NovelToon NovelToon
All About El (Kesucian Yang Ternoda)

All About El (Kesucian Yang Ternoda)

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.6
Nama Author: Arrafa Aris

Kisah kehidupan bebas, dunia malam lalu di bumbui dengan persaingan cinta dan dunia bisnis.

Karena kesalahan sepele, akhirnya El harus mendekam di penjara selama 2 tahun dengan tuduhan yang tidak beralasan, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah bebas dari penjara, El harus menerima kenyataan pahit karena kesuciannya di renggut paksa oleh Kai, pria yang telah menjebloskannya ke dalam penjara.

Sejak kejadian malam kelam itu, Kai merasa sangat bersalah dan ingin meminta maaf serta akan bertanggungjawab. Namun, sayangnya El memilih pindah ke kota lain serta menjalani kehidupnnya di tempat yang baru itu.

Ikuti lanjutan kisahnya ya ... ☺️😘🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrafa Aris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Pertemuan singkat namun berkesan ...

Lagi-lagi Clara dibuat kesal karena ponsel Tara selalu di luar jangkauan.

"What the hell! Sayang, ada apa denganmu?" Omel clara, karena ia merasa Tara semakin berubah.

"Dulu dia tidak pernah seperti ini. Bahkan dia yang selalu menghubungiku terlebih dulu, tapi sekarang malah sebaliknya," kesal Clara lalu membaringkan dirinya di ranjang empuknya.

"Sayang ... ada apa nak?Kenapa kamu kelihatan kesal?" tanya mamanya Clara sambil mengelus rambut putri semata wayangnya.

Clara hanya menggelengkan kepalanya, namun terlihat sedih.

"Aku kesal saja Ma, dari tadi aku menghubungi Tara, tapi ponselnya nggak aktif," jawab Clara sambil mengusap setetes air matanya yang jatuh.

"Mungkin dia sibuk sayang, harusnya kamu mengerti dirinya. Udah, nggak usah kesal begitu. Jika pekerjaannya sudah beres, dia pasti menelfon balik," pungkas mamanya Clara menenangkan putrinya.

.

.

.

Malam harinya di lapas wanita ...

El tampak melamun dan sesekali menyesap rokoknya. Ia seakan tidak perduli dengan teman yang sekamar dengannya.

Setelah menghabiskan sebatang rokok. El memeluk kakinya dan meletakkan dagunya di atas lututnya.

''Saat aku akan meraih gelarku di depan mata dan bisa membantu banyak orang. Saat itu pula aku harus ikhlas mengubur impianku. Sekarang, saat aku akan menghirup udara bebas, dan bisa merawat orang yang sudah aku anggap seperti ibuku sendiri, ia malah pergi meninggalkanku. Lagi-lagi aku harus mengikhlaskannya. Lalu, harus ke mana lagi aku akan menyandarkan kepala ini jika aku butuh sandaran hanya untuk merasakan belaian dari seorang ibu. Oh God ... betapa mirisnya hidupku ini.''

El hanya bisa membatin. Sejak pulang dari pemakaman, ia sudah tidak peduli dengan dirinya yang terlihat berantakan dan kacau.

El bahkan tidak mau mandi dan makan. Yang ia lakukan hanya terus-terusan menyesap rokoknya dan sesekali mengusap air matanya yang terus mengalir. Tatapan matanya kosong, senyum yang biasa terbit di bibir tipisnya seolah tenggelam.

Karena sudah lelah dalam keadaaan duduk, El akhirnya tidur dengan posisi meringkuk. Ia berharap semua kejadian buruk yang menimpa dirinya, hanyalah mimpi belaka. Tapi pada kenyataannya itu bukanlah mimpi melainkan kenyataan yang sebenarnya.

.

.

.

"What the hell!! Sudah kesekian kalinya saham ku anjlok di Perusahaan B.A.M!! Apa mereka ingin mempermainkan ku?!! Sepertinya CEO nya cukup cerdas. Bahkan sudah berkali-kali aku ingin membuat perusahaan itu kolaps tapi tetap saja nggak bisa?" geram Kai dan terlihat frustasi.

Kai terus saja mondar mandir seperti setrikaan. Ia masih saja betah di ruang kerjanya. Karena belum mendapat solusi akhirnya ia kembali mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya.

Saat duduk di kursi kebesarannya, ia mengerutkan alisnya tampak berpikir dan mengingat kejadian di pagi hari.

"Daniel, Tara dan El, ada hubungan apa mereka bertiga? Kenapa mereka terlihat begitu dekat?Lalu yang meninggal tadi apanya El?" Kai bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

"Jika dilihat-lihat, El sangat terpukul saat memeluk jenazah itu. Apa itu ibunya, ya? Tunggu .... tunggu tadi dia juga sempat pindah ke makam yang lain. Ini benar-benar membingungkan."

"Tidak ... tidak ... jika itu ibunya, sepertinya tidak mungkin, karena rumahnya bersebelahan dengan orang yang meninggal tadi. Aku yakin, orang tuanya masih hidup."

Kai hanya bisa menebak-nebak.

"Huh! Ngapain juga aku pikirkan. Sebaiknya aku mencari hiburan aja." Kai beranjak dari tempat duduknya dan meraih jasnya. Setelah itu, ia meninggalkan ruangannya.

Tujuan selanjutnya adalah ke club' malam seperti biasanya. Ia berharap jika Tara juga berada di sana.

Sesampainya di Bronze Bar, Kai tidak melihat keberadaan Tara.

"Nic, seperti biasa," pinta Kai sambil mengangkat tangannya.

Nico hanya mengangkat kedua jempolnya.

Dengan cekatan Nico meletakkan gelas dan menuangkan tequilla pesanan Kai.

"Nic, apa kamu melihat Tara?" tanyanya.

Nico hanya menggelengkan kepalanya.

"Mungkin sebentar lagi dia datang," jawab Nico singkat lalu melanjutkan pekerjaannya.

Bukan tanpa alasan, Nico juga tidak menyukai Kai. Karena pria itu El sampai harus mendekam di penjara.

Sukurnya dia member di sini. Kalau bukan member, ogah banget aku layani dia.

"Nic, kamu kenapa bengong?"

"Tidak apa-apa, Kai," jawab Nico.

"Tara ke mana ya? Tumben dia nggak ke sini. Biasanya yang duluan nongol di sini itu dia. Tapi sudah jam segini, batang hidungnya belum muncul juga? Apa dia ke B.A pub, ya?" Kai bertanya pada dirinya sendiri.

Kai terus larut dalam pikirannya sendiri. Tiba-tiba ia merasa ada yang memeluknya dari belakang.

"Apa kamu ingin ditemani malam ini," bisik seorang wanita dengan nada sensual di telinga Kai.

Kai mengerutkan alisnya karena ia sangat mengenal suara itu.

"Siska," lirihnya.

"Ada apa? Kenapa kaget begitu? Apa kamu tidak merindukan belaian ku, hmm," tanya Siska dan terus menggoda Kai.

Kai hanya tersenyum penuh arti menatap Siska.

.

.

.

Meninggalkan Kai dan Siska di Bronze Bar. Tara malah berada di B.A Pub, seperti perkiraan Kai.

"Tara ... tumben?" Sapa Daniel yang baru saja datang.

"Emang nggak boleh ownernya ke sini?" tanya Tara sambil terkekeh.

"Oh ya Dan ... gimana keadaan El? Sebelum kamu tinggalkan dia tadi siang, apa dia baik-baik saja?" tanyanya lagi.

"El, lebih banyak diam. Saat aku ingin menemaninya, dia menolak dan menyuruhku pulang. Katanya dia ingin sendiri," jawab Daniel.

Tara hanya menganggukkan kepalanya lalu meneguk minumannya.

"Tara ... honestly, aku ikut sedih melihat El seperti itu. Aku melihat betapa rapuhnya dia. Aku ikut merasakan sesak saat mendengar tangisannya yang sangat memilukan."

"Kamu benar, Dan. Yang paling menyesakkan karena dia hanya sendiri," lirih Tara.

Drrtt ... drttt ... drttt ...

Ponsel Tara bergetar. Ia menoleh ke arah ponselnya.

"Clara," lirihnya.

Dengan malas, ia menjawab panggilan dari kekasihnya itu.

"Ya sayang."

"Kenapa ponselnya baru aktif sekarang? Kamu ngeselin banget tahu."

"Sayang, maaf, tadi siang aku sibuk banget. Makanya ponsel aku matiin. Kamu jangan marah gitu dong, nanti cantiknya hilang."

"Sayang, apa kamu di Bronze? Aku ke sana ya."

"Nggak sayang. Aku lagi di B.A Pub. Kemari lah jika kamu ingin ke sini. Aku menunggu."

"Ok sayang.Tunggu aku ya."

Tut..tut..tut..

Clara pun memutuskan sambungan telfon.

Tara hanya menghela nafasnya. Ingin menolak pun, tapi tidak bisa.

"Kenapa wajahmu langsung tertekuk begitu?" tanya Daniel lalu terkekeh.

"Cih!" Decih Tara lalu memutar bola matanya malas.

Tara kembali meneguk minumannya dan menyalakan korek lalu membakar rokoknya.

Aku harus bagaimana sekarang? Aku benar-benar bingung dengan perasaan ku sekarang.

Tara terus saja menyesap rokoknya dan meneguk minumannya. Saat ia menatap bartender yang sedang menuang minuman, ia kembali teringat El.

Ia teringat saat El dengan ramah menyapanya dan mengajaknya ngobrol. Ia kembali teringat saat ia mengajak El berfoto. Tanpa rasa malu dan canggung El merangkul dan memeluknya dan sesekali bercanda.

Lagi-lagi Tara terus tersenyum mengenang kebersamaannya dengan gadis itu. Pertemuan singkat namun berkesan di hatinya.

Aku merindukanmu El.

Tara memejamkan matanya sehingga seseorang memeluk dan meletakkan dagunya di pundaknya.

"El," bisiknya.

...----------------...

1
Nek ipal Ipal
Kecewa
Nek ipal Ipal
Buruk
Devi Azhara
aku kecewa sama cerita in masa Tara LBH sayang El GK berjodoh sedangkan KAI sdh pjarakn El masa jodoh
Elouise
dimana jiwa psikopatmu El... bodoh
November
retaknya
altanum
setiap episodenya panjang².alur ceritanya jg susah ditebak.makasih thor.
semangat berkarya thor
🪻Jihan🪻
Good
Mam Jes
laki2 bangst si key mati aja lu.
Erniyusnita Erniyusnita
jangan2 El adiknya tTara
nobita
aku kok gak rela ya thor kalau Kay sama El... bayangkan 2 th El di penjara gara2 permintaan Kay yg konyol itu.. saat sedih terpuruk El... ada Tara yg selalu ada buat dia .. semudah itu El memaafkan sikap Kay yg keterlaluan...
nobita
yaa Tara memikirkan El tentunya... bimbang... diantara 2 pilihan..
nobita
menurut ku Kay.. pria yg arogan... sedangkan El jodohin aja sama Tara thor...
nobita
El itu wanita mahal Kay... bukan kayak dirimu seorang player... celup sana sini... wkwkwk kayak teh
eS tEH maNiS😎
mampir thor.. semangat berkarya...
guntur 1609
lha tara kok berubah menjadi sosok kai yg lama
guntur 1609
kasihan tara. mnhkn berjalanya waktum fian akan menggobati lukamu tara
kereeen thoor 👍👍
Yani thea
kasian juga Tara Thor.....d tinggal pas LG sayang2 y.....bisa gila Thor......seiring dengan waktu sie pasti lupa.....
Selvi Yanti
jangan bilang kai akan meninggal tour 😭😭
Biduri Aura
Kai memang astard sdh nampak dr pd Tara pria baik hati tiba-tiba jahat,, hnya krn rebutan perempuan 😔😔😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!