"maukah kamu melengkapi pazel kosong yang tuhan ciptakan dalam hidupku?berkenankah kamu mengikuti keyakinanku dan berpaling dari tuhanmu?(Muhamad Hasbi Maulana)
"Tolong ajarkan aku tentang agamamu,ijinkan aku mengikuti keyakinanmu,jadikan aku pendamping yang halal sesuai dengan ajaran agamamu"(Aluna Saraswati Dewi)
Kekecewaan hasbi atas pernikahan Rania,wanita yang ingin dilamarnya membawanya pada seorang Aluna Saraswati Dewi,seorang sekertaris yang mandiri dan juga pekerja keras,ketegaran nya menjalani hidup sebatang kara mampu membuat hati hasbi bergetar.
Bagaimanakah perjuangan Hasbi memperjuangkan cinta Aluna yang terhalang oleh sebuah keyakinan yang berbeda.
Lalu apa yang akan Aluna lakukan saat hatinya telah terpaut pada Hasbi yang berbeda keyakinan dengannya,akankah Aluna melepas Hasbi atau melepas keyakinan nya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejelasan
"sebenarnya ada apa bang?jujur aluna bingung dengan semua yang abah dan abang bahas tadi?"tanya aluna kala sedang duduk berdua dihalaman belakang dengan hasbi usai acara lamaran aisah selesai
"maaf kalau semua ini mendadak untuk kamu lun"
"iya tapi apa boleh aluna tau alasan nya dan tolong jelaskan bang,jangan sampai semua ini membuat aku salah mengartikan nya"
hasbi menghela nafas kasar dan membenahi posisi duduk nya menjadi sedikit miring agar bisa berhadapan dengan aluna
"aluna boleh tanya sesuatu?"
"boleh,apa?apa yang ingin abang tanyakan?"
"bagaimana pendapatmu jika abang benar benar serius ingin mengkhitbah mu"
aluna terpaku,mematung ditempatnya dan tak lupa pandangan nya lurus ke arah hasbi yang kini juga tengah menatap nya penuh dengan keyakinan
"maksud abang?abang bercanda kan bang?"
"abang serius lun,entah sejak kapan tapi yang pasti dihati,dipikiran bahkan kini nama yang ada dalam setiap doaku adalah namamu lun"
"tapi abang tahukan kita tidak mungkin,kita berbeda bang dan abah sama ummi pasti tidak akan mengijinkan"rasa sesak tiba tiba saja menyelimuti hati aluna
jujur sejak pertama kali bertemu pun aluna telah menaruh hati pada atasan dan kini menjadi kakak angkat nya itu
namun aluna sadar betul kalau mereka akan sulit bersama karena terhalang sebuah keyakinan yang berbeda.
"aku tahu,tapi lebih baik kita bicarakan dulu ini dengan abah dan ummi,kita belum tahukan apakah abah dan ummi itu keberatan atau nggak"
"tapi sebelum kita bicara sama ummi dan abah abang ingin tahu dulu bagai mana perasaan kamu padaku lun,bukan perasaan kamu terhadap seorang abang tapi perasaan kamu pada muhamad hasbi maulana?"
aluna menundukan kepala nya san menautkan tangan nya menjadi satu lalu saling meremas antara tangan satu dan tangan yang lain nya
"apa kamu sama sekali tidak punya perasaan terhadapku?"tanya hasbi pada aluna yang kini menundukan kepala nya
"seandainya kita tidak berbeda,sudah sejak lama aku ungkapkan rasa ini bang"lirih aluna
seketika wajah tegang hasbi pun mulai memudar saat mendengar jawaban dari aluna
"kita jalani saja dulu,semoga kelak kita diberi jalan agar bisa berjalan dijalan yang sama"ucap hasbi dan di angguki oleh aluna
"kamu tidak keberatan kan jika kita jalani dulu seperti ini?"aluna kembali tak mengeluarkan suara namun bahasa tubuhnya dapat di artikan dengan kata setuju
hasbi tersenyum manis saat netranya mendapati wajah cantik yang kini tertunduk itu mulai memunculkan rona merahnya
cantik dan juga bikin gemes,namun tak lama hasbi pun memalingkan tatapan nya ke arah lain seraya mengucap istighfar dalam hati sebanyak banyaknya.
.
.
Usai acara lamaran berjalan dengan lancar dua keluarga pun sepakat bahwa pernikahan akan diselenggarakan satu minggu kemudian
dan itu membuat keluarga hasbi sedikit kerepotan menyiapkan semua kebutuhan untuk pernikahan aisah sang adik,
karena itulah hasbi terpaksa kembali kekota sendirian karena aluna akan ikut membantu persiapan tersebut
dan benar saja,semenjak kembali kekota hasbi jarang sekali mendapat kabar dari nya
walaupun itu adalah obat buat hasbi kala tak bisa menatap wajah cantik sang pujaan hati
manum apa daya saat sang pujaan hati lebih memilih mengabaikan nya dan lebih fokus dengan tugas nya menjadi salah satu panitia pernikahan sang adik
hasbi melemparkan tubuh lelah nya ke atas kasur dikamarnya,hasbi mantap lekat langit langit dikamar nya,pikiran nya benar benar melayang pada seseorang yang sedari kemarin mangabaikan pesan dari nya.
.
tok tok tok...
terdengar suara ketukan pintu dikamat hasbi yang mampu membuyarkan lamunan nya,dengan malas hasbi pun bangkit dan berjalan menuju pintu kamar
"ada apa ran?"tanya hasbi saat membuka pintu terlihat randi berdiri didepan pintu kamarnya
"makan malam sudah siap bang,abang mau makan sekarang?"tanya randi pada hasbi
"boleh,tapi sebentar ya saya mandi dulu"
"iya siap bang,kalau begitu saya tunggu dibawah ya bang"randi pun kembali keruangan makan dan menunggu hasbi disana dengan memainkan benda pipih kesayangan sejuta umat itu.