Siapa sangka bekerja di sebuah hotel akan mengantarkan kesucian yang di jaganya, Dhea harus kehilangan mahkotanya di saat seorang pria memaksanya untuk melayaninya saat mengantar minuman.
Hingga gadis itu hamil dan melahirkan anak kembar yang sangat cantik.
Arya Ghora prasida, bahkan pria itu pun tak tau siapa wanita yang sudah berhasil membuatnya puas hanya dengan satu malam, hingga rasa itu menjadi candu baginya, dan Arya tak bisa melupakannya walaupun sekejap.
Sampai lima tahun penantian yang hampa, akhirnya mereka di pertemukan kembali, meskipun tak saling mengenal, Arya merasa ada sebuah aliran listrik yang menyengat di saat ia berdekatan dengan Dhea.
apakah dunia akan mempersatukan mereka dengan hadirnya si kembar yang hebat?
ataukah Dhea memilih untuk hidup sendiri, dengan kedua putrinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecelakaan
Seperti janjinya tadi saat di apartemen, Restu mengantar dua bocah itu ke rumah Arya bersama ibunya juga, bukan tanpa alasan, rasa kangen yang menggebu sudah menjadi bukti kuat bagi si kembar untuk tetap bertemu dengan Arya.
Pagi itu begitu cerah, secerah hati Reina dan Rania, bahkan saat perjalanan pun bibir keduanya di hiasi dengan nyanyian khusus anak anak, tak lupa meluapkan rasa senangnya di depan Restu dan Dhea.
Restu terus menatap wajah keduanya yang ada di belakang, permintaan sederhana namun penuh arti, di mana Rania dan Reina sudah merasa bahagia dengan apa yang dirasakannya.
"Setelah sampai di rumah Om Arya, apa yang mau kalian lakukan?'' Menatap keduanya dari kaca spion.
Dhea tersenyum memalingkan pandangannya ke belakang langsung, menunggu jawaban Putrinya.
''Main sama Om Arya, dan juga minta gendong.''
Itu adalah kata kata yang tak berfaedah, namun sangat berarti bagi keduanya.
''Sudah sampai," mematikan mesin di depan rumah mewah, namun sebelum Restu turun, ia mendapati mobil Arya terlanjur melaju keluar gerbang.
''Itu kan mobil kak Arya.'' Secepat mungkin Restu melepas seat beltnya dan turun. Begitu juga dengan yang lainnya yang ikut berlari menuju ke arah gerbang.
''Kakak....'' teriak Restu dengan sekencang kencangnya.
Rania dan Reina menatap belakang mobil yang melaju, hatinya berdenyut kecewa dengan apa yang di lihatnya.
''Om....'' tiba tiba saja kedua bocah itu berlari.
Panik, Restu dan Dhea mengikuti dari belakang.
"Awww...." suara rintihan Dhea terpaksa menghentikan langkah Restu. Pria itu menghampiri Dhea yang berjongkok seraya memegang betisnya.
"Kamu nggak apa apa?" tanya Restu.
Dhea hanya menggeleng dan menatap punggung kedua putrinya yang makin menjauh.
''Mas anak anak,'' Dhea menunjuk ke arah kedua putrinya yang terus berlari.
Tanpa banyak bicara, Restu kembali beranjak meninggalkan Dhea.
Begitu juga dengan Dhea, meskipun kakinya terasa nyeri, tetap Rania dan Reina lah yang utama. Bahkan Dhea melepas high heelsnya untuk bisa lari lebih cepat lagi.
"Mas, kejar mereka!" Dhea meninggikan suaranya, napasnya mulai sesak dan tak bisa menjangkau kecepatan Reina dan Rania.
''Om...'' teriaknya lagi. Mencoba untuk terus mengikuti mobil Arya.
''Rania, Reina,'' bersamaan dengan langkah kakinya yang mengayun, bibir Restu pun tak diam.
Sepertinya Arya memang tak mendengar hingga mobil itu belok, namun saat Rania dan Reina ikut berbelok, tiba tiba saja motor dari belakang melaju dengan kilatnya.
Restu yang sadar itu kembali berteriak memanggil nama Reina dan Rania, begitu juga dengan Dhea.
Awassss...
Rania mundur menghindari motor itu, sedangkan Reina tetap maju hingga tubuhnya tertampar motor yang melintas.
Bruukkk....Motor yang menabrak Reina tersungkur di jalan. Sedangkan tubuh Reina terpental sedikit menjauh.
Rania yang melihat keadaan saudara kembarnya ikut terjatuh dan pingsan.
Restu yang masih sedikit agak jauh itu segera mendekat.
''Reina....'' teriak Dhea diiringi dengan tangisan, baru beberapa detik, tiba tiba tubuh Rania dan Reina sudah di penuhi kerumunan orang orang.
Arya yang ada di mobil itu menatap kaca spion.
''Kayaknya di belakang ada kecelakaan.'' Makin penasaran dan memelankan laju mobilnya.
Maya juga menatapnya, namun ia tak peduli, dan kembali memainkan ponsel di tangannya.
''Biasa, paling orang nyebrang sembarangan.''
Jantung Arya tiba tiba saja berdegup bagai tersiram air panas, melepuh, dan matanya berkaca ingin menangis.
Kenapa aku malah teringat Rania dan Reina, apa kabar mereka.
Ssssttt... Rem mendadak, Maya Terkejut dan menatap wajah Arya.
''Kamu kenapa sih?'' marah.
''Kalau tau kamu nggak fokus kayak gini, harusnya biar Jojo yang nyetir.''
Arya diam, merealisasikan tubuhnya yang makin gemetar saat mengingat kedua gadis mungil itu.
Mereka pasti baik baik saja, aku yakin, setelah mengantar Maya aku akan ke rumahnya, kasihan Reina dan Rania.
Di sisi lain, Dhea menumpahkan air mata di saat kedua mataharinya itu tergeletak, seakan hidupnya runtuh dan tak berdaya lagi.
"Bangun, Nak!" menepuk nepuk pipi Reina dan memeluk tubuhnya yang di penuhi noda merah.
"Panggil ambulan!" entah yang ke berapa kali, rasanya Restu sudah tak sabar dan ingin membawa lari Reina ke rumah sakit.
Tak lama, mobil yang di tunggu itu datang, Restu dan Dhea mengangkat Reina dan Rania, tak menunggu apapun Restu menarik supir mobil itu dan melajukannya sendiri, meski bajunya di penuhi darah, tak peduli, yang pastinya Restu harus menyelamatkan Reina.
"Kamu tenang Dhe, Reina pasti baik baik saja.'' Meyakinkan Dhea yang terus memeluk tubuh Reina dengan erat.
''Reina, Rania, kalau kalian bangun. Mama akan menuruti apapun yanag kalian mau, tapi Mama mohon, jangan tinggalkan mama sendiri,'' mengelus pipi imut Reina dan Rania bergantian.
Restu ikut menitihkan air mata, tak sanggup menyaksikan Dhea yang di rundung pilu.
''Mereka tidak akan meninggalkan kamu, mereka sangat menyayangi kamu, jangan bicara macam macam.''
Restu mengusap air matanya saat mobilnya mulai masuk ke arah gerbang rumah sakit.
Tanpa aba aba pria itu turun dan kembali mengangkat tubuh Reina membawanya masuk, tak peduli dengan orang orang yang berlalu lalang, kali ini Restu merasa kalau tak ada yang penting selain keselamatan kedua bocah itu.
''Kenapa ini, Pak?'' suara Suster mendekatinya.
''Suster, lakukan yang terbaik, aku mohon selamatkan putriku,'' Setelah meletakkan Reina di atas brankar, Restu menangkupkan kedua tangannya.
Melihat darah yang terus menetes dari kepala Reina, Suster mendorong brankar menuju ruangan ICU, sedangkan Restu kembali keluar menghampiri Dhea ada Rania.
"Biar aku yang gendong Rania." Mengambil alih Rania dari tangan Dhea.
Kaki Dhea semakin lentur, namun ia masih kuat untuk mengikuti langkah lebar Restu ke dalam.
Sama seperti Reina, Restu membaringkan tubuh lemah Rania di atas brankar dan merangkul Dhea.
"Mereka pasti akan baik baik saja." Kembali meyakinkan Dhea.
Melihat tubuh Dhea yang makin gemetar, Restu membawanya duduk di depan ruangan Reina.
"Mas, hubungi Yesi!" pinta Dhea tersendat menahan tangis.
Restu mengangguk dan merogoh ponselnya. Karena tak ada jawaban, akhirnya Restu mengirim sebuah pesan ke nomor Yesi.
Aku juga harus hubungi Kak arya, mungkin saja tadi dia nggak lihat kalau Reina dan Rania mengejarnya.
"Dhe, kamu tunggu disini ya, aku ke toilet dulu."
Restu meninggalkan Dhea yang duduk sendirian.
Setelah sedikit menjauh, Restu kembali memencet nomor Arya.
Mudah mudahan tersambung.
Dan seperti ucapannya dalam hati, baru berapa detik sudah ada tanda tanda ponselnya terhubung.
Halo, Restu, ada apa?" tanya suara berat dari seberang sana.
Di saat hatinya merasa sedih, Restu sedikit tersenyum saat mendengar suara itu.
"Kak, Reina kecelakaan, dia tertabrak motor saat mengejar mobil kakak tadi."
Apa? Reina kecelakaan saat mengejar mobilku.
Seketika itu Arya merasa lemas, ponsel di tangannya jatuh ke lantai.
Arya mencari sandaran untuk menopang tubuhnya, Tak tau, setelah mendengarkan ucapan Restu, Arya bagaikan terkena hantaman batu besar.
Dengan pikiran yang masih sadar, Arya memungut benda pipihnya dan kembali menempelkan di telinganya.
"Restu sekarang dia di mana?" tanya Arya antusias.
"Di rumah sakit Kak, Rania juga pingsan, dan sekarang aku sedang menemani Dhea."
Tanpa meninggalkan pesan ke Maya yang sibuk dengan sopingnya, Arya segera berlalu.
typo ya thor,yg paling aneh di apartemen tapi denger klakson dan deru mobil 🙈
kok di klakson mobilnya naik keatas 🙈😛
terharu biru 💕
makasih Thor 🙏
cerita ny keren 👌👍
Arya vs Dhea wkwkwkwk
cocok nih Restu sama Yesi 🤔 akhirnya Restu menemui tambatan hatinya yaitu sahabatny Dhea c Yesi 🤔
terus Maya sama siapa nih 🤔