Kisah Naimah yang tiba-tiba berubah dingin ketika mendapat kenyataan suaminya menduakan cinta nya dan juga mempermainkan pernikahan suci ini.
"Aku tidak menyangka, kamu mas Nabil. Bisa menduakan kesucian ini." ucap dingin seorang istri.
"Maafkan mas, Naimah. mas khilaf." balas pria itu suami Naimah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Naimah mengindari Nabil
Semalam Naimah membawa anaknya pulang tapi bukan ke rumah yang dulu ia tempati dengan Nabil melainkan rumah peninggalan sang kakek yang di berikan untuk Naimah.
Tentu ini tidak di ketahui oleh Nabil sebelumnya bahwa istrinya ini pintar juga keturunan orang kaya bahkan memiliki rumah yang lebih besar dari rumah yang dulu di tempati bersama Nabil.
Dan ketika Sifa bangun dia langsung bangkit kemudian menangis dengan keras karena takut berada di tempat asing.
''Ibu, huhuhu Ibu Ayah, ini di mana ibu, Cifa takut ibu mau pulang, huhuhu.'' tangis Sifa pun pecah
Naimah yang sedang berada di dapur dekat kamar tidur Sifa, pun ia kaget karena anaknya
rupanya sudah bangun tapi tiba-tiba menangis.
''Sayang Sifa ada apa ?'' tanya Naimah menghampiri
''Ibu, ibu Cifa takut ibu ini dimana ?'' kembali tanya Sifa dan langsung memeluk Naimah juga kini Sifa merasa lega karena ada ibunya rupanya di tempat asing ini..
''Sifa gak usah takut lagi ya Nak, ada Ibu dan sekarang ini rumah kita.'' jawab Naimah
''Apa Bu lumah kita ?'' Sifa jadi kebingungan
''Huum, sekarang kita tinggal nya di sini kamu mau tidak ?'' ucap Naimah mengajak anaknya untuk tinggal di rumah baru
''Tapi kenapa Bu ? Itu lumah Ayah kan ada Bu ?'' ucap Sifa menginginkan jawaban dari kebingungan nya
''Begini Nak, untuk sementara waktu kita sebaiknya tinggal di sini saja dulu Sifa mau tidak ? Tapi ibu masih belum bisa menjelaskan apa alasannya Nak.'' ucap Naimah
''Lalu Ayah ?'' ucap Sifa
''Ayah mu ya, apa kamu ingin bersama Ayah mu gak apa-apa tapi ibu akan tetap di sini Nak.'' kata Naimah
Dan Sifa pun dia langsung menggeleng dengan cepat ''Tidak Bu, Cifa gak mau berpisah sama Ibu. Iya Cifa akan disini dengan ibu.'' jawab Sifa tidak ada keraguan
''Tapi kalau Sifa ingin dengan Ayah juga tidak apa-apa Nak.'' Naimah tidak ingin memisahkan Sifa dengan Nabil bila Sifa nya sendiri yang menginginkan namun tentunya masih dalam pengawasan Naimah karena takutnya si ulat bulu selingkuhan Nabil menyakiti Sifa.
Naimah sadar Sifa masih terlalu kecil untuk menerima perpisahan dua orang tuanya ini, tapi Naimah juga tidak sanggup lagi hidup satu atap bersama Nabil si pengkhianat.
Dan untung lah Naimah memiliki warisan dari sang Kakek.
''Gak ibu, Cifa mau sama Ibu Ayah itu jahat Bu.'' pekik Sifa dan berubah sedih
''Ayah jahat kenapa hm?'' tanya Naimah sambil mengusap rambut Sifa
''Iya ibu kemarin itu Ayah sangat jahat , Ayah bentak Cifa Ayah juga malahi Cifa ibu kata ayah, Cifa ini tidak sopan pada Tante yang datang ke pantai kemari Bu, tapi Ayah tidak memarahi Tante itu yang pakaian nya terbuka Ibu, bukan kah kata Ibu kita jadi perempuan harus berpakaian sopan kan Bu, hikssss tapi Ayah marah ke Cifa.'' Sifa jadi menangis dan sedih ketika ingat Nabil tidak membela nya malah membela wanita yang judes pada Sifa kemarin.
''Ibu, Adek gak mau sama ayah ibuu gak mau.''
''Iya iya sudah sayang tenang lah ada ibu.'' Naimah ikut sakit hati mendengar nya rupanya Nabil sangat-sangat keterlaluan.
Sementara di tempat lain, Nabila tengah kebingungan mencari keberadaan Sifa anaknya yang baru sadar kalau Sifa tidak ada.
Nabil takut Naimah marah karena Sifa hilang, tapi mau tidak mau Nabil harus bertanya hal ini pada Naimah barangkali Sifa sudah di rumah.
''Bang Nabil, kamu mau kemana ?'' Sania si wanita tidak tahu malu masih mengharapkan Nabil yang kaya raya rupanya.
''Berhenti mengurusi hidup ku lagi, kita akhiri semuanya kau itu wanita yang sangat rendahan Sania.. Kita selesai.'' ucap Nabil akan pergi
''Heh kamu tidak bisa pergi, karena kontrak kerja sama ini masih lama bang Nabil, atau kau harus bayar denda nya.'' ucap Sania mengingatkan tentang Kontrak kerja sama mereka dulu
''Sialan kau berani merampas ku juga kau mau mengancam ku hah? Tidak akan bisa.'' Nabil kesal
''Tentu bisa, siap-siap saja kau membusuk di penjara kalau hubungan ini berakhir.'' ejek Sania dengan tersenyum miring
''Ahh persetan dengan mu, aku harus mencari Sifa.''nabil pun pergi karena ia memang cemas
Nabil Sudah Bertanya pada setiap pekerja di tempat pantai itu, tapi tidak ada satu pun yang melihat siapa yang membawa Sifa.
Tapi Nabil jadi berpikir mungkin Sifa bersama Naimah, maka Nabil akan pulang ke rumah
''Pagi tuan.'' sapa satpam rumah nya
''Iya pak,' Nabil masuk dengan tergesa
''Tuan ada apa ? Apa terjadi sesuatu pada Neng Sifa atau ibu ?'' tanya pak satpam penasaran karena bis nya ini seperti buru-buru
''Eh Pak ibu ada di dalam rumah kan sama Sifa ?'' tanya Nabil menghentikan langkahnya
Tapi Satpam jadi bingung ''Tidak ada Tuan, Ibu dari semalam belum pulang.'' beritahu satpam
''Apa pak, yang benar pak kemana ibu ?' Nabil bertanya-tanya
''Maaf Tuan,saya gak tahu ibu pergi kemana karet saat keluar ibu gak bilang apa-apa dan akan kemana.'' jawab Satpam merasa aneh bahkan bos nya ini malah tidak tahu juga di mana istrinya.
Hingga Nabil kesusahan menghubungi Naimah karena ponsel istrinya ini tidak aktif juga Nabil kebingungan harus mencari di mana keberadaan Naimah, karena sebelumnya Naimah tidak pernah pergi-pergi seperti ini tanpa ijinnya.
''Nimah, Sifa kalian di mana sebenarnya? Nimah mas ingin Minta maaf padamu.'' gumam Nabil sambil menebak kemana istri dan anaknya itu.
Selanjutnya kita simak ada perjanjian apa antara Nabil dengan Sania ?!
Yuk baca karya pertamaku " Aku Seorang Mafia" silahkan cek di profil ku. semangat berkarya author ♥️