NovelToon NovelToon
Anak Genius: CEO Tampan Ayah Si Kembar

Anak Genius: CEO Tampan Ayah Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Badboy / Pembunuhan
Popularitas:524.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nani Anny

Tujuh tahun lalu, Alessia Karina mengalami malam tak terlupakan bersama Leon Arsenio, seorang CEO muda pewaris kerajaan bisnis Arsenio Group. Keesokan harinya, Leon pergi tanpa meninggalkan jejak, membuat Alessia patah hati. Tanpa sepengetahuannya, Alessia hamil dan memutuskan membesarkan sepasang anak kembarnya, Keenan dan Kierra, seorang diri.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Leon menemukan fakta mengejutkan: Alessia adalah ibu dari anak-anaknya. Di tengah kebingungan dan kemarahan Leon, Alessia terpaksa menerima tawaran menikah kontrak dengannya demi masa depan si kembar. Namun, pernikahan ini bukanlah akhir dari perjuangan. Konflik masa lalu, rahasia besar yang melibatkan keluarga Leon, serta godaan dari pihak ketiga menguji cinta mereka.

Sanggupkah Leon membuktikan dirinya sebagai ayah dan suami yang pantas? Dan apakah Alessia bisa kembali mempercayakan hatinya kepada pria yang pernah meninggalkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nani Anny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Niko?

Flashback

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan...

Niko kembali menekan end di layar ponselnya. Sudah sejak tadi pria itu terus menghubungi Kaila namun ponselnya di luar jangkauan.

Apakah dia baik-baik saja sekarang? Pria itu sangat khawatir.

Drrttttt... Drttttt...

Niko merasakan ponselnya bergetar dan segera meliriknya. Wajahnya berubah kecewa saat melihat ternyata bukan Kaila yang memanggilnya tapi anak buahnya.

Sebelum mengangkat panggilan itu, Niko melirik dua anak di sampingnya yang sangat fokus mencari petunjuk.

"Uncle keluar dulu. Kalian tetap disini. Jangan kemana-mana sampai uncle datang lagi. Ok." Niko memberi perintah pada mereka.

Lalu dia pun beranjak keluar dari ruangan tersebut sambil menempelkan benda pipi itu di telinganya.

"Apa kau menemukan sesuatu?" tanya Niko.

"Iya Tuan. Wanita itu berada di penthouse Tuan Noah."

"Baiklah."

Niko memutuskan sambungan telfonnya. Tatapannya tajam ke depan. Tangannya meremas kuat ponselnya.

Bagaimana mungkin Noah dengan cepat menemukan gadis itu. Bukankah saat ini pria itu sedang berada di Amerika? Bukankah dia akan segera menikah?

Apakah dia kembali karena sudah mengetahui Kaila mengandung anaknya? Tapi rasanya tidak mungkin. Noah adalah pria bajingan yang selalu bergonta-ganti pasangan dan berjiwa bebas. Dia tidak mungkin peduli dengan hal-hal yang mengacaukan hidup bebasnya. Ah sial!! Pertanyaan gila itu membuat kepalanya sakit.

Karena rasa penasarannya sudah dipuncak ubun-ubunnya akhirnya dia pun meninggalkan rumahnya tanpa berpamitan dengan si kembar. Lagipula tujuannya kesana bukan untuk menyelamatkan Kaila. Dia tidak perlu mengkhawatirkan Kaila di tangan pria itu, karena Niko sudah sangat mengenal bagaimana watak pria itu. Noah tidak bisa melukai seorang wanita, dia hanya merusaknya saja. Cih, pengecut memang.

"Kau awasi mereka!" pinta Niko pada pengawalnya yang sedang berjaga di depan pintu rumahnya. Lalu dia pun dengan cepat masuk ke dalam mobilnya menuju penthouse Noah.

Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang. Kini pria itu tengah berada di lift pribadi milik Noah dan sekarang pria itu sudah masuk ke dalam penthouse mewah itu.

Seolah sudah sangat hapal setiap lekak-lekuk rumah itu. Niko langsung berjalan tanpa bingung akan arah yang akan dia tuju. Pria itu masuk ke dalam ruangan pertama lantai dua. Di dalam sana terlihat ada ruangan lagi. Tanpa ragu diapun masuk ke dalam sana. Dan di sana sudah ada Noah yang terlihat duduk dengan santai. Bersandar di sofa dengan melipat kakinya sambil menyesap segelas kopi.

Bahkan di atas meja juga sudah tersedu segelas kopi yang lain. Seolah pria itu tahu akan ada tamu yang datang dan memberinya penyambutan yang sangat hangat.

"Kau benar-benar sudah menghafal setiap sisi rumahku. Setelah ini aku harus mengecek barang-barang berhargaku. Mungkin saja ada yang hilang." cetus Noah lalu kembali menyesap kopinya.

Sementara Niko yang masih berdiri di ambang pintu sudah sangat murka melihat wajah yang sudah sangat lama tidak dilihatnya. Ada rasa benci dan rindu tersirat dihatinya. Brengsek!

"Kenapa kau diam saja disitu. Duduklah dan minum kopimu. Hargai usaha Ben yang membuat kopi untukmu satu jam yang lalu."

Brak!

Daun pintu yang tidak berdosa itu menjadi sasaran kemarahan Niko yang memuncak. Dia membantingnya sangat kuat. Lalu menghempaskan dirinya di atas sofa di depan pria itu.

"Dua juta. Kau harus membayar pintu dan sofa itu jika lecet."

Niko berdecih, "kau masih saja sangat perhitungan."

"Kau tidak akan kaya jika kau terlalu dermawan."

Niko memutar bola matanya malas, "sedang apa kau disini?"

"Kau bertanya seperti orang bodoh. Ini negaraku. Negara ibuku. Tentu saja aku disini."

"Ibu kita."

"Stop!" Noah mengangkat telunjuknya ke arah Niko. "my mother is not your mother and your mother is not my mother. Understand!"

Niko memutar bola mata malas, "terserah apa katamu."

"Lalu kenapa kau kesini?" Noah bertanya basa-basi.

Niko kembali berdecih frustrasi. "Kau menyambutku dengan kopi yang terseduh stu jam yang lalu. Ku kira kau sudah tahu maksud kedatanganku."

"Karena wanita itu?" Noah mengangkat alisnya sebelah.

"Apa lagi?"

"Bagaimana yah?" Noah menggaruk pelipisnya dengan gaya mempesona. "Sepertinya aku tidak bisa menyerahkannya."

Mata Niko terbelalak, "kenapa kau melakukan ini?"

Noah tertawa remeh, "kau masih bertanya, kenapa aku melakukannya? tentu saja karena, she is mine? "

"Sejak kapan dia menjadi milikmu?"

"Berhenti berpura-pura. Karena aku benci orang yang seperti itu." Noah menajamkan penglihatannya.

"Dia menjadi milikku sejak aku menidurinya, dia memiliki anakku... Dan...." Noah menekankan kata Dan.

"Kau tahu maksudku kan?" Noah menyeringai.

Niko semakin menyipitkan matanya bingung.

"kau adalah dalang dari penculikan ini bukan?"

"Kenapa kau menuduhku?" Dahi Niko semakin berkerut heran.

"Aku tidak sedang menuduhmu. Bukankah itu adalah keahlianmu? menculik seseorang lalu memanipulasinya." pria itu tertawa rendah.

Niko berdecih, "kau berkata seolah kau mengenaliku."

"Of course. I know you very well. Jika kau lupa, kau pernah melakukan hal yang sama padaku juga bukan? Kau dan ibumu."

"Kenapa kau mengungkit masa lalu, hm?" Niko semakin murka.

"Bukankah masa laluku dan masa sekarang selalu berkaitan dengan aksi bejatmu itu. Sekarang kau memperdaya wanita itu untuk mengalahkan aku bukan?" Noah berdecih, "kau selalu seperti ini. Memanfaatkan orang lain demi mencari kelemahanku."

Niko menghela napas kesal, dia benar-benar tidak mengerti apa yang Noah katakan, "aku tidak memiliki waktu untuk berdebat denganmu. Sekarang lepaskan wanita itu."

"Cih. Kau memerintahku seolah aku adalah penculik yang sebenarnya. Wanita itu terculik oleh orang-orangmu, lalu kenapa kau seperti sedang menganggapku pelaku dari penculikan ini. I was the one who saved her."

Niko terdiam sejenak. Berusaha mencerna apa yang baru saja Noah katakan. Orang-orang Niko menculik Kaila. Apa maksudnya? Tidak mungkin orang-orangnya melakukan hal itu?

Pikiran Niko kembali pada aksi kejar-kejaran tadi. Ah, sekarang dia sadar. Ternyata mobil yang mengikutinya adalah suruhan Noah. Namun yang menculik Kaila? Niko mengumpat saat kini dia tersadar bahwa mobil yang mengejarnya berbeda dengan mobil mencekat mobilnya. Sial!

Niko kembali menatap Noah. Yang sedang memicingkan matanya. Niko kembali berusaha mengatur raut wajahnya agar terlihat tenang.

"Bukankah kau juga berniat menculiknya, but my people got it first." Alis Niko terangkat sebelah.

"Tapi orang-orangku berhasil merebutnya bukan? karena itu jugalah, kau datang ke rumahku." Noah mencengkeram tangan soda dengan keras. "Kau datang kesini bukan untuk menyelamatkannya. You just want to negotiate with me?"

Niko menelan ludah dengan susah payah. Dia benar-benar tidak mengerti dengan perkataan Noah. Siapa orang-orang yang dituding Noah adalah orang-orang Niko?

Sementara Noah masih terus menatap tajam pria di depannya itu sambil menyesap sisa tai kopinya.

Tok! tok! tok!

Ceklek.

"Ada apa?"

Noah bertanya pada Ben yang berdiri di depan pintu ruangan itu.

Ben pun beranjak menuju Noah lalu membisikkan sesuatu. Sementara ponsel Niko kembali bergetar.

"Ada apa?" tanya Niko pada asistennya.

(....)

"Aku kesana sekarang!"

Setelah memutuskan sambungan telefon, Niko langsung keluar dari ruangan itu tanpa mempedulikan Noah yang terlihat heran.

Di dalam perjalanan menuju ke suatu tempat. Niko kembali menghantam stir dengan kuat. Dia sangat frustrasi saat ini. Dia sudah tahu siapa pelaku dari penculikan Kaila. Dan saat ini mobilnya sedang menuju ke sana.

"Tuan!" Judith yang merupakan tangan kanan Niko menyambutnya saat dia baru saja turun dari mobilnya.

"Dimana dia?" Niko mengibaskan jasnya sesaat setelah turun dari mobil.

"Dia di dalam Tuan." Pria itu pun mempersilakan Niko untuk berjalan di depan.

Tanpa ragu Niko pun melangkah masuk ke dalam rumah mewah bergaya eropa klasik itu. Langkah panjang Niko membawanya ke sebuah ruangan. Di dalam sana terlihat seorang wanita memunggunginya.

Dengan mengatupkan rahangnya dengan kuat dia pun pun semakin mendekat.

"Mom!"

Plak!!

Tubuh Niko tersentak, wajahnya tertoreh cukup keras ke samping kiri, saat menerima tamparan itu.

Niko mengarahkan pandangannya tidak percaya pada wanita yang terlihat sangat marah itu.

"stupid kid! really stupid!" geram wanita paruh baya itu.

"Kenapa mommy melakukan hal ini? kenapa?" Sentak Niko dengan keras.

Wanita yang ternyata merupakan ibu Niko itu tersenyum kecut, "kenapa katamu! kenapa kau menghalangi rencana mommy. Kenapa kau malah bertarung dengan suruhan mommy."

Mulut Niko menganga tidak percaya dengan apa yang baru saja ibunya katakan. Jadi dialah pelaku penculikan itu.

"Tapi kenapa mommy melakukan itu? Kenapa mommy ingin menculik Kaila? Bukankah rencana awal kita hanya menginginkan anaknya saja...." leher Niko tercekat. "Ini bukan bagian dari rencana kita mom."

Wanita itu menyeringai, "apapun yang akan merusak rencanaku akan masuk ke dalam daftar rencanaku."

Niko menggigit bibirnya geram, "itu tidak akan pernah terjadi. No!"

"Why not?" wanita itu mendengus kesal, "kau lalai dalam menjalankan tugasmu karena wanita sialan itu. Dan sekarang!" tatapannya tajam seolah menusuk retina coklat Niko.

"Aku akan melenyapkannya juga."

Niko berdecih, "in your dream." Niko mengangkat tangannya ke udara lalu melangkah meninggalkan Ibunya yang sangat murka itu.

"Jangan mencoba untuk menentangku. NIKO!" Wanita itu berteriak dengan mata yang sudah hampir meloncat keluar.

Sementara Niko masih terus berjalan meninggalkan ruangan itu. Dia benar-benar tidak habis fikir dengan jalan pikiran wanita brengsek itu. Dan jangan harap dia akan melakukan kekonyolan bundanya.

Dengan langkah yang marah, Niko menghempaskan dirinya masuk ke dalam mobilnya. Lalu detik berikutnya mobil itu pun melaju dengan kecepatan yang hampir terbang. Kali ini dia tidak akan menuruti keinginan wanita berstatus ibunya itu. Dia bersumpah.

drrttt... drtttt...

Niko merogoh saku celananya untuk melihat siapa yang mengirim pesan kepadanya.

^^^Mommy^^^

^^^Kau tidak lupa rencana kita kan? hari ini Widia akan membawa Farika. Dan kau bawa Fau dan Fer. Kau tau akibatnya bukan, jika kau tidak melakukannya? Jangan bermain-main dengan mommy. Son. Maka turuti keinginan mommy. Maka semuanya akan baik-baik saja. Mommy tunggu sayang.^^^

"Ah... s*hit."

Niko melemparkan ponselnya ke dasboard dengan keras. Kepalanya hampir pecah sekarang. Wanita itu benar-benar membuatnya gila.

Niko menenenggelamkan wajahnya di stir. Mencoba menenangkan hati dan pikirannya yang hampir meledak. Namun tidak berhasil.

Pria itu pun kembali melajukan mobilnya dengan membabi buta di jalan raya. Ke rumahnya. Setibanya disana dia tidak menemukan anak-anak itu.

Anak buahnya mengatakan bahwa mereka pergi ke penthouse Noah. Sial!

Pria itu kembali memutar stirnya ke rumah Noah. Namun tidak ada apa-apa disana selain kekacauan.

"Arrggggg!" Teriak Niko frustrasi.

Dia pun kembali masuk ke dalam mobilnya. Namun sebelum dia kembali melajukan mobilnya. Ponselnya kembali bergetar.

"Ada apa?" Niko berucap dingin.

"Bantu saya Tuan. Farika di ambil alih oleh sekelompok orang."

"Apa!" Niko berteriak murka, "dasar ceroboh, siapa yang membawanya?"

"Saya tidak tahu Tuan. Mereka terlihat asing. saya belum pernah melihatnya."

"Sial!" Niko kembali memukul stir dengan kuat.

"Lalu saya harus bagaimana Tuan?" Wanita di seberang telefon itu terdengar sangat takut.

"Jangan bertanya kepadaku." Sentak Niko. "Urus saja dirimu sendiri."

Niko menekan tombol end lalu kembali mengerang frustrasi. Kenapa begitu rumit?

...Happy Reading ❤...

Jangan lupa untuk bayar parkir yah. hehe. Tunjukkin dong dukungan kalian biar author semangat untuk up. ok. bye-bye.

Setelah itu author persilahkan kalian untuk menghujat Niko. Hehe

1
Lai Lai
update please
Nur Yanah
Sampai lupa cerita nya
Lai Lai
semangat semangat update nya
Rafanda 2018
aturan end aja udah thorr
Rafanda 2018
bikin mls baca,,isinya penculikan mulu..sory thor ,end.
Rafanda 2018
katanya jenius ko ga tahu kalau widia jagat ck ck ck
Heri Herawati Siregar
lanjut ka
Dini Badar
lanjut thor
Glastor Roy
7p
Cinta Abadi
lanjut
yonahaku
ini author nya kemana lagi sakit 😷 ya cepat sembuh ya terus berkarya lagi
Diana Hayani
apa artinya triple twins ?
kl kembar dua disebut twins..
kembar tiga disebut triplet...
jangan di gabung jd rancu artinya..
Tha Ardiansyah
terusin dong ceritanya thorr
Zalva LP
Klo ngk di pake, ngapain bayar🤨🤨🤨
Sartika Arruan
udah 1 thn blom ada lanjutanx yh Thor😔
Bunga Kaktus
top markotop.. bagus bgt
Deisse Bunaen
next ka thor
Bilbina Shofie
ini lanjutannya kmn??
Fitri
😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣yakin gk kuat aku nahan ketawa
ngatain nyumpahin dia sendiri judulnya 😂
Fitri
astaga naga yakin bab ini gk liat nahan ketawa anak mu tuh nurun tingkah kamu 😂😂😂😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!