NovelToon NovelToon
GIFALI DAN MAURA

GIFALI DAN MAURA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: megadischa putri

"Ku pertaruhkan namaku untuk meletakannya dibelakang namamu, untuk melindungimu dan membuat kamu berharga dimata dunia, lalu begini kah balasan mu?"

Bagai halilintar menerpa, ku dengar lelaki itu berbicara sangat menyakitkan kepadanya dan saat itu lah aku dan dia akhirnya menderita.

Aku tetap melebarkan tangan ini untuk mendekapmu, namun kau menolak. Dan menjadikan kita sesuatu yang tidak akan menjadi apa-apa.

Kamu egois, aku membencimu !

Cerita ini adalah penggabungan dari kedua novelku. Bersahabat dengan cinta terlarang dengan Mantanku Presdirku Suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon megadischa putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita Nikah Yuk, Ra!

Haii cinta-cinta

Selamat malam, aku kembali lagi guys.

Episode ke tiga di hari ini

Selamat membaca ya

❤️❤️❤️

.

.

.

.

.

.

Setelah bertengkar dengan Gifali, Gadis enggan untuk keluar dari kamar. Ia terus berbaring di ranjang menatap bola lampu kamarnya. Ponselnya sengaja ia matikan.

Arah jarum jam terus berputar ke arah kanan. Ia sudah melewati jam makam malam. Berkali-kali orang rumah mengetuk pintunya tetap ia tidak mau bangkit dari ranjang.

Ia terus menangis dan menangis, hati nya di patahkan begitu saja oleh Gifali. Perempuan mana yang terima jika lelakinya mengatakan kalau mencintai dan akan menikahi perempuan lain.

"Dis?" Suara lembut terdengar dari luar pintu. Gadis hafal betul siapa pemilik suara itu, akhirnya ia bangkit dan membuka pintu kamarnya.

"Kakak!" Gadis langsung menyergap tubuh Maura.

Maura terpaksa datang, karena terus di telepon oleh Mama Binar. Ia sangat mencemaskan keadaan putrinya yang sampai malam tidak mau membuka pintu kamarnya, tidak mau makan dan tidak mau menyaut panggilannya.

Gadis dengan cepat mengunci kembali pintunya. Ia tidak ingin Mamanya tahu kalau ia sedang patah hati.

"Kamu kenapa, Dis?"

Gadis terus memeluk Maura, ia menangis terisak-isak.

"Ayo cerita sayang, hati kamu pasti akan lega!"

Dengan dada yang masih terasa sakit, nafas yang berat dan kedua mata yang bengkak. Akhirnya Gadis menceritakan semua nya kepada Maura dengan nada terbata-bata.

Maura langsung memeluk Gadis dengan erat. "Kamu yang sabar, Dis! Teruslah perjuangkan cintamu, ikuti kata hatimu. Kalau jodoh pasti bertemu, seperti ak---"

Maura terhenti seketika dari gelak ucapannya. Tidak mungkin di saat seperti ini, ia malah memberikan kabar bahagia yang sedang ia alami kepada Gadis, ini semua pasti akan membuat hati Gadis semakin sedih.

Padahal aku lagi bahagia sekarang, aku mau menceritakan tentang teman kecil yang sudah aku temukan.

Semoga saja suatu saat nanti Gifali tidak akan seperti pacar Gadis saat ini. Bisa hancur aku, mungkin lebih dari Gadis.

"Bagaimana Kak?"

Gadis menarik wajahnya untuk mendengarkan lanjutan ucapan Maura yang begitu saja terputus.

"Hemm...aku lupa, Dis!" Jawabannya dengan nada cepat, ia pun mendorong tengkuk leher Gadis untuk kembali masuk kedalam pelukannya.

"Satu pesanku, Dis! Kamu harus terus bertahan jika ia juga mau bertahan! Tidak boleh hanya kamu yang bertahan, Karena hubungan ini yang menjalani kalian berdua, tentua dua-duanya harus saling bertahan! Kalau memang dia mencintai kamu, ia pasti akan pilih kamu, Gadis!"

"Iya, Kak---" balas Gadis dengan suara yang serak. Maura terus memeluk sepupunya dengan cinta dan sayang.

Drrt...drrt

Merasa ponselnya bergetar, ia pun meraih nya dari kantong celana. Ia arahkan ponsel ke belakang tubuh Gadis

MyGifa Incamming Call

Gifa malam-malam telepon aku ada apa ya?

Dengan cepat ia mengalihkan telepon itu. Ia merasa tidak mungkin menjawab panggilan itu.

Lalu muncul notifikasi pesan masuk.

MyGifa :

Ra, apa kamu sudah tidur? Aku ingin bertemu sekarang. Aku kerumah ya!

Maura :

Sayang, aku belum tidur. Aku sekarang sedang menginap di rumah sepupuku. Kita ketemuan di Gaga Cafe ya, 5 menit lagi aku akan on the way kesana.

MyGifa :

Kamu hati-hati ya, oke aku jalan kesana sekarang.

Ia bersusah payah mengetik ponselnya dibelakang tubuh Gadis. Sekarang ia tinggal mengatur alasan apa yang pas untuk ia keluar sebentar.

Ting.

Ide pun muncul.

"Dis, aku mau---"

"Jangan pulang Kak, katanya kamu ingin menginap disini?"

"Iya aku nggak akan pulang, tapi aku mau keluar sebentar. Aku baru ingat buku pelajaranku ketinggalan di toko, besok aku ada ujian praktek!"

"Apa mau aku temani?"

"Enggak usah Dis, aku bisa sendiri! Kamu mau apa? biar nanti aku belikan---"

"Aku mau pizza Kak!"

"Baik, akan aku belikan buat kamu." Maura pun mencium dahi Gadis.

"Jangan nangis lagi ya, aku sedih lihatnya. Aku pergi dulu ya!"

"Hati-hati ya Kak! Jangan lama-lama!"

Maura pun berlalu dari kamar Gadis dan bersiap untuk menuruni anak tangga.

Terlihat Kakek Luky masih menenangkan Mama Binar. Melihat cucu dan keponakannya turun, mereka langsung berseru.

"Nak?"

"...Sayang."

Kakek dan Tantenya saling memanggil.

"Bagaimana adikmu, Nak?" tanya Kakek Luky kepada Maura.

"Sudah tenangan Kek, Tante. Masalahnya biasa hanya soal teman, ya wajar lah namanya juga cewek."

"Gadis apakah sudah tidur, Ra?"

"Belum tante---"

Sebelum ucapan Maura berakhir dengan cepat Mama Binar berjalan cepat meninggalkan mereka dan berlalu menuju kamar anaknya. Mama Binar begitu mengkhawatirkan putri satu-satunya.

"Ada masalah apa dengan Gadis, Nak?" tanya Kakek Luky kepada cucunya.

Maura hanya bisa diam, ia tidak bisa jujur. Ia sudah berjanji akan merahasiakan kalau Gadis sudah punya kekasih. Padahal tanpa Maura tahu, Gadis sudah memberitahukan kepada Kakeknya kalau ia sudah mempunyai kekasih.

"Kek, maaf! Nanti Maura akan jelaskan, tapi sekarang Maura harus keluar dulu ya. Mendadak harus ke toko, ada yang ketinggalan disana."

"Mau Kakek antar, Nak?"

Maura meraih punggung tangan Kakeknya. "Nggak usah Kek, Maura nggak akan lama!"

"Hati-hati ya Nak!"

Maura pun berlalu dengan cepat untuk menyalakan deru mesin mobilnya. Ia ingin bergegas cepat untuk menemui Gifali yang sedang membutuhkan keberadaannya saat ini.

Kakek Luky tetap berlaku adil kepada Gadis dan Maura, walau Maura bukanlah cucu kandungnya. Tapi cintanya untuk Maura tetaplah sama seperti dengan Gadis. Karena Kakek Luky tahu, Maura adalah sumber kebahagiaan Mama Alika, putri kandungnya.

****

Gaga cafe, 20:00 Wib.

Terlihat Gifali masih saja meletakan kepalanya di bahu dan mengalungkan kedua tangannya di leher Maura. Ia terus merangkul pujaan hatinya.

"Gifa..." Hanya suara lembut Maura yang bisa mendamaikan hati Gifali.

"Kamu kenapa sayang? Kenapa jam segini masih pakai pakaian sekolah?"

Gifa tetap tidak mau menjawab. Ia tetap memeluk Maura sambil memejamkan kedua matanya. Tadi sehabis mengantarkan Gadis ke sanggar, ia kembali ke sekolah untuk bermain basket.

Hatinya kalut dan kacau, ia harus bisa mendinginkan kepalanya sebelum menerjang dan memarahi Ganaya.

Maura agak malu dengan pelayan cafe yang masih mondar-mandir kesana kemari. Beruntunglah cafe sedang sepi, hanya ada mereka yang menjadi pengunjung.

"Kamu sudah makan belum sayang?"

Hati Gifa semakin teriris, dengan perhatian dan kelembutan Maura.

Bisa-bisa nya aku membohongi kamu, Ra!

"Kamu capek ya? Mau aku pijiti?" Maura meraih tangan Gifa untuk ia turunkan dari lehernya, memijiti tangan itu dengan tekanan lembut.

"Kita nikah yuk, Ra. Biar kamu bisa pijitin aku setiap hari!" Cicit Gifa manja.

"Kamu nih lagi kenapa? Lagi sedih atau lagi---"

"...Aku lagi kangen sama kamu sayang! Calon istri aku, kamu miliknya aku, Ra! Jangan pernah tinggalin aku ya, kamu harus tetap cinta sama aku!"

"Biasanya nih ya sepengetahuan aku dari teman-teman, kalau pacar lagi merayu biasanya dia itu habis melakukan kesalahan!" Maura memberi jeda dalam ucapannya.

"Kamu lagi nggak bohongin aku kan??" Tanya Maura masih dalam suara penuh kelembutan. Ia terus memijiti tangan Gifali.

Sepertinya awan hitam terus hadir tepat diatas kepala Gifali. Pemuda ini seketika tercekat, tubuhnya mendadak kaku dan dadanya kembali linu. Ia mendadak bisu.

"Sayang??" Maura bertanya kembali.

"Bohong apa? Aku hanya lagi kangen kamu, Ra!" Gifa tetap menyandar di ceruk leher kekasihnya.

Bahkan selama berpacaran dengan Gadis, Gifali belum pernah memeluk dan mencium wanita itu. Ia masih belum bisa melakukannya.

"Ya baiklah, aku percaya. Sekarang kamu makan ya, nanti kamu sakit karena telat makan. Aku suapi ya?"

Benar-benar Gifali beruntung sekali mendapatkan Maura, wanita yang lembut, baik hati, dermawan dan jarang sekali untuk marah. Entah bagaimana nanti kalau ia tahu lelaki yang baru saja mengajaknya menikah tega membohonginya.

"Aku harus memutuskan hubunganku dengan Gadis, secepatnya!"

***

.

.

.

.

.

Terharu aku sama komenan kalian, ternyata udah masuk banget ke cerita ini. Sabar dulu ya guyss mereka pasti akan bertemuu🔥🔥🔥

Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:

1.Mantanku Presdirku Suamiku

2.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang

Dua Kali Menikah

Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya.

Like dan komen ya guyss🖤🖤❤️

1
sahaya
amin thor
sahaya
itu lah hidup ,bagi kamu para lelaki sadar dl baru berbuat ,takut ya terjebak sendiri
Maria Ulfa
sangat menarik ceritanya
Elly Ezar
udah baca semua sampai tamat.. recommended banget.. cerita nya bagus
Debby Anii
my husband in law
OrrieOn
membuat air menggenangi mata
Elly Kurnia
kebayang gak sih kira" berapa total kekayaan papa galih??
Elly Kurnia
preet.. dif peluk cium itu sudah gak bisa jaga kehormatan yaaa
Zenna Souw
brarti gadis sm gifali kakak adik lain ibu, gila bener si lukman ya, tanam benih d mn"🤦
Zenna Souw
nah kan bener tebakan aku dr awal sewaktu gita ngejebak galih, aku yakin itu bukan anak galih tp anak dr tmn galih yg cinta sm gita, kan gita sempet pacaran sm temen galih tuh
Zenna Souw
maura sm gadis sepupuan, siapa.nih yg d pilih gifa jd bingung...🤔tp kan gadis tau ya klo maura sll menunggu tmn kecil'y
Vicky Vallencia
jangan sampai ada halilintar ke 4 buat gifa thor,,, bisa angus si gifanya 😁😁😁😁
Fhebrie
asal jangn ada orang ke 3 aja paling ga suka pokoknya
Fhebrie
bahagianya
Fhebrie
nangis terharu lagi lagi masih mewek
Fhebrie
gifa egois ternyata sll menyakiti maura
Fhebrie
semoga gifali masih selamat setelah mendapatkan beberapa halilintar 😂😂😂😂
Fhebrie
nyesek banget thor nangis berkepanjanagn .. sehafusnya om malik itu meluruskan bukan malah membawa pergi gifali
Fhebrie
nyesek banget thor... om malik knp sll ikut campur sih trs gimana dong ujiannya.. di saat sebentar lg mau kelulusan sekolah malah dpt masalah gifali
Fhebrie
waduh jngn sampe kelewat batas ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!