Pasal kisah Abu-abu yang sulit terlupakan.
Tentang cerita berbagai warna yang tertorehkan.
Berkisah antara Kiana, Arga dan Afifah.
~~~
Bersahabat hingga menemui konflik tentang cinta yang mendasari retak hubungan mereka.
"Bukan kuasa aku untuk bisa suka sama siapa Ki. bukan mau ku juga untuk memecah persahabatan kalian. tapi mau di kata apa? kalau perasaan memang ngga bisa di paksa bukan?" Kata katanya begitu dalam sekali.
"Tapi kenapa aku Ga?" Tanya ku mencegah keadaan semakin rumit.
Lantas, hati atau sahabat yang tetap bertahan menemani kisah ini hingga bangku kuliah?
Salam Literasi !!
Stay safe and healthy everyone :)
Instagram author : putrinofa_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofa eka putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jidan Si Watados
aku dan ani sampai di rumah mbak vio. sudah selesai pula menyiapkan berbagai kudapan untuk rapat nanti. dan para anggota kartar yang lain juga mulai berdatangan.
kenapa deg deg an gini sih? padahal tiap hari juga ketemu, tapi kenapa saat ada kumpulan organisasi malah bikin gugup sih?. gregetku sendiri.
"kenapa kia?" celetuk mbak vio dari arah belakang ku.
"eh mbak, gapapa. aduh mbak vio ngagetin ih." jawabku asal.
"heheeh, lha kamu nggak duduk malah liatin orang dateng. kenapa? gugup ya ki?" lanjut mbak vio.
"ishh, keliatan banget ya mba, kalau aku gugup sama grogi gini? padahal udah berusaha banget nih sebiasa mungkin." aku menatap lekat mba vio. berharap mba vio paham sama diri ku ini yang udah lama ngga join di organisasi.
"halah, gapapa kia. udah santuy aja kamu. Mereka ngga bakal marah pula kalau kamu ikut rapat hari ini. yaa." mbak vio meyakinkan ku lebih lagi, biar ngga pesimis macam tadi.
setelah itu, rapat pun di mulai. semua anggota rasanya hadir semua, aku yang sedari tadi di samping ani ngga terlalu berani menatap teman teman, rasanya pula tatapan mereka begitu tajam.
"saya ingin ada inovasi yang lebih kreatif dalam acara tahun ini. selain menarik, juga saya harap ada profit dari kegiatan tersebut untuk organisasi ini."
acara yang diadakan di kecamatan ku nanti memang tentang pameran produk sehari hari yang inovatif. tetapi bedanya tahun ini di kombinasikan dengan kuliner yang ikut andil dalam acara ini.
hampir 2 jam kami ngobrol dengan serius kali ini. mbak vio yang menjabat ketua organisasi periode ini pun harus berpikir keras untuk mencari ide yang sesuai dan mampu mendongkrak profit dari kegiatan tersebut. belum terpecahkan ide sesuai kesepakatan kami, yaa jadinya di lanjut pada rapat berikutnya.
"yaa itu kia, rapat macam orang ngambekan." ujar mbak vio kala ia, aku, ani beberes setelah rapat usai.
"hah? ngambekan mba? apa maksudnya?" tatapan heran ku, yang beralih dari piring kotor ke mbak vio di sebelahku.
"heheh, diem diem bae ki. nggak pada ngomong satu sama lain. gitu maksudnya. yaa gini ini, makanya sekalipun anggota nya full ikut, tapi ngga pengaruh." jelas mba vio menggambarkan situasi tadi yang aku pun terheran heran sendiri, karena cuma satu suara yang mendominasi rapat bukan macam diskusi lain yang pada usul.
"ehmm, apa tiap rapat begitu mba? apa cuma hari ini yang kebetulan aku juga ikut?" tanya penasaran ku.
"kurang lebih kayak tadi kalau rapat, nggak terlalubaktif ki. makanya ya rasanya sama aja, antara diskusi apa putusin sepihak. mereka cuma tinggal terima jadi."
"karena itu ki, ikut terus mulai sekarang."
degg...
aku reflek mencari ke sumber suara, yang tadi ikut nimbrung atau malah udah denger percakapan ku sedari tadi. dan yaa, itu jidan. laki laki yang berbeda angkatan denganku. ia lebih tua setahun, sepantaran dengan mba vio.
tapi kenapa aku tak manggil dengan embel embel 'mas' ?padahal ia setahun lebih tua dariku. karena aku terlalu canggung dengan sebutan macam tadi, terlalu formal dan sopan. padahal kita, malah banyak berantem kecil dan bicara seadanya. yahh, udah kebiasaan. hehehe.
"nguping ya dan? nggak sopan banget. dateng tiba tiba langsung nimbrung ngga jelas. dasar." omel ku padanya.
"haahh, salah sendiri ngobrol macam tadi, keras banget tuh suara. ya kan viooo?" lanjut jidan.
" au ah dan. kia aku bawa piring ini ke belakang dulu ya."
"iya mba... "
jidan dengan santai nya nyengir, udah tau ganggu pembicaraan orang, malah pasang watados. dasar...
.
.
.
.
.
.
baru up lagi nih. jangan lupa like n vote ya manteman.
tenkyuuu:)
SALAM DARI HEART OF IMMORTAL [ JHONTEN ]
lama bgt g up
"antara cinta dan hobby"
terimakasih
saling dukung . singgah ke karya ku thor
yg baru belajar 🙏