NovelToon NovelToon
Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Menikahi Bumi Yang Dicintai Langit

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Cintapertama / Poligami / Anak Kembar / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adinasya mahila

Novel ini punya DUA VERSI ENDING
Keterangan ada di BAB 133


Di dalam pernikahan apakah hanya hati seorang laki-laki saja yang bisa berpaling? Tentu jawabannya tidak. Wanitapun bisa melakukan affair dengan berbagai alasan.

Rea yang pernah mencintai kakak kandungnya, mencoba melupakan masa lalunya dengan menerima cinta dari sahabat baiknya, saat cinta sudah bersemi dihatinya cobaan silih berganti datang menguji hubungannya.

Karena sebuah kesalahan Rea harus mengandung bayi dari dua orang laki-laki yang berbeda.Sementara sang Suami yang bagaikan Malaikat untuknya ternyata menyimpan sebuah rahasia.

❤❤❤

Kisah cinta seri Pertama berdasarkan novel sebelumnya "Mencari Langit Biru"

Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rekan : Bab 24

Senin Pagi

Rea berjalan keluar apartemen menuju mobilnya di basement, berniat menemui mamanya, mengingat pesan Arkan sebelum pulang tadi pagi.

"Temui tante Lidia, kalau kemarin kamu mengatakan kalimat yang melukai hatinya segeralah minta maaf, aku yakin mama mu juga merasa bersalah"

Rea melirik jam tangannya, masih pukul sembilan pagi, gadis itu berpikir pasti mamanya belum pergi ke studio, dia memutuskan membawa mobilnya ke rumah mamanya.

Sampai disana Rea hanya disambut seorang pembantu rumah tangga. Dia bertanya dimana mamanya, wanita paruh baya itu berkata kalau mama lnya masih dikamar dengan alasan kurang enak badan.

Rea pun naik ke kamar mamanya dilantai atas, mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban, dia memilih membuka pintu itu kemudian melihat mamanya yang sedang bersandar diranjang, terlihat wanita itu masih menggunakan piyama tidur dan memakai selimut, tangannya sedang memegang ponsel miliknya.

"Mama sakit?" tanya Rea setelah menutup pintu kamar.

Lidia terkejut karena anaknya tidak biasanya datang menemuinya kecuali saat weekend.

"Rea, apa kamu ga kerja?"

Rea mendekat duduk diujung kasur mamanya, kepalanya menggeleng.

"Aku dipecat"

"Hah dipecat, kenapa bisa?" Lidia menegakkan punggung nya menatap penuh tanya ke arah anaknya.

Rea hanya menggerakkan pundaknya, dia juga tidak tau alasannya.

"Aku tanya apa mama sakit? kenapa tidak dijawab"

"Mama hanya kurang enak badan"

"Mama sudah mengandung berapa bulan?" tanya Rea yang membuat perubahan mimik pada wajah Lidia

Lidia menyerahkan ponselnya, ternyata saat dia masuk tadi mamanya sedang melihat sebuah aplikasi kehamilan, Rea menatap layar ponsel mamanya melihat tulisan diaplikasi itu "hey Lidia you are 77 days of pregnancy on first trimester "

"Mama sudah hamil 2 bulan?" tanya Rea

"Iya" Jawab mamanya lirih

Kemudian mendekat ke arah Rea menggenggam tangan anaknya.

"Maafin mama Re, mama semalaman memikirkannya pasti kamu malu punya adik diusiamu yang ke 26 tahun"

Gadis itu tersenyum "bukannya adikku besok yang malu, karena mungkin punya keponakan yang usianya ga jauh dari dia"

"Kamu berencana langsung punya anak setelah menikah?" tanya Lidia penasaran

"Iya lah ma, kenapa musti ditunda?"

"Apa kamu sudah membicarakan soal anak sama Arkan?"

"Memang harus dibicarakan?"

"Ya siapa tau dia ingin menunda dulu, perihal anak kalau sudah menikah harus kalian bicarakan, karena menjadi orang tua itu pekerjaan seumur hidup, butuh kesiapan kedua belah pihak, tidak bisa kalau hanya kamu yang mau, atau Arkan yang mau"

Rea terdiam mencerna kalimat mamanya.

"Baik kapan-kapan kalau pas ada momen nya Rea ngomong sama Mas Arkan"

"Apa mama sedang mengalami morning sickness ?" tanya Rea ke Lidia

"Sepertinya Iya, tapi sepertinya tidak separah waktu mama hamil kamu"

"Memang mama pas hamil aku kayak gimana?"

"Mama ga bisa sama sekali makan, yang mama bisa makan cuma buah, tapi tau apa yang paling berat?"

Rea menggelengkan kepalanya.

"Tidak ada perhatian dari suami, itu hal yang paling berat, dan sangat menyakitkan Re"

Entah kenapa mata Rea tiba-tiba berkaca-kaca, meringsek mendekati mamanya kemudian memeluknya.

"Maafin Rea ya ma, dari belum lahir udah nyusahin mama"

Lidia mengusap rambut anaknya menepuk-nepuk nya pelan.

"Mama juga berhak bahagia, lakukan apa yang mama inginkan, aku pasti dukung mama"

Lidia melepaskan pelukan anaknya, merapikan rambut Rea yang sedikit berantakan.

"Terimakasih" matanya juga sudah terlihat menggenang.

Rea mengusap air matanya sendiri kemudian mencoba membenarkan posisi duduk nya, menggenggam tangan mamanya.

"Kalau om Jordan ga bisa nemenin mama ke dokter bilang aja, nanti Rea temenin"

"Terus kalau mama mau belanja kebutuhan adik bayi, mama juga bisa ajak Rea, pokoknya mama ga boleh pergi sendirian tanpa ada yang nemenin," ucap Rea antusias.

Lidia tertawa bahagia mendengar ucapan anaknya.

"Em...mama tiba-tiba pengen makan udon di mall, terus mama juga pengen nonton film horror nih Re, mau ga nemenin mama?"

Rea terbengong mendengar permintaan mamanya "Aneh-aneh aja deh masa ngidam pengen nonton film horor"

Lidia hanya meringis.

"Yawdah mama siap-siap, Rea tunggu dibawah," ucap Rea yang sudah berdiri dari posisi duduk dikasur Lidia.

Lidia tersenyum senang karena hubungannya dengan Rea amat sangat sudah membaik, anak gadisnya itu sudah dewasa, dan bahkan sebentar lagi akan menikah. Lidia belum bergerak masih menatap bahagia punggung anaknya yang sedang berjalan  keluar pintu kamarnya.

Rea duduk disofa, membuka HPnya, memencet sebuah kontak, Arkan yang baru saja keluar dari lift tersenyum melihat siapa yang pagi-pagi sudah menelpon.

Arkan meminta sekertarisnya berhenti mengikutinya, dia berbelok menuju ruang rapat, ada sebuah pintu yang menuju balkon didalam ruang rapat, dia berdiri bersandar pada pembatas balkon, tersenyum memasukkan satu tangganya kedalam kantong celananya.

Arkan : "belum ada 5 jam, apa kamu sudah kangen?

(Rea tertawa)

Rea : "apa kamu sibuk?"

Arkan : "aku ada rapat 15 menit lagi, kenapa?"

Rea : "setelah menikah nanti apa kamu ingin menunda punya anak atau kamu ingin langsung kita punya anak?"

Sontak Arkan tertawa geli mendengar pertanyaan Rea, apalagi di pagi hari seperti ini, gadis itu amat penasaran sampai lupa dengan kalimatnya sendiri untuk bertanya pada Arkan saat momennya pas.

Rea :" kenapa malah tertawa? Aku serius bertanya"

Arkan :"Sayang ini masih pagi dan kamu bertanya soal anak, apa tidak bisa menunggu sampai malam?"

Rea :"ishhh kamu ya, jangan aneh-aneh, malam pun juga mau apa, kita belum

resmi menikah"

(Arkan tertawa)

Arkan :"lalu untuk apa bertanya soal anak?"

Rea :"aku hanya penasaran, cepat jawab"

Arkan:" nanti aku jawab, sekarang aku mau membenarkan sesuatu dulu"

Rea :"ahhhhh sayaaangg jawab"

Suara manja gadis itu membuat Arkan menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

Arkan : "jangan berbicara dengan nada seperti itu sayang, kamu membuat adik ku terbangun"

Rea :"hah...apa kamu mengajak Aryan ke kantor?"

Arkan :" em.. bukan itu"

Rea :"Aaahhhh... ayo jawab"

Arkan memilih mematikan HPnya, menggaruk kepalanya yang benar-benar terasa gatal sekarang, tidak tahan dengan suara manja kekasihnya.

"Sial aku mau rapat," umpatnya

Rea memanyunkan bibirnya sebal karena calon suaminya itu tidak menjawab malah mematikan telpon secara sepihak.

"Lagian ngapain juga Aryan tidur di kantor dia, apa ga sekolah tu anak," gerutunya

Setelah melihat mamanya siap Rea kemudian bangun memasukkan ponsel kedalam tas dan mengambil kunci mobilnya.

"Apa mama tidak takut naik turun anak tangga? tidak berniat pindah ke kamar bawah? atau mama mau aku pindah kesini untuk sementara waktu"

Rea benar-benar perduli dengan keadaan mamanya, karena dia tau hamil diusia mamanya sangat beresiko.

"Mama senang sekali kalau kamu mau tinggal disini bersama mama"

"Mama akan hati-hati jangan terlalu kawatir," lanjutnya

Rea dan Lidia menikmati acara jalan-jalan mereka, makan udon, berbelanja, sampai nonton film horor yang wanita itu idamkan.

1
Evi Nopianti
baca ulang cerita mu thor 😘😘😘
Mivie
aku kira beneran.... hadehhhhh
lanjut ahk 🤣
senjasabdaalam
karena itu dua posisi berbeda anak lu sma axel bknkrna selingkuh lha arkan kan dia selingkuh pas lu msih ada hbungan.ah gtw lah
Ulum
Kecewa
Ulum
Buruk
Ira Resdiana
suami kali ya.. si Arkan dijadiin kambing hitam, kalo ga salah. dengan motif dendam krn istrinya (si Rea) ini selingkuh ma Axel
Ira Resdiana
cuman arkan ya nyebelin juga sih ya.. boong bgt dia blg one night stand kalo nyata nya sampe 6 bulan
mee
knpblebih seneng rea sm axel ya drpd arkan,,
anti pebinor pelakor
novel yang membenarkan sebuah perselingkuhan hati2 novel ini bisa jadi bumerang untuk kalian sendiri,

contoh untuk author dan reader yang mendukung novel ini jika suami atau pasangan kalian selingkuh dan kalian marah tinggal dia tunjukan novel ini yang sangat mendukung sebuah perselingkuha
anti pebinor pelakor
pemeran utama wanita tidak tergantikan apapun kesalahan akan dibenarkan tidak perlu repot2 minta maaf

pebinor terlalu dipuja2 dan diagung, perbuatan jijiknya selalu dibenarkan dan pada akhir akan dibuat novel khusus buat dia

pemeran utama pria akan dibuat karakter bodoh yang kayak hanya jadi boneka pemeran utama wanita


cari novel yang adil dan memperlakukan sama pelakor dan pebinor sangat2 susah

sudut pandang wanita jabla(butuh belaian lelaki lain), egois (terkesan munafik), diankan melaknat pelakor tapi begitu memuja2 dan mengagung pebinor

sudut padang wanita sejati dan setia memandang pelakor dan pebinor sama2 mahluk hina dan diperlakukan sama
senjasabdaalam
tapi ya mengecewakan sih hhhi
senjasabdaalam
yah kecewa berat sih kenapa balek ke arkan padahal axel terbaik
senjasabdaalam
ya ampun...ya ampun pikiran aku kotor banget aku jdi ngarep rea hamil anak arkan sma axel lagi dong wkwkwk
senjasabdaalam
siip aku suka huru hara hahahaha
senjasabdaalam
pakek apa kek buat nutupin
senjasabdaalam
wah parah sih kalo aku jdi rea ya milih axel kemana* dri pada arkan
senjasabdaalam
gk enak axel yg kelihatan indah blum tentu indah trus kalo dah tiap hari tau ntar bosan wkwkwk adrenalinnya ilang penasarannya juga
senjasabdaalam
sini gue bisikin yg sembunyi* itu enak loh rea axel adrenalinya dapet banget wkwkwk
senjasabdaalam
setuju banget rea kalo aku jdi istri arka juga pasti tak cerai trus nikah sma axel aja wkwkwk
senjasabdaalam
yuhuuuuu aku suka perselingkuhan.apa lagi poliandri wkwkwkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!