NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA SANG MAFIA

TAWANAN CINTA SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikahmuda
Popularitas:176k
Nilai: 5
Nama Author: Lela W.Y

Alena gadis tangguh penuh tekad, dia adalah seorang Mahasiswi semester 5 disebuah universitas di Jakarta, suatu hari nasib buruk menimpa dirinya saat ayahnya yang gila judi itu terlilit begitu banyak hutang akibat hobi gilanya itu.

Alena dijadikan taruhan kepada seorang Mafia kejam dan menjadi tumbal keserakahan ayahnya sendiri.

Alena terpaksa harus menjadi tawanan sang Mafia karna ayahnya ternyata kalah dalam permainan judi bersama sang Mafia.

Dalam semalam hidupnya berubah, dia terpaksa harus menikah dengan laki laki asing yang terkenal berdarah dingin bernama Raka Bumiatmaja, namanya harum dikalangan para penjahat kelas kakap, tak ada yang berani mencari masalah dengannya.

Dia Mafia yang menangani penyelundupan senjata api untuk negara negara besar. Kekayaannya mungkin hampir separuh negri, dengan kuasa dan uang yang dia miliki apapun bisa di dapatnya hanya dengan menjentikkan jarinya.

Akan kah Alena bahagia dengan kehidupan barunya sebagai istri seorang Mafia kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lela W.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Kau sudah berusaha sangat keras Nona Jasmin, Darren pasti akan sangat senang mendengar kemajuan kesehatanmu sekarang." Kata Josua.

Laki laki memeriksa denyut nadi ditangan Jasmin. Sontak wajah Jasmin kembali memerah saat tangan besar itu bersentuhan dengan kulit tangannya.

Jasmin merasakan suatu perasaan yang aneh yang belum pernah dia rasakan selama ini.

Alena tidak ingin berspekulasi sendiri, tapi sikap Jasmin yang seperti orang jatuh cinta sudah menjelaskan segalanya.

Perlahan senyum di bibir Jasmin mengembang saat tangan Josua mulai meraba bekas operasi di dadanya.

Alena menggeleng sambil menahan senyum. Sepertinya adik iparnya ini sedang di mabuk kepayang.

"Jasmin, apakah ada anggota tubuh lain yang merasakan sakit?" Tanya Josua sambil menatap wajah Jasmin.

Gadis itu menggeleng pelan.

"Perban ini akan diganti besok, aku sudah memeriksanya, lukanya bersih."

"Hem, terima kasih Dr. josua."

Josua tertawa. "Kau terlalu banyak mengucapkan terima kasih, hari ini semenjak siuman kau mengucapkannya hampir setiap saat Nona Jasmin."

Alena ikut tertawa mendengarnya.

Ah, dia jadi ikut bahagia melihat dua orang yang sedang dimabuk cinta ini, eh dua orang? ralat, karna dia tidak tahu isi hati Josua.

Josua memang pada dasarnya orang yang sangat ramah dan friendly, entah dia juga menyukai Jasmin atau tidak. Alena tidak bisa menebak isi hati laki laki berjas putih ini.

"Oh, iya dimana kakak? kapan dia pulang?" Jasmin memalingkan wajahnya menatap Alena.

Alena tersenyum lalu duduk disamping ranjang Jasmin.

"Kata Pak Lim, besok dia pulang."

"Dia pasti sibuk dengan urusan pekerjaannya, apa kakak kesepian?"

Alena menghela nafas namun kemudian dia tersenyum lebar.

"Tadinya, tapi sekarang tidak lagi, kan ada kau disini."

Jasmin tertawa, dia memeluk Alena.

"Aku senang kakak menikah dengan kak Alena. Jadi aku ada teman mengobrol sekarang." Kata Jasmin tulus.

Alena membelai kepala Jasmin, kasihan Jasmin, meskipun Darren bukan orang baik, tapi dia memiliki adik yang begitu dijaganya, adiknya ini begitu rapuh, sekarang Alena tahu alasan kenapa Darren tidak membiarkan Jasmin keluar dari rumah ini.

Selain untuk melindunginya dari musuh musuhnya, kesehatan Jasmin juga jadi penyebabnya.

"Cepatlah sembuh, nanti perlihatkan permainan piano mu padaku. Aku dengan dari Bu Lastri, kau jago sekali bermain piano.."

Jasmin mendongakkan wajahnya menatap Alena.

"Benarkah? kak Alena mau melihatku bermain piano?"

Jasmin terlihat sangat senang, selama ini dia sering meminta Darren untuk melihat kemampuannya bermain piano, tapi karna kesibukannya Darren bahkan belum memiliki waktu untuk itu.

"Tentu Jasmin, aku tidak sabar, jadi cepatlah sembuh ya.." Alena kembali mengusap kepala Jasmin, mungkin seperti ini ya rasanya memiliki adik.

Sikap Jasmin yang sedikit manja dan berterus terang membuat Alena gampang akrab dengannya, bagi Alena Jasmin ini gadis yang sangat manis. Kalau saja dia memiliki hidup normal seperti gadis susianya, dia pasti sudah memiliki banyak teman diluar sana.

Josua tersenyum melihat sikap Alena, gadis ini begitu cantik dengan aura positif yang dia bawa. Tanpa sadar dia terus memperhatikan Alena yang sedang sibuk bercengkrama dengan Jasmin.

...***...

Esoknya, kehidupan mencekam kembali datang ketika Sang Mafia kembali ke dalam kandangnya.

Alena kaget saat sore itu dia tiba tiba melihat Darren sudah berdiri di depan lemari pakaiannya.

Pria itu sedang bertelanjang dada hingga otot otot perutnya terlihat dengan jelas oleh mata Alena.

Seketika Alena memalingkan wajahnya.

"Kau menikmati hari harimu tanpa kehadiranku kan? sepertinya kau sangat bersenang senang selama aku pergi." Kata Darren tanpa menoleh.

Dia sepertinya sedang mengambil pakaian ganti.

Alena menarik nafas panjang. Dia meremas dua tangannya, gugup tiba tiba melandanya.

"Tidak, Tuan, tidak begitu."

"Tidak, tapi suaramu yang terdengar bahagia menjelaskan segalanya." Kata Darren, dia kemudian menarik kaos hitam polos dari dalam lemari dan memakainya.

"Tuan sejak kapan pulang?" Alena mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

"Dari pagi." Jawab Darren, dia menjatuhkan tubuh disamping Alena, kemudian kedua kakinya yang panjang dia angkat dan di selonjorkan diatas meja.

"Tapi aku tidak melihat Tuan dirumah." Alena menggeser tubuhnya dari Darren, lebih baik menjaga jarak aman.

"Kau mencariku?"

"Tidak."

"Jadi kau senang aku tidak dirumah?"

"Tidak bukan begitu." Sanggah Alena buru buru.

"Jawabanmu membuatku bingung, lebih baik pijat kakiku." Darren menunjuk kakinya sendiri dengan dagu.

Alena terdiam, Darren malah menggeser tubuhnya mendekat ke Alena.

"Kau mau aku mengulangi kata kataku?"

"Tidak tuan, baik saya akan memijat kaki anda."

Alena mulai menyentuh kaki Darren, otot otot dikaki pria itu membuatnya agak geli. Darren memejamkan matanya saat merasakan pijatan Alena di kakinya, wajahnya terlihat sangat lelah.

Sebenarnya selama dua hari diluar kota, pekerjaan apa yang dia kerjakan? apa disana dia sedang melakukan bisnis terlarangnya menjual senjata api?

Kadang kadang Alena penasaran dengan pekerjaan Darren yang sebenarnya.

"Tuan, apakah anda merasa lelah? kenapa tidak tidur saja di atas ranjang." Usul Alena.

"Tidak, masih banyak pekerjaan yang harus ku kerjakan di ruang kerja." Kata Darren, tiba tiba dia membuka matanya dan menatap Alena.

Alena yang sedang sibuk memperhatikan wajahnya terperanjat, buru buru dia menunduk. Sial, dia tertangkap basah sedang memperhatikan Darren.

Sikap Alena berhasil menerbitkan seringai tipis di wajah Darren.

Darren menarik kakinya kembali ke bawah, dia duduk tegap dan kali ini merubah posisinya menghadap Alena.

Darren mendekat dan menjulurkan kepalanya ke wajah Alena.

Gadis itu sudah panas dingin, Alena menarik tubuhnya kebelakang untuk menghindar, tapi Darren malah semakin mendekatkan wajahnya hingga akhirnya tubuhnya jatuh dengan posisi terlentang diatas sofa panjang itu.

"Kau mau menggodaku ya?" Seringai tipis muncul di wajahnya yang tampan.

"Tidak, Tuan bukan begitu!" Alena sudah mau duduk lagi tapi tangan Darren menekan bahunya, Darren naik ke atas tubuh gadis itu dengan bertopang pada kedua tangannya yang dia letakan disamping kiri dan kanan kepala Alena.

Alena panik, berusaha sekuat tenaga meloloskan diri tapi terlambat, Darren sudah mengunci tubuhnya dengan erat dibawah kukungannya.

"Tuan mau apa? lepaskan saya!" Pinta Alena memohon.

"Apapun yang aku lakukan bukan urusanmu Alena, kau hanya perlu menerimanya dengan pasrah, sudah ku katakan berulang kali, kau ini mainan bernyawa ku, jangan lupakan posisimu Alena, kau tidak berhak menolak disini."

Entah kenapa kata kata Darren itu terdengar sangat menyakitkan di telinganya. Apakah dia benar benar menganggapnya hanya sebagai mainan? apa sebegitu tidak berharganya dia dimata Darren?

Tunggu, kenapa juga Alena merasa kecewa, sejak awal dia menginjakkan kaki dirumah ini, Alena sudah tahu ending dari nasibnya di tangan Mafia Kejam ini. Dia hanya akan dijadikan mainan tak berharga seperti yang dikatakannya barusan.

Alena memejamkan matanya ketika wajah Darren semakin mendekat, dia mencengkram sisi sofa, seketika hembusan nafas Darren menerpa wajahnya, terasa hangat dan memburu.

Perlahan Alena merasakan sesuatu menyentuh bibirnya, terasa hangat dan menyesap. Ternyata Darren sedang mendaratkan pagutan dibibirnya.

"Buka matamu Alena." Bisiknya di sela sela ciumannya.

Alen membuka matanya perlahan, terkejut ketika mendapati sorot mata penuh gairah yang terpancar dari sepasang mata coklat Darren.

Pria itu sedang menikmati bibirnya, dia merasakan ciuman Darren kali ini penuh dengan nafsu yang menggebu gebu.

bersambung

1
Nia Nara
Alena hamil
Nia Nara
Dari awal mending joshua jujur aja. Daripada kayak skrg
Nia Nara
Gimana gak mau takut. Lah bersama u hidup isinya ancaman dan kekerasan doang
Atik Susilowati Umam
lanjut Thor...
Gusliantini
lanjut thor cerita nya saat bgus semngat💪💪💪💪
Susi Dyansyah
lanjut dong cerita nya menarik
nila hendra
pengen baca tp kyknya lama banget ya upnya
Susi Dyansyah
udah selesai blm ni ...
Susi Dyansyah
menarik ...apakah masih berlanjut
Rini Maryani
lanjut daren penasaran
Sri Susanti
mantap
Robi Blora
lanjut thorr
xio ba
ayo dong thorrr lanjut, ak udah ga sabar nihh
Rita Purnamasari
lanjut seru cerita ya
xio ba
lanjut dong thorrrrrr
xio ba
Darren malu2 kuceng
Raudhatul Jannah
wew
Su Yadi
lnjut kak,q ingin melihat bhagia,dan Alena mngandung bnih cntanya Darren,tlg kak up lgi ya plisss
Su Yadi
kapan hamil Thor,biar mkir lengket & gregett
Yuni sahara Sujarwono
lanjut thorr. plissss gantung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!