Demi menyelamatkan perusahaan dan hidup suaminya. Renata terpaksa menerima kenyataan bahwa dirinya harus menikah dengan rekan bisnis suaminya. Berpisah dengan orang yang kita cintai, memang sangat menyakitkan. Pil pahit pernikahan harus dirasakan oleh keduanya saat memutuskan untuk merelakan cinta mereka.
Akankah mampu Renata menjalani nya?penasaran? Yuk langsung baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @melaniptri__, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TJC EPISODE 24
Renata menyusuri jalan, Dia mencari keberadaan suaminya. Sampai kedua matanya tertuju dengan seorang laki-laki yang terdiam dekat dengan danau.
Senyuman manis terhias diwajah cantik Renata, Dia berjalan dengan perlahan.
"Rey..." Lirih Renata yang langsung memeluk Rey.
"Untuk apa kamu kemari? Apa kamu ingin memberi tau kalau kamu dan Yuda akan rujuk? Cih!" Cibir Rey yang membuat Renata melepaskan pelukannya terhadap Rey.
Renata mengulum senyumnya, Dia tau saat ini suaminya itu sedang cemburu. "Itu kamu tau," jawaban Renata membuat Rey membulatkan kedua matanya.
Melihat reaksi suaminya, Renata tak kuasa menahan lagi tawaanya. Dia tertawa lepas.
Melihat istrinya tertawa, Rey mengumpat kesal.
Renata menghentikan tawanya, Dia mengalungkan tangan mungilnya ke leher Rey. "untuk apa aku kembali kepadanya? Aku dan dia susah selesai, Dan sekarang? Aku sedang merakit cerita indah bersama seorang pangeran." Lanjut Renata.
Cup...
Renata mengecup bibir sexy Rey, Dia mendongak menatap wajah tampan suaminya. "Aku mencintaimu, Suamiku..."
DEG!
Rasanya berkali-kali lipat, Rey merasakan hatinya berbunga-bunga. Entahlah kenapa dengan hatinya itu, Dia merasa debaran yang dulu pernah padam.
Rey menarik Renata kedalam pelukannya, Cukup lama mereka berpelukan, Sampai Rey mendongak menatap istrinya.
Dia menghujani Renata dengan banyaknya kecupan.
Cup!
Cup!
Cup!
"Aku sangat sangat mencintaimu, I love u istriku..." Balas Rey kembali memeluk Renata, Sesekali dia mengecup bibir manis istrinya itu.
"Uhuk! Emmm... R-rey!! Se-sesak!!"
Rey tertawa karna dia memeluk Renata dengan kencang, Dia sampai lupa memberikan oksigen untuk Renata.
Rey menarik tengkuk leher Renata, Dia melvmat habis bibir Renata.
Kebetulan sekitaran danau itu sedang sepi, Jadi tidak ada yang melihat kemesraan mereka selain seseorang .
"Emmm!! Huu.. Hu.. Mas! Kamu ini!!" Renata tersipu malu sesaat Rey mengusap bibirnya yang basah.
"Kamu cantik,"
Bhuls!
Wajah Renata merona, Bukan sekali dua kali Rey memperlakukannya seperti ini. Namun rasanya sangat berbeda, Dia seperti merasakan hatinya penuh dengan bunga.
Cup...
Rey mengecup kening Renata cukup lama, Dia tersenyum menatap wajah Renata. "Aku berjanji akan menjadi suami yang kamu inginkan, Aku akan selalu ada untukmu dan calon anak kita." Rey mengusap perut rata Renata.
Renata menitikan airmatanya, Dia cukup bersyukur karna Rey dengan pelahan mulai luluh kepadanya. "Terimakasih Suamiku.. "
Rey berlutut di hadapan Renata, Renata mengerutkan keningnya saat melihat suaminya itu berlutut dihadapannya.
"Why?"
"Aku tau momen saat ini tidak pas, Apalagi kondisi ini sangatlah tidak romantis, Aku tidak bisa berkata-kata manis." Ucap Rey menatap Renata.
Rey mengambil sesuatu di balik jas nya, Dia membuka itu dan ternyata itu adalah cincin berlian ekslusif. Renata menutup mulutnya, Dia cukup terkejut.
"Nona Renata Angelika Putri, Maukah kamu menikah denganku? Dan menjadi ibu dari anak-anak ku?"
Rey melamar Renata!!
Ya, Rey saat ini melamar Renata. Melamar istri lebih tepatnya.
Rasanya Renata ingin terbang saja, Dia sungguh tak menyangka kalau seorang Reyendra bisa menjadi sosok manis seperti ini.
Renata menganggukkan kepalanya, "Ya, Aku mau!!! Aku mau!!" jawab Renata yang membuat Rey langsung memasangkan cincin itu.
"YESSSSS!!! YUHUU!!!" Teriak Rey kegirangan, Dia memeluk tubuh Renata.
"Hahaha... Hahaha..." Keduanya tertawa bersama, Rasanya mereka sungguh bahagia, Pasangan yang bahagia.
Tanpa disadari, Sendari tadi seseorang menatap ke arah mereka dengan tatapan sendu.
"Semoga kamu bahagia Ren, Aku akan mencoba melepaskanmu..."
***
Malam hari kini sudah tiba, Semua keluarga mohana berkumpul di taman yang cukup luas, Taman itu sudah terhias rapih dan cantik.
Sedangkan itu Renata dibuat heran dengan suaminya yang meminta dirinya memakai gaun cantik ini, "Kenapa kamu menyuruhku memakai gaun ini? Memangnya kita mau kamana?" Tanya nya.
Cup...
Rey mengecup kening Renata, "Temani Cika ke acara reuni ya sayang?"
Renata menganggukkan kepalanya, "Emm.. Baiklah Mas!"
Sesaat Rey sudah pergi, Canika langsung menghampiri kakak iparnya itu. "Sudah siap kak?"
Renata menggelengkan kepalanya, "Belum Can, Tunggu kakak ben..."
"Ambil gaunnya kak, Kita siap-siap di salon saja!" Potong Canika yang membuat Renata akhirnya menyetujui bersiap-siap di salon.