NovelToon NovelToon
Pria Dingin Itu Suamiku

Pria Dingin Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

"Setelah anak itu lahir, mari kita berpisah. Tanda tangan semua surat-surat ini," ucap pria dingin tersebut pada wanita yang telah mengandung benihnya.
Sebuah kesalahan telah mereka lakukan di Italy, membuat keduanya harus menikah untuk menutupi aib keluarga. Bagaimana kisah Dito si suami dingin dengan Tiwi, istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Pengemis Cinta

Pria Dingin Itu Suamiku Bagian 24

Oleh Sept

Nyonya Haidar datang bersama Pak Burhan mereka pikir Tiwi sakit karena memang seperti ngidam biasanya. Tanpa curiga apapun, karena Tiwi atau Dito tidak mengatakan apa-apa pada keluarga Tiwi tersebut, Tiwi hanya mengatakan ingin tinggal bersama mamanya saat hamil karena lebih nyaman.

Jelas nyonya Haidar tidak keberatan, ia malah senang karena bisa tinggal bersama putrinya yang sedang hamil tersebut. Apalagi Dito tidak keberatan, dan nyonya Haidar pun tidak mempermasalahkan hal itu. Lain halnya dengan Pak Burhan dia merasa curiga. Ketika berada di rumah sakit, ia menatap Dito dengan tatapan penuh selidik.

"Lalu bagaimana dengan suamimu, apa dia ikut?" tanya nyona Haidar ketika Dito sedang di luar untuk mengurus administrasi.

Tiwi tidak bisa menjawab.

"Dia ikut juga, kan?" tanya Pak Burhan.

Tiwi memegangi pelipisnya, ia sendiri tidak tahu suaminya akan tinggal di mana.

"Kalian ini sudah menikah, hamil atau tidak harusnya tetap tinggal bersama," kata Pak Burhan dengan tegas.

"Iya, Pa," jawab Tiwi saat menyadari tatapan tajam papanya.

***

Setelah dirawat dan dinyatakan sembuh, Tiwi pun dibawa pulang oleh keluarganya. Tiba di rumah, Dito pamit pergi, katanya ada urusan penting yang harus ia kerjakan.

Dari sini nyonya Haidar merasakan hal yang sama dengan suaminya, bahwa sikap Dito ini bukan seperti seorang suami yang peduli ketika istrinya dalam masa penyembuhan.

Ketika Dito sudah meninggalkan rumah, maka Tiwi pun disidang oleh kedua orang tuanya. Terutama oleh Pak Burhan, dia langsung mengintrogasi putrinya tersebut.

"Ada apa dengan pernikahanmu?" tanya pak Burhan to the point.

Tiwi menelan ludah, kemudian mendongak menatap papanya, "Maksud Papa?"

"Jangan bohong kepada kami, kalian sedang tidak baik-baik saja," Nyonya Haidar menyela.

Tiwi berada pada fase di mana dia merasa tidak percaya diri, merasa seorang wanita yang tidak ada artinya. Ia merasa sudah terjebak dalam pernikahan yang sama sekali tidak ia harapkan. Memiliki suami yang tidak punya hati, yang menikahinya hanya karena tanggung jawab.

Awalnya ia pikir akan berjalan sesuai rencana, akan baik-baik saja. Namun, di tengah jalan ia merasa kegalauan. Mungkin juga pengaruh hormon hamil, ia menjadi gampang mellow dan sendu akhir-akhir ini.

Padahal sebelumnya apapun yang dilakukan oleh Dito ia sama sekali tidak peduli. Mau pria itu dingin, ketus, arogan, sombong, ia sama sekali tidak mempermasalahkan sikap pria tersebut. Suasana hatinya kini mulai berubah, Tiwi yang kuat mendadak menjadi wanita lemah.

"Jangan diam, apakah Dito bersikap buruk padamu selama ini?" tanya pak Burhan.

Tiwi menggeleng, tapi matanya menyiratkan hal yang lain. Kedua orang tuanya paham betul pasti ada yang salah, sebab pernikahan mereka adalah pernikahan yang tidak direncanakan sebelumnya.

"Sudah, Pa. Mari kita biarkan Tiwi istirahat dulu, kasihan dia baru pulang dari rumah sakit, nanti kita bicarakan lagi ketika Dito pulang," kata nyonya Haidar yang kasihan melihat kondisi putrinya sekarang.

"Hemm."

Pak Burhan pun meninggalkan kamar Tiwi. Sedangkan nyonya Haidar, ia mengusap lengan Tiwi kemudian mengikuti suaminya keluar. Sepertinya Tiwi ingin menangis, sang mama pun memberikan ruang bagi putrinya. Ia tahu, terpaksa menikah karena hamil, mungkin cukup membuat hati putrinya tertekan. Apalagi kalau dilihat-lihat, Dito tipe suami yang sedikit cuek.

***

Malam harinya sudah pukul 07.00, tapi Dito tidak menunjukkan batang hidungnya di sana. Nyonya Haidar pun bertanya pada Tiwi.

"Suamimu pasti datang kan?"

Tiwi bingung mau bicara apa.

"Masa kamu hamil dia nggak peduli seperti ini, pasti datang kan?" tanya nyonya Haidar sekali lagi.

"Tiwi nggak tahu, Ma," jawab Tiwi sambil menggeleng kepala pelan.

"Astaghfirullahaladzim."

Nyonya Haidar hanya bisa menghela napas dalam-dalam.

"Kamu sekarang hamil anaknya loh, manusia seperti apa itu?" omel nyonya Haidar.

Tiwi memalingkan muka, kemudian mengusap sudut matanya, ia tidak mau sang mama melihat matanya yang berkaca-kaca. Dito memang sangat cuek, bahkan tidak memberi kabar apapun padanya. Tidak telpon atau chat, benar-benar seperti acuh.

"Cerita pada Mama, sebenarnya hubungan kalian seperti apa? Bukankah kalian melakukannya sampai hamil karena kalian suka sama suka?"

Tiwi menggeleng pelan dan bibirnya bergetar. Itu bukan suka karena suka, tapi itu adalah sebuah kesalahan fatal. Namun, ia malu menjelaskan kepada mamanya. Kini dia hanya bisa terisak kemudian menarik selimut dan menangis di dalamnya.

Sakit hati nyonya Haidar melihat putrinya sekarang. Ia kemudian terpaksa menelepon Dito. Meminta menantunya itu datang ke rumah sekarang.

Dito yang kalau itu sedang nonton TV di apartemen, dengan malas mengambil kunci mobil kemudian menuju rumah orang tua Tiwi. Inilah yang tidak ia sukai di sebuah pernikahan, hanya bikin masalah.

Begitu sampai di kediaman Pak Burhan. Ia kemudian diajak bicara langsung oleh kedua orang tua Tiwi tanpa sepengetahuan Tiwi karena bumil tersebut sedang tidur.

"Apa ini bentuk dari tanggung jawabmu?" tanya Pak Burhan dengan menahan emosi.

"Saya hanya menuruti kemauan Tiwi, ketika dia mau tinggal di sini ... saya pun tidak bisa menghalangi kemauannya." Dito membela diri tidak mau disalahkan.

"Apa tidak ada rasa sedikitpun pada Tiwi, padahal kamu sudah membuatnya hamil?" tanya nyonya Haidar yang merasa sakit hati karena anaknya ditelantarkan.

"Lalu saya harus bagaimana, Ma? Tiwi yang memaksa ingin tinggal di sini," Dito tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak salah karena ia hanya menuruti permintaan istrinya tersebut.

"Papa lihat kamu sama sekali tidak ada rasa pedulinya pada anak Papa, apakah tanggung jawab itu hanya sekedar menikahi secara sah?" sindir Pak Burhan.

"Lalu saya harus bagaimana, Ma, Pak? Tiwi sendiri yang meminta pulang dari rumah sakit tinggal di sini."

Nyonya Haidar berusaha keras menahan untuk tidak emosi. Ia tidak menyangka akan mendapatkan menantu berhati baja tersebut, tidak peka, kaku dan tidak pengertian.

"Baiklah ... sekarang terserah kamu! Biar Tiwi saya urus!" ujar Pak Burhan yang emosional.

Dito mulai terdiam, kata-kata pak Burhan penuh dengan makna. Otaknya mulai memikirkan apa yang diucapkan mertuanya tersebut.

"Jadi, mulai detik ini dan selamanya, Tiwi akan bersama kami tetap di rumah ini."

Dito speechless tidak bisa berkata-kata. Apakah artinya mereka akan berpisah? Meskipun Dito sebelumnya sudah menandatangani surat perjanjian dengan Tiwi bahwa mereka akan bercerai setelah bayi itu lahir. Namun perpisahan sepertinya jauh lebih cepat, karena pihak keluarga Tiwi menginginkan hal yang sama.

Mereka meminta Tiwi tinggal bersama mereka mulai detik ini, itu mungkin bisa diartikan bahwa lebih baik keduanya berpisah daripada Tiwi ikut bersama Dito tetapi tidak dipedulikan.

"Bagaimana? Apa ini yang kamu mau?" sindir Pak Burhan.

Dito masih diam dan itu membuat nyonya Haidar marah.

BUGH ... BUGH ...

"Jahat kamu sama anak Mama!"

"Hentikan, Ma! Jangan lakukan hal itu! Biarkan pria ini pergi sekarang," ketus pak Burhan yang melihat istrinya memukul Dito.

Sambil menangis, nyonya Haidar mengucapkan kata-kata yang tidak bisa ia pendam lagi.

"Salah apa Tiwi sama kamu, sampai kamu tega berbuat seperti ini. Dia hamil anak kamu. Kenapa kamu tega sekali dengannya?"

Buk ... BUGH ...

"Sudah, Ma! Cukup," Pak Burhan menyela.

KLEK

Terlalu berisik, Tiwi pun terbangun. Ia keluar dan melihat keributan di ruang tamu. Dilihatnya sang mama memukul suaminya.

"Ma ... cukup!" ucap Tiwi.

"Tidak usah menyalahkan Dito, ini juga salah Tiwi yang tidak hati-hati. Semuanya tidak akan terjadi kalau Tiwi menjaga diri," tambah Tiwi.

Dengan kaki lemas, ia kemudian mendekati orang-orang yang kini menatapnya.

"Mari bercerai," kata Tiwi dengan mata yang perih. Dia tidak cinta dengan Dito. Hanya saja melihat kekacauan seperti ini, dia tidak mau keluarganya mengemis perhatian dari laki-laki seperti Dito.

Bersambung

1
Ila Lee
berakhirnya cerita dito dan tiwi
Ila Lee
cuma bekas operasi bukan bawah robek itu yg di maksudkan dito yg penting apem nya masih keyal2 gitu🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
Alhamdulillah menikah lagi dengan orang yang sama semoga setelah ini d saling bertolak ansur biar rumah tangga bahagia selalu😍😍😍😍😍
Ila Lee
wahdu sedih suami yg kita percaya teryta sudah menikah lagi😭😭😭😭
Ila Lee
wahdu dipanggil sayang ya sama bang bang dito 😍😍😍😍
Ila Lee
betul juga apa yg ditonckp dia pernah melihat tiwi yg polis Tampa seurat benang vmasa tidak berdiri siuntung bila melih gunung kembar
Ila Lee
terima tiwi foto sudah berubah bina hidup baru bahagia kn tiwidan seanna
Ila Lee
war hati dito2 berbunga2 ya bila dengar tiwi menyukai nya😍😍😍😍
Ila Lee
cepat 2 lh nikah dito tidak tahan puasa lama2 tiwi ular cobra sudah cari sarang nya untuk di muntah kn bisa nya🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
foto buat apa ya hingga tiwi teriakan
Ila Lee
biar cepat bersatu kembali bina hidup baru foto juga sudah berubah mahu jadi suami peyangyang dan papa yg bertagung Jawab
Ila Lee
nikah dulu lh dito baru boleh tingal serumah masa bodoh amat jadi orang
Ila Lee
jika sama masih berharap bersatu kembali demi seanna
Ila Lee
boleh tiwi nanti mahu bin kn siapa itu kn anak f dito juga jgn egois lh
Ila Lee
mula lh dari awal mula mengenal isi hati masing2 berpacaran atau rujuk kembali
Ila Lee
tiwi jika masih mahu perbaiki hubungan terus kn ramai juga bercerai dan rujuk kembali kerana diantara kau dan dito ada anak yg memerlukan kasih sayang antara ayah dan ibunya
Ila Lee
akhirnya tiwi sedar dot vitamin dari diro😄😄😄
Ila Lee
dito buat apa pada tiwi dicium bibirnya tiwi kali
Ila Lee
ibu akan sehat atau sedar jika ada orang yg akan mengambil anaknya kerana seorang wanita boleh hidup Tampa suami tapi tidak akan berdaya Tampa anak
Ila Lee
dito lupa kn sekejap rasa marah atau benci tiwi dan anakmu mungkin mereka rindu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!