NovelToon NovelToon
TIARA

TIARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:280.6k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Tiara nama panggilan yang cantik, secantik orang yang menyandangnya
Namun siapa sangkah ada terselip kisah kelam dibalik nama cantiknya.Kehilangan orang tua, suami dan adik nya membuatnya menjadi wanita tangguh demi sang anak dan keluarga barunya

Bram ayodya seorang pembisnis kenamaan yang menyamar jadi seorang pengajar disebuah sanggar seni.
Karna hoby nya melukis Dia bisa menghabiskan waktunya berlama-lama didepan kanvas

Dion mantan suami Tiara.
pemuda baik yang hanya menjadi korban kelicikan orang-orang terdekatnya. Kehilangan cinta sejatinya hanya karna sebuah kebohongan.

Willi dokter tampan nan rupawan. Dokter ternama yang tidak pernah sepi pasien.

Elisya seorang publick figure yang sedang naik daun.
Bertemu tanpa sengaja dan menjalin persahabatan dengan Tiara, namun siapa sangkah ada kisah dibalik ketenaran Elisya

Penasaran dengan kisah mereka?

Ikuti kisah mereka dalam kisah Tiara yang Serra buat, selamat menikmati dan semoga terhibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keresahan

" Selamat pagi mama" Suara sapaan manja terdengar membuat Tiara ikut menoleh kearah datangnya suara tadi

Deg

Disana, didepan sana dianak tangga terakhir aku melihat sepasang anak manusia berdiri sambil tersenyum, sementara tangan mereka masih saling bertautan.

Aku dapat melihat Dion terkejut, sesaat setelah menoleh kearahku dan Nyonya Amel duduk. Bahkan terlihat jelas senyum diwajah tampannya perlahan memudar. Dion masih saja tampan seperti dulu pertama kali bertemu dengannya.

Tiara segera mengenyahkan pikiran ngawurnya secepat yang dia mampu, menghadirkan sosok Bram yang telah mengisi harinya saat ini. Tiara tersenyum sambil mengangguk kan kepala memberi salam pada Dion dan Lilia.

" Tadi kita belum sempat berkenalan, aku Lilia" Lilia menyodorkan tangan dan disambut Tiara secara berdiri dari duduknya.

" Saya Tiara, Tiara Ayodya Cark" Tiara memperkenalkan namanya

" Ayodya Cark?" Terdengar suara Dion untuk pertama kalinya

" Iya itu nama suami saya" Tiara mencoba menjawab setenang mungkin dia tau bahwa Dion maupun Nyonya Amel sedang memperhatikannya

" Ada apa ? apa kamu mengenalnya Dion?"

" Seperti pernah mendengar tapi saya lupa dimana ma" Dion tersenyum walau terlihat jelas kegelisahannya.

" Ini suami saya mbak Tiara, namanya Dion dan ini calon anak kami" Lilia menyentuh tangan Dion dan perlahan menggesernya keperutnya yang belum begitu terlihat tanda-tanda membuncit.

" Wah kamu sedang hamil? Selamat ya." Tiara segera mengubah topik pembicaraan tentang dia dan Bram menjadi soal kehamilan Lilia.

Tiara tidak mau jika Dion menanyakan hal yang lebih detail tentang Bram padanya, karena jujur dia hanya tau bahwa Bram adalah suaminya kini. Bahkan untuk pekerjaan dan bisnis saja Tiara hanya tau kalau Bram adalah seorang pelukis.

" Mohon maaf sepertinya saya sudah terlalu lama meninggalkan suami dan anak saya, saya harus segera kembali sebelum boneka saya itu menangis histeris" Tiara mencoba tersenyum sealami mungkin

" Boneka?" Lilia bertanya bingung

" Hehe, dia anak kami. Baru berusia dua bulan, kami sering menyebutnya boneka"

" Wah pasti dia sangat lucu, kapan-kapan kita janjian ketemu boleh ya mbak. Sekalian saya pengen bertemu dan bermain dengan boneka mbak" Lilia berujar antusias sampai-sampai dia meraih tangan Tiara dan menggenggamnya senang.

" Baik, silakan saja datang ke toko saya. Setelahnya kita bisa jalan-jalan bersama" Tawar Tiara agar bisa segera selesai percakapan ini dan dia bisa keluar.

" Baiklah saya permis, mohon pamit semuanya. Terimakasih atas kepercayaannya memesan kue ditoko kami." Tiara menangkupkan kedua tangannya didepan dada kemudian mengangguk dan berjalan keluar dari dalam rumah tersebut setelah menyalami mereka semua termasuk Dion.

Flasback off

Jam sudah menunjukkan jam dua belas siang, namun sampai saat itu pun Tiara belum juga terlihat keluar kamar. Bram yang sedang menyelesaikan pesanan lukisannya pun akhirnya menyudahi pekerjaannya.

Setelah memcuci tangannya, Bram melangkah masuk. Jika benar seperti dugaannya sang istri ikut tertidur setelah menidurkan Camelia tadi. Dan benar saja, begitu masuk Bram mendapati Tiara tertidur sambil memeluk Camelia.

Perlahan Bram mendekat, diusapnya kepala Cameli sebelum akhirnya usapan itu berpindah kekepala Tiara dikecupnya kening sang istri. Bram masih berdiam di sana, memandang lekat kedua orang yang sangat dia cintai. Dua orang berbeda generasi yang saat ini sedang tertidur lelap dihadapannya.

Ting

Sebuah pesan mampir dan Bram dengan cepat membukanya. Kehadian tadi tidak ingin dia ulangi lagi, karena mengabaikan pesan dari Suta, Bram terlambat menyadari keberadaan Tiara.

" Tuan, saya mengutus Wina dan Sam ke galery. Wina membawa berkas yang harus tuan tanda tangani"

" Baiklah, terimakasih Suta. Maaf membuatmu repot"

" Sudah tugas saya Tuan, anda tidak perlu sungkan"

Sekali lagi Bram menoleh kearah ke duanya tertidur, sebelum akhirnya melangkah kembali ke luar kamar tersebut.

...🌹🌹🌹...

Dion duduk bersandar di kursi kebesarannya, sejak pagi setelah menginjakkan kakinya di kantor dia hanya terdiam. Memandangi foto Sasya yang masih tersimpan rapi dalam laci meja kerjanya.

" Apakah di dunia ini ada banyak kebetulan , ini bukan pertama kali aku bertemu dengannya. Ini sudah kali ke dua sejak bertemu beberapa buln lalu di kedai sushi. Kenapa semua yang ada pada dirinya sangat mirip denganmu sayang? apa kamu sengaja menghadirkan sosoknya untuk membuatku merasa bersalah dan menghukumku".

Dion mengusap wajahnya kasar, pertemuan kali kedua dengan Tiara tadi pagi sangat mengusik hatinya, Saat menjabat tangannya pun Dion serasa menggenggam tangan Sasya. Kembali Dion menggeleng, Sasya nya telah tenang di alam sana. Tiara adalah orang yang hadir dan kebetulan mirip dengan Sasya.

" Benar, bukankah tadi dia mengatakan bahwa dia mempunyai bayi. Jadi mana mungkin dia Sasya ku" Dion kembali bergumam sendiri.

Rasa penasaran yang sempat singgah dalam hatinya beberapa waktu lalu kembali muncul. Saat itu pertama kali dia bertemu dengan Tiara yang dia yakini adalah Sasya, namun pada kenyataannya wanita itu telah bersuami dan sedang dalam keadaan mengandung. Dan sekarang dia dihadapkan dengan wanita yang sama.

" Leo, kemarilah"

Tok tok

" Masuklah Leo"

" Terima kasih tuan" Leo berjalan mendekati bos nya yang sejak pagi terlihat tidak bersemangat.

Diliriknya berkas-berkas dimeja kerja Dion. Leo menghela nafas, seperti dugaannya. Bahkan berkas-berkas itupun masih tertata rapi belum disentuh sama sekali.

" Leo, pernahkah kamu mendengar nama Ayodya cark?"

" Sepertinya saya pernah mendengarnya tuan, tapi saya lupa. Sebentar saya coba mengingat-ingat dulu tuan."

Tangan Leo bergerak meraih handphone nya. Diliriknya komputer Dion yang masih dalam keadaan mati. Leo kembali menarik nafas.

" Ayodya Cark"

Dalam pencarian terpampang wajah tampan Bram, pelukis ternama yang misterius. Segala bentuk pemesanan lukisannya pun terbanyak melalui vidio. Jarang sekali Bram mau menemui langsung kliennya, lebih banyak Suta dan bawahan lain yang melakukannya.

Belakangan nama Bram Ayodya Cark juga banyak diperbincangkan sebagai pengusaha sukses dibidang fashion. Pameran lukisan dan juga fashion yang diselenggarakan perusahaannya selalu menjadi sorotan.

Leo menyerahkan hasil pencariannya kepada Dion, sungguh Leo tidak habis pikir dengan bos nya itu.

" Terlalu mencintai orang lain terkadang membuat seseorang menjadi lupa segalanya, bahkan tak jarang mereka akan sering bertindak seperti orang idiot. Dan itu bisa Leo lihat dari diri bos nya.Dion"

Dion membaca semua artikel tentang Bram, mencari berita yang mungkin dia dapat tentang Tiara. Namun nihil, tidak ada satupun keterangan tentang kehidupan pribadi Bram.

" Kamu tau Leo? wanita yang bernama Tiara itu memiliki tingkat kemiripan dengan Sasya terlalu banyak. Bahkan mungkin jika Sasya masih hidup, mereka akan terlihat sebagai satu orang yang sama. Dari ujung kepala sampai ujung kakinya semua sama. Hanya warna rambut yang sedikit berbeda. Sasyaku lebih menyukai warna hitam alami rambutnya, tetapi Tiara sepertinya suka dengan warna rambut sedikit kecolkatan nya." Dion membandingkan fisik Tiara dan Sasya dalam ingatannya.

Leo hanya menjadi pendengar setia bosnya, dia tau betapa bos nya itu sangat mencintai mendiang sang istri. Bahkan sampai sekarangpun, Leo yakin cinta bosnya belumlah berkurang sedikitpun.

TO BE CONTINUE

1
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
tiaranya hamidun bram
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
nara anak kandung pak andrew yg di cari
Abcdefghiloveyou⏤
Semangat KK😍😍
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
duh ...galpok Karo fotene, guanteng😍😍😍
ㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤ🍒⃞⃟🦅
udah part 2 aja semangat ante ry
Chika£Hiats
Bahagianya kakek Andrew mempunyai cucu kembar😚
Ehh semua bahagia pokoknya 😚😁

Mark siap2 puasa nih kata Abang, tak apa ya Mark puasa juga demi istri tercinta dan si twins buah hati kalian 😁😚
Chika£Hiats
Qeenan lucu n pinter banget 😚😘
Nah, papah Bram jangan bicara sembarangan didepan Qee dia pasti keppo apa yang papahnya ucapkan😁
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
jois Jody.....jodoh gak yo
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
so sweetttt ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
AndreaLeOny
Cerita yang bagus dan menarik. Semangat berkarya Thor sukses selalu 💪😚
Ony6
Cerita yang bagus dan menarik, enak untuk dibaca. Suka sama tokoh Bram yang begitu tulus mencinta Tiara😚
Semangat berkarya dan sukses selalu Thor 💪😚
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
sabar ya Mark, lope lope deh buat mu❤️❤️❤️❤️
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
moga sll sehat Nara, bocil ...gemesin😍😍😍
𝔄𝔰 ⁸
like
𝓢𝓸𝔂 𝓱𝓮𝓻𝓶𝓸𝓼𝓪
lagi kak
𝓢𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓴𝓪𝓶𝓾
next
ℱera 𝓢 ℰ
lanjut
ℱioℰ²
good 👍
ℱiaℰ¹
🤗
𝐒𝐡𝐚𝐡𝐢𝐫𝐚
like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!