NovelToon NovelToon
Cea Milik Keluarga Weysa

Cea Milik Keluarga Weysa

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Misteri / Mafia / Bullying dan Balas Dendam / Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / CEO / Percintaan Konglomerat
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tatafisa

Bagaimana bisa seorang laki-laki dewasa menyukai gadis remaja? Apakah itu bisa di sebut sebagai cinta?

Hanzel seorang pria yang umurnya sudah matang jatuh cinta kepada gadis remaja yang bernama Glancea, gadis yatim piatu yang hidup sendiri.

Hanzel yang notabenya seorang yang berkecimpung di dunia bawah bertemu dengan Cea, gadis remaja yang hidupnya penuh misteri.

Apa kah mereka bisa bersama? Dan apa tanggapan Cea terhadap cinta dari pria yang jauh lebih dewasa darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatafisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Telat Lagi

Pagi-pagi sekali sebelum berangkat ke sekolah, Cea memasak nasi goreng yang di campur telur orak arik kesukaannya. Ia menambahkan banyak cabai rawit di dalam masakannya dan menaruh daun selada serta irisan tomat yang masih fresh, hasil dari kebunnya.

"Umm wangi banget. "

Aroma yang harum tercium satu rumah, masakan Cea kali ini sangat menggugah selera bahkan Cea sendiri yang masak.

"Duhh telat lagi. " panik Cea saat melihat jam dinding.

Karena keasikan masak membuat Cea santai, sangat santai sampai jam tujuh pagi Cea belum mandi bahkan menyetrika baju juga belum.

"Fiksss ini bakalan telat. " ucap Cea, ia berlari kesana kemari hingga membuatnya lupa apa yang akan dia kerjakan.

Kepanikannya terus berlanjut sampai jatuh bangun terpeleset di lantai akibat kaos kaki yang licin.

Cea mengunci pintu dan segera berlari menuju ke jalan besar untuk mencari angkutan umum, biasanya dia akan berjalan tapi karena telat tidak mungkin Cea berjalan.

"Pak agak cepet dong jalannya. " ucap Cea yang merasa angkutan umum yang di tumpanginya berjalan seperti siput.

"Aduh neng ini udah paling cepet, dimana-mana kita itu harus mengutamakan keselamatan. "

"Iya pak iya saya tau, tapi ini saya udah telat banget. " gerutu Cea, ia sebenarnya kesal dengan dirinya sendiri.

"Sabar atuh neng. "

Cea duduk dengan gelisah bergerak tidak nyaman, ia panik setengah mati. Semoga saja kali ini ia tidak mendapat teguran seperti sebelum-sebelumnya.

"Habis lah kamu Cea. " ucapnya.

Saat angkutan umum itu berhenti di depan gerbang sekolahnya Cea langsung cepat-cepat turun dan melihat gerbang sekolahnya sudah di tutup.

"Pak bukain dong pak, saya telat 1 menit doang pak. " ucap Cae melihat jam tangannya.

"Ga bisa non. "

"Pak ayo lah, cuman telat sebentar. " teriak Cea ketika melihat satpam penjaga gerbang malah tidak menghiraukannya.

Cea meluruhkan bahunya dengan lesu, ia merasa tidak mempunyai harapan lagi. Namun, ia segera mengingat bahwa pagar belakang sekolah yang waktu itu ia lompati tidak terlalu tinggi dan bisa ia lompati.

Cea berlari ke belakang sekolah, tapi lagi-lagi harapannya untuk melompat dari pagar hilang begitu saja karena pagar yang waktu itu ia lompati sekarang sudah terdapat pecahan kacanya.

"Bisa luka jika aku melewati itu. " gumam Cea.

"Sudah lah terpaksa hari ini bolos. "

Cea memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat hiburan yang seperti taman namun, banyak orang menggunakannya untuk berlibur bersama keluarga.

Disana rumput berwarna hijau seerti lapangan golf sangat terawat, Cea mendudukan dirinya di bawah pohon sambil memakan nasi goreng buatannya.

"Umm enak banget. " ucap Cea ketika memasukkan satu sendok kedalam mulutnya.

Ramainya pengunjung membuat Cea sedikit terhibur, apalagi saat melihat banyak anak-anak berlarian kesana kesini bersama keluarganya.

Tatapan Cea menjadi sendu, ia teringat orang tuanya. Cea rindu papa dan mamanya, sangat rindu.

"Andai aku masih mempunyai orang tua, pasti sangat menyenangkan. "

Cea merasa sepi, tidak mempunyai siapapun. Orang tua, kekasih, sahabat, teman, semunya ia tidak punya. Ia hanya mempunyai dirinya sendiri, ia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri.

Walaupun begitu Cea bangga dengan dirinya sendiri, ia bisa melewati beberapa tahun setelah kematian kedua orang tuanya dengan hati yang lapang dan tidak terpuruk terlalu lama.

Cea adalah wanita yang hebat, ia kuat. Di umur seharusnya dimana dia masih membutuhkan kasih sayang orang tua, tapi Cea sudah bisa melalui itu semua sendiri.

Seorang anak remaja yang kebanyakan mempunyai masalah kesehatan secara psikologi, namun Cea menutupi itu semua tidak ada seorang pun yang tau bagaimana kehidupan Cea sesungguhnya.

"Wahh lihat siapa ini. " ucap Abila yang sedang bersama Zaki.

"Bila. " ucap Cea dengan pelan, ia segera berdiri dan menatap keduanya.

"Uuhhh kasian banget, sendiri ya. " ejek Abila dengan wajah menyebalkan.

"Sayang lihat deh, cewe yang kebawa perasaan sama kamu ini. " ucap Abila dengan manja kepada pemuda di sampingnya.

"Ekhmm, lo sendiri? "

Suara itu, suara yang beberapa minggu lalu selalu menemaninya. Suara yang begitu menghangatkan untuknya, suara yang menemaninya. Suara yang penuh kepalsuan dan tipu daya, bodoh sekali Cea terperangkap dengan itu semua.

"Iya. " ucap Cea dengan suara tercekat.

Demi apapun Cea sedang menahan tangisnya, ia sangat rapuh.

"Kasian banget deh, ayo sayang kita pergi dari sini. " ucap Abila, ia kesal tatapan mata Zaki yang menatap dalam ke arah perempuan yang sudah ia benci itu.

Ketika kedua orang itu pergi Cea memutuskan untuk pulang saja, moodnya sudah hancur. Padahal di rumah juga ia tidak mempunyai kegiatan apapun.

"Beli es krim dulu kali ya. " gumam Cea saat melihat kedai es krim di pinggir jalan.

"Haii kak mau beli es krim? "

"Iya, berapa kak? " tanya Cea.

"20 ribu aja kak. "

"Mau yang Vanila di mix Coklat ya. " ucap Cea dengan senyum manisnya.

"Iya kak, di tunggu pesanannya. "

Cea duduk di kursi yang sudah di sediakan, ia ingin mengambil uang di kantongnya namun saat di cek uangnya tidak ada. Dengan panik ia berusaha mencari kedalam tas, berharap ada uang yang terselip.

"Aduh gimana. " gumam Cea dengan takut.

"Kak ini pesanannya. "

"Owh ehh iya. " ucap Cea dengan gugup.

Cea berdiri di depan penjual itu cukup lama sampai pelanggan yang lain menegurnya.

"Heh lama banget sih cepet. "

"Itu, uang Cea hilang. Apa boleh Cea bayar besok. " ucap Cea dengan perasaan khawatir.

"Duhh kak kalo ga punya uang jaangan sok-sok an beli makanya. Saya dong yang rugi kalo kaya gini. "

"Maaf banget tapi uangnya hilang. " ucap Cea berusaha membela diri.

"Ah udah lah kak, kakaknya minggir aja kasian itu yang antri dari tadi. "

Penjual itu mengusir Cea, bahkan omongan orang di situ samar terdengar di telinganya.

"Anak zaman sekarang gitu nih. "

"Mau gratisan kali. "

"Ga ada uang aja sok-sok an. "

Cea yang mendengar segera pergi menjauh dari sana, ia tidak menyalahkan mereka. Ia merasa dirinya yang bodoh.

"Kenapa tadi ga cek dulu, ada uang atau ga. "

Cea sedih, tentu saja. Apalagi yang berbicara ibu-ibu dan dia tidak mengenal mereka sama sekali, Cea sangat lah malu.

Bahkan ingin makan es krim aja seperti sangat susah untuk Cea.

"Huh, gapapa kapan-kapan lagi belinya. " ucap Cea kepada dirinya sendiri.

Ia segera menuju rumahnya, membersihkan badannya dan memutuskan untuk tidur saja. Untuk Cea tidur bisa meredakan kesedihannya, daripada Cea seperti orang yang depresi.

Biarlah untuk saat Ini ia diam, Cea pasti akan membalas mereka semua, namun dia harus berhati-hati. Cea tidak punya kuasa, tapi Cea punya otak yang bisa di gunakan.

1
Neneng Dwi Nurhayati
mafia bodoh, pemimpin perusahaan dan mafia kok lemah & gak tegas/plin-plan,
kasian cea, pergi jauh cea,biar tau hazel gmna
Neneng Dwi Nurhayati
bener2 laki laki, gak ada hati dan pendirian
cuma mau enaknya aja, ngapain kalo takut kehilangannya ailura nikahin cea coba,
kak buat cea tau dan pergi dari keluarga hazel kak
Mommy Su
jadi cea yang kedua ya thorr, kasian sekalii
Mommy Su
siapa LG ini thor?
Mommy Su
hanzel terlalu tua wkwk
Mommy Su
bener bgt, perempuan suka pujian/Joyful/
Neneng Dwi Nurhayati
kak cepat biar cea tau kalau hazel punya istri sebelum nikahin cea
kasian cea
Neneng Dwi Nurhayati: sebelum nikah sama cea,udah nikah duluan hazel kak.
maksudnya cepet biar cea tau hazel udah nikah duluan sebelum nikahin cea kak,kasian cea
total 2 replies
I am Ready
loh? Jd Hanzel udh nikah?
Neneng Dwi Nurhayati
doubel up kak
Neneng Dwi Nurhayati
gmna hanzel, nikah sama 2 perempuan sekaligus,
kasian cea kalo tau lagi hamil
I am Ready
lanjut kk/Drool/
Kia Shoji
Lanjut kaa
I am Ready
Daddy Dami ngapain/Sob/
Kia Shoji
Lanjut kaa ❤️
Peri Kecil
thor ak bacanya ember hhh (tempat penampung air)
Mommy Su
wahh wahh?
I am Ready
baper thor/Frown/
I am Ready
doa baik2 ini mah
I am Ready
d gantunggg
I am Ready
thor ak kira papa damian suka sm cea/Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!