NovelToon NovelToon
My Husband, My Partner

My Husband, My Partner

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:151k
Nilai: 5
Nama Author: Janesalen

Berawal dari tegukan wine, hingga menjadi belahan jiwa, begitulah kisah James Davies dan Evelyn Lawrence yang sama-sama mengepalai perusahaan dan menggeluti dunia perbisnisan.

Meskipun berawal tanpa cinta, mereka sepakat akan terus menjaga baby mereka. Karena kebersamaan itulah, berbagai misteri terungkap dan cinta tumbuh bersemi dan mekar walaupun dimusim panas yang tandus dan musim hujan yang dingin.

Yuk simak kisahnya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Janesalen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

“Apa kau sengaja?” Senyumnya smirk menatap kulit mulus Eve yang terkespos di sekitaran bahunya

“Kau kenapa pulang secepat ini?” Eve mengalihkan pembicaraan dan fokus Jimmy,

Jimmy tersenyum melihat wajah Eve telah memerah karena merasa malu, dia memeluk tubuh istrinya yang masih berbalut handuk, aroma sabun dan sampo masih menyeruak kental memenuhi udara di sekitaran Eve, membuat Jimmy sangat gemas dan ingin menuntaskan hasrat lelakinya, ia menciumi bibir merah muda istrinya dan menuntunnya ke atas kasur, Eve tak menolak ia membalas setiap *****@n dan pagutan panas yang mendarat di bibirnya, handuk yang tadi melilit tubuhnya pun perlahan tertarik ntah kemana.

Tok.. Tok…

Suara Pintu terdengar di ketuk.

Jimmy menghentikan aksinya, lalu menoleh ke arah pintu.

“Sudah dikunci” gumamnya tak menghiraukan suara ketukan pintu, lalu melanjutkan kegiatannya mencumbui istrinya.

Eve sendiri ingin bangkit dari pelukan Jimmy yang menindihnya, Tapi secepat kilat Jimmy mendekapnya lagi.

Eve tak bisa menolak perlakuan Jimmy yang telah mengunci pergerakannya, kedua tangan Eve di pegang Jimmy diatas kepalanya, mulutnya pun tak bisa berbicara karena terus saja dibungkam Jimmy dengan bibirnya.

Sepertinya Jimmy sedang dalam keadaan emosi, Eve bisa merasakan Jimmy tak seperti biasanya yang memperlakukannya dengan sedikit memaksa.

Saat Eve merasa akan kehabisan nafas, Jimmy melepaskan tautan bibirnya, saat itu juga Eve berusaha lepas dari kungkungan Jimmy, Jimmy membiarkannya, lalu merebahkan diri disamping Eve, ia hanya mengucapkan “maaf” lalu memejamkan mata, ntah lah Eve tidak tahu apa yang terjadi dengan Jimmy.

Eve mengganti baju seadanya yang ia dapat dari walk in closet, Baju kaos Jimmy berukuran Oversize dan celana pendek diatas lutut, ia bergegas keluar kamar untuk mencari tahu siapa yang mengetuk pintu kamarnya.

Maid sore hari begini sudah bersiap untuk pulang, lagi pula mereka tak mungkin berani mengetuk pintu kamar Jimmy, jika ada apa-apa, Jimmy telah menyediakan telepon untuk menghubunginya.

Eve berjalan menuruni anak tangga menuju ke ruang tengah karena mendengar suara TV menyala.

“Mama..” ternyata yang ada diruangan tersebut adalah Sara ibunya Jimmy

“Mama yang menge..”

“Iya mama yang mengetuk, tapi..”Jawab Sara memotong ucapan Eve, Sara mengulum senyum memandang Eve dengan tatapan menggoda, Eve menyadari apa yang dimaksud Sara langsung mengalihkan pembicaraan dan menyuruhnya duduk

“Mama duduk dulu, aku ambilkan minum” Eve memotong pembicaraan Sara yang sudah ia paham kemana arah pembicaraan itu, Eve buru-buru berlari ke dapur, ia ingin cepat menghindar dari tatapan mertuanya yang terlihat menggodanya, ia merasa sangat malu.

“Vellyn…” teriakan Sara dengan sapaan lama Eve terdengar bergema dari ruang tengah karena Eve tak kunjung muncul, padahal ia hanya mengambilkan air minum untuk mertuanya.

“Iya ma…” Eve muncul membawakan segelas jus jeruk lalu memberikannya kepada Sara,

“Mama tadi memanggilku Vellyn?” Eve bertanya keheranan, karena panggilan ini sangat jarang digunakan

“Iya, Jimmy sudah menceritakan semuanya” Sara menjawab pertanyaan Eve dengan senyuman penuh arti, lalu meminung jus jeruk yang disodorkan Eve

“Bagaimana kabarmu sayang? Mana Jimmy kenapa tidak turun?”Tanya Sara beruntun, sembari meletakkan kembali gelas yang telah berisi setengah.

“Kabarku baik ma. Aku akan memanggil Jimmy” Eve beranjak menuju kamar untuk memberitahu Jimmy.

Eve membuka pintu kamar, terlihat Jimmy masih terbaring lemas di atas kasur, masih lengkap mengenakan pakaian kerjanya, dasi yang sudah tidak pada tempatnya, sepatu yang masih menempel pada kakinya.

Eve mendekati Jimmy dan duduk di sisian kasur, lalu memegang pipinya lembut “Kamu kenapa Jim? Sakit?” Eve bertanya dengan perasaan khawatir karena tak biasanya Eve melihat Jimmy seperti ini,

Jimmy membuka matanya perlahan, lalu memegang tangan Eve yang sedang mengelus pipinya.

“Tidak” jawabnya singkat, lalu tersenyum. Menarik tangan Eve hingga membuat wanita itu terhuyung menimpa tubuhnya, lalu memeluk tubuh istrinya.

“Arrghh, Jim ada mama menanyakanmu dibawah” Eve berusaha melepaskan pelukan Jimmy yang terlihat setengah memaksa.

“Biarkan saja” jawabnya mengeratkan pelukan

PLAK

Eve memukul lengan Jimmy karena merasa kesal dengan tingkah suaminya ini, bagaimana mungkin orangtua sudah datang lalu dibiarkan menunggu dibawah sendirian,

“Kau hobi sekali memukul” Jimmy melepaskan pelukannya, lalu bangkit dari tidurnya.

“Mandilah terlebih dahulu. Jangan lama!” Eve melemparkan handuk kepada Jimmy, lalu beranjak pergi keluar kamar.

“Ma, Jimmy sedang mandi” Eve duduk di sofa di hadapan Sara dan Sara hanya tersenyum menanggapi pemberitahuan dari Eve.

“Eve jaga cucu mama ya, jaga kesehatanmu, Mama akan langsung pulang. Mama mampir kesini karena Teman arisan mama rumahnya tak jauh dari sini” Sara pamit pulang, lalu menciumi kedua pipi menantunya dan berlalu keluar rumah memasuki mobil yang dikendarai oleh supirnya.

Hemmm… Eve hanya menggelengkan kepala karena Jimmy belum sempat bertemu ibunya, sementara Ibunya sudah pulang. Ia lalu mengambil gelas jus jeruk tadi dan mencucinya ke dapur.

“Sayang, mana mama?” tanya Jimmy memasuki area dapur, karena di ruang tengah tidak menemukan ibunya.

“Sudah pulang” Jawab Eve singkat sambil mencuci gelas di keran yang terdengar gemericik suara air.

“Katanya ingin bertemu, tapi pulang”

“Kau yang terlalu banyak tingkah” Eve mendengus kesal mendegar ocehan Jimmy. Harusnya Jimmy bisa bertemu jika ia tak banyak drama tadi dan langsung membukakan pintu kamar.

“Ssttt! Sayang…” Jimmy memeluk Eve dari belakang, menautkan tangannya di atas perut Eve yang sudah mulai buncit.

“Hmmmm?” Eve hanya berdehem seraya menyimpan gelas ke tempat penyimpanannya

“Kenapa kau tak memakai bra?”Tanya Jimmy dari dekat daun telinga Eve, membuat bulu kuduknya berdesir hebat. Lalu ia menoleh ke bawah arah d@danya, terlihat ada tonjolan kecil tercetak jelas, walaupun baju ini longgar tapi masih sangat terlihat.

Jimmy sendiri sudah menyadari hal itu ketika ia memeluk Eve di kamar tadi. Sebenarnya ia sudah tahu mengapa Eve tak mengenakan br@ karena Eve terburu-buru memakai pakaiannya untuk menemui siapa yang mengetuk kamar tadi. Jimmy hanya sedang berbasa-basi.

“Kau sudah tahu jawabannya” jawab Eve acuh, lalu berbalik badan menghadap Jimmy.

“Tidak tahu” jawab Jimmy usil dengan senyum lebarnya.

Jimmy sendiri sudah tahu jika yang mengetuk pintu ibunya, karena ibunya lah yang berani mengetuk pintu kamarnya apabila datang ke rumahnya.

“Aku akan memakainya” Eve berusaha melepaskan pelukan Jimmy.

“Tidak usah” Jimmy mengeratkan pelukan, sehingga membuat Eve tertahan, Dia hanya menghela nafas pasrah, lalu membalas pelukan Jimmy.

“Kau kenapa tadi?” Tanya Eve disela-sela mereka berpelukan

“Lupakan, aku tak ingin memikirkan hal lain saat bersamamu” Jimmy merenggangkan pelukan dan mengajak Eve ke ruang tengah.

Ia mendudukan diri di sofa empuk ruang tengah yang lebarnya bisa dijadikan kasur, dan menyuruh Eve duduk diatas pangkuannya.

“Kamu terlihat tidak sehat” Eve merapikan rambut Jimmy yang terlihat berantakan menghalangi wajahnya.

Jimmy tersenyum mendapati perlakuan manis dari Eve, wajah mereka sangat dekat sehingga dengan mudah bagi Jimmy untuk mendaratkan ciuman diwajah mulus istrinya.

“Apa kabar baby Jey sayang?” Jimmy meraba perut Eve di balik baju kaosnya, ia tak menjawab ucapan Eve yang mengatakan ia tak terlihat sehat.

“Pasti kamu lagi nguping mama papa ya?” ucap Jimmy bercengkerama sendiri, mengelus perut Eve.

Eve hanya tersenyum hangat melihat tingkah suaminya, Jimmy benar-benar berubah. Dia akan menjadi seorang ayah, seorang suami yang akan menyayangi dirinya dan bayinya.

“Aku tadi hanya merasa kecewa” ucap Jimmy kembali menatap Eve, setelah puas mengobrol bersama calon bayi di perut Eve,

“Kenapa?”

“Aku tahu kehamilan trisemester pertama belum boleh melakukan hubungan, sementara tadi aku menginginkannya, jadi aku kecewa” tuturnya Jujur sambil tertawa kecil.

Akhir-akhir ini Jimmy rutin membaca informasi dan artikel yang berkaitan dengan ibu hamil, dari situ juga dia mendapat jawaban atas penyakit anehnya saat akan menikahi Eve dulu, tentang penyakit pusing dan mual serta tiba-tiba menginginkan Es krim yang membuat Agra kerepotan untuk membelikannya.

Ternyata itu semua adalah efek dari kehamilan Eve, ayah dari janin turut merasakan hal-hal yang disebut orang ngidam, atau lebih tepatnya menurut ilmu medis Cauvade Syndrome, yaitu seorang suami turut merasakan gejala kehamilan seperti yang dialami wanita hamil pada umumnya.

Jimmy hanya tersenyum kecut baru mengetahuinya sekarang, sungguh semua kejadian yang dialami bersama Eve adalah jalan hidup yang takkan pernah ia sesali, walaupun pada awalnya ia merasa sangat rumit dan sulit.

“Kau pintar” Eve tertawa mendengar penjelasan Jimmy, ia tak perlu lagi menjelaskan panjang lebar kepada Jimmy mengenai larangan yang tak boleh dilakukan ibu hamil.

“Aku mencintaimu” Eve memeluk hangat suaminya

“Aku lebih mencintaimu” jawab Jimmy tak mau kalah membalas pelukan tersebut.

"Akan ku tunggu sebulan lagi" bisik Jimmy pelan di telinga Eve.

...■■■■■■...

......💜💜💜💜💜......

1
Ka'Unna
semangat kak🥰
Yu Sara
support novel ini jga ya
Ratna0789
mampir sini juga
Icha Tangahu
mampir
Mega Ackerman
Cerita yang keren, mantap thor semangat 👍
Gontenk
aku mampir kk.. bayi ceo tampan
NanLexa
aqu mampir ya thorrrr..... 😁😁😁
Salam dari Nan lexa........ 👍
Cahyaning Fitri
nyicil dulu , sekaligus sambil ketak-ketik .....✌️✌️
Elwi Chloe
Jimmy jangan curigaan dong, kepercayaan itu penting loh
Elwi Chloe
lanjut baca bacaa
Your name
Kok aku senangnya kalau momen Jimmy sama Ev bersikap tidak peduli gitu. Padahal sih aslinya peduli mereka.

Btw pikiran Jimmy mengarah ke Ev nih kayaknya, eh tahunya ketebak dalam diri Ev.
Yukity
Akhirnya...selesai juga..💗💗
Yukity
mampir di sini bawa boom like..👍🏼😍
Your name
Untungnya Jimmy sigap
Your name
Bahkan Jimmy tidak menyangka jika barusan Eve juga mengatakan hal yang hampir sama dengannya. Meski dalam hati.
Your name
Makin penasaran aja nih jadinya, pengen tau lebih detail lagi tentang Eve.
Your name
hmm, cemburu nih ye
Your name
Salah faham lagi dong
Your name
Skat matt
Ufuk Timur
oke tapi cium aku dulu😭😭apakabar para jomblowers disana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!