[TAMAT]
Ketika terbangun, Abella berada di dalam sebuah novel yang dimana tokoh utamanya, sang ratu, yang memiliki nama yang sama dengannya mati di tangan sang raja.
Dan berita buruknya, ia adalah ratunya sekarang.
By @yooazaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yooazaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Ruth
"KAU?!" Caiton membulatkan mata nya tak percaya kepada orang di depan nya.
"Ruth, apa itu kau?" tanya Abella yang masih dengan ekspresi kaget nya.
"Maaf saya terlambat, Yang Mulia" ujar nya menunduk sopan.
"Selama ini kau bisa menggunakan sihir?" kini raja yang mengajukan pertanyaan.
"Maaf saya tidak bermaksud menyembunyikan nya, raja" Ruth kembali meminta maaf.
"Ruth James, tidak kuduga aku bertemu dengan mu disini" Caiton memotong percakapan mereka dan menatap Ruth penuh kebencian.
"Tolong jangan sebut namaku, Caiton. Aku tak sudi mendengar namaku di sebut olehmu" ujar Ruth sambil tersenyum, tapi di balik senyuman nya itu terlihat ada dendam yang tersembunyi.
"Kau pikir aku sudi bertemu dengan mu lagi?"
Semua orang tertegun mendengar percakapan mereka.
"Bisakah kau berhenti bicara dan pergi? Atau kau ingin aku membongkar semua nya?" dengan santai Ruth memberikan Caiton pilihan.
"Heh, apa yang perlu di bongkar. Semua nya sudah tau siapa pemimpin James yang sebenarnya" tawa Caiton angkuh.
"Benarkah? Kalian sangat mudah di bohongi oleh nya ya.." ejek Ruth pada pasukan James.
"Apa kau bilang?! Aku ini penerus Keluarga James yang sebenar nya, kau yang palsu. Dan aku yang akan menjadi penyihir nomor satu di negeri ini"
"Kurasa kau sendiri tidak tahu kebenaran nya, alasan kenapa sihir mu masih seperti itu dan bahkan kau percaya bahwa sihir mu tersegel?"
"Apa maksudnya?" wajah Caiton seketika pucat.
"Tidak ada yang namanya sihir yang tersegel dalam keluarga James" Ruth melangkah maju dan berdiri bersama Eiran dan Iris.
"Omong kosong!" seru Caiton tak percaya.
"Itu kenyataan, penerus asli Keluarga James sudah pasti memiliki sihir yang kuat sejak lahir dan tidak akan pernah mengalami sihir yang tersegel dan kebal terhadap kutukan"
"Tidak mungkin, semua nya serang dia dan buktikan siapa yang terkuat"
Pasukan James bersiap menyerang. Bukan nya panik, Ruth justru menghela nafas sambil memejamkan mata nya.
"Kuharap kau tidak menyesali ini, Caiton" Ruth membuka mata nya yang seketika berubah menjadi merah.
Dengan sekali serangan tanpa perlu berpindah tempat, semua pasukan James lumpuh di hadapan semua orang. Termasuk Caiton yang membeku tak bisa bergerak.
"Kau.. penyihir nomor satu itu?" tanya Iris dan Eiran bersamaan.
Ruth tersenyum menanggapi pertanyaan mereka.
"Senang bertemu denganmu, Tuan Graves dan Nona Blackwood"
Raja, Abella dan pengawal istana masih melongo menatap kejadian barusan. Tak ada satupun bertanya, mereka semua lebih memilih diam dan menonton.
"Lepaskan sihirmu, Ruth James!" seru Caiton, ia masih bisa berbicara tetapi ia tidak bisa bergerak sedikitpun.
"Entah kenapa aku semakin tidak sudi dengan marga itu" gumam Ruth. Sebelum ia menghampiri Caiton ia membalikan badan nya dan menatap raja dan Abella.
"Yang Mulia, izinkan saya membereskan kekacauan ini"
"Aku sudah memberimu kekuasaan penuh untuk ini Ruth, kau bisa lanjutkan" ujar raja mempersilahkan.
"Sebelum aku menjelaskan, tolong kalian urus mereka" Ruth menunjuk kearah Matthew dan Veronica yang berusaha melarikan diri.
"Ah, aku lupa kalian ada disini" seringai Iris senang, dalam hitungan detik gelembung udara melingkari mereka dan membuatnya melayang di udara.
"Lepaskan kami!" seru Veronica panik.
"Lebih baik kalian diam disana dan menonton" Veronica dan Matthew bergidik ngeri melihat aura hitam Iris dan memilih menurut.
"Apa mau mu Ruth!" Caiton menatap benci pada Ruth.
"Aku hanya ingin menjelaskan jika kalian semua sudah di tipu oleh Morgan" Ruth angkat bicara lalu melepaskan sihir nya pada pasukan James.
"Morgan? Tidak mungkin!"
"Biar kuperjelas, Morgan sejak dulu selalu ingin menguasai semua wilayah termasuk wilayah milik James. Orang tua ku adalah Pemimpin James tetapi terbunuh tidak lama setelah kau lahir"
"Ibuku menyelamatkan ku ketika serangan itu terjadi, serangan itu terjadi tanpa diketahui siapa pelaku nya. Tapi aku tau itu ulah Morgan. Dan untuk kenapa sihirmu tidak sekuat denganku, itu karena kau hanya memiliki separuh darah James, bukan keturunan murni James"
"Apa? Tapi Morgan mengatakan nya kebalikan..."
"Itu karena dia memanfaatkan mu dengan alasan itu, aku sudah tau dia akan memanfaatkan seseorang dan menyerang Kerajaan Clardeus terlebih dahulu. Aku tidak tahu kau di hasut dengan cara seperti apa tapi dia memiliki maksud yang buruk"
"Apa kau datang kesini untuk melindungi Clardeus?" tanya raja seketika, Ruth menoleh dan menggeleng.
"Tidak Yang Mulia, saya dulu memang melarikan diri dan enggan berhubungan dengan Keluarga James. Dan disaat saya tidak memiliki apapun anda menyelamatkan saya. Karena itu saya sudah menentukan agar terus berada disisi Yang Mulia"
"Lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Caiton.
"Morgan tidak sekuat James, tapi mereka pandai dalam menghasut dan mengelabui. Dan kurasa mereka sudah sudah mengetahui bahwa kau sudah tau kebenaran nya"
"Huh?" Caiton mengerutkan kening nya bingung.
Tangan Ruth mengarah ke pohon yang tidak jauh dari mereka lalu mengeluarkan sihir nya untuk menarik orang yang bersembunyi disana.
"Kau suruhan Morgan?" tanya Caiton spontan.
Belum juga pertanyaan itu di jawab, orang tersebut langsung meminum sebotol racun yang di bawa nya.
"Dia bunuh diri begitu saja?"
"Tapi kurasa dia sudah memberikan informasi kepada Morgan"
"Apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Caiton.
"Apa yang harus kami lakukan Tuan Ruth James?" Pasukan James seketika mengulang pertanyaan Caiton dan tertunduk hormat pada Ruth.
Ruth memijat pelipis nya melihat mereka.
"Anggap saja kalian tidak mengenalku dan anggap saja Caiton sebagai pemimpin mu seperti biasa, lalu tangkap Morgan dan keluarga nya"
"Eh, tapi-"
"Aku tidak menerima jawaban lain setelah 'iya'"
"Kalau begitu, kami pergi. Maaf untuk kekacauan tadi Yang Mulia Raja Clardeus"
Mereka menghilang dalam sekejap meninggalkan pengawal Clardeus serta Keluarga Muller dan tiga penyihir"
"Kami juga izin mengundurkan diri" setelah Iris dan Eiran pergi, kini tersisa Matthew dan Veronica yang masih dalam gelembung sihir.
Ruth membatalkan sihir yang di buat Iris sehingga mereka berdua jatuh ke tanah.
"Maaf Yang Mulia, saya sudah menyembunyikan identitas saya. Saya pantas mendapat hukuman" Ruth berlutut di depan raja.
"Tidak, kau sudah melakukan hal yang benar"
"Terima kasih Yang Mulia"
"Pengawal, bawa mereka ke penjara pengasingan, ke tempat yang sama dengan Nyonya Muller"
"Baik, Yang Mulia"
"Lepaskan aku!" jerit Veronica yang diabaikan oleh seluruh pengawal.
"Lebih baik kau diam dan ikut dengan Kami Nona Muller" ujar salah satu pengawal yang memegangi tubuh Veronica yang tidak berhenti meronta.
"Akan ku balas suatu hari nanti, Abella!" seru Veronica seiring tubuh nya di bawa oleh pengawal kerajaan.
Abella yang sejak tadi diam menoleh kearah raja ketika tubuh nya di bawa ke dekapan nya.
"Eh?"
"Aku lega kau baik baik saja" Abella tersenyum dan membalas pelukan raja.
"Dan kau Ruth, kedepan nya aku mengandalkan mu untuk mengatur keamanan istana"
"Saya akan melakukan nya sebaik mungkin, Yang Mulia"
TBC
@yooazaa
Ada yang ngira itu Ruth ga si, wkwk?
sukaaaaa😻😻😭