Sejak menjalankan misi dari SKAK, kehidupan Fabian Bara Akalanka mulai membaik. Bahkan, dia bisa membalas dendam kepada mantan kekasihnya—Adara Sandria.
Namun, belum sempat Fabian menuntaskan semua misi, system tersebut mendadak rusak. Lantas, dia dihadapkan pada rahasia besar yang ada di balik SKAK.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengejar Mansion
Selamat, Anda telah berhasil menyelesaikan misi. Anda berhak menerima uang tunai sebesar 1.000.000.000.
"Satu miliar lagi, gila!" sorak Fabian, masih dalam batin.
Terlalu banyak orang di sekitarnya, jadi Fabian hanya bisa berucap dalam hati. Dia tidak ingin satu orang pun tahu tentang SKAK.
"Hadiah yang diberikan semakin fantastis. Jika begini terus, aku benar-benar menjadi billionaire. Tapi, aku masih penasaran juga. Kira-kira ... kapan misi-misi ini akan berakhir? Dan kira-kira apa hadiah utamanya?" batin Fabian bertanya-tanya.
Namun, sesering apa pun ia memikirkan hal itu, tak sedikit pun mendapat titik terang. SKAK tetap menjadi sesuatu yang misterius baginya, meskipun memberikan banyak keuntungan.
"Sudahlah, yang penting berjuang terus menyelesaikan misinya. Nggak ada akhir pun juga bagus, dengan begitu aku bisa mengumpulkan banyak harta setiap hari." Fabian kembali membatin. Namun, kali ini sambil menyimpan ponselnya dan bersiap pergi.
___________
Tak beda jauh dengan hari-hari sebelumnya, petang ini orang-orang dari SKAK kembali mendatangi Fabian dan memberikan hadiah yang sudah berhasil diklaim. Karena sangat penasaran dengan hadiah utamanya, Fabian mencoba bertanya kepada mereka.
"Hadiah utama yang akan kami berikan adalah perusahaan besar yang sudah diakui oleh dunia. Jika Anda berhasil mendapatkannya, tim kami akan membimbing Anda sampai layak menjadi CEO."
Fabian menganga lebar saat mendengar penuturan mereka. Menjadi pemilik perusahaan yang sudah diakui oleh dunia, sungguh dalam mimpi pun dia tidak pernah membayangkan hal itu.
"Ini ... ini serius?" tanya Fabian.
"Tentu saja. Tapi, sebelum memikirkan hadiah utama, alangkah baiknya pikirkan dulu misi-misi yang harus Anda hadapi. Bisa jadi, ke depannya lebih rumit dari yang sudah-sudah," jawab salah seorang dari SKAK. Kemudian, mereka langsung pergi sebelum Fabian sempat bertanya lagi.
Dalam kesendiriannya, Fabian sempat merenung sambil senyum-senyum sendiri. Informasi yang dia dapat barusan benar-benar membahagiakan.
"Aku pasti bisa mendapatkan hadiah utama itu," gumam Fabian dengan penuh percaya diri.
Keesokan harinya, Fabian kembali mendapat misi. Masih sama seperti kemarin, yakni balas dendam. Namun kali ini, Fabian tidak bingung lagi. Dia langsung tahu balas dendam seperti apa yang dimaksud SKAK. Hadiah dalam misi kali ini adalah mansion.
"Wow, mansion! Aku harus menyelesaikan misi ini dengan baik," kata Fabian setelah membaca misi serta hadiah di aplikasi.
Tanpa membuang waktu lagi, Fabian lekas bersiap-siap. Dengan rambut yang dikuncir seperti biasa, serta celana hitam dan kemeja putih yang sangat pas dengan kulitnya, wajah tampan Fabian tampak sangat menawan.
"Dengan begini, nggak akan sulit membalas dendam kepada Adara." Fabian tersenyum miring saat menatap pantulan dirinya di dalam cermin.
Setelah memastikan bahwa penampilannya sudah tidak ada yang kurang, Fabian langsung mengambil kunci motor dan siap berangkat.
Setibanya di restoran, Fabian bekerja seperti biasa. Dia mengantar pesanan ke sana kemari dan tidak sekali pun bertemu dengan Adara. Fabian mulai resah. Pasalnya, dia tidak tahu harus ke mana melancarkan aksi balas dendamnya, karena tidak mungkin dia menghubungi Adara dan mengajaknya bertemu.
"Lagi ada masalah ya, Bi? Aku lihatin dari tadi kayak galau mulu," tanya Keyla ketika membantu Fabian menata makanan ke atas motor.
"Nggak sih, cuma ada ... sedikit yang ngganjel," jawab Fabian.
"Apa?" Keyla kembali bertanya.
"Bukan hal besar." Fabian tersenyum tipis. Sedekat apa pun dia dengan Keyla, tidak ada keinginan untuk berbagi masalah SKAK. Biarlah itu menjadi rahasia terbesarnya.
Sekitar satu jam kemudian, Fabian sudah berada di rumah pelanggan. Pada saat itulah, dia mendapat pesan dari Adara. Wanita itu memberitahukan bahwa nanti malam dia membuat acara di Hotel High Land. Dalam pesan itu, Adara sangat memohon agar Fabian mau datang ke acaranya.
"Sepertinya aku tahu apa yang harus aku lakukan," gumam Fabian.
Bersambung...