Egin seorang gadis muda , anak pejabat yang memilih hidup mandiri sejak meninggalnya mamanya. Dengan mengubah penampilannya seperti gadis culun, Egin sering dibully di sekolah, namun semua dibuatnya tercengang karena kehebatannya yang tidak terduga. Bahkan Orland cowok paling ganteng di sekolah yang awalnya cuek menjadi jatuh cinta dibuatnya. Egin juga bisa mengungkap misteri dibalik meninggalnya mama tercinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Curhatan Orland
Egin memperhatikan raut wajah Orland sambil menebak apa yang sedang terjadi pada kekasihnya itu.
Karena masih banyak orang di rumah Rendra, Egin menahan diri untuk bertanya pada Orland.
Rendrapun sebenarnya juga merasa aneh dengan Orland namun tidak berani bertanya, takut Cyntia ngambek lagi gegara dia kepo dengan urusan orang lain.
" Nak Orland " panggil Nenek
" Iya Nek" jawab Orland mendekat
" Nak Orland kenapa terlihat sangat murung? Apa ada masalah?" tanya Nenek pelan saat Orland mendekat
" Orland kasihan Mama, Nek" jawab Orland setengah berbisik
" Apa mama sakit?"
" Tidak Nek" jawab Orland makin sedih.
" Baiklah jika kamu belum siap bercerita sekarang tidak mengapa. Tapi jika beban di hatimu terlalu berat keluarkan Nak. Ceritakanlah pada orang yang layak kamu ajak cerita" nasihat Nenek
" Terima kasih Nek"
Bagi Orland, nenek Rendra sudah seperti neneknya sendiri. Ingin rasanya dia bercerita semua pada Nenek dan juga Egin.
Tapi ini bukanlah saat yang tepat karena masih banyak sekali orang disini.
Hari makin sore , waktunya untuk pulang ke rumah masing-masing.
Saat perjalanan pulang Egin dan Orland dalam mobil mengobrol
" Sayang sore ini temani aku beli kebutuhan bulanan ya, aku mau belanja"
" Bukannya tadi kak Orland belanja sama mama?"
" Belum jadi sayang, tadi ada papa di rumah....."
" Papa pulang?"
" Dia pulang hanya membawa luka untuk Mama"
" Jika kak Orland tidak keberatan aku siap mendengarkan "
" Terima kasih sayang, kamu begitu mengerti aku. Papa pulang dengan membawa surat gugatan cerai untuk Mama, ditambah lagi dia juga membawa wanita hamil ke rumah."
Egin mendengarkan semua curhatan Orland dengan penuh seksama. Dia hanya diam saja tanpa memotong perkataan Orland .
Setelah Orland bercerita panjang lebar, Egin mulai berkomentar.
" Kak Orland sebelumnya pernah melihat wanita itu tidak?"
" Sama sekali belum"
" Apa dia wanita yang sama dengan yang pernah kita lihat dulu?"
" Bukan sayang , seingatku dia beda"
Egin mengerutkan dahinya, dia berpikir sejenak, sampai akhirnya mereka sampai di swalayan tempat mereka akan berbelanja.
Orland mengeluarkan catatan belanjaan dari mama dan menyerahkannya ke Egin.
Mereka bersama melangkah masuk dalam swalayan untuk berbelanja.
Egin yang selalu memakai pakaian sporty tampak santai , Orland menggandeng tangan Egin .
Saat sedang ke arah pintu masuk, tiba-tiba ada seorang pria bertopi dengan berlari cepat menabrak Egin dan mengambil dompetnya.
Secepat kilat Egin dan Orland berlari menyusul pria tadi.
Tidak butuh waktu yang lama, Egin berhasil menyusul . Dengan sekali tendang, pria itu jatuh tersungkur di lantai, Orland yang barusan sampai mengangkat baju pria tersebut dan ingin memukulnya.
Namun Egin mencegahnya.
Orland mengambil paksa dompet Egin dari pria tadi.
Egin bertanya pada pria itu " Berani sekali kamu menjambret di keramaian seperti ini! Mau mati kamu!"
" Am....am...ampun...Non, saya terpaksa melakukan ini Non"
" Semua jambret kalau tertangkap selalu bilang terpaksa !" bentak Orland.
" Be..benar Den, saya terpaksa" katanya mengiba.
" Pokoknya kami akan bawa kamu ke kantor polisi sekarang!" ancam Egin
" Sampah masyarakat kayak kamu harus menerima hukuman! Supaya tidak ada korban lagi" lanjut Orland
" Ja....ja...jangan Den....jangan Non.....saya minta maaf, saya mohon jangan bawa saya ke kantor polisi " pria yang berumur sekitar 35th an itu memohon.
" Sebutkan alasanmu kenapa kami tidak harus membawamu ke kantor polisi!" desak Egin sambil kakinya tetap menekan punggung pria tersebut.
" Saya membutuhkan uang untuk membeli obat istri saya sakit Non!"
Perlahan Egin mengangkat kakinya dan membiarkan pria itu duduk , Orland mengunci kedua tangan pria itu.
" Kami tidak mudah percaya dengan omonganmu. Tunjukkan dimana istrimu!"
Pria itu menunjuk arah ke pemukiman pinggir sungai di dekat sana.
Egin dan Orland bergegas mengikuti pria itu.
Mereka hanya berjalan kaki . Dan kebetulan jaraknya memang tidak begitu jauh.
Sesampai di sebuah rumah yang sangat kecil dan sempit. Pria itu masuk, dan benar di dalamnya ada seorang wanita yang sedang tidur dengan badan panas namun menggigil.
" Apa ini istri bapak?" tanya Egin
" Iya Non....ini istri saya sudah 4 hari badannya panas dan selalu menggigil."
Orland dan Egin saling menatap satu sama lain.
" Apa istri bapak ada keluhan lain selain panas dan menggigil?"
" Perutnya Non, kadang terasa mual dan muntah"
Istrinya hanya bisa mendengarkan saja. Sambil menatap Egin dan Orland dengan tatapan yang sayu dan bingung.
Egin mengajak Orland keluar sebentar.
Mereka menuju sebuah apotik di dekat rumah tadi. Egin membeli obat pereda panas dan juga antibiotik untuk sakit thypus. Dari keterangan pria tadi, ada kecenderungan wanita tadi mengalami sakit thypus.
Orland semakin kagum dengan gadis culunnya yang sangat pintar dan baik.
Selain obat-obatan, Egin juga membelikan bubur instan .
Selesai membeli itu semua mereka kembali ke rumah kecil tadi.
Pria itu masih tampak sedih melihat kondisi istrinya.
Egin menyerahkan semua belanjaannya pada pria tadi, bahkan Egin juga memberinya beberapa lembar uang ratusan ribu .
Egin membantu menyiapkan bubur instan untuk ibu yang sakit, setelah ibu itu makan bubur, Egin menyuruhnya meminum obat yang tadi dibelinya.
Selesai itu, Egin dan Orland pamit. Sebelum meninggalkan rumah itu. Bapak tadi menangis, mengucapkan beribu-ribu terima kasih pada Egin dan Orland.
" Non....Den.....terima kasih sudah membantu orang kecil seperti kami. Maafkan saya tadi sudah kurang ajar pada Non dan Aden"
" Pak....sesulit apapun masalah hidup kita. Bapak jangan mengambil jalan pintas yang tidak benar. Berjuanglah dengan bekerja yang halal, maka Tuhan yang Maha Kuasa tidak akan membiarkan bapak dan istri bapak . Pasti akan ada pertolongan" kata Egin menasihati pria itu.
" Terima kasih Non, akan saya ingat terus nasihat Non, maafkan saya "
" Sudahlah Pak, saya akan kembali lagi ke swalayan yang tadi, tolong ibu diurus dengan baik. Doa kami semoga ibu lekas sembuh ya Pak" kata Orland.
" Iya Den, terima kasih doanya. Saya akan urus istri saya Den, meskipun kami belum dikaruniai anak, tapi saya sangat menyayangi istri saya."
Egin dan Orland meninggalkan rumah kecil itu untuk kembali melanjutkan acara berbelanja.
" Sayang aku terharu pada bapak tadi, meskipun caranya salah. Tapi usahanya untuk mendapatkan uang dengan nekat seperti tadi demi menyembuhkan istrinya, bener-bener berani mati"
" Kak Orland kadang cinta butuh pengorbanan. Saat pasangan sakit dan tidak ada uang, orang bisa nekat. Tidak banyak pria seperti itu. Kebanyakan saat istri sakit boro-boro diobatin banyak suami yang kurang peduli dan tidak mau mengurusi."
" Papaku saja saat mama sehat, cantik, dan tidak suka foya-foya ditinggal. Apalagi mama sakit. Memang dia pria br*ngs*k!" kata Orland emosi.
" Eh ..maaf kak, jika kata-kataku mengingatkan kak Orland pada masalah kakak saat ini"
" Itu fakta sayang, papaku memang seperti itu. Sudahlah, aku hanya bisa berdoa mama tetap sehat dan kuat menghadapi hidup ini bersama aku tanpa papa"
" Aku percaya tante Naya bisa melalui semua kak. Dan Kak Orland pasti bisa menjalani ini semua sama tante Naya. Aku akan selalu ada untuk Kak Orland dan juga tante Naya"
" Thanks my sweety "
maaf ini tanya yah author 🙏🙏
aku team Orland - Egin. feel nya dapet banget.
mau munculin karisma Richard jg ga ngaruh. krn ngerasain "soul" itu susah lho.
jgn dibuat goyah thor. pasangan ini udh kuat banget "soul" nya