Kara Sudibyo bersahabat dengan Angel yang selalu ingin apa yang di miliki Kara, Siapa Angel?, Angel anak dari cinta pertama Orang tua Ibu gadis yang memiliki wajah cantik tubuh menjulang tinggi.
Adrian sahabat kecil Kara terbilang cinta monyet anak kecil tapi kepindahan Adrian ke negeri lain membuat Adrian lupa akan wajah Kara dan tertipu daya oleh Angel.
Yuk simak kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
Sepasang pengantin baru menikmati sarapan pagi, makanan yang sudah di sediakan oleh pihak Hotel Kara yang masih merasakan kesakitan, Adrian membawa makan ke atas tempat tidur.
"Buka mulut" perintah Adrian melihat Kara tidak bergerak melangkah untuk sarapan.
"Aku nggak lapar" Ucap Kara memalingkan wajahnya.
Melihat sikap Kara, Adrian menarik nafasnya Panjang dia mencoba untuk sabar menghadapi sikap Kara, yang masih terlihat kesel karana kesalahannya.
"Ya sudah kalau tidak mau makan, tapi ingat perut kamu harus kamu isi." Timpal Adrian dan ia menaruh piring makanan di atas tempat tidur.
Setelah itu pun Adrian kembali menyantap makan di kursi kamar, Kara melirik makanan yang di sediakan oleh Adrian.
"Sudah makan tidak usah malu-malu, nanti kamu sakit kita masih dua hari disini" Kata Adrian
"Hah! dua hari?" Tanya Kara.
Adrian menganggukkan kepalanya, menandakan benar.
"Apa tidak bisa hari ini saja kita pulang kan bisa istirahat di rumah, sejujur nya aku tidak bisa tidur nyenyak" Ujar Kara sedikit mengeluh agar Adrian menuruti kemauannya
"Bisa di pikirkan, makan lah dulu, kalau tidak kita tidak akan pulang" Jawab Adrian.
Kruk...Kruk...Kruk, suara perut berirama.
"Tuh kasihan perut kamu berirama, mau aku suapin?"
"Terimakasih, biar aku makan sendiri"
Kara pun makan dengan lahap tidak bisa di pungkiri kalau cacing perut berperang dalam kelaparan.
Di tempat lain Rodiah yang sedang mengelap seluruh tubuh pria yang berbaring di ranjang bertahun-tahun Rodiah merawat nya dengan baik, tak ada satu orang pun yang tahu keberadaan Sudimara barata semua orang termasuk keluarga nya menganggap nya telah wafat.
Datang seorang nenek tua memakai tongkat menghampiri kamar Rodiah yang terbuka lebar.
"Sampai kapan kamu menyembunyikan dia disini?, sementara kamu masih memiliki suami yang sangat mencintai mu, apa kamu tidak kasihan dengan keluarga nya?, anak nya dan juga istri nya" Ujar Nenek
"Mah, saya pun tidak ingin seperti ini, kasihan mas Nara kalaupun saya kembalikan ke keluarga nya apa mungkin mereka akan menerimanya dengan keadaan mas Nara yang seperti ini?"
"Terimakasih atau tidak kamu tidak ada hak untuk menyembunyikan rahasia ini, Kara pasti membutuhkan kamu saat ini, Mama hanya ingin kamu kembali ke keluarga mu"
"Percuma Mah..., Mas Jaenal sudah sudah mengetahui semuanya, hanya saja Mas tidak tahu keberadaan Mas Nara."
Cinta Rodiah begitu besar padanya sampai saat ini Rodiah pun belum bisa mencintai Jaenal, perjodohan Rodiah dan Jaenal itu semata-mata karana membalas jasa orang tua Jaenal, yang sudah membantu mendirikan perusahaan, sampai detik-detik terakhir bapak Rodiah menghembuskan nafas terakhirnya hanya meminta Rodiah setia pada suaminya.
"Mama tidak ingin pria ini masih berada disini, secepatnya kalian keluar dari rumah ini"
"Tapi Mah..,"
"Tidak ada tapi, terserah kalian mau kemana Mama tidak ingin di bilang melindungi kalian disini, dan tidak bisa nasehatin kamu"
"Baik, saya akan keluar dari rumah ini, kalau itu mau Mama"
Merawat mayat hidup sedangkan keluarga disana kamu sia-siakan begitu saja." gerutu Nenek.
Disinilah Adrian mendekati tubuh Kara yang sedang berbaring menyamping,
"Sayang.., kenapa kamu tidak bisa memaafkan aku?"
Kara menggerakkan tubuhnya terasa berat tindihan kaki Adrian.
"Aku sudah maaf kan kamu, tapi tolong singkirkan kaki mu berat"
"Aku tidak akan singkirkan sebelum kamu balik badan dan mencium pipiku" Pinta Adrian
"Tidak akan, cepat singkirkan atau"
Ucapan pun terpotong oleh Adrian." Atau apa?"
Astaga dug...dug...duh jantung Kara berdebar kencang, apa yang menancap ini Aaaaaaaaahk Mas.., Adrian Reseh!!.
"Mas..."
"Hem apa?"
"Singkirkan tubuh mu, seperti ada yang mengganjal ini" Ujar Kara sedikit pelan katanya.
"Hahaha..., ya kan aku normal lagian sama istri ku sendiri kenapa masa nggak boleh"
Saat Kara akan melepaskan diri Adrian, Adrian pun menahan tubuh Kara, menghimpit dengan kedua kakinya.
Teriak... Allah kabar ya allah sakit Mas..Ih .....!, Kara menjambak rambut Adrian.
Dorong ke dua Kara kembali teriak.
Masalah-masalah.., lailahaillallah.
"Hai kamu kenapa sih?" tanya Adrian bingung
"Sakit..., tahu" Jawab ketus Kara.
Adrian yang berawal serius dia berbalik tertawa lebar., Kara segera membungkam mulut Adrian.
"Berisik nanti di dengar orang"
"Hai sayang mana ada disini yang dengar disini sudah terpasang peredam suara jadi tenang saja pasti aman.
"Huf gagal lagi, cepat mandi kita pulang"
Yes akhirnya pulang juga aku bisa keluar dari kandang macam.. xixi, tertawa dalam hati Kara.
Tapi dosa nggak ya?, ah masa bodo lah yang penting selamat saja dulu, kapan-kapan kan bisa tapi nggak untuk sekarang.
Adrian keluar dari kamar mandi menatap heran sang istri.
"Kenapa senyum-senyum sendiri"
"Ah...!, nggak kok aku sudah tidak sabar ingin pulang"
"Iya pulang tapi tidak di rumah Papa kamu rumah kita" Ujar Adrian kesel.
cobaan apa lagi ini ya allah cowok ini menyebalkan sekali, baru saja aku merasakan bahagia lepas dari jeratan nya..., Aaaaaaaaahk Rese Dah!.
"Ok tapi boleh kan ya pulang dulu?, nanti sore jemput lagi"
"Pulang sama aku, dan satu lagi biasakan panggil Mas...., ok anak cantik?"
Kara memutarkan bola matanya seakan malas untuk berdebat.
"Baik lah tuan Adrian yang terhormat"
"Apa- Apa" Adrian mendekatkan telinganya.
Aku ingin tahu sampai dimana kamu tidak menerima ku sebagai suamimu, aku tidak akan pernah menyerah.
...----------------...
Terimakasih kak yang sudah mau memberikan jempol nya 🙏
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
biar halall.. Bt apa pun....🤭🤭🤭
Waduhhhhada berapa cewek yg km tiduri Aldy....🤔🤔 wahhh jd banyak pegalaman km y.....
untung y murni menerima km apa aday..... semoga dg ini km.. berubah ...
semangat kara jangan biarkan angel mengusikmu lagi tunjukkan padanya kara bukan wanita yang lemah