Follow IG : @Mommy_Ar29
Tiktok : @Mommy_Ar95
🍁🍁🍁
“Je t'aime et je t'attendrai toujours jusqu'à ce que tu revienne."
Karena sebuah kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi antar suami istri, membuat Raka harus menerima takdir bahwa istrinya melupakan nya.
Amnesia disosiatif yang di sebabkan oleh traumatik akan sebuah insiden yang di alami oleh Ryana, membuatnya melupakan status pernikahan nya dengan Raka yang tak lain adalah musuh bebuyutan nya.
Akankah Raka bisa mengembalikan ingatan istrinya? Sanggupkah dia berjuang mempertahankan rumah tangga nya, dan bagaimana respon Ryana saat mengetahui bahwa dirinya pernah hamil dan kehilangan bayi bayinya?
Ikuti terus kisah rumah tangga Raka dan Ryana, sekuel dari 'Musuh tapi Menikah.'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Raka
...~Happy Reading~...
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini mobil Ryana sudah berhenti di halaman rumah milik nya dan Raka.
Ia segera turun dan bergegas masuk, akan tetapi, saat ia hendak melangkah, matanya melirik ke arah mobil milik Raka yang baru saja di tumpangi oleh laki laki itu.
Dan tanpa lebih menunggu lama lagi, Ryana menarik napas nya dengan cukup panjang lalu masuk ke dalam rumah.
Brakkk!
Ryana menendang pintu rumah utama itu, hingga membuat Raka yang sedang menonton televisi di ruang tengah langsung terkejut dan memutar badan nya dari arah sofa.
Ya, laki laki itu hanya menoleh sebentar dengan mata terkejut. Sedangkan wanita di samping nya masih anteng menonton televisi tanpa menghiraukan kehadiran nya.
"Ryana .. " gumam Raka, laki laki itu segera bangkit dan menghampiri Ryana yang terlihat sedang marah.
"Ada a—"
Plaakkk!
Sebuah tamparan yang begitu keras berhasil Ryana dapatkan di wajah mulus suami nya. Walau dengan tangan dan tubuh bergetar karena menahan tangis, kini akhirnya Ryana berhasil.
Ia berhasil melampiaskan memberikan hadiah kepada suami nya yang sudah ia tahan sejak lama.
"Aku memang menyuruh mu pergi dan melepaskan aku, tapi bukan begini cara kamu Raka!" sentak Ryana dengan deraian air mata menghiasi wajah nya.
"Ka—kamu tahu seberapa penting nya rumah ini? Hiks hiks kamu tahu seberapa berharga nya rumah ini untuk aku, tapi kenapa kamu kotori dengan perbuatan keji mu!" teriak Ryana semakin mendorong tubuh Raka ke belakang.
Laki laki terdiam beberapa saat, menerima semua amukan dari Ryana. Hingga setelah beberapa saat, ia terlihat menarik napas nya dengan cukup panjang.
"Inget Raka, meskipun kamu yang membeli rumah ini. Tapi rumah ini masih atas nama ku, aku lebih berhak ada disini di banding kamu atau dia!" tunjuk Ryana pada seorang gadis yang masih setia duduk di sofa menonton televisi membelakangi nya.
"Kenapa kamu harus sejahat ini hem? Kenapa hiks hiks hiks," imbuh Ryana terisak dan kini wanita itu langsung duduk berjongkok untuk menyembunyikan wajah nya di balik kedua telapak tangan nya.
"Sudah?" tanya Raka lalu laki laki itu ikut duduk berjongkok di depan Ryana, "Bukankah kamu yang meminta ku untuk berhenti dan pergi? Kenapa harus nangis kaya gini?" imbuh Raka dengan pelan, ia segera melepaskan tutup mata Ryana lalu menghapus air mata nya.
"Kenapa kamu membawa cewek lain ke istana kita hah!" seru Ryana berusaha menepis tangan Raka, "Pertama Winda, dia sudah menghancurkan semuanya. Dan sekarang, kamu bawa cewek baru lagi, bahkan sampai— hiks hiks kalian sampai berciuman atau lebih dari itu, a— aku ... " Tangis Ryana semakin pecah saat kembali membayangkan kejadian demi kejadian itu.
Dadanya sakit dan begitu sesak. Ia merasa tidak sanggup untuk berkata lagi.
"Aku sudah katakan, kalau aku akan mengikuti semua kemauan kamu, aku—"
"Kalau begitu kembali padaku!" ucap Ryana dengan cepat memotong perkataan Raka, "Tinggalin cewek sialan itu dan kembali perjuangkan aku!" imbuh nya dengan tegas namun masih berderai air mata, "Putusin dia Raka!"
"Untuk kembali sama kamu, aku bisa lakukan. Tapi untuk mutusin dia—" Raka terdiam dan menghentikan ucapan nya, "Maaf Sayang, aku tidak bisa." imbuh Raka pelan.
Deg!
Seketika itu juga Ryana langsung menatap Raka dengan semakin tajam. Ia menghentikan tangisan nya, namun juga tidak bisa berkata kata lagi.
Apa maksud Raka mau kembali padanya namun tidak bisa memutuskan wanita itu, apakah Raka akan melakukan poligami? batin Ryana ingin menjerit.
...~To be continue......