NovelToon NovelToon
Cuek Itu Normal

Cuek Itu Normal

Status: tamat
Genre:Romantis / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:105.8k
Nilai: 5
Nama Author: Y. A

Siapa yang yang mencoba bermain-main dengaku?

Zahira adalah sosok wanita dingin yang sangat cuek, juga sedikit anti sosial. Yang ia pedulikan hanya mencari tahu tentang orang yang yang sudah membuangnya.

Kenzo adalah sosok pria yang terlahir dari sendok emas, otoriter dan memiliki kesenangan bermain dengan hidup orang lain. Namun pertemuannya dengan seorang Zahira yang hendak dimanfaatkannya malah membuat ia merasakan jatuh cinta pertama kalinya.

Jadi siapa sebenarnya Zahira dan apa yang akan dilakukan Kenzo untuk mendapatkan apa yang diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Y. A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesedihan

Kenzo dan Sadam sedang berada pada gudang tak terpakai. Keduanya tidak melakukan apapun kecuali mengintai. Kenapa kali ini Kenzo turun tangan tidak seperti biasanya, Itu karena dia sedang ingin bermain dan melampiaskan amarahnya pada orang yang ingin merusak namanya.

Kenzo mengeluarkan ponselnya dan merekam apa yang terjadi didalam sana. Sebuah transaksi ilegal, penjualan tiga orang remaja kepada masing-masing orang suruhan dari si pemesan.

"Suruh orang mengikuti mereka, cari tahu dan berikan buktinya padaku. Ah... aku akan mengikuti salah satu diantara mereka. " Kata Kenzo.

"Aku juga kalau begitu. " Ujar Sadam dan segera keluar menuju mobilnya.

Kenzo juga keluar dari persembunyiannya dan menyusul Sadam. Mereka hanya membawa satu mobil. Sadam seolah menyindirnya karena ingin pergi sendiri, nyatanya mereka memang harus pergi bersama.

Orang yang mereka ikuti sampai pada sebuah rumah mewah dan masuk kedalamnya. Kenzo menoleh pada Sadam untuk bertanya. Sadam yang mengerti hanya menatap kerumah itu sambil berfikir.

"Dari pada mencari aku lebih suka menerobos kedalam." Kata Sadam.

Mereka sudah akan turun ketika ponsel Kenzo bergetar tanda panggilan masuk. Kenzo merogoh ponselnya dan mendapati nomor salah satu bodyguard Zahira.

"Katakan!" perintah Kenzo.

Wajah datarnya sedikit memperlihatkan ekspresi lain. Sadam yang melihatnya sudah menduga ada yang terjadi pada Zahira jika ekspresinya sudah seperti itu.

"Kenapa? " Tanya Sadam ketika panggilan selesai.

"Ayahnya meninggal, Aku akan menyuruh seseorang menjemputmu. Aku pinjam mobilmu. Kirim apa yang dapatkan malam ini padaku."

Sadam keluar dari mobilnya, ia akan menyusup sendiri kedalam rumah besar itu. Setelah melihat dengan mudahnya Sadam masuk kedalam dan menghindari cctv serta satpam, Kenzo segera pergi dari sana.

.

Zahira masih berusaha menerobos penjagaan bodyguardnya dipintu keluar. Mencegah Zahira melakukan hal yang tidak boleh dilakukannya. Zahira hendak pergi kepenjara dan menghajar habis-habisan dalang dari peristiwa yang menimpanya. Meskipun dijaga polisi dia sama sekali tidak peduli, emosinya semakin menjadi ketika bodyguarnya malah membuat brikade menutupi pintu.

"Zahira... tenanglah... ibumu sudah pingsan. "

Zahira berbalik, ia menatap sesaat ibu Kenzo sebelum beralih pada ibunya yang sudah dibaringkan disofa tunggu. Zahira menghampiri ibunya dan terduduk dilantai. Menumpukan kedua tangannya dipinggiran sofa dan menumpukan kepalanya disana. Bahunya mulai bergetar dan dia terisak parah.

Kenzo yang baru datang menatap sesaat kepada kedua orang tuanya sebelum berjongkok disamping Zahira. Dia merengkuh bahu itu, menatap mata yang biasa menatapnya dengan pandangan kesal dan benci.

"Ayahku... mereka membunuhnya... mereka membunuhnya... " lirih Zahira ditengah tangisannya.

Kenzo tidak menjawab, Dia membawa Zahira dalam pelukannya.

"Aku akan membalasnya untukmu. Aku disini untukmu. " janji Kenzo.

Dia melepaskan pelukannya dan mengangkat Zahira bridal.

"Ibuku... " Lirih Zahira, sepertinya dia sudah lupa kemarahannya karena sekarang dia memeluk erat Kenzo dan bersandar didadanya.

"Orang tuaku akan mengurus ibumu, sekarang kita pulang. Ibumu harus dirawat. Kita harus pulang mengurus pemakaman." jawab Kenzo dengan lembut.

Dia memberikan pandangan memohon kepada ibunya yang dijawab dengan anggukan. Bahkan ia mengangguk sekilas ke ayahnya memberi hormat sebelum pergi. Hal yang tidak pernah lagi dilakukannya lagi sejak lama. Hal yang mampu melembutkan hati ayahnya yang sama kerasnya dengannya.

.

Zahira tertidur didalam pangkuan Kenzo, bahkan ketika mereka sampai dirumah orang tua Zahira yang otomatis menjadi rumahnya juga. Kenzo menggendongnya bridal. Sang supir yang menekan bel rumah.

Dua orang pelayan membukakan pintu dan bingung dengan kedatangan mereka. Supir Kenzo segera bertindak dan memberitahu siapa mereka. Pelayan yang tentu saja juga tahu masalah yang terjadi dirumah itu segera menyambut Nona muda mereka dan mengantarkannya ke kamar yang dulu ditempati oleh Adel. Namun kamar tersebut tentu saja sudah mereka rapikan dan tidak ada lagi sisa barang Adel yang tertinggal.

Kenzo membaringkan Zahira dengan lembut. Zahira perlahan membuka matanya dan segera menarik ujung jaketnya ketika ia hendak turun untuk berbicara kepada pelayan tentang kabar meninggalnya sang tuan rumah.

"Kamu akan pergi? "

Kenzo tersenyum dan menggenggam tangannya.

"Hanya kebawah sebentar untuk menyuruh pelayan disini melakukan persiapan untuk kedatangan jenazah ayahmu. Aku akan segera kembali, Ok. "

Zahira mengangguk, Entah kenapa dia merasa saat ini dia tidak ingin pria itu pergi darinya sejengkal saja. Zahira bahkan lebih tenang saat Kenzo memeluknya tadi.

Setelah beberapa saat berlalu, Kenzo masih dengan setelan saat dia pergi tadi, membawakannya teh hangat dan juga makan malam. Zahira yang memang tidak tidur lagi segera duduk dan baru menyadari dia berada dikamar orang lain.

"Kenapa kamu membawaku kekamar perempuan itu? "

"Ini kamarmu, dia yang mencurinya. Kamu hanya mengambilnya kembali." jawab Kenzo dan meletakkan nampan di meja.

"Ayo makan dulu. Ini sudah malam dan kamu belum makan. "

"Aku tidak lapar. Kapan jenazah ayahku tiba? Lalu bagaimana dengan ibu? "

Kenzo mengambil piring berisi nasi dan lauk itu dipangkuannya. Ia duduk didepan Zahira dan muai menyuapinya. Namun Zahira hanya memberikan tatapan tajam.

"Sedang dalam perjalanan, Ibumu masih dirumah sakit. Aku belum menelfon ibuku."

jawab Kenzo.

"Aku mau turun menyambut ayah. " kata Zahira dan bersiap beranjak dari sana sebelum Kenzo dengan cepat mencengram sebelah lengannya dan menatapnya tidak setuju.

"Tidak sebelum kamu mengisi perutmu. Aku tidak suka penolakan Za_ berhenti keras kepala dan segera makan. " perintah Kenzo dengan tegas.

"Siapa kamu mengaturku! "

"Calon suamimu kalau kamu lupa." jawab Kenzo enteng. Membuat Zahira mati kutu.

"Buka mulutmu. "

Bukan Kenzo namanya kalau ia tidak mendapatkan apa yang ia mau. Zahira dengan wajah kesalnya merebut piring itu dan makan sendiri. Ia makan dengan terburu-buru karena kesal. Kenzo hanya terkekeh melihatnya, ia mengelap lelehan minyak disudut bibirnya dengan ibu jarinya. Membuat Zahira terpaku sesaat sebelum melayangkan tatapan protes.

.

Jenazah tiba tepat pukul 22.00 Wib. Sudah terlalu larut untuk melakukan pemakaman. Karena itu pemakaman ditunda sampai esok paginya.

Ibu Zahira ternyata sudah membaik dan ikut pulang bersama jenazah suaminya ditemani orang tua Kenzo dan beberapa kerabat dari ibunya yang baru saja mendapatkan kabar duka tersebut. Mereka semua berkumpul di ruang keluarga dimana jenazah ayah Zahira dibaringkan. Jenazah itu sudah dimandikan dan dikafani. Kerabat yang datang segera menyolatkan dan membacakan doa-doa.

Zahira duduk disamping ibunya. Wajah mereka sama-sama sembab. Kenzo duduk disisi lain darinya bersama kedua orang tuanya setelah selesai menyolatkan ayahnya.

Setelah semua kerabatnya pulang termasuk kedua orang tua Kenzo, Zahira segera membaringkan diri disamping jenazah ayahnya.

"Tidurlah dikamarmu Nak... biar ibu yang disini. " bujuk ibunya.

"Ini terakhir kalinya Za melihatnya, Ibu saja yang tidur dikamar. " jawab Zahira.

Kenzo menyentuh pundak ibu Zahira dan memberikan pandangan untuk menyuruhnya masuk kedalam. Biar dia yang akan menjaga Zahira disana. Ibunya akhirnya mengangguk dan segera bangkit. Para pelayan segera menuntun nyonya mereka yang masih lemah itu menuju kamarnya.

Sementara itu, Kenzo membaringkan Zahira diatas kedua pahanya sebagai bantalan sementara dia bersandar ke tiang.

"Sebenarnya tadi kamu kemana dengan penampilan seperti itu? "

Kenzo yang tadinya mulai menutup matanya membukanya kembali, tampak sedikit terkejut dengan topik yang ditanyakan gadis yang sedang berbaring dipangkuannya itu.

"Hanya urusan kecil. " jawab Kenzo.

Zahira yang tadinya menghadap perutnya meluruskan badannya sehingga ia bisa melihat Kenzo dari bawah.

"Dengan Sadam aku rasa tidak ada urusan yang kecil. Kalian kemana? " Tanya Zahira lagi.

"Kenapa penasaran? "

Zahira diam, ia ingin dijawab bukan malah diajukan pertanyaan lagi. Kenzo tersenyum hangat padanya sebelum membelai kepalanya.

"Kami sedang menyelidiki sesuatu. Biasanya aku tidak turun tangan, hanya saja tadi sedang bosan jadi aku terjun langsung. Aku akan mengatakannya jika masalahnya sudah menemui titik temu. Saat ini masih abu-abu. " kata Kenzo diakhiri dengan dia menyentil hidung Zahira pelan.

"Kamu akan memnceritakannya? " Tanyanya dengan nada sangsi.

"Hmm... Sekarang tutup matamu dan tidur, ini sudah terlalu larut. "

Bukannya tidur Zahira malah duduk. Ia berjalan kearah sofa dan mengambil bantal sofa. Memberikannya satu ke Kenzo dan satu untuk dirinya sendiri. Akhirnya karena sudah lelah untuk pertama kalinya Kenzo tidur beralaskan karpet dan tampa selimut. Dia tidur disisi lain berjauhan dengan Zahira yang tadi protes saat Kenzo berbaring disampingnya.

Saat Kenzo sudah tertidur pulas, Zahira kembali membuka matanya. Ia mulai menagias kembali dalam diam. Dia menyesali bahwa ia datang terlambat. Bahwa ia selama ini tidak mencari orang tuanya dengan serius. Dia juga menyesali karena selama ini membenci mereka. Bahkan saat pagi datang, Zahira tidak tidur sedikitpun.

1
Siti Nina
sumpah keren banget ceritanya 👍👍👍👍👍👍👍👍
Siti Nina
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Siti Nina
Top,,Top,,Top Banget pokoknya,,,👍👍👍👍👍
Siti Nina
👍👍👍👍👍👍👍👍
Siti Nina
Keren banget nih novel ku kasih bintang 10 deh,,👍👍👍👍👍 tapi yg like knpa dikit banget ya 🤔
Siti Nina
bagus banget ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
oke 👍👍👍
Arafi🍏
fighting keren...aku buat novel acek"
Ayu Sari
kok zahira g nyingkirin tangannya sih
.•♫•isyaNiarti 😘•♫•.
sayang sekali, cerita novel sebagus dn sekeren ini yg ng'like cuma sedikit, padahal karya author yg lain yg menurut'q ceritanya biasa" ajh, malah membosankan justru like'y sangat banyak, bisa sampai puluhan ribu... kaya'y kurang gencar promotnya dehhhh... aku ajh udh lama download nt baru di pertengahan th 2023 ini nemu novel ini... semangat kak author
.•♫•isyaNiarti 😘•♫•.
alur ceritanya bagus, pemilihan kosakatanya juga bagus,,saya sangat suka cerita novel yg seperti ini...
Santi Dhepeh
bagus banget....👍👍👍👍👌
Elvi
deg deg an oii
Elvi
kereeenn👍🏻👍🏻
Elvi
keren banget nih ceritanya thor! two tumb up for you👍🏻👍🏻
Anita: Makasih dukungannya, Aku seneng banget baca komentar kalian, baik kritik atau saran aku terima dgn senang hati. 😭 biar bisa lebih bagus lagi berkaryanya. 😁🤗
total 1 replies
Elvi
babang keeenn... you are so sweet with your own way bang!😍
Elvi
udh baca 5bab, cerita nya bagus, semangat berkarya thor💪🏻👍🏻
trisya
saddam dan zahira adalah dua org yg sangat berpengaruh dlm hidup kenzo,, semoga bisa mengatasi masalah red wine sampai selesai
Mabruroh
terimakasih Thor
trisya
sumpah Demi sadam yg jenius gue deg deg an. kayak lagi ikutan kenzo perang 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!