NovelToon NovelToon
QUEENA (Istrimu Adalah Tawananku)

QUEENA (Istrimu Adalah Tawananku)

Status: tamat
Genre:Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:142.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

Queena Alesha Ferdinand tidak pernah menyangka, jika kejadian pembunuhan yang tak sengaja ia saksikan, akan membawanya bertemu seorang pria dingin yang kejam bernama Brachon Ley.

Queena yang tadinya mengira kalau Brachon akan menghabisi nyawanya, malah justru mendapati kenyataan yang lebih menyakitkan. Sang suami, Bagus Yudistira dan keluarga besarnya tak lagi mengenali Queena yang pulang ke rumah setelah setahun lebih wanita itu menghilang.

Lantas, apa yang membuat Bagus dan semua keluarga besar Queena tak lagi mengenali Queena?
Lalu hal apa juga yang membuat Brachon tak jadi menghabisi nyawa Queena, dan malah justru menjadikan wanita itu sebagai tawanannya?
Mampukah Queena lepas dari kekangan seorang Brachon Ley dan menjelaskan pada Bagus serta keluarga besarnya kalau dirinya adalah Queena Alesha Ferdinand yang sudah lama menghilang dan dianggap meninggal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

QUEEN YANG PENURUT?

Queena terlonjak kaget, saat dirinya keluar dari kamar mandi dan sidah ada maid yang membawakan makan siangnya. Sepertinya Queena terlalu lama berendam. Atau maid saja yang terlalu cepat membawakan makan siang untuk Queena?

"Selamat siang, Nona! Saya membawakan makan siang anda lebih cepat karena anda tidak sarapan pagi tadi," ucap maid sedikit menjelaskan pada Queena.

"Ya! Tata saja dan silahkan keluar!" Titah Queena yang langsung membuat maid undur diri dan keluar dari kamar Queena.

Kebetulan Queena juga sudah sangat kelaparan, jadi wanita itu langsung menyantap makanannya meskipun ia belum mengganti bathrobe-nya dengan baju.

Biar saja!

Queena memakan hampir separuh dari makanan yang tadi dibawa maid. Selesai makan, Queena barulah berganti baju, lalu mendorong sendiri troli makanan tadi keluar kamar.

Dan benar saja!

Langsung ada dua pengawal yang menyambut Queena di depan pintu kamar. Mereka benar-benar berjaga selama dua puluh empat jam!

"Sudah selesai makan siang, Nona?" Salah satu pengawal berbasa-basi dan bergegas mengambil troli dari tangan Queena. Namun tentu saja Queena langsung menolaknya.

"Aku akan membawanya sendiri ke dapur!" Ucap Queena tegas.

"Tidak perlu, Nona! Maid bisa melakukannya-"

"Tapi aku ingin pergi ke dapur!" Sela Queena tetap dengan nada dan tatapan tegas.

"Anda butuh sesuatu, Nona? Biar nanti maid yang mengantar ke kamar." Ujar pengawal tadi yang masih berusaha mencegah Queena.

"Tidak!"

"Aku hanya ingin ke dapur dan memasak makanan untuk Brachon! Apa itu salah?" Terang Queena yang langsung membuat dua pengawal tadi saling bertatap pandang.

"Tapi Tuan Ley masih belum pulang, Nona! Dan kemungkinan besok siang Tuan Ley baru tiba di rumah." Ujar salah satu pengawal.

"Aku bosan di kamar dan aku ingin pergi ke bagian lain di mansion ini! Kalian bisa mengikuti dan mengekoriku jika takut aku kabur!"

"Dan aku ingin menelepon Brachon!" Ucap Queena lagi menatap tajam pada dua pengawal di depannya tersebut.

Dua pria itu kembali bertukar pandang, sebelum akhirnya salah satu dari mereka mengeluarkan ponsel dan teelohat menghubungi seseorang.

"Selamat siang, Tuan Vincent! Nona Queena mengatakan kalau ia ingin bicara dengan Tuan Ley," ucap pengawalan tersebut yang rupanya malah menelepon Vincent. Kenapa juga tak langsung menelepon Brachon saja!

"Ada masalah apa?" Queena bisa mendengar samar-samar suara Vincent dari seberang telepon.

"Saya kurang tahu, Tuan! Tapi Nona Queena-" pengawal tadi tak jadi melanjutkan kalimatnya saat kemudian bibirnya menggumamkan nama Brachon.

"Tuan Ley, Nona Queen-"

"Berikan teleponnya pada Queen!"

"Baik, Tuan Ley!" Pengawal segera menyodorkan ponselnya pada Queena.

"Brach-"

"Kenapa kau keluar dari kamar?"

Queena sontak mengedarkan pandangannya ke atas pintu kamarnya, saat Brachon melontarkan pertanyaan yang sedikit membuat kaget.

Oh, rupanya Brachon memantau langsung CCTV di rumah ini.

"Aku bosan di kamar. Sudah berbulan-bulan kau mengurungku!" Jawab Queena seraya menatap pada satu CCTV, seolah Brachon ada di dalam sana.

"Lalu kau mau apa sekarang? Berjalan-jalan keliling kota sambil menyanyikan lagu sayonara?"

"Aku hanya ingin ke dapur dan memasak. Tapi dua pengawalmu ini malah melarangku!"

"Berapa persen memangnya kemungkinan aku akan kabur jika setiap jengkal dari mansion-mu saja punya mata-mata!" Ucap Queena sinis.

"Bagus jika kau mengerti! Karena jika kau kabur, maka bukan kau saja yang akan aku buru. Tapi Barley, Bagus, keluarga besarmu-"

"Aku tidak akan kabur! Aku hanya ingin pergi ke dapur untuk memasak!" Ucap Queena dengan nada tegas.

"Kau mau memasak apa memangnya? Sudah ada koki profesional di dapur mansion dan kau bisa pesan makanan apa saja yang kau inginkan."

"Aku ingin memasak sendiri!" Ucap Queena bersikeras

"Agar kau bisa mengiris nadimu yang sebelah kanan?"

"Aku tak akan melakukannya! Tuduhanmu itu konyol sekali!" Decak Queena mulai kesal.

"Baiklah! Sekarang katakan kau mau memasak apa dan aku akan menyuruh koki menyiapkan bahan dulu!"

"Aku belum memikirkan mau memasak apa! Aku perlu melihat bahan yang ada di dapur dulu-"

"Tidak usah memasak kalau begitu dan masuk kembali ke kamarmu!"

"Ck! Aku tidak akan masuk ke kamarku!" Queena mengacungkan jati tengahnya ke CCTV di atas pintu kamar.

"Pengawal yang akan menyeretmu kalau begitu!"

Tak berselang lama,terdengar dering ponsel milik pengawal satunya. Bergegas pengawal itu mengangkat telepon.

"Baik, Tuan Ley!" Ucapnya singkat sebelum kemudian pengawal itu menghampiri Queena.

"Aku tidak mau masuk ke dalam kamar!" Teriak Queena berontak.

"Aku akan memasak! Aku akan memasak makanan kesukaanmu, Brach!" Teriak Queena akhirnya pada Brachon yang masih tersambung di telepon.

"Makanan kesukaanku? Kau tahu memangnya makanan kesukaanku?"

"Aku tidak tahu! Jadi cepat beritahu aku!" Perintah Queena tegas.

"Besok aku baru pulang. Jadi besok saja memasaknya."

"Tapi aku perlu belajar dulu!" Sergah Queena beralasan.

"Jadi, apa makanan kesukaanmu, Brach?" Tanya Queena sekali lagi.

"Apa kau sedang merayuku sekarang?"

"Ya!" Jawab Queena cepat.

"Bukankah ini yang kau inginkan? Queena si penggoda dan penurut yang bisa melayanimu dengan sepenuh hati!" Ujar Queena lagi masih menatap ke arah CCTV.

"Baiklah! Kau boleh pergi ke dapur lima belas menit lagi! Sekarang masuk ke kamarmu!"

"Kenapa bukan sekarang-"

Tuut! Tuut!

Telepon terputus begitu saja dan Queena benar-benar harus menggeram sekarang.

Brachon baj*ngan!

"Koki sedang menyiapkan bahan-bahan untuk masakan, Nona! Silahkan masuk ke kamar dulu-"

"Aku tidak mau!" Tolak Queena galak.

"Aku akan menunggu disini sampai koki selesai menyiapkan bahan!" Ujar Queena lagi seraya berjalan ke arah jendela besar yang ada di sepanjang lorong menuju ke kamarnya. Queena bersedekap dan menatap keluar jendela kaca tersebut. Pengawal langsung sigap mengekori dan mengawasi Queena yang kini hanya diam menatap pada birunya langit di luar sana.

"Kenapa taman itu hanya dibiarkan kosong dan tidak ditanami bunga atau tanaman lain?" Tanya Queena seraya mengendikkan dagunya ke halaman di bawah sana yang hanya tertutup paving warna merah dan hitam, tanpa ada sedikitpun tanaman. Pengawal yang berdiri di dekat Queena sama sekali tak menjawab. Queena seperti bertanya pada patung saja!

"Apa kalian mendadak bisu?" Gumam Queena kesal sambil berdecak berulang-ulang. Queena akhirnya diam dan tak bicara apa-apa lagi. Wanita itu hanya menatap keluar jendela dan menunggu waktu lima belas menit yang sekarang terasa seperti lima abad!

****

"Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Brachon tak senang, saat Vincent menatapnya dengan tatapan aneh, sesaat setelah Brachon menutup teleponnya pada Queena.

"Aku tak bermaksud lancang, Brach! Tapi aku hanya ingin mengingatkan, kalau awal mula perselingkuhan yang dilakukan Harper adalah saat kau mulai memberikannya kebebasan," ucap Vincent dengan nada tegas, seolah pria otu sedang memberikan peringatan pada Brachon.

"Aku tahu dan aku ingat!" Brachon sudah bangkit berdiri dan langsung meraih kerah baju Vincent.

"Dan jangan samakan Queen dengan Harper!" Ucap Brachon lagi menatap tegas pada Vincent yang langsung mengangkat kedua tangannya.

"Mereka dua wanita yang berbeda!"

"Baiklah, aku hanya mengingatkan," ujar Vincent akhirnya berusaha untuk meredam emosi Brachon.

"Aku tak butuh nasehat atau masukanmu!" Gertak Brachon sekali lagi, seraya mendorong tubuh Vincent dan melepaskan cengkeraman di baju pria itu. Brachon lalu duduk kembali di kursi kerjanya dan menatap ke layar yang menampilkan gambar CCTV di depan kamar Queena. Wanita itu masih berdiri seraya menatap keluar jendela.

"Kau dapat info apa tentang si tua bangka Mahardika?" Tanya Brachon selanjutnya pada Vincent.

"Pemuda yang tempo hari menyelamatkan Frans Mahardika ternyata adalah anak kandung Frans-"

"Cari info tentang pemuda itu!" Perintah Brachon cepat.

"Dia baru saja menikah dengan putri tunggal dari rekan bisnis Frans Mahardika." Ujar Vincent cepat yang selalu akurat dan gerak cepat saat mencari informasi.

"Kau mau menyingkirkannya juga?" Tanya Vincent lagi menerka-nerka.

"Kita tetap harus bermain bersih, Vin!"

"Tetap awasi mereka dan jika ada kesempatan bagus, kota baru akan bertindak!" Pungkas Brachon yang hanya membuat Vincent mengangguk.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

1
Janah Husna Ugy
slama baca novel mu Thor,ini yang plg sadis
Janah Husna Ugy
KLO mau bunuh diri knapa gak rendam dibak mandi aja
Lussy E Pasla
aku benci karakter branchon selalu berbuat kasar pd quenn..
Wiwik Cantik
tragisnya
Sulaiman Efendy
BUNDEW ADALAH OTHOR TRKEREN, SKALIGUS PMBUNUH BRDARAH DINGIN KPADA TOKOH2 NOVELNYA, DARI NASIB MAMI HANA YG TRAGIS DI KHAMILAN KDUANYA, HINGGA BRIEL KHILANGAN ISTRI DN CALON ANAK KDUANYA... DN QUEENA JUGA DIBUAT TRAGIS OLEH BUNDEW, HEBATNYA BUNDEW BSA BUAT TOKOH QUEENA JDI KERAS KPALA, HINGGA TK MIKIRKN SUANI & ANAKNYA.. TRLALU TAKUT KPD ANJING BRAYCHON, PADAHAL KLO MINTA BANTUAN MATTHEW & DEAN, TU SI ANJING BRAYCHON BSA DIATASI.. TPI BUNDEW BUAT NASKAHNYA QUEEN YG BRKORBAN UNTUK BALAS BRAYCHON.. QUEENA BNAR BRNASIB TRAGIS, JDI PEMUAS NAFSU SI ANJING BRAYCHON HINGGA HAMIL.. KNP GK DIRACUN SPRTI SARAN BAGUS, ATAU DIBIUS KMUDIAN DI HABISI... TPI BUNDEW PNY PLOT TRSENDIRI BUAT SINGKIRKN BRAYCHON, ENTAH BODOH ENTAH APA, SULIT BUAT FAHAMI PMIKIRAN QUEENA, KASIAN BARLEY HRS KHILANGAN IBUNYA DGN TRAGIS...
SPRTI ENDING NOVEL INI YG SAD ENDING TRAGIS DN KURANG PUAS DGN ENDINGNYA.. MASIH MNGGANJAL... DN NOVEL QUEENA INI BNAR2 MNGURAS EMOSI, JDI AKU YG BRHALU INGIN ADA DLM NOVEL INI, DN INGIN KULITI TU ANJING BRAYCHON...SPERTI BIASA AKU KULITI DAGING KURBAN IDUL ADHA, ATAU SAAT TRJADI PERANG ETNIS ANTARA SUKUKU DN SUKU PENDATANG, SPERTI YG TRJADI DI SAMPIT DLU..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
TRAGIS SKALI NASIB QUEENA, LBH TRAGIS DRI NATASYA... SDH 2 NOVEL BUNDEW YG SAD ENDING... NATASYA & QUEENA....
ANIK KURNIAWATY
baru kali ini novelnya extrim banget thor..luar biasa
monica wijaya
👍
🍄GULOJOWO🍄
Lah 🤔🤔🤔🤔🤔
🍄GULOJOWO🍄
Astaghfirullah 😢😢😢😢
🍄GULOJOWO🍄
Hadeeeeuuhh 🤦🤦🤦🤦
🍄GULOJOWO🍄
Serius Queena hamil?
🍄GULOJOWO🍄
kok gretha 🤭
🍄GULOJOWO🍄
hoooeekk 🤭
🍄GULOJOWO🍄
😭😭😭😭😭
🍄GULOJOWO🍄
mewek 😭😭😭😭😭😭😭
🍄GULOJOWO🍄
ish, lama2 gedeg sm Queen 🤬🤬 banyak omong, suruh papi Briel tes DNA kan bisa 🤦🤦🤦
🍄GULOJOWO🍄
Wkwkwk kita sama Queen 🤭😂😂😂
🍄GULOJOWO🍄
Ya Allah pengen muntah rasanya 🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!