NovelToon NovelToon
ALOVA Tawanan Istimewa

ALOVA Tawanan Istimewa

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:194.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fie F.s

Kisah Alova Bratadikara yang menjadi Tawanan Istimewa.

***

Hidup seorang gadis bernama Alova Bratadikara kian rumit semenjak dirinya diangkat sebagai CEO di perusahaan ayahnya sendiri.

Satu persatu masalah muncul. Berawal dari percobaan pembuh*uhan terhadap ayahnya, hingga dirinya yang dijodohkan oleh ibu tirinya dengan putra dari keluarga kaya raya.

Belum selesai sampai disitu, Lova harus mempertahankan perusahaan yang hampir bangkrut, kondisi ayahnya yang kian memburuk hingga dirinya yang diculik dan ditawan di sebuah rumah besar.

Lova berusaha kabur karena menghawatirkan kondisi ayahnya yang berada di tangan ibu tirinya, tapi ia selalu gagal.

Lalu, bagaimanakah ia bisa melepaskan diri? Siapakah orang yang menculiknya dan siapa pula yang akan menyelamatkannya?

Ikuti kisahnya di ALOVA Tawanan Istimewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fie F.s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Curhatan Lova

Ken memasuki halaman sebuah rumah besar di salah satu kompleks perumahan mewah, tempat ia mengurung Lova.

Beberapa hari ini ia terpaksa kucing-kucingan dengan Mariska. Ia selalu memperhatikan GPS yang masih terpasang di mobil wanita itu. Kerap kali Ken mendapati mobil Mariska berada tak jauh dibelakang mobilnya. Itu artinya Ken tahu bahwa ia sedang dibuntuti.

Ken beberapa kali melihat mobil Mauren juga berada dekat dengan mobilnya. Hingga Ken berinisiatif menanyakan keberadaan Mariska dirumah pada beberap orang kepercayaannya di rumah Brata.

Jika Mariska tidak ada di tempat, maka ia harus waspada terhadap siapapun yang mengikutinya.

Malam ini, Ken pulang dari kantor lebih lama. Ia memastikan tidak ada yang mencurigakan hingga ia mampir ke rumah ini. Demi memastikan semuanya baik-baik saja.

Orang yang pertama kali Ken temui adalah Mommynya yang berkacak pinggang menyambut kedatangannya.

"Hai, Mom? Kapan pulang?" tanya Ken basa basi sambil merentangkan tangannya meminta di peluk.

Mommy Anna menghempaskan tangan Ken dan menatap tajam putranya itu. "Pulang?" tanyanya.

"Rumahku bukan disini. Jadi, bukan kata pulang yang tepat, Ken!"

Ken tertawa. Ia merangkul bahu wanita yang ia sayangi itu. "Duduk dulu Mom," Ken membawa Anna untuk duduk di sofa. "Sepertinya perjalanannya cukup melelahkan, ya Mom? Hingga tekanan darah mommy sepertinya naik."

"Aku akan menghubungi... Aduuhhh!" Belum siap ia meneruskan kalimatnya, Anna sudah menarik telinganya.

"Sakit, Mom!" keluhnya tapi tidak melawan sedikitpun.

"Apa salahku hingga mommy menarik telingaku begini?" tanya Ken.

"Salahmu?" Mommy Anna semakin menarik telinga yang sudah kemerahan itu. "Salahmu banyak, Ken!"

"Pertama, kamu mengurung Lova seperti burung!"

"Kedua, kamu memisahkan ayah dan anaknya!"

"Ketiga, Kamu tidak jujur padanya!"

"Keempat, kamu berhasil membuatnya menangis pagi ini!"

Ken terbelalak. "Lova menangis, Mom?" tanyanya heran.

"Pasti sejak pagi kamu belum mengecek cctv kan?"

Ken menggeleng. "Aku sibuk. Putra Hendrico itu banyak maunya. Sepertinya dia sengaja membuatku sibuk." jawab Ken masih menahan sakit.

"Jangan banyak alasan!" Bentak Anna.

"Iya... iya... semua salahku, Mom." Ken pasrah.

"Lepaskan dulu, Mom." Kesangaran dan kegarangannya seketika luntur kala ia berhadapan dengan Mommynya.

Wanita itu melepaskan tangannya. "Sekarang, masuk dan mengakulah!" perintahnya.

"Tapi, Mom..."

"Tapi apa lagi, Ken?"

"Jangan sekarang! Please!" mohon Ken. "Dua hari lagi setelah Hendrico mengeksekusi Mariska."

"Tidak ada hubungannya, Ken!" Marah wanita itu.

"Ada Mom! Ada."

"Jika aku mengaku, maka aku mau tidak mau harus menurut padanya. Mommy lupa jika dia atasanku?"

"Dia itu keras kepala, Mommy. Semua keputusan yang sudah ia ambil akan ia kerjakan!"

"Termasuk bermain sendiri dan merusak semua permainanku!" Ken membuat Mommynya bungkam.

"Tapi dia merindukan ayahnya, Ken!" Mommy Anna menatap sedih. Ken bisa melihat air matanya hampir menetes.

"Dia hanya punya Ayahnya, Ken! Selama ini ayahnya yang menjadi teman dan tempatnya berkeluh kesah. Jadi, Mommy mohon, mengertilah!" Ada nada memohon dari cara Mommy Anna berbicara.

Ken menghela nafas. "Aku akan masuk ke dalam. Aku akan segera mempertemukannya dengan Pak Brata." Ken akhirnya mengalah.

"Aku tidak janji, tapi akan ku usahakan."

Mommy Anna menatap punggung Ken yang masuk kedalam kamar Lova. Semoga ini bisa mengobati kesedihanmu, Sayang!

Flash Back On.

"Hei, Nona cantik." Mommy Anna melihat Lova yang duduk dilantai sambil menekuk lututnya di dada. Lova duduk di depan kaca besar di rumah itu. Ia habis menangis dan matanya sudah sembab tak karuan.

"Nona, anda kenapa?" Tanya Mommy Anna panik saat mendapati mata indah itu basah dan sedikit bengkak.

"Anda menangis?" tanyanya.

Lova menatap kaca besar itu dan mengangguk. "Kapan Bibi kembali?" tanya.

Yang Lova tahu dari Alvin, Bibi Anna sedang pulang kampung karena ada urusan keluarga.

"Saya, baru kembali sore tadi, Nona."

"Apa ada yang sakit? Atau si Alvin itu tidak memberi anda makan, Nona?"

Lova menggeleng pelan. "Bukan, Bibi."

"Lalu kenapa, Nona?" tanya Mommy Anna. "Sedikit bercerita sepertinya akan meringankan beban anda."

Lova diam cukup lama. Mommy Anna bahkan sudah ikut duduk di lantai bersamanya.

Lova menyeka air mata yang kembali menetes itu. Ia menatap wanita paruh baya di depannya.

"Aku memimpikan Bunda." air matanya kembali menetes tanpa diminta.

"Bunda?" ulang Mommy Anna.

Lova mengangguk. "Dia sudah meninggal, Bibi."

"Saya turut bersedih, Nona." Mommy Anna memeluknya, merangkul bahunya.

"Tiga belas tahun yang lalu."

"Saat itu usiaku baru dua belas tahun."

"Dia kecelakaan bersama kakak laki-lakiku."

Mommy Anna mengusap bahu yang bergetar hebat itu.

"Aku tidak bisa melihat jasad utuh mereka."

"Mobil yang mereka tumpangi masuk ke jurang dan habis terbakar. Dua jasad yang tidak lagi dikenali itu membuatku sempat meragukan Tuhan."

Mommy Anna ikut menangis. Ia mengusap bahu itu untuk menguatkan.

"Aku benci, bahkan untuk terakhir kalinya aku tidak bisa lagi melihat wajah bunda dan kakakku."

"Aku marah pada Tuhan, terlebih saat dua tahun berikutnya, Ayah malah menikah lagi."

"Mengapa Tuhan menciptakan manusia serakah sepertinya. Aku juga marah pada ayah."

"Tapi, perlahan aku mengerti. Menikah lagi bukanlah keinginan ayah."

"Dia dijebak. Aku benci pada wanita itu, tapi aku tidak tahu mengapa ayah masih bertahan dengannya meskipun mereka tidak harmonis."

"Dan hari ini, aku merasa sangat merindukan ayah. Aku takut, jika dia tiada aku tidak bisa melihat jasadnya. Mungkin juga aku tidak bisa melihat makamnya."

"Karena entah sampai kapan Bos kalian yang katanya baik itu mengurungku terus disini."

"Sebenarnya, tujuannya menawanku di kamar ini, untuk apa, Bibi?" Lova terisak.

"Dia ingin apa dariku?"

"Dia ingin apa dari ayahku?"

Mommy Anna memeluknya. "Dia baik, saya mohon, percayalah Nona."

"Jika dia baik, aku ingin menemuinya."

"Hiks... hiks... hiks.."

"Aku akan berlutut di kakinya, mencium ujung sepatunya bila perlu. Aku hanya ingin bertemu ayahku."

"Entah dia baik-baik saja tau tidak. Entah dia sehat atau sakit? Entah dia bebas atau ditawan sepertiku, aku tidak tahu, Bibi..."

"Hanya dia yang ku punya, Bi..."

"Jika pria itu datang, ku mohon.... Katakan padanya kau hanya ingin bertemu ayahku."

Mommy Anna mengusap rambutnya. Pelukan itu semakin erat dan Mommy Anna tidak kuat melihat tangisan menyayat yang Lova suguhkan dihadapannya.

*Maafkan Ken, sayang! Dia memanfaatkanmu untuk kepentingannya. Tapi, satu sisi ia juga sedang menyelamatkanmu.

Dunia luar masih belum aman untukmu. Ada Mariska dan kaki-tangannya. Ada keluarga Hendrico dengan segala kekuasannya*.

Lova menarik diri dari pelukan itu dan menghapus air matanya. Ia sadar tengah menangis dalam pelukan wanita yang baru ia kenal beberapa hari ini.

"Bibi..."

"Ya..."

"Ku mohon, bantu aku keluar dari sini." Lova bersujud di kaki Mommy Anna.

"Aku janji akan memberikan apa yang bibi minta..."

Mommy Anna menegakkan tubuh Lova. "Bangunlah, Nona!" pintanya.

"Aku tidak bisa melakukannya, maaf!" ucap Mommy Anna penuh sesal.

Falsh Back Off

1
secret 🌪️
novelnya seruu konflik nya ga muter"the best 😊
Fie F.s (Mama Adara) 💕: Terima kasih akak 😚😚
total 1 replies
bunda Thalita
misterius si Ken ini...
antara Ken atau aland ya hmmm
bunda Thalita
cerita nya baguussss
Fie F.s (Mama Adara) 💕: Terima kasih banyak ya kak..
total 1 replies
bunda Thalita
semua karya2 othor bagus2 hanya like dan komen nya sepi, semangat terus ya thooorrrrr
Fie F.s (Mama Adara) 💕: terima kasih banyak ya kak, sudah berkenan mampir 😊😊
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
keran
indah-yt27🍒
aku suka gaya Aland..keliatan slengean tp perhatian 🥰🥰
Imelda Theresia
Tom and jerry.... ups salah... Thomas and alvin
Fie F.s (Mama Adara) 💕: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 1 replies
Alfi Rizqia
lanjut season 2 thor
Fie F.s (Mama Adara) 💕: Akan kak. tp belum tahu kapan...
total 1 replies
Nuranita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nuranita
such a wonderful relationship the real brothers.....keep it guys.....💗💗💗💗💗💗💗
Nuranita
alvin the smarter little brother😅😅😅😅😅😅😘😘😘😘😘😘
Fie F.s (Mama Adara) 💕: 😂😂 yesss...
dia pinter ngakalin 😂
total 1 replies
Nuranita
ada y org baik kek lova.....ada kok....nenekq juga baiiiiik bnget orgx....bahkan org yg menghancurkn keluargaq pun d maafkn dan d beri tmpt tinggal.....dulu aq marah bnget karena attitudex nenekq yg ga masuk akal bnget menurutq wktu itu.....setelah aq dewasa ber rumahtangga dan mempunyai anak aq baru menyadari bahwa yg dilakukan nenekq adalah ajaran nabi Muhammad saw....memaafkn org yg menyakiti dan tidak dendam...membuat hati qta tenang dan pikiran qta juga sehat......smoga aq juga bisa jdi org baik kyak nenekq y....but it's so hard....😭😭😭😭😭😭😭
Fie F.s (Mama Adara) 💕: 😭😭😭
terharu 😢😢😢😢
total 1 replies
Nuranita
keren.....the conversationx okey....sampe yg baca ikut ketawa....sebel dan terbawa arus gtu....kek real lo....
Fie F.s (Mama Adara) 💕: makasih akak 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Nuranita
ini kn udah zaman now....gpp kali kalo cwek ngomong duluan kalo suka sama cowok.....🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Fie F.s (Mama Adara) 💕: 😍😍😍😍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Nuranita
so sweet bnget y si aland ini....😁😁😁😁😁😁😁
Nuranita
so entertaint me......funny.....and happy.....but feel panic with mouza....I hope she's fine
Nuranita
dah keren kok asli bikin ga berhenti baca pdhal mata dah 5 wttt
Fie F.s (Mama Adara) 💕: Makasih kak 😍😍😍
Bocan dulu, esok di sambung lagi 😅
total 1 replies
Nuranita
aduh sumpah tegang bnget....sapa sih yg nyulik alvin😭😭😭😭😭😭😭
Fie F.s (Mama Adara) 💕: Siapa lagi kalau bukan Aland 😂
total 1 replies
Nuranita
aq mah sabar deh ken....
Nuranita
love the way alvin act👌🏽👌🏽👌🏽👌🏽👌🏽👌🏽👌🏽👌🏽👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!