Rania gadis manja yang dipaksa masuk ke sebuah pesantren karena kelakuannya yang tidak bisa diatur oleh kedua orang tuanya dan selalu membuat masalah.
Namun, Rania menolak mentah-mentah perintah orang tuanya lebih tepatnya perintah sang Mama.
Nikmati kisahnya hanya di NOVELTOON
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umul khaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghabiskan waktu bersama
HAPPY READING!!!!!!!🌹🌹🌹🌹🙏🙏🙏🙏
Salman dan Rania begitu bahagia melewati hari bersama, terutama Rania yang bisa melalukan apapun yang dia inginkan dan apapun yang ingin dia beli. Rania ingin menguras dompet Salman hari ini.
Salman juga ikut bahagia bisa melihat senyuman dan juga tawa Rania yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Salman yang pegal mengikuti istri kecilnya yang masih kuat mengelilingi mall tersebut meminta Rania untuk istirahat sejenak dan makan siang terlebih dahulu.
" Sayang, kita makan siang dulu ya! Abi udah lapar'' ucap Salman memanggil Rania dengan sebutan sayang. Saat mendengar Salman memanggilnya sayang jantung Rania seakan mau lepas dari tempatnya namun Rania beruaha menutupi rasa gugupnya apalagi saat mengingat apa yang terjadi saat mereka merebutkan ponsel.
"Ada apa dengan jantungku!" Batin Rania. Rania tidak sadar dengan apa yang sedang dia rasakan terhadap Salman.
" Apa aku sudah mulai jatuh cinta dengan ustadz mesum di depanku ini? Ini tidak bisa terjadi!" Rania bergumam dengan dirinya sendiri dan menepis apa yang sedang dia rasakan terhadap Salman.
Rania tidak membantah apa yang dikatakan Salman menganggukkan kepalanya patuh, karena Rania juga sudah lapar. Salman dan Rania mencari restoran agar mereka bisa mengisi perut mereka yang sudah lapar.
" Bi!" panggil Rania ketika mereka sudah mendapatkan tempat duduk dan menunggu pesanan mereka datang.
" Iya! Kenapa?" "balas Salman. Tidak bisa dipungkiri ada kebahagiaan di hati Salman saat Rania memanggilnya dengan sebutan Abi padahal sebelumnya Rania tidak mau memanggilnya dengan sebutan itu selama ini kalau lagi di luar seperti ini.
" Abi beneran suka nggak sih sama aku? Atau Abi sebenarnya mau main-main sama aku?" Sebuah pertanyaan konyol keluar dari mulut Rania.
" Kenapa pertanyaan kamu seperti itu? Abi tidak pernah bermain-main dengan perasaan Abi." balas Salman jujur.
" Tapi aneh nggak sih! Abi baru saja mengenal aku begitu juga dengan aku yang baru mengenal Abi, kenapa Abi bisa langsung mau nikahin aku? Itu tidak masuk akal sama sekali" balas Rania lagi, karena baginya perasaan Salman padanya sangatah tidak mungkin mengingat keduanya yang baru saja bertemu tapi Salma sudah mau menikahinya.
Rania bukan gadis munafik yang tidak akan tergoda degan kehadiran laki-laki yang begitu mapan dan juga tampan dalam hidupnya. Rania juga manusia biasa yang sewaktu-waktu bisa berubah, yang dia takutkan hanya satu kalau menikah dengan seorang ustadz yaitu pologami dengan alasan apapun Rania tidak aan menerima hal semacam itu.
Meskipun dengan pria bisa saja juga bisa saja terjadi namun kalau dengan ustadz pasti banyak cara agar dirinya pologami, membawa-bawa yang namanya sunnah lah tau apapun yang menurut sebagian orang adalah hal yang biasa tapi tidak dengen Rania.
Menurut Rania masih banyak sunnah yang bisa dilakukan kenapa harus itu. bukankah membahagiakan seorang istri adalah kewajiban dari seorang suami lantas kenapa memilih yang sunnah ketimbang yang wajib. Karena alasan ini juga Rania tidak mau menikah dengan ustadz tapi takdir yang membawanya ke sini dan menikah dengan orang yang tidak pernah ada dalam pikiran ata bahkan mimpinya sekalipun.
" Rania dengarkan Abi! Abi tidak mungkin mempermaikan perasaan kamu dan juga pernikahan dan untuk masalah suka atau tidaknya Abi juga tidak mengerti dengan hal itu karena Abi juga belum pernah merasakannya selama ini tapi yang jelas Abi ingin kamu selelu ada di dekat Abi untuk selamanya" jelas Salman pada Rania yang masih tetap tidak percaya dengan apa yang diucapkan Salman karena baginya itu tidak masuk akal sama sekali.
Rania tidak percaya dengan cinta pandangan pertama itu hanya omongan yang tidak masuk akal sama sekali, bagaimana seseorang bisa jatuh cinta hanya dengan melihat seseorang saja sangat konyol.
"Lagian Abi juga kenapa harus suka sama aku, pertama aku ini masih sekolah dan yang kedua aku juga bandel dan yang ketiga ini yang paling penting aku nggak suka sama sekali sama seorang ustadz" titah Rania panjang kali lebar.
Sementara Salman dia juga tidak jauh dari Rania, kenapa dia bisa menyukai gadis yang ada di depannya ini. Salman menggelengkan kepalanya sendiri mengingat bagaimana tingkah Rania tapi dia masih menyukainya juga.
Selesai Rania dan Salman menikmati makan siangnya, Salman mengajak Rania untuk shalat dzuhur terlebih dahulu dan Rania setuju dengan apa yang dikatakan Salman.
Setelah melaksanakan kewajibannya Rania dan Salman kembali memutari pusat perbelanjaan tersebut, di saat yang sama Rania tidak sengaja melihat orang yang selama ini bersamanya. Awalnya Rania ingin menyangkal apa yang dia lihat tapi Rania yang merasa dibohongi langsung menghampiri orang tersebut dan meninggalkan Salman yang mengikutinya di belakang.
" Steven!" Panggil Rania membuat yang punya nama menoleh dan benar saja Steven sangat terkejut dengan apa yang dia lihat.
Jangan lupa like, komen, vote, gift nya.