NovelToon NovelToon
My Angel Baby

My Angel Baby

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Keluarga & Kasih Sayang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:311.9k
Nilai: 5
Nama Author: bund FF

Setelah enam tahun berpisah, secara tidak sengaja Vicky dipertemukan lagi dengan Viviane yang dulu adalah pacarnya dan mereka terpaksa dipisahkan saat Viviane sedang hamil.

Bukannya ingin menyia-nyiakan, tapi Vicky yang saat itu masih terlalu muda sangat takut pada orang tuanya meski dia adalah anak yang pembangkang dan sedikit berandalan.

Ane, sapaan Viviane saat ini, telah memiliki seorang putri cantik dan cerdas yang bernama Angelia, tapi dia lebih suka dipanggil Lia.

Vicky yakin jika Lia adalah putrinya meski Ane bersikukuh untuk menyangkal. Karena wajah dan watak anak perempuan biasanya akan menurun dari ayahnya.

Sedangkan kondisi saat ini telah berbeda, Vicky telah berumahtangga dan memiliki seorang putra yang seusia Lia.

Bagaimana bisa putra Vicky seusia Lia?

Bisakah Vicky memperjuangkan haknya sebagai ayah dari Lia?

Dan bagaimana dengan Lia jika tahu bahwa ayahnya seorang yang kaya sedangkan ibunya hanya orang biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bund FF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pertama yang menyenangkan

"Sudahlah Lia, jangan cemberut terus dong. Mama yakin nanti kamu pasti akan betah di Bandung. Mama sudah melihat rumah kita dan sekolah kamu, semuanya terasa lebih nyaman daripada di Jakarta" ujar Ane yang masih melihat wajah cemberut Lia belum juga hilang.

"Tapi aku belum berpamitan pada teman-teman sekolahku, ma. Nanti disana aku mainnya sama siapa? Kan biasanya selalu dengan kak Gita" rengekan Lia disertai air mata kali ini. Satu hal yang membuat Ane selalu merasa bersalah adalah saat Lia menangis karenanya.

"Kau tahu sayang, keputusan ini memang sangat sulit. Tapi demi masa depan kita yang lebih baik, kita harus bisa. Mama naik jabatan kalau mau pindah ke Bandung. Apa kamu nggak ikut senang kalau mama punya jabatan?" tanya Ane seolah sedang berbicara pada temannya.

"Kalau mama naik jabatan, berarti gaji mama lebih banyak ya?" tanya Lia sedikit tertarik.

"Tentu, jadi kita bisa makan di luar tiap akhir pekan. Tidak seperti selama ini yang mungkin hanya sebulan sekali kita makan di luar" pernyataan Ane membuat Lia semakin tertarik.

"Lagipula, di tempat baru kita ini, mama tidak perlu pusing membayar uang kontrakan. Kadi, uang yang selama ini untuk biaya rumah, bisa kita gunakan untuk keperluan lainnya. Uang jajan Lia juga akan bertambah, loh" lagi-lagi Lia tertarik, bagaimanapun Lia hanya bocah kecil yang mudah dipengaruhi.

Kini gadis itu terdiam dalam pelukan mamanya. Di dalam sebuah mobil pick up yang sengaja Ane sewa di Minggu siang ini untuk mengantarkannya pindah ke Bandung.

Sengaja dia memilih mobil pick up karena sekalian untuk membawa barang-barangnya ke rumahnya yang baru.

Dan tanpa mereka ketahui, rupanya Gita fan orang tuanya membuntuti dari belakang. Lisa masih belum bisa membiarkan Ane dan Lia melakukan semuanya sendiri, jadi diapun ingin membantu untuk beres-beres dirumah Ane.

Perjalanan Ane kali ini cukup lama, tak seperti perkiraannya yang hanya tiga jam, rupanya waktu yang dibutuhkan lebih banyak, yakni lima jam dengan kecepatan sedang dan mungkin juga karena week end, membuat perjalanan mereka sedikit lebih lambat.

"Bangun Lia, kita sudah sampai" ujar Ane yang melihat Lia nyaman dalam pelukannya.

"Saya turunkan barang-barang nya, ya bu" kata pak supir yang berlalu tanpa menunggu sahutan dari Ane.

"Sudah sampai ya, ma?" tanya Lia yang masih menggeliat, meregangkan otot-ototnya dan sedikit menguap.

"Ayo turun" ajak Ane.

Lia menurut, menuruni mobil dengan sedikit tak senang.

"Suasananya nyaman juga ya ma" ujar Lia yang melihat sekelilingnya sepi dan banyak pohon yang tumbuh di pinggiran jalan.

"Iya, mama yakin kamu pasti betah disini" kata Ane sambil membuka pintu rumahnya sementara pak supir masih sibuk membuka tali yang mengikat barang bawaan.

"Lihat deh, ada dua kamar. Kamu mau kamar yang mana?" tanya Ane.

Tentu Lia sangat senang, dia terlihat sibuk memasuki satu per satu kamar agar bisa memilih tempat yang tepat.

"Yang sebelah kiri saja, ma. Disini jendelanya lebih besar dan bisa dibuka, kalau dikamar yang satunya jendelanya kecil dan juga tinggi, Lia nggak nyampek" ujar Lia yang sudah bisa tersenyum.

"Ok. Mama yang sebelah kanan ya" ujar Ane.

Tin... Tin...

Mereka berdua dikejutkan dengan suara klakson mobil dari luar rumah.

"Siapa ya ma?" tanya Lia yang berlari keluar.

"Kak Gita" teriak Lia senang karena melihat Gita yang turun dari mobilnya.

"Mbak Lisa? Kejutan banget loh ada mbak Lisa disini" kata Ane yang juga nampak bahagia.

"Iya, tadi kita membuntuti kalian. Tapi sengaja kita nggak mampir dulu soalnya beliin kalian makanan" ujar Lisa sambil menunjuk beberapa kantong makanan yang dibawa suaminya.

"Ya Ampun mas, kami jadi merepotkan kalian. Seharusnya kami yang menjamu tamu" ujar Ane sungkan.

"Sudahlah, ini juga karena Gita yang merengek karena harus berpisah dengan Lia. Akupun juga ingin melihat rumahmu, An. Biar nanti kalau ada waktu liburan, kita bisa main kesini saja" kata Lisa yang sudah menduduki kursi di ruang tamu, bahkan suaminya sudah menyalakan televisi.

"Terimakasih banyak ya mbak, kalian sudah aku anggap keluarga paling dekat" kata Ane senang.

Sementara Lia sudah mengajak Gita ke kamarnya, terdengar mereka berdua tengah mengobrol sambil tertawa-tawa.

"Ayo kita siapkan makanannya dulu. Kasihan pak supirnya pasti sudah lapar" kata Lisa semakin memasuki rumah dengan Ane yang mengekor.

Mereka berdua sibuk merapikan dapur sambil mencari peralatan makan. Dan sesegera mungkin menyajikannya diatas meja agar bisa menikmati makan siang yang kesorean.

Mereka terlihat bahagia, makan bersama di tuang tamu dengan menggelar karpet dan menyisihkan kursi karena tidak cukup untuk semua.

Dan menjelang malam, Lia harus kembali cemberut saat Gita dan kedua orang tuanya harus pulang sebelum terlalu malam.

Beruntungnya mereka membantu Ane merapikan rumahnya hingga menjadi layak ditempati meski belum begitu rapi. Ane akan merapikannya sedikit demi sedikit setiap harinya.

"Malam ini kita tidur bersama dulu ya sayang. Besok kita rapikan kamarmu biar bisa tidur sendiri" kata Ane.

Lia hanya bisa menurut, menidurkan tubuhnya dengan sedikit cemberut. Dan tak butuh waktu lama, keduanya nampak lelap tidur dengan musik angin malam yang tak pernah mereka dapatkan di bisingnya kota Jakarta.

Pagi menyambut, dengan sedikit kehebohan di pagi hari. Akhirnya Ane bisa melambaikan tangannya saat Lia menaiki mobil jemputan sekolahnya. Sementara dia sendiri juga harus bersiap-siap pergi ke kantor.

"Hai, kau bisa duduk disini" ujar seorang gadis kecil berkulit putih dengan rambut panjang yang diikat sedikit.

"Terimakasih" ujar Lia yang duduk di sebelah gadis itu.

"Namaku Angelia, panggil saja aku Lia. Namamu siapa?" tanya Lia.

"Namaku Rina" ujar gadis manis itu dengan senyum mengembang.

Sepertinya mereka bisa menjadi teman yang baik.

Diawal sekolahnya, Lia bisa beradaptasi dengan baik karena memang dia sangat pandai bergaul.

Sementara di kantornya, di hari pertama kerja Ane sudah disuguhi banyak pekerjaan rutin yang harus bisa segera dia kuasai.

Mengendarai motor matic yang dibawanya dari Jakarta, Ane terlihat sangat bersemangat dengan penampilan cantiknya pagi ini.

Dia sudah tiba sejak pukul setengah delapan pagi, tepat dimana para sales berurusan dengan kepentingan order barang yang harus mereka bawa.

Dan kegiatan itu selesai pukul setengah sembilan pagi.

"Bu Ane, laporan dari para sales harus selesai sebelum jam makan siang ya bu. Dan laporan barang kembali akan diserahkan besok pagi oleh TL yang bersangkutan" kata pegawai administrasi yang mengurusi masalah stok barang keluar.

"Apa hari ini sudah ada laporan yang harus saya kerjakan?" tanya Ane.

"Laporan mingguan sih, Bu. Kalau laporan harian selesai tiap Jum'at sore" ucap Dina, pegawai admin yang nampak ramah saat menjelaskan.

"Oh, ok. Terimakasih" ucap Ane yang mendapat setumpuk berkas di tangannya, dan diapun membawa berkas itu ke dalam. ruangannya untuk dipelajari.

Baru saja dia menduduki kursinya, terlihat ponselnya berdering nyaring dan menampilkan nama Bima di layarnya.

"Halo, selamat pagi pak Bima" sapa Ane ramah.

"Pagi, An. Bagaimana hari pertama kamu kerja di sana? Betah?" tanya Bima.

"Betah pak, rekan kerja disini sangat membantu. Dan semoga ke depannya bisa lebih baik" jawab Ane formal, karena tak biasanya juga atasannya yang baru beberapa kali bertemu itu menanyakan tentangnya.

"Oke, kalau ada waktu luang nanti aku sempatkan untuk kunjungan kesana" ujar Bima sedikit aneh.

"Tentu pak" jawab Ane ramah.

Dan setelah sambungan teleponnya berakhir, Abe segera berkutat dengan pekerjaannya agar bisa cepat paham dengan alur kegiatannya.

Sementara Bima di sana, Sebenarnya sudah sangat sering dia mendengar kabar bahwa anak buahnya yang bernama Viviane itu sangatlah cantik. Tapi baru beberapa hari yang lalu dia membuktikan sendiri selentingan kabar itu.

Dan benar saja, wajah cantik Ane malah sering terngiang di benaknya sejak pertemuan pertama mereka.

"Aku pasti jadi sering mondar-mandir Jakarta-Bandung kalau begini" gumamnya dengan senyum simpul.

Mengelus layar ponsel yang baru saja memperdengarkan suara manis Ane yang seperti candu.

Bima adalah seorang duda beranak satu, putranya kini sudah usia SD. Dia berpisah dengan istrinya yang kedapatan sedang berselingkuh saat dia sedang sibuk bekerja saat usia putranya masih balita.

Dan sejak saat itu, Bima menutup hatinya pada semua wanita. Baru sejak bertemu dengan Ane kemarin dia merasakan kembali detak-detak jantung yang sedikit aneh saat berdekatan dengan wanita.

Dan Bima yakin jika perasaan itu tidak biasa. Dia ingin membuat hubungan yang sebatas karyawan dan atasannya itu menjadi lebih intim.

"Ane, kenapa kita baru bertemu saat kau harus pindah tugas? Kemana saja aku ini hingga sedikit terlambat menemukanmu" gumamnya sedikit menyesal.

Bertambah lagi satu penggemar bagi Ane. Wanita cantik yang baik hati dan selalu disukai oleh orang-orang di sekitarnya, kecuali orang yang berhati busuk dengan perasaan iri di hatinya.

.

.

.

1
Sandisalbiah
bukanya Vicky sudah tau kalau Ane pindah tugas ke Bandung dan anak buahnya juga melapor kalau mereka tau rmhnya.. 🤔🤔
Sandisalbiah
utk tes DNA harusnya bisa Vicky lakukan dr dulu kalau dia memang tdk merasa menyentuh Ruby dan hasil tes DNA itu kan bisa di tunjukan ke hadapan ortunya Vicky.... lemot dan bodoh itukah kamu Vicky
Sandisalbiah
kasihan Johan haruss menjadi darah daging dr org tua yg spek binatang..
Tuấn Mark
aduh abang lagi skip deh
FIFA: /Grin//Proud/
total 1 replies
Febriy Febriy
udh orang tua kaya gitu ga usah di temuin lagi sampe mati ga usah di temuin,,, orang tua ga punya hati itu namanya,,, ga kasian sama anak dia juga hidup menderita di luar sana,, gue sebagai anak juga punya perasaan juga sakit hati,,, udh di usir tidak di akui
Linda Indriani
nice story
FIFA: terimakasih atas dukungannya ❤️❤️
total 1 replies
Ninik Prasetyawati
ceritanya bagus tapi tolong up nya jgn lama2 dong biar nggak penasaran dan jd males buat ngelanjutin baca
FIFA: terimakasih atas dukungannya....

semoga saya bisa lebih rajin update ke depannya...

mohon maaf jika mengecewakan 🙏🙏
total 1 replies
Evi mugihartati
bgs
Lisa
Wah Lia jadi rebutannya 2 cowo nih 😊
FIFA: Lia cantik sih kak..😊😊
total 1 replies
Lisa
Wah hebat nih Lia dan sahabatnya udh mulai membuka usaha..sipp 😊
FIFA: iya nih, usaha yg menjadi sejarah pertama dari perkumpulan geng Nirwana😊
total 1 replies
Lisa
Wah Bayu sptnya naksir Lia jg nih 😊
FIFA: masih sd nggak boleh pacaran kak😂😂
total 1 replies
Ratna Jewel
apa kabar johan..
oh siapa jodoh lia saat dewasa nanti? johan / bayu?
FIFA: siapa ya kira²?

menurut kakak lebih cocok sama Johan atau sama Bayu tuh si Lia??😅
total 1 replies
Lisa
Wah Viviane hamil tuh
Lisa
Sukses y utk Robi dlm membenahi perusahaannya..semangat y bersama Johan utk kehidupan yg lbh baik..
Lisa
Moga aj papanya Johan benar2 berubah dan menjadi ayah yg baik utk Johan
Ratna Jewel
harap harap johan dan.lia klo besar berjodoh.. semoga robi jdi ayah yg baik utk johan..
FIFA: masa depan mereka masih abu² :)

semoga komunikasi mereka tetap terjaga
total 1 replies
Lisa
setelah 10 thn ayahnya Viviane msh dendam pd anaknya..
FIFA: bukan dendam sepertinya, tapi lebih ke rasa kecewa yang mendalam hingga tak sanggup memaafkan
total 1 replies
Lisa
Pasti idenya si Ruby tuh utk menculik anak2
Lisa
Ternyt Lia adl putri dr Vicky
FIFA: iyaa😊
katanya mereka mirip😁
total 1 replies
Lisa
Aq mampir Kak
FIFA: terimakasih, semoga terhibur dengan ceritanya ❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!