NovelToon NovelToon
Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol

Mr. Mafia Meet Juragan Jengkol

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:683.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ocean Na Vinli

Cantik, baik, dan kaya raya itu lah Darla Marques. Seorang wanita mandiri yang memiliki bisnis makanan semur jengkol di Los Angeles.

Akan tetapi cerita cinta Darla tak semulus jalanan tol. Kisah cintanya bagaikan pungguk merindukan bulan. Mencintai seseorang yang sulit untuk ia gapai. Eslin' cinta pertamanya sejak lama sudah berkeluarga. Ide gila Darla pun tercetus begitu saja. Ia berencana memisahkan Eslin dan istrinya.

Di sewaktu malam kelabu, Darla memberikan Eslin minuman yang sudah ditaburi obat tidur. Esok harinya bak mimpi di siang bolong Darla malah mendapati dirinya terbangun bersama seorang pria asing.

"Ka-u, ka-u sia-pa?!" Darla bertanya dengan terbata-bata.

Pria itu membalas dengan menyeringai tipis.

Penasaran? Kata kuncinya yuk baca, hehe....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Mana Darla

James menendang pintu kamar Jane dalam sekali hentakan membuat Jane terlonjak kaget di bawah selimutnya. Nampak tubuh Jane bergetar kuat ketika mendengar langkah bunyi kaki mendekat ke tempat tidur.

"Ahhh!!" jerit Jane saat James menarik selimut dan mencekik lehernya seketika.

"Di mana Darla!?" James menatap tajam pada Jane yang sekarang kakinya menggantung di udara. Muka Jane merah padam, merasakan pasokan di dalam paru-parunya mulai berkurang. Dengan sekuat tenaga ia mencengkram pergelangan tangan James, memberi kode pada anaknya agar menurunkan tangannya.

"Ja-m.. Maafkan Ma-..." ucap Jane dengan terbata-bara seraya menatap James yang kini sedang melayangkan tatapan iblis seperti malaikat yang siap mencabut nyawa.

Satu detik.

Dua detik hingga lima detik. Kaki Jane semakin terangkat tinggi membuat wanita itu mendongkakan kepalanya ke atas ia sudah pasrah dengan keadaan. Akibat ulah Darla. James menyiksanya tanpa mengenal ampun.

"Tuan! Sadarlah, Tuan. Turunkan Nyonya Jane!" jerit Grey yang baru saja tiba di ruangan.

Mendengar suara Grey. James melepaskan Jane seketika. Jane terhempas ke kasur begitu kuat seraya meraup udara disekitarnya.

"Ough, ough, ough..." Jane terbatuk-batuk. Menatap James dengan tatapan pilu.

"Kau berharap aku akan memaafkan mu? Cih! Jangan bermimpi!" James tersenyum sinis kemudian melirik Grey sekilas di depan pintu ruangan.

"Grey, kau tahu apa kesalahanmu!?" tanya James lalu berjalan ke arah sofa.

Ketika mendapatkan pertanyaan dari Tuannya. Grey menelan saliva dengan susah payah. Sungguh pria tua itu ingin menghilang saja saat ini. Jika bukan karena Jane. Ia tak akan berani membohongi James. Dia begitu kesal karena terjebak dalam permainan Jane. Grey menundukkan kepalanya, tak berani menatap James.

"Grey! Aku menghormatimu sebagai orang yang lebih tua dari ku! Lalu mengapa kau malah menuruti perintah wanita picik ini ha?!" James menahan gejolak amarah di relung hatinya tatkala Grey tak langsung membalas ucapannya.

"Maafkan saya, Tuan." Saat ini hanya kata itu yang terlintas di benak Grey. Pria itu semakin menundukkan kepalanya. Baru kali ini James begitu murka karena ulah seorang wanita. Grey menebak jika Darla sudah menguasai pikiran James.

James enggan menyahut akan tetapi dia berjalan cepat ke jendela kamar. Kemudian mengambil teralis besi itu seperti memetik bunga.

Grrr ctar!!

Suara besi dipatahkan terdengar nyaring. Membuat Jane menutup telinganya seketika.

"Saya sungguh meminta maaf, Tuan!" Grey berlutut meminta permohonan James agar memaafkannya. Namun balasan James, kembali membuat Jane menjerit.

Crzzzz! Ctar!!!

Suara pecahan kaca retak melengking di telinga Grey. James memukul kaca jendela berkali-kali menggunakan teralis besi. Pria itu tak memikirkan jari-jari tangannya yang ikut terluka akibat pecahan kaca sedari tadi. James bagai orang kesetanan.

"Aku paling tidak suka dibohongi dan dikhianati! Terlebih lagi itu kau, Grey! Aku sudah menganggapmu sebagai Papa ku!" teriak James kemudian melempar teralis itu ke sembarang arah.

Grey bergeming tak berani menatap James. Memilih diam karena dia sudah membuat James kecewa padanya. Sedangkan Jane sedari tadi menangis dan tak berhenti berteriak histeris.

"Mister, sepertinya Diego ikut bersama Darla!" Seorang pria berstelan jas hitam menyelenong masuk ke dalam kamar. Pria itu adalah mata-mata yang ditempatkan James di mansion ketika si empunya sedang pergi keluar.

James beralih menatap pria itu. "Lalu, sekarang di mana Darla? Kau sudah menemukannya?" Sudut matanya melirik Jane sekilas yang kini sudah berhenti menangis kala mendengar nama Darla disebut.

Pria itu tergugu. Bingung ingin menyampaikan lokasi keberadaan Darla sekarang.

"Dominic! Di mana Darla?!!!" James kembali meradang sebab sang mata-matanya tak kunjung membuka suara.

1
Felycia Fernandez
wow 👍👍👍👍
Novita Ningrum
manly bingits..
pesen 1 thor..
YANGGI Yanggi
..
jen
sedih bgt sih... menegangkan. tapi itu keguguran gag ya... smpe lari" gtu
jen
semoga anak km baik" sj
jen
semoga semua baik" sj. dharla dan James Junior
jen
sukaaa , Darla dr keluarga hebat
jen
owh sukaaaa... ternyata pamannya Darla kerennnnnn
jen
heran... masa sehebat itu Thor Darla . apa dia sebelumnya bljr bela diri?
jen
serem bgt sih
jen
brarti James msh suka Esme
jen
hahahaa... Ku bayangin. ngakak abizzzz
jen
semoga bs kabur deh darla
jen
ternyataaaaaa.... esme itu .... sakit bgt sih Darla yg di bandingkan sm dia
jen
hahhaha makan tuh pembahalasan dr othornya... bikin setres
jen
dipel tuh air liur Ampe banjir hahaha
jen
penasaran ada rahasia apa ya tentang Darla
jen
serius jengkol di LA
Aanoer
🌹
YANGGI Yanggi
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!