Apa jadinya jika dua saudara kembar yang terpisah selama bertahun-tahun bertemu?
Dewi Hana Saputri dan Clarissa Hani Widjaya, keduanya memiliki sifat dan karakter yang berbeda, tapi keduanya sama-sama mencintai satu pria yang sama.
Siapakah yang di pilih pria itu?
'Ada berbagai macam manusia yang lahir didunia ini, seseorang mengatakan tidak ada satupun manusia yang telahir semuanya sama walaupun fisik mereka mirip tapi karakternya pasti berbeda.'
Ini novel pertamaku, mohon dukungannya dan tolong jangan menjatuhkan autho ya 😄 Terima kasih banyak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23 "Happy Birthday"
“Aku pulaaang!” Hana memasuki rumahnya dengan wajah ceria, ia membawa bola basket ditangan nya. Ayah dan ibunya yang tengah makan malam langsung berhenti mengunyah dan menatap ke arah Hana yang tengah memainkan bola basketnya.
“Whoaa Ayah bunda lihat aku hebat kan?” Hana berulang kali memantulkannya ke lantai dan membuat ayahnya menggelengkan kepala.
“Beritahu dia untuk tidak bertingkah seperti itu di depan pria" Bisik ayahnya.
“Kau saja yang beritahu, diakan mirip denganmu” Ibunya juga berbisik ke arah ayahnya mereka saling menatap dan kembali melihat ke arah Hana yang tengah memutar bola basket itu di ujung jarinya namun kembali jatuh dan jatuh lagi.
“Aish sulit sekali padahal Satya bisa melakukan nya” Keluh Hana.
“aku ragu akan ada pria yang mau menikahinya” Lanjut ayahnya, ia kembali mengunyah nasinya .
“Hana sayang, cepat kemari makan malam!” Ibunya menghentikan Hana ia tak lagi memainkan bola itu dan menggiringnya ke kamar.
“Tidak usah aku sudah makan enak” Jawab Hana.
“Ya! cepat makan kemari bundamu sudah masak susah payah”
“Habiskan saja oleh ayah , Aku sibuk bye” Hana melambaikan tangan ia lalu masuk ke dalam kamarnya dan menyiapkan sesuatu untuk tengah malam nanti.
.
Dan tepat jam 12 malam , Hana mengendap keluar dari rumahnya tanpa sepengetahuan orang tuanya yang tengah lelap tidur. Ia sudah membawa bola basket itu dan juga sebuah cup cake beserta 1 buah lilin spiral ditangan nya. Hana berencana untuk membuat Satya terkejut dihari ulang tahun nya kali ini.
Sesampainya di apartemen Satya, Hana dengan mudahnya memasukkan password apartemen milik Satya. Ia memang sering keluar masuk apartemen saat pemiliknya tidak ada di apartemen.
Hana meletakkan kue di meja makan. dan bersiap untuk membangunkan Satya dikamarnya, tapi sosok yang dicari tidak ada dikamarnya.
Hana mendengar suara berisik dari arah sofa, perlahan Hana menuju arah sofa, Disanalah Satya berada. Satya tertidur dengan masih menyalakan laptopnya.
Dengan sangat hati – hati Hana melangkah menghampiri Satya setelah mematikan lamu nya .
“Satya” Hana berbisik menanti Satya terbangun dari tidurnya
“Satya” Lanjut Hana lagi kali ini sedikit lebih keras, Satya mulai menyadari ada sesuatu di sekitarnya ia perlahan membuka mata dan mendapati ruangan nya sudah gelap lengkap dengan cahaya di depan nya dan seorang wanita yang tak bisa ia kenali.
“Whoa!! Siapa kau?! Hantu?! Pergi-pergi jauh-jauh” Satya menutupi dirinya menggunakan selimut karena terkejut . Ia bahkan tidak mengerti kenapa lampu ruangan nya bisa mati begitu saja.
“Aish..ya! Satya!” Hana menyentuh Satya di balik selimutnya, ketakutan Satya membuatnya tak bisa mengontrol diri. Tangan nya mengambil bantal dan dilemparkan ke arah Hana sehingga Hana mengadu kesakitan.
“Sat! sakit tau!" Di dalam selimutnya Satya mendengar suara yang begitu familiar ia lalu membuka selimutnya dan melihat Hana tengah memelototkan matanya kearah Satya.
"kemari kau!" Hana tidak mau di pukul bantal lagi, dengan cepat dia menarik tangan Satya. Ia membawa Satya kearah meja makan.
"Happy birthday Satya" Hana mendudukkan Satya di kursi dan dia duduk didepan Satya.
"Berdoa dulu!" perintah Hana, Satya menutup matanya berdoa ia dengan patuh mengikuti perintah Hana.
Setelah Satya membuka matanya, Hana menyanyikan lagu Happy Birthday. Mata Satya tidak lepas dari wajah Hana, dia terus menatap lekat Hana yang menyanyikan lagu happy birthday untuk nya.
"Kau senang? dengan kejutanku?"
Satya mengangguk, dan tersenyum, dia saja lupa akan hari ulang tahunnya.
"Begitu saja reaksimu?" Hana memanyunkan bibirnya.
Melihat reaksi Hana, Satya segera mencubit pipi Hana, "Hana aku sangat senang! sangking senangnya aku sampai ingin menangis".
Hana menepis tangan Satya, " Hentikan itu, kau membuatku merinding".
Lalu keduanya sama-sama tertawa.
"Kau tidak menyuapiku?"
"Kau mau disuapi? baiklah karena hari ini kau berulang tahun, aku Hana akan mengabulkan permintaan mu, aaaa" Hana mengarahkan sendok yang berisi cream kue kehadapan Satya.
Satya menerimanya. lalu mengerucut kan alisnya, "kau memberikanku hanya creamnya"
Hana tertawa dia suka sekali mengerjai Satya, Ia tau Satya tidak terlalu suka dengan cream kue.
"itu kan bagian yang terenak, mau lagi?" Hana kembali menyendokkan cream kue, tangan Satya dengan cepat menahan Hana.
"Hentikan, aku tidak mau"
"kenapa, tadi minta disuapi, hehehe" Hana masih tertawa.
"iya, tapi aku mau kuenya bukan cream".
"padahal aku sengaja membuat kue dengan banyak cream khusus untukmu, kau kan menyukainya" ledek Hana.
"Mau balas dendam dengan kejadian tadi?"
"yup" jawab Hana singkat, dia kemudian berdiri untuk mengambil Hadiah ulang tahun yang dia bawa.
"Bagaimana caranya kau masuk?"
"Kau lupa, aku tau password apartemen mu?"
"Tapi aku sudah menggantikan nya, bagaimana caranya kau mengetahui yang baru"
"Dasar bodoh, 1111 bukan password yang susah ditebak, dengan otakmu aku yakin kau tidak akan membuat password yang susah" balas Hana dari kejauhan.
"Nah, ini hadiahmu" Hana memberikan bola basket yang baru dia beli kepada Satya.
“Selamat ulang tahun Satya! Semoga kau dapat pacar tahun ini”
“Tidak perlu” Satya menyingkirkan tangan Hana dari bahunya.
“kenapa? ”
“Aku tidak akan berpacaran sampai wisuda, aku harus fokus kuliah”
"kau berlebihan sekali paling jika ada perempuan cantik kau langsung berpacaran benarkan? semua pria seperti itu” Hana membuang pandangan nya dari Satya. Kembali dia teringat akan Arka.
"Terima kasih hadiahnya, kau yang membelinya?" Satya tau arti kata-kata Hana, dia tidak mau di hari baiknya, Hana mengingat pria sialan itu, maka dari itu Satya tidak menggubris ucapan Hana.
"Tidak, hehehe pacarku yang membelinya, jadi aku bisa menghemat uangku".
"Teman macam apa kau ini, membelikan hadiah tapi pakai uang orang lain.”
“Kenapa? tidak suka? Yasudah buatku saja” Hana hampir merebut kembali bola itu namun Satya segera mengangkat tangan nya hingga Hana tak bisa meraihnya .
“Eiy sok jual mahal , ah benar aku ingin ke bukit yang ada didekat sini, ayo”
"Gak mau, dingin sekali” Tolak Satya , pertengahan malam adalah cuaca yang paling dingin dan Satya sangat membenci itu namun Hana tak mau kalah ia menarik Satya untuk ikut keluar dan pergi ke tempat tujuan.
City light terlihat dari atas bukti dengan sangat jelas , angin malam yang berhembus juga menambah suasana menjadi semakin romantis. Hana terlihat begitu antusias melihat pemandangan dari atas sana. Tak butuh waktu lama untuk bisa sampai kemari karena memang letaknya tidak jauh dari apartemen tempat Satya tinggal
“Kau senang?” Satya berdiri disamping Hana dan mengatur nafasnya.
“eoh sangat senang!” Hana tersenyum
“kau senang menyiksaku begini? membangunkanku tengah malam , dan manyuruhku mendaki bukit aissshhh” Satya terus menggerutu dan Hana hanya menikmati pemandangan tanpa ingin menanggapinya. Dari samping Satya terus memperhatikan Hana.
“Sat, kau pernah melihat pantai di malam hari tidak?” Hana menoleh.
“eoh rumah orang tuaku dekat dengan pantai , kenapa?”
"benarkah? Aku ingin sekali melihat pantai di malam hari karena banyak lampu berkelip dari atas kapal yang sedang berlayar Whooaa pasti akan sangat cantik” Hana terlihat sangat antusias menceritakan soal pantai malam hari, Satya hanya tersenyum kecil dan menganggukan kepalanya.
“kau mau ku ajak kesana?” Tawar Satya.
“woaahh! Aku sangat ingin”
“Kalau begitu liburan kuliah nanti aku akan mengunjungi orang tua ku, kau boleh ikut”
“Setuju!” tanggap Hana dengan penuh semangat. Sejenak Satya terdiam ia lalu menatap Hana dengan selidik.
“kau , waktu itu kenapa menangis di depan hotel MoonBlue” Hana diam , ia seakan berpikir untuk menjawab pertanyaan itu atau mendiamkan nya.
🌺🌺🌺🌺🌺
tetap semangat thor 💪