NovelToon NovelToon
Destiny Seeker

Destiny Seeker

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Anak Genius / Pendekar / Xianxia / Barat
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aryady

Aku terlahir terpisah dari kedua orang tua ku.

Hidup sendirian dalam keterbatasan padahal usiaku masih terlalu muda.

Orang-orang selalu saja memandangku dengan pemikiran yang buruk.

Pertanyaan demi pertanyaan selalu berputar di kepala ku, hati ku sakit.

Namun cahaya dari arah yang tak terduga datang untuk menolongku.

Meskipun dia adalah pembawa kebencian, bagiku dia tetaplah harapan yang tak tergantikan.

Dan kini aku telah bangkit. Bersama apa yang telah ia berikan, aku memutuskan untuk menjelajahi dunia demi mendapatkan jawaban yang aku cari.

Kalian penasaran dengan apa yang akan terjadi? Oleh karena itu bacalah Novel ini untuk mengetahui kelanjutan dari kisah Viole!

–––––––

Sedikit info, Ilustrasi yang aku tampilkan di Novel ini kebanyakan aku ambil dari Pinterest. Jadi di setiap akhir Chapter yang ada Ilustnya bakal aku kasih kredit, kalau masih ingat dan semoga selalu ku ingat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22 – Guru dan Murid

Seketika itu juga Viole langsung mendebat Balft, dia melakukannya dengan suara lantang, seolah dirinya yang tidak berani membalas ucapan Balft telah menghilang.

Emosi pemuda itu meluap-luap, Viole kesulitan untuk menahan amarahnya, dia begitu marah hingga matanya berkaca-kaca, menunjukkan betapa terpukulnya dia terhadap rencana Balft.

“KENAPA?!”

Meskipun sudah berulang kali harus berpisah dengan orang terdekatnya, tetap saja, dia selalu merasakan kepedihan. Hingga dirinya mati sekalipun, momen seperti ini akan terus menjadi mimpi buruk terburuknya.

Namun pada akhirnya Viole memutuskan untuk berhenti, dia sadar bahwa perbuatannya hanya akan berakhir sia-sia. Ekspresi kecewa terukir jelas pada wajahnya yang berantakan.

“Sudah selesai?” Balft menyingkirkan tangan Viole dari kerah bajunya, lantas berdiri, menatap Viole yang terduduk lemas tak berdaya.

Balft menggelengkan kepalanya, dia menghela nafas pelan kemudian melompat turun dari atap Penginapan, berjalan sedikit menyentuh jalanan Kota.

“Kemari lah, ada sesuatu yang harus kau lakukan sebelum mencapai kelulusan mu. Jangan hanya berdiam diri, atau kau akan membawa penyesalan seumur hidupmu.”

Balft serius dengan perkataannya, membuat Viole terpaksa harus menurutinya. Dengan emosi negatif yang masih menyelimuti dirinya, pemuda itu melangkah mengikuti Balft dari belakang.

<----<>---->

Menuju tempat yang biasa Viole gunakan untuk berlatih, Bukit Zart, mereka berdua berdiri saling berhadapan pada sebuah area yang mendekati hutan.

Karena terlalu fokus kepada Balft, Viole sampai lupa bahwa beberapa waktu yang lalu sempat ada Naga yang mengamuk di Bukit ini, membuatnya bersikap biasa saja.

Tanpa basa-basi, bersama hawa yang dingin, Balft langsung melemparkan sebuah senjata kepada Viole, Pedang yang tidak sempat muridnya itu bawa.

“Untuk, apa?” Viole bertanya singkat, dia menggenggam erat Pedang tersebut di tangan kirinya.

Balft tersenyum tipis menanggapi pertanyaan itu. “Lawan aku, gunakan kemampuan bertarung mu untuk menggores wajah ku, jika kau gagal kau akan mendapatkan hukuman yang berat sebelum kelulusan.

Kau pasti sudah tau hukuman macam apa yang akan aku berikan, jadi sebaiknya kau kerahkan seluruh kemampuan mu, kepiluan mu bukanlah sebuah alasan.”

“Hm...?” Viole bereaksi, kini dia menatap sorot mata santai yang biasa ditunjukkan oleh Balft, sesuatu yang seharusnya tidak muncul pada saat yang seperti ini.

“Berlatih... Tanding?” Entah kenapa, setelah mendengar perintah itu perasaan Viole menjadi sedikit lebih baik, lintasan masa lalunya bersama Balft kembali mengisi kepalanya.

Setelah beberapa saat Viole memasang senyuman khasnya, walau terlihat samar, tapi setidaknya itu sudah cukup untuk membuat Balft merasa lega.

Sebelumnya sempat terlintas pemikiran bahwa Balft telah mengkhianati dirinya disebabkan oleh beberapa hal, namun sekarang Viole bersyukur karena pemikirannya telah terbukti salah.

Gurunya masih tetap sama.

Keadaan lah yang membuat suasana diantara mereka berdua menjadi berbeda, kini Viole menjadi bisa lebih menerima keputusan yang diambil oleh Balft, walaupun belum sepenuhnya bisa memahami alasannya.

Viole sengaja diam terlebih dahulu, dia menunggu saat yang tepat sebelum akhirnya berbicara. “Baiklah kalau begitu... Jika itu memang keinginan anda, maka akan aku tunjukan dasar-dasar yang telah anda dan Bu Hua ajarkan.

Kuberi tau saja, sebagian besar diantara kumpulan Ilmu itu telah berhasil aku kuasai sepenuhnya, jadi aku sudah bukan lagi bocah yang hanya membawa dasar. Ranah ku, berada satu tingkat di atasnya.

Jika anda merasa kecewa setelah ini, katakan saja, aku akan memukuli diriku sendiri.”

Viole berkata penuh keyakinan, dia memperbaiki posisi penutup matanya, melepas syalnya, membenahi jubahnya dan mengikat rambutnya kebelakang diikuti dengan memasang kuda-kuda.

Pemuda itu terlihat sangat siap untuk menghadapi tes terakhirnya. Seluruh emosi dan perasaan negatif di dalam hatinya, telah hilang sepenuhnya, diganti dengan keseriusan yang membakar semangatnya.

<----<>---->

Bersama seringai yang terkesan mencari masalah, Balft juga ikut merasa antusias, dia langsung membuat isyarat tangan untuk menantang Viole tanpa memperlihatkan sikap siap tempur. “Maju!”

SRRRIING!! JDUAR!!

Belum juga tiga detik berlalu, sebuah Pedang Magi seutuhnya dan ledakan api menghantam ke arah Balft secara bersamaan.

Namun dengan santainya Balft berdiri di belakang serangan tersebut, dia meregangkan tubuhnya sambil berteriak. “Pedang mu masih berantakan! Berharap saja jika ingin mengenai ku menggunakan benda semacam itu!”

Balft menunjukkan senyuman mengejek untuk memancing amarah Viole, tapi tidak membuahkan hasil sama sekali, pemuda itu masih diam di tempat demi memperhatikan area sekitar.

Setelah sekitar dua menit berlalu, tepat ketika sinar mentari pagi menyentuh tanah, Viole bergerak maju menerjang ke arah Balft layaknya sebuah bayangan.

Tebasan mematikan langsung Viole arahkan kepada Balft, dia tidak mau terlalu banyak berfikir, memilih penyelesaian tercepat. Membuat Balft dapat dengan mudah memukul mundur Viole setelah beberapa tebasannya meleset.

Itulah yang dipikirkan oleh Balft ketika dirinya dihujani oleh sekumpulan Sihir yang muncul entah dari mana, mengakibatkan sebagian besar rambut pria itu dilapisi oleh es.

Balft menggaruk kepalanya, dari kejauhan dia bisa melihat Viole membalas senyumannya, meskipun yang berhasil pemuda itu berikan hanyalah ampas bagi seorang Balft.

Namun tindakan Viole telah membuat Balft memiliki pandangan berbeda terhadapnya, kini pria itu berencana untuk melakukan serangan balasan.

DUAASH!!

Debu serta bebatuan kecil berterbangan ketika Balft mengibaskan tangannya untuk memasang kuda-kuda, seketika itu pula dia menghilang dari pandangan dan secara mengejutkan muncul dibelakang punggung Viole.

Beruntungnya refleks pemuda itu cukup bagus, membantu dirinya untuk menghindari pukulan Balft yang mengincar lehernya.

Mewaspadai serangan selanjutnya, Viole segera bergerak menjauh hingga memasuki hutan, sambil menciptakan duri-duri es untuk melindungi dirinya.

<----<>---->

Keheningan menemani, sudah sekitar lima menit sejak terakhir kali mereka berdua beradu serangan. Viole memutuskan untuk bersembunyi di antara pepohonan, karena sadar bahwa menghadapi Balft secara langsung adalah ide buruk.

“Mau sampai kapan kau terus bersembunyi? Aku sudah terlalu lelah menunggumu!” Balft bertingkah bodoh, dia memasuki hutan hanya untuk bersandar pada sebuah pohon sambil menguap.

Sedangkan Viole berada tidak jauh dari tempat Balft berdiri. “Jika anda memang sekuat itu, coba cari aku! Seharusnya itu bukan perkara yang sulit bukan?” Viole memprovokasi Balft dengan suaranya yang disebarkan menggunakan Magi.

“Kau serius?”

“Duarius.”

“Baiklah jika kau menginginkannya.” Balft segera memperbaiki posisi berdirinya ketika mendengar jawaban itu, diikuti dengan membunyikan ibu jarinya yang terasa kaku.

TEKH... SWEIS!!

“Ku harap kau masih bisa berkata seperti itu setelah tulang punggungmu remuk.” Pada saat yang bersamaan dengan terucapnya kalimat tersebut, Balft lagi-lagi membelakangi Viole di atas sebuah pohon.

Namun. “Hm-?”

Viole segera melompat menjauh setelah berhasil mengikat kaki Balft menggunakan Sihir Es. Viole melambaikan tangan kepada Balft, menunggu jebakan yang lainnya aktif diinjak oleh Balft.

“Aku adalah seorang penyihir, taktik jauh lebih aku gunakan dari pada insting, jadi jangan salah paham dengan perkataan ku barusan. Meledak.” Sesuai ucapan Viole, dari pohon itu tiba-tiba terdengar suara dentuman yang sangat keras.

KRRRRRRK...!!

Akibat dari ledakan tersebut menyebabkan permukaan benda apapun dalam radius 15 meter dilapisi oleh es. Dengan begitu sesuai rencana, Viole telah berhasil menciptakan tempat yang dapat membuatnya lebih leluasa.

Namun dia masih belum bisa merasa puas, Viole segera menggenggam kembali Four Crystals, bersiap menghadapi serangan yang akan dirinya terima.

“Heh! Jebakan yang bagus, tapi mainan anak-anak hanyalah butiran debu bagiku.” Balft muncul dari balik asap bekas ledakan, dia berjalan santai membersihkan kotoran di pakainya sambil tersenyum menyeringai.

“Lotus Slash!”

Viole tidak ingin membuang waktu, dia segera memposisikan dirinya untuk kembali menyerang, karena hanya dengan cara itulah dia bisa mendapatkan kemenangan.

Dan mulai dari situ, kepadatan dalam pertarungan ini semakin meningkat.

Berbagai macam gerakan tipuan yang Viole tunjukkan cukup membuat Balft terkesan. Bergerak melintasi pepohonan lalu muncul dari arah yang tak terduga adalah hal sulit bagi kebanyakan orang setingkat Viole, pola serangannya yang teratur menunjukkan betapa kerasnya dia berusaha.

Pemuda itu memperlihatkan perubahan besar hanya dalam waktu satu tahun, sekaligus melampaui banyak generasi muda yang seumuran dengan dirinya, bisa dibilang Viole adalah jenius yang tersembunyi.

Medan tempur yang terbuat dari es ini juga terbukti efektif, sedari tadi Viole selalu menjaga dirinya supaya terus berada di sini sembari menggiring Balft menuju satu arah, tindakanya itu membuat Balft semakin merasa penasaran dengan apa yang selanjutnya akan pemuda tersebut lakukan.

“Spring Dance Art – Virtuiso Judgment!” Berniat untuk segera mengakhiri ini, Viole menancapkan Pedangnya, dia sadar bahwa seluruh serangannya akan meleset dan lebih memilih menggunakan serangan fisik daripada Sihirnya yang menggelitik.

Merencanakan serangan berikutnya, Viole berlari pada permukaan sebuah batang pohon, dia melompat secara terbalik ke arah Balft, dari atas sana dia melakukan tendangan yang tentu saja dapat dengan mudah ditangkap oleh Balft.

Namun kekuatan sejati gerakan terkuat yang berhasil Viole pelajari dari Spring Dance, masih belum ditunjukan.

BAKH! SEING!!

Balft yang tadinya mengira kalau Viole hanya sedang melakukan hal konyol, langsung melepaskan kaki Viole sebelum sebuah pisau es menyayat wajahnya.

Viole berdecak kesal serangan pertamanya meleset, tapi Teknik itu masih belum berakhir, dia segera melanjutkannya dengan pisau es yang masih berada di bawah sepatunya.

Seorang Virtuiso yang memperagakan tarian untuk lagunya sendiri, Viole terlihat seperti itu bersama gerakan halusnya hingga nampak seperti sedang menari.

Serangan demi serangannya yang tajam cukup untuk membuat Balft terdiam, memperhatikan dengan seksama dan untuk sekali lagi dia terkesima akan perkembangan Viole.

Balft tersenyum bahagia pada saat itu, dia terlihat seperti seorang ayah yang begitu bangga kepada pencapaian putranya, arti dari perjuangan Viole kini sudah terlihat jelas dalam pandangannya.

Pria itu kini sudah merasa puas. ‘Baiklah, jumlah Sumber Daya yang akan kau bawa sudah ditentukan. Aku harap dengan semua bekal ini kau bisa mencapai apapun yang kau inginkan, keterbatasan mu di masa lalu telah menghilang sekarang.

Seharusnya kau memang tidak pantas untuk mengalami semua penderitaan itu, tapi yang sudah terjadi biarlah berlalu, kini kau harus fokus kepada masa depan mu yang terbentang tanpa batas. Kaira De'Lairae... Sahabat ku, terimakasih karena kau telah rela memperjuangkan kami untuk sekali lagi, sekarang beristirahatlah...’

PUAKH!!

Tepat setelah membatin, Balft langsung mengangkat tangannya untuk menahan tendangan tendangan terakhir Viole, di saat yang bersamaan tangan dari pria itu mulai dilapisi oleh Magi, bersiap untuk mendaratkan pukulan telak.

Sadar akan hal tersebut, kali ini Viole tidak mencoba untuk kabur, dia justru segera memperbaiki posisi berdirinya, berniat untuk melakukan hal yang sama.

Perubahan pola serangan itu terjadi begitu mendadak, membuatnya terlihat sangat memukau ketika kedua belah pihak sama-sama melayangkan pukulan terakhirnya.

Balft dari arah bawah sedangkan Viole selalu ke atas, kedua pukulan serius itu bergerak secara berlawanan tapi memiliki tujuan yang sama yaitu, untuk mengalahkan lawan mereka.

SRET!! BUAKH!!!

“Ugh- uh... Akh--”

Pukulan yang telah direncanakan oleh Balft mendarat dengan sempurna, dia menghantam perut Viole hingga membuat isi perut pemuda itu kacau balau.

Tentu kepala Viole juga mendapatkan dampaknya, dia merasakan pusing berat hingga matanya kesulitan untuk melihat, mengakibatkan dirinya terjatuh karena lemas.

Namun sebelum tubuh Viole menyentuh tanah, Balft segera menangkapnya.

Menyadari kepayahannya, satu kalimat terakhir yang segera Viole ucapkan sebelum dirinya pingsan adalah. “Aku- men--ang.” Dia bahkan sudah kesulitan untuk berbicara.

Balft, dia menunjukkan senyuman hangat untuk mengakhiri pembicaraan mereka. “Ya, kau menang.” Dilanjutkan dengan dirinya yang mengusap darah mengalir di samping hidungnya.

Will Continue In Chapter 23>>>

1
Altern
mereka = merasa
Ariel
ditunggu kunjung baliknya bang
blouses and houses
Keren bingit ceritanya! Lanjut! Pantang mundur!
Windy Miller
Ealah tanggung jawab thor! Aku jadi lupa waktu gini grgr baca ceritanya
margoandme
Thor, i love you!! Aku mau bilang itu karena cerita ini moodbosterku banget!
CutieBun
ditiunggu kelanjutannya thor
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
Aku galau karenamu Thor! Mana lanjutannya Thor huhuhu
SugarplumChum
aku enggak suka digantung thor!
ShySnicker
sukses selalu authorr 、歴洟 aku selalu mendukung mu
SnuggleKitty
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
BeautyBabe
next lanjut pliss up up
angels_basket
Sumpahhh rasanya kaya gak mau ngedip bacanya wkwkw, seseru itu tahu gak sih!!
Zizi Suartini
thooorr.he authorrr up lge dong thorr. yg bnyakk昨沽 smangattt thorrr
sunshinegyspy
wah kelamaan up nya. mendingan enggak usah up aja Thor daripada kami kelmaaan nunggu. jadi lupa alur cerita nyaa. jadi kesel
Savath: Gua masih sekolah, tugas numpuk. Susah cari waktu nya. Sabar kalo udah selesai semua nanti juga aku rajin up
total 1 replies
M Haitami
hmm menarik
SoftMambo
Seharian ini mumet dan ternyata author kesayangan aku update :) Aku tak jadi mengeluh
Savath: Haha, senang bisa membantu. Besok aku mungkin bisa membantu mu lagi
total 1 replies
GREED {KERAKUSAN}
lanjutoi
Savath: iya, pelan-pelan bro. Kalo buru-buru nanti hasilnya jelek
total 1 replies
GREED {KERAKUSAN}
lanjut
Savath: oghey, besok
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!