NovelToon NovelToon
Andre Dan Sheila

Andre Dan Sheila

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Anak Genius / Single Mom / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: riski iki

Namaku Sheila,Aku bekerja di perusahaan Andre.Dan Aku menjabat sebagai sekretaris di sana.


Dengan niat untuk membalas dendam kepada Bos Ku.

Karena hampir setiap hari, Aku selalu di marahi tanpa alasan yang jelas.


Dengan ambisi Ku itu,Aku menaruh, obat perangsang di dalam minuman nya, dengan niat memberikan pelajaran kepada Bos ku.


tapi ternyata hal yang tidak terduga pun terjadi.


Bagaimana kisah nya... Cokodot lah.😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Dengan penasaran yang cukup tinggi, Nyonya Anita pun, mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah sumber suara.

Betapa terkejutnya Ia setelah melihat wajah itu yang ternyata itu adalah Sintia.

Dengan langkah Kaki seribu, Nyonya Anita pun menghampiri tempat tidur Pasien tersebut.

" Apa yang terjadi denganmu Sintia," ucap Nyonya Anita begitu terlihat khawatir, sambil mengusap kepala Sintia.

" Mama, Aku sendiri tidak tau kenapa! dan sepertinya Apartemenku itu sudah ada hantunya," ucap Sintia.

" Hantu...? kenapa kamu bisa berpikir seperti itu, bukankah di jaman modern seperti ini, sudah tidak ada lagi yang namanya hantu, kau ini pikiran mu sudah mulai seperti orang kampung saja," ucap Nyonya Anita sedikit kesal.

" Bukan begitu Mah, kalau bukan hantu yang melakukannya siapa lagi."

" Mungkin itu kelakuan orang iseng saja."

" Tapi Mah, Mamakan tau sendiri, kalau aku hanya tinggal sendiri di dalam Apartemenku."

" Oh...iya! kenapa Mama sampai lupa! tapi, Apa mungkin hantu yang melakukannya," pikir Nyonya Anita.

Iapun berpikir sejenak, tetapi saat ini Ia belum bisa mempercayai apa yang dikatakan oleh Sintia, kalau di Apartemen itu ada hantunya.

" Di Jaman modern seperti ini, mana ada hantu," batin Nyonya Anita.

" Yasudah, tidak usah kau pikirkan lagi, kalau kau takut tinggal di Apartemen mu, kau bisa tinggal bersama dengan Mama kan, siapa tau dengan tinggal bersama di rumah Mama, kau bisa lebih dekat dengan Andre," ucap Nyonya Anita.

Sementara Sintia yang mendengar ucapan calon Mama mertuanya, seketika hatinya merasa sangat senang dan bahagia.

" Bahagianya diriku, dimana setiap hari akan selalu bertemu dengan sang pujaan hatiku, ah...! ini seperti mimpi saja, tapi ini kenyataan kan, bukan mimpi," ucap Sintia sambil mencubit pipinya."

" Aw...sakit, berarti ini adalah kenyataan, bukan mimpi," batin Sintia yang melupakan sejenak rasa sakit di sekujur tubuhnya.

*****

Di Rumah Sheila

Saat ini Andy dan Andrea sedang melakukan perbincangan yang sangat serius, dimana topik utamanya adalah mereka sendiri.

" Kakak bagaimana ini? Tes DNA yang kita lakukan Minggu kemarin, hasilnya akan keluar hari ini," ucap Andrea sedikit khawatir.

" Aku tidak peduli," ucap Andy ketus.

" Tidak peduli bagaimana, bukankah kata Bunda selama ini kau sangat menantikan kehadiran seorang Ayah, bahkan kau sampai merengek agar segera dipertemukan dengannya," ucap Andrea.

" Diamlah, saat ini kau jangan menggangguku, kamu tidak lihat apa, saat ini aku sedang melukis, kau membuyarkan konsentrasi ku saja, cepat kau keluar dari dalam kamarku," ucap Andy.

" Tapi Kak," ucap Andrea yang tidak mau keluar dari dalam kamar Kakaknya.

Tapi Andy segera mendorong tubuh adiknya, agar secepatnya keluar dari dalam kamarnya.

Tanpa dapat berbuat apa-apa, Andrea pun langsung keluar dari dalam kamar Kakaknya, dan segera masuk kedalam kamarnya sendiri yang bersebelahan dengan kamar Kakaknya.

" Huh...! Andy pun menutup matanya sambil menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar, setelah Ia berhasil menutup pintu kamarnya.

Dan Ia pun menyandarkan punggungnya di depan pintu itu, sambil memperosotkan tubuhnya keatas lantai.

" Tidak dapat di pungkiri, Sebenarnya dari dulu aku sangat merindukan seorang sosok Ayah yang akan menemani hari-hariku di saat aku bosan, dan aku bisa mengajaknya untuk mengobrol tentang banyak hal, tetapi keinginan itu sudah lama hilang, setelah aku melihat dengan kepalaku sendiri, dimana yang saat pertama kali bertemu dengannya, Ia pura-pura tidak kenal dengan Bundaku."

" Bahkan tunangannya sempat menghina Bunda ku, Dan aku sadar, mungkin saat itu Ia tidak mengenal Bundaku, sebab penampilannya saat itu masih terlihat sangat kumuh."

" Tetapi, Aku sangat yakin kalau pertemuan yang kedua saat di Bandara, Ia sudah mengenal Bunda, tetapi dengan sifat sombongannya itu, Iapun pura-pura tidak mengenal Bundaku lagi, apa yang harus aku lakukan! apa aku masih bisa menyatukan kembali Keduanya, mengingat saat ini Ayah sudah mempunyai tunangan.

" Aku harus yakin, walaupun nantinya akan gagal, tapi aku tidak akan pernah menyesal, sebab aku sudah mencobanya," ucap Andy.

Tiba-tiba sebuah ketukan pintu pun terdengar dari luar, yang ternyata itu adalah Bunda Sheila.

" Andy, kau sedang apa di dalam Nak, cepat buka Pintunya," ucap Sheila dari luar.

Sementara Andy yang sedang berada didalam kamarnya, mulai merapikan sedikit penampilannya dan berjalan perlahan menuju kearah lukisannya, dan saat ini iapun pura-pura melukis.

" Silahkan masuk Bunda, Pintunya tidak di kunci," ucap Andy dari dalam kamarnya.

Sheila yang mendengar itu, segera memutar gagang pintu itu dan mendorongnya, dan Iapun berjalan memasuki kamar Andy bersama dengan Andrea.

" Wah...! lukisan mu, bagus sekali Kak," puji Andrea, sambil menghampiri sang Kakak.

" Kau jangan berlebihan memujiku, bukankah kau sudah terbiasa melihat lukisanku," ucap Andy sedikit ketus.

" Aku kan, hanya berkata yang sejujurnya, emangnya tidak boleh," ucap Andrea.

Sementara Sheila yang melihat kejadian itu, Ia sudah bisa menebak kalau saat ini, kedua anaknya sedang tidak akur, dan Iapun menghampiri keduanya dan memeluknya.

" Kalian ini kenapa, hum! kalian tidak boleh seperti itu, bukankah kalian berdua bersaudara, dan sesama saudara itu harus saling menyayangi, bukannya bertengkar seperti tadi," ucap Sheila dengan lembutnya.

" Kami tidak bertengkar Bunda, kami berdua hanya berbeda pendapat saja," ucap Andy.

" Hum! kalau begitu, Bunda saat ini sangat ingin melihat kalian berdua berpelukan, bagaimana! kalian setuju kan?"

" Bunda ini ada-ada saja, yaudah Kak, sekarang rentangkan kedua tanganmu, dan sambutlah pelukan adikmu yang sangat cantik ini," ucap Andrea sambil tersenyum manis.

Tanpa membantah perkataan adiknya, Andy pun langsung merentangkan kedua tangannya.

" Hum! baiklah," ucap Andy dengan sangat pasrah,sebab Ia tidak akan mampu menolak apa yang diperintahkan oleh Bundanya.

Kedua saudara kembar itupun berpelukan di hadapan sang Bunda, sementara Sheila yang melihat itu, Ia sangat bahagia melihat kebersamaan kedua anak kembarnya.

" Nah, begitu dong, Bunda sangat bahagia kalau kalian akur seperti ini."

Disaat kedua saudara kembar itu sedang berpelukan, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, dan mereka berdua pun langsung melepaskan pelukan mereka seketika.

"Kakak, itu seperti suara Bibik, cepatlah kau buka Pintunya, siapa tau ada sesuatu yang sangat penting," ucap Andrea.

" Biarkan Bunda saja, yang membuka Pintunya," ucap Sheila sambil berjalan menuju kearah Pintu dan membukanya.

" Ada apa Bik."

" Ini Non Sheila, ada Tuan Andre dan Tuan Nugroho di ruang tamu, dan mereka sepertinya ingin membicarakan sesuatu hal yang sangat penting."

" Pasti mengenai hasil Tes DNA itu," batin Sheila.

" Baiklah Bik, sebentar lagi aku dan anak-anak akan turun, tapi sebelum itu silahkan Bibi membuatkan minuman, atau cemilan dulu untuk mereka berdua," ucap Sheila.

" Baik Non," ucap Bibi sambil berlalu pergi dari hadapan Sheila.

1
falea sezi
andre plin plan tolol
Anonim
Ooooo kaciannenek peot 🤣🤣🤣🤣
Toni Hartono
inisial tentara terduga teror...masih kolaborasi di sini......
di sumbersari
leyka
koq sela Ndak kerja... apa kakeknya yg selalu mbantunya?
Tyara Lantobelo Simal
semangat untuk selanjutnya
anggita
👌👍👏👏
Puan Harahap
hadir thor
delissaa
udah end ternyata 😀
Putri Handayani
selalu hadir kakak
Santai Dyah
wah sudah tamat
Mak Nur
berasa lari maraton bacanya☺☺
pat_pat
❤️❤️
Ria Diana Santi
Oh, syukurlah ada polisi datang dengan segera.

Syukurlah, semua berakhir dengan bahagia. Aku lega tidak ada yang jadi korban keras kepalanya si Sintia. Selamat untuk Andre dan Sheila! Semoga, kebahagiaan selalu memayungi keluarga kalian, ya! Aamiin ...!
Ria Diana Santi
Setuju sama kata Andre. Ini adalah ambisi mu semata, Sintia.
Ria Diana Santi
Si Sintia makin lama makin Gila!🤦🏻‍♀️ Hadehhh meresahkan!
solin
suka
Hanna Devi
lanjut lagi...
salam dari Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊
Sweet chicie💞
lanjut....
Esa Aurelia
Selamat kak udah merampungkan karyanya 😊
Pe_na
End??? 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!