimaaa.. lanjutinnn pokoknya buat Kartika idup walau di pulau lainnn... yg pting idupppp
Kyak Ayana yg ketemu lagi dan bawa ank nya bt jumpa ayahnya....
goo lakun kan yg sama bt Kartika kembali pada Stevan dan biar clear ending bahagiaaa... okk Thorrrr
nihhh permintaan rederrmu yg paling SETIA😀... tahun ke 5 aku selalu setia bt muu adek kece.. gogogo lanjuttttt semangatttt othorr yuniarrrr✊🏻♥️
Goo kejar. dia STEV.. jgn biarkan Kartika dalam kekecewaan yg mendalam
dan kau stef.. sekarang km bisa melihat sendiri kan akibat ulah mu...
plis jangan meninggal dong lanjut thor 😭😭
Sekarang apa pun yg km bilang hanya kejujuran tp.luka itu kecewa itu,kepercayaan yg Kartika berikan,janji yg Kartika pegang sekarang hancurrr... dan ituh karena ide bodohhhh mu steff... 🙄
Kau harus paham itu stev