Adzkia Laila Tamin, kerap di sapa Laila. Gadis cantik dan periang. Ia jatuh cinta pada seorang pemuda yang bernama Fajri. Fajri adalah seorang pemuda yang begitu tampan dan berkarisma.
pertemuan awalnya dengan Fajri membuat
Laila sangat terhipnotis dengan semua yang dimiliki Fajri. Sampai dia tidak bisa lagi membendung perasaannya.
Pada saat yang tiba Fajri di minta oleh ayah Laila menjadi supir pribadinya. Saat itulah Laila sering bertemu dengan Fajri. Semakin hari Laila tidak bisa lagi membendung perasaannya sehingga memberanikan diri megungkapkan perasaannya. namun ternyata, Fajri bukan Ia menolak atau menerima sehingga Laila merasa dipermainkan.
Bagaimanakah sebenarnya perasaan Fajri pada Laila?
Dan kankah cinta Fajri, Laila dapatkan?
Simak kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Masrianiani Hijab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24 singgah di rumah Fajri
Di dalam mobil antara Fajri dan Laila terdiam. Laila sengaja duduk dibelakang Fajri dan menyibukkan diri bermain dengan ponsel miliknya. Dalam hati keduanya merasa canggung. Tapi bagi Fajri diam itu lebih baik.
"Jangan salah paham dengan pakaianku sekarang aku begini niat yang tulus kok." Laila berkata seperti itu karena takut Fajri salah paham padanya.
"Bukankah memang itu kewajiban wanita muslimah menutup auratnya? jawab Fajri yang terus mengemudi.
" Dan anggaplah yang lalu kamu lihat adalah bonus, tapi jangan kamu ingat hal itu."
mendengar perkataan Laila Fajri merasa lucu.
"Hei kau mau bawa aku kemana?
"Aku akan singgah sebentar di rumah ada sesuatu yang harus aku ambil, anda tidak keberatan? Fajri melihat Laila dibalik kaca spion.
"M..... gak masalah., "
Selang beberapa waktu sampailah mereka di rumah yang begitu sederhana dengan cat warna rumah hijau muda dan tampak taman depan penuh dengan bunga bermekaran, lingkungan rumah Fajri tampak begitu bersih dan tertata rapih membuat mata Laila yang melihatnya takjub. Laila turun dari mobil dan menghirup udara seakan masih suasana pagi di siang hari.
ibu Fatimah yang kebetulan ada di teras rumah seakan mengenal sosok perempuan yang bersama Fajri.
"Tuan Putri? kamu kah ini? putri kecil yang imut dulu? ya... ibu Fatimah masih ingat betul saat Laila sering dibawah ayahnya di rumahnya yang dulu." maafkan saya tuan putri jika saya lancang mengatakan putri kecil.
"Laila begitu merasa tidak enak hati pada ibu Fajri meminta maaf padanya. " maaf bolehkah ibu jangan minta maaf padaku dan bolehkah ibu jangan memanggilku tuan putri."
"Ibu Fajri tercengang tidak percaya. "Dia tidak suka dipanggil tuan putri, panggil saja namanya dan biarkan dulu dia masuk dalam rumah, bu. "Fajri melihat Laila.
" Fajri! ibu Fajri sedikit geram mendengar perkataan anaknya yang membuat Laila sedikit tersenyum melihat raut wajah ibu Fajri.
"Memang aku salah apa, ibu. coba tanyakan saja padanya."
"Fajri ! "
"Baiklah, ibu... silahkan lanjutkan obrolannya."
Fajri masuk dalam kamarnya dan Laila melihat Fajri berlalu. Ibu Laila merasa tidak enak hati
"Maafkan Fajri anaknya memang seperti itu." ibu Fajri melihat Laila.
"Tidak apa-apa bu... panggil saja aku Laila bu toh juga aku teman kak Fajri, aku bukan seorang tuan putri seperti panggilan ibu tadi, ibu jangan berlebihan memanggilku."
Setelah shalat dzuhur Laila di ajak makan siang oleh ibu Fajri sementara Fajri masih berada di kamar.
"Nak Laila kenapa? masakan ibu tidak enak ya?
" Bukan seperi itu bu, bahkan makan ibu sangat enak.
"Betulkah, kalau begitu ayo tambah.
" Sudah bu cukup."
pak ikhsan yang baru datang menghampiri kedua perempuan yang ada di hadapan meja makan.
"Assalamu'alaikum..... sepertinya ada tamu! "
"om ikhsan. "
"Nak Laila kan?
" iya... om."
"Duduklah tidak usah berdiri lanjutkan makan mu. Pak ikhsan melihat ke sana kemari seakan mencari seseorang. " nak Laila kemari dengan siapa?
"Tadinya kak Fajri diminta ayah mengantar aku pulang ke rumah tapi, ada sesuatu yang kak Fajri harus ambil di sini jadi singgah sebentar.
Pak ikhsan mendengar hal itu hanya berkata O... sementara Fajri kini sudah keluar dari kamarnya dan sudah berganti baju bersiap untuk mengantar Laila pulang.
"Ayolah nak makan dulu. perintah ibunya. Fajri pun mengambil tempat duduk pas di depan Laila.Ibu Fajri pun mengambilkan nasi buat Fajri dan pak ikhsan dan Laila terus melihat bagaimana seorang ibu melayani anak dan suaminya.
Selesai acara makan, duduk sebentar kemudian Fajri pamit mengantar Laila kembali ke rumahnya, tidak sengaja Laila melihat foto keluarga Fajri tergantung
"Apakah itu adikmu? tanya Laila pada Fajri
" iya.
Fajri dan Laila masuk dalam mobil. karena penasaran Laila kembali bertanya pada Fajri yang kini sudah mulai star mengantar kan Laila
"Lalu kemana dia dan siapa namanya?
"Namanya syakira. sekarang dia ada di pondok menuntut ilmu tingkat kelas tiga Madrasah Aliah.
" Apakah dia sering pulang? pasti asyik memiliki saudara. Laila membayangkan betapa asyiknya punya saudara.
Dalam perjalanan pulang tiba-tiba Fajri mendapat telpon dari rumah sakit.
"baiklah tuan putri masih bersama saya. ucap Fajri dibalik telpon.
Laila penasaran siapa yang menelpon Fajri.
" kita akan ke rumah sakit.
"Tapi siapa yang sakit?
MAAF author baru update berhubung beberapa hari ini Author dalam duka.
jika dalam setiap bab ada kekeliruan mohon tinggalkan jejak..... 🙏
author sadar dalam penulisan masih banyak terdapat kekurangan. 🙏🙏🙏
mohon selalu Dukungannya