NovelToon NovelToon
Fall For You

Fall For You

Status: sedang berlangsung
Genre:Badboy / Playboy / Nikah Kontrak / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:120.7k
Nilai: 5
Nama Author: Arfendia

Akibat gagal menikah dengan lelaki pujaan hatinya Arga Wisnutama, membuat Jessica Anastasia pergi ke Paris untuk menyembuhkan luka hatinya. Pertemuan tak terduga dengan seorang foto model tampan namun menyebalkan membuat hidup Jessica kembali berwarna.

Apakah Rafael mampu menyembuhkan luka hati Jessica? Sanggupkah Jessica menerima kehadiran lelaki baru dalam kehidupannya?

Simak kisah Jessica disini!

Novel ini adalah sequel dari novel ketiga author yang berjudul Terjerat Cinta Nona Muda. Untuk pembaca baru, silahkan membaca novel ketiga author supaya lebih memahami jalan cerita dan karakter para pemainnya.

Happy Reading!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arfendia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gengsi

“Berarti udah clear ya masalahnya. Aku kembali ke dalam. Raf, cepat ke kantorku. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu”pinta Amanda

Amanda mengelus lengan Jessica kemudian kembali ke ruangannya. Leon yang tadi berdiri di samping Amanda segera mengulurkan tangannya membantu Jessica.

“Sini aku bantu Jess. Sepertinya kardus ini berat”pinta Leon sambil mengambil alih kardus dari tangan Jessica.

“Eh..ga usah. Aku masih kuat kok”pinta Jessica

“Udah ga papa..Kamu istirahat aja. Lagian aku mau ke lantai satu juga”ucap Leon.

Jessica tersenyum pada Leon yang sudah mau membantunya.

“Makasih Leon. Kamu memang yang terbaik”puji Jessica dengan senyum mengembang di bibirnya.

Dan saat menatap Rafael, Jessica menatap lelaki tampan itu dengan sinis.

“Yang satu baik kayak malaikat. Yang satu,heeehhhhh…Cuma bikin emosi aja”gerutu Jessica dalam hati

Jessica segera undur diri dan kembali ke dalam kantor. Sementara Leon yang baru saja menggantikan Jessica hendak membawa kardus berisi berkas tadi ke lantai satu. Tiba-tiba,

“Berikan padaku!”perintah Rafael sambil menahan tangan Leon

Leon menoleh pada bosnya. Keduanya saling bertatapan.

“Aku belum angkat beban pagi ini. Biar aku saja yang membawanya. Itung-itung aku latihan angkat beban pagi ini”kelit Rafael.

Leon hanya mengulas senyum lalu menyerahkan kardus itu pada Rafael.

“Tunggu aku di ruanganku!”perintah Rafael pada Leon dengan ekspresi datarnya.

Akhirnya, Rafael yang membawakan kardus ke lantai satu. Tanpa sepengetahuan Jessica, Rafael dengan rela membantu membawakan kardus berisi berkas yang sudah tidak digunakan ke lantai bawah.

Jessica yang merasa tertolong oleh bantuan Leon berniat membuatkan Leon minuman sebagai balasan atas pertolongannya barusan. Jessica membuatkan Leon kopi hangat yang menjadi andalannya. Semua orang di kantor Amanda mengakui jika Jessica sangat pandai membuat kopi hangat.

Begitu kopi hangat buatannya sudah jadi, Jessica tampak mengulas senyum di bibirnya. Jessica segera membawa keluar ruang pantry. Jessica membawa kopi hangat buatannya ke dalam ruangan Rafael. Diletakkannya di meja yang biasa dipakai Leon.

Begitu selesai meletakkan kopi hangat itu, Jessica hendak keluar ruangan. Tetapi sampai di ambang pintu, pintu dibuka dari luar. Bertepatan dengan Jessica yang hendak membuka pintu.

“Ya ampun..mengagetkan saja”keluh Jessica yang kaget melihat penampakan makhluk yang paling dibencinya sudah berdiri tepat di hadapannya.

“Apa yang kau lakukan disini?”tanya Rafael dengan ekspresi dinginnya sambil merapikan rambutnya ala model iklan shampo.

“Dia lagi”gumam Jessica dalam hati dengan jengah

“Aku hanya meletakkan kopi hangat untuk Leon. Itu saja”ucap Jessica sambil melangkah keluar ruangan Rafael.

Ketika hendak keluar ruangan, langkah kaki keduanya selalu bertemu. Ketika Jessica melangkah ke kanan, Rafael ke kiri. Jessica ke kiri, Rafael ke kanan. Sehingga langkah kaki keduanya selalu bertemu. Membuat keduanya juga jadi emosi. Hingga saling tuduh pun terjadi.

“Kenapa kau selalu mengikutiku?”keluh Jessica

“Enak aja. Kamu itu yang mengikutiku”jawab Rafael tak terima.

“Jelas-jelas kamu ngikutin aku malah ga mau ngaku”keluh Jessica lagi.

“Jangan asal tuduh ya?”gerutu Rafael

“Oke-oke! Kalo gitu aku ke kanan, kamu juga ke kanan. Okey?!”pinta Jessica

Akhirnya keduanya melangkah ke kanan bersama-sama sehingga Jessica bisa keluar dari ruangan Rafael.

Rafael sempat menatap kepergian gadis cantik yang selalu mengajaknya berdebat itu. Rafael tanpa sadar menarik sudut bibirnya melihat Jessica yang terlihat mengoceh sendiri sambil berjalan menjauh dari ruangannya.

“Gadis aneh”gumam Rafael dalam hati

Rafael pun akhirnya masuk ke dalam ruangannya. Rafael segera menghampiri meja Leon dan melihat kopi hangat buatan Jessica. Rafael memilih duduk di kursi Leon lalu mengambil gelas berisi kopi hangat itu. Dihirupnya aroma kopi hangat itu dalam-dalam.

Dengan hati-hati Rafael menegak kopi hangat buatan Jessica. Tanpa sadar Rafael tersenyum merasakan kopi hangat Jessica yang terkenal enak.

“Pintar juga gadis itu membuat kopi”puji Rafael dalam hati sambil meneguk kopi hangat di tangannya.

Leon masuk ke dalam ruangan dan melihat bosnya duduk di mejanya.

“Kenapa bos duduk disini?”tanya Leon sambil menghampiri Rafael.

“Gadis berisik itu membuatkanmu kopi”ucap Rafael dengan santainya.

“Oh ya..Jessica membuatkan aku kopi?”tanya Leon

“Siapa lagi gadis berisik di kantor ini?”sahut Rafael sambil meneguk kopi hangat itu dengan santainya.

“Tapi kenapa kau yang meminumnya bos? Kopi itu kan buat aku”keluh Leon sambil mengerucutkan bibirnya

Karena Rafael dengan santainya menghabiskan kopi hangat buatan Jessica tanpa merasa bersalah.

“Aku haus. Kau kan bisa buat sendiri”jawab Rafael dengan entengnya

“Bilang aja bos memang ingin minum kopi buatan Jessica”gerutu Leon

Rafael yang tidak terima dengan tuduhan Leon segera meletakkan kopi buatan Jessica di atas meja.

“Siapa bilang? Aku haus makanya aku minum saja kopi ini”jawab Rafael dengan cepat.

“Masih juga tak mau mengaku”gumam Leon dalam hati

Leon akhirnya memilih tak berdebat lagi dengan bosnya yang memang dia kenal sejak dulu memiliki tingkat gengsi yang sangat tinggi menjulang. Selain tingkat kenarsisan yang akut, Rafael juga memiliki gengsi yang sangat tinggi. Karena itu, Leon memilih diam saja. Membiarkan Rafael menghabiskan kopi hangat buatan Jessica.

1
merry yuliana
finally kak
ditunggu kary barunya
Susi Yanti
mana kelanjutannya thor
Susi Yanti
mana kelanjutannya thor ?
Susi Yanti
aaaah....knp berhenti thor ?
sesya dirara edeline
kesel bnget dngan karakter jessika di sini,org nya trllu baik,trllu mngerti,klu aku lbih baik di tinggalin aja tu si rafael biar tau rasa
Alya Yuni
Lki mcm ap msa dah pnya ank msih mau mnikah prmpuan lain jdi lki jngn membodohkn prmpuan ingat kau ada ank prmpuan suatu saat ankmu ju sma
ArFeA: terimakasih kk udah mampir dan kasih komentarnya🥰🥰🥰
total 1 replies
Siti Azmi
ah harus nya Rafael ga usah baca diary nya celine. buat apa ?
bikin kesel aja
Siti Azmi
kapan donk up lg ? tiap hari nungguin
Adila Ardani
matilah kau Celine
Adila Ardani
up nya tiap hari donk thor 😍
Adila Ardani
lanjut
Siti Azmi
up nya lama yaa
jd kadang lupa lagi cerita nya. harus buka bab sebelumnya
Adila Ardani: setuju
total 1 replies
septi 💎
kayaknya ulah celline
Siti Azmi
makasih udah double up 🤗
Diana Hayani
dr awal sih ceritanya lumayan, tp makin lama agak bertele tele ceritanya....up nya jg lama....jd bosan dan malas bacanya.
auto bye.....
ArFeA: maaf kk, sudah membuat kk kecewa. author juga pinginnya rajin update tapi sayangnya ga bisa..

terimakasih selama ini udah mampir membaca karya saya.
terimakasih kk🥰🥰
total 1 replies
Siti Azmi
lama ga update. boleh lah yaaa kalo skrng double up ?
putra ZK
double up thorrr
ditunggu lanjutannya
Adila Ardani
kasih kopi dulu biar author nya semangat up nya
Adila Ardani
lanjut Thor ❤️
Adila Ardani
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!