follow yuk ig : @riana.kristina
Sekuel "Di Antara Dua Hati"
Jangan lupa siapkan tissu🤧
Plakkk!!
Sebuah kisah yang berawal dari ciuman yang tidak terduga. Mengharuskan gadis bernama Cinta Yasmila Pratama melayangkan tamparan keras ke wajah tampan seorang Adipati Rangga Wijaya.
Pemuda yang selama ini menganggap para gadis hanyalah boneka barbie.
Hingga pada akhirnya mereka saling jatuh cinta, Rangga harus dihadapkan pada kenyataan pahit lantaran Cinta adalah adiknya sendiri.
"Apapun yang terjadi di antara kita, itu semua bukan salah cinta. Tidak ada yang bersalah jika kita saling mencintai."
Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Apakah hubungan keduanya harus kandas lantaran adanya hubungan darah?
Penasaran? Ikutin kisahnya ya di,,
"Bukan Salah Cinta"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anniversary
"Sayang, kenapa kamu masih di sini?" Reyhan menghampiri Diana yang sedang berdiri di depan cermin di sebuah kamar hotel. "Tamu - tamu kita sudah menunggu." dia melingkarkan tangannya ke pinggang Diana dan mengecup pipinya.
"Aku hanya merasa sedikit khawatir, Sayang." Diana memandang pantulan wajah Reyhan di cermin.
"Apa yang kamu khawatirkan, hm?"
"Entahlah," wajahnya terlihat muram.
"Aku sudah menyuruh Jonathan untuk melarang Laura datang ke sini. Aku juga tidak ingin ada keributan seperti dulu. Selain itu, penjagaan juga sudah di perketat."
"Bukan itu yang aku takutkan."
"Lalu?"
"Anak - anak. Apa kamu sudah temukan cara untuk menghilangkan perasaan mereka masing - masing?"
Reyhan menghela nafas panjang, "Sudah. Karena itu aku merencanakan pesta ini."
"Apa itu?" Diana memutar tubuhnya agar bisa menatap matanya langsung.
"Aku berniat menjodohkan Rangga dengan putri tuan Harimukti, rekan bisnisku."
"Apa putramu sedang hidup di jaman Siti Nurbaya? Sampai harus di jodohkan."
"Bukan seperti itu Sayang, aku hanya berpikir jika Rangga bertemu dan mengenal gadis lain, siapa tau mereka cocok. Kemungkinan dia bisa lebih cepat melupakan perasaannya untuk Cinta. Lagipula Rangga sudah cukup umur untuk menikah bukan,"
Diana menghela nafas, "Bagaimana kalau Rangga tidak menyukai gadis itu? Apa kamu akan tetap menikahkan mereka?"
"Hm, cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Bukankah kita sudah membuktikan itu!" Reyhan menundukkan kepalanya lalu mengecup bibir Diana.
Seketika Diana merona dengan ulah suaminya.
"Sekarang ayo temui tamu - tamu kita."
Diana tersenyum dan menautkan tangannya ke lengan Reyhan.
...****************...
Rangga tengah berdiri di atas tangga menuju ballroom tempat pesta berlangsung. Dia mengenakan setelan jas warna hitam dengan dasi kupu - kupu dan kemeja putih. Hari ini adalah pesta ulang tahun pernikahan orang tuanya sekaligus syukuran atas berkumpulnya mereka kembali. Pesta diadakan di sebuah hotel mewah berbintang lima yang tidak jauh dari rumah mereka.
Di bawah dia melihat orangtuanya, Diana dan Reyhan sedang menyapa beberapa tamu. Bella, Jimmy, dan Shine terlihat ikut menyapa tamu juga. Kemudian dia melihat temannya, Arga dan Gilang yang baru memasuki ballroom. Dia memutuskan untuk turun dan menemui mereka.
"Gue kira kalian gak datang," sapa Rangga pada kedua temannya.
"Gak mungkinlah kita gak datang, ini kan kesempatan buat kita cari jodoh," kelakar Arga.
"Tapi ngomong - ngomong, daritadi gue perhatiin gak ada cewek seumuran kita di sini." Gilang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya iyalah, ini pesta anniversary orangtua gue, yang datang ya rekan - rekan bisnisnya."
"Napa loe kagak bilang!" sungut Arga.
"Loe kagak nanya." Rangga tertawa kecil.
"Kampreet, gue kira pesta ulang tahun adik loe." Gilang berdecak, "tapi beneran ya cewek badas itu adik loe?"
Rangga mendengus, "Hm,"
"Terus hubungan kalian gimana jadinya?" Gilang mendekatkan wajahnya ke arah Rangga. "By the way, kalian belum pernah ngelakuin itu kan?" bisiknya yang langsung dijawab pukulan di bahunya.
"Si*alan!" maki Rangga.
"Gue cuma gak kebayang aja, kalau loe sampai nidurin adik loe sendiri." Gilang dan Arga terkekeh geli. Mereka lalu mengambil gelas wine dari nampan pelayan yang lewat di depan mereka.
Begitu juga dengan Rangga. Dia menyesap wine-nya dalam diam. Otaknya kini berkelana memikirkan apakah dia harus bersyukur atau menyesal karena belum sempat meniduri Cinta. Namun, satu hal yang dia yakin, sampai detik ini dia masih belum bisa melihat Cinta sebagai adiknya. Baginya Cinta tetap wanitanya.
Rangga masih berbincang - bincang dengan kedua temannya saat kedua matanya menangkap bayangan Cinta yang naik ke atas panggung bersamaan dengan pelayan yang membawa kue. Kue itu sangat besar, dengan banyak cream berwarna putih dan merah muda.
Namun, bukan itu yang menyita perhatiannya. Cinta mengenakan dress hitam selutut yang memperlihatkan kaki jenjangnya, terlihat kontras dengan kulitnya yang putih bersih. Cinta sangat cantik dengan rambut panjang bergelombang alaminya yang digerai. Sungguh Rangga semakin mencintainya. Kini dia menatap Cinta dengan menggigit bibir tengahnya.
Cinta,
Kubiarkan malam ini diriku merindu.
Mengingat kembali kenangan indah bersamamu.
Dan menahan rasa inginku memelukmu.
Karena cintaku padamu hanyalah masalah waktu.
Walaupun sulit untukku bertahan dengan rasa ini.
Namun dengan masih bisa melihatmu sudah cukup bagiku mengobati rasa rindu ini.
Aku percaya hati yang sudah saling bertaut tidak akan pernah saling meninggalkan. Dia akan selalu tau arah tujuan dan jalan untuk pulang. Rangga.
...****************...
Moderator terdengar memanggil Reyhan, Diana, juga Rangga, menaiki panggung. Reyhan menyampaikan beberapa kata sambutan untuk para tamunya. Kemudian acara dilanjutkan dengan tiup lilin dan potong kue.
Setelah acara pemotongan kue selesai, Reyhan mengajak Rangga untuk berkenalan dengan rekan - rekan bisnisnya.
"Selamat malam, Tuan Harimukti," sapa Reyhan pada pria berjas putih yang terlihat sedikit lebih tua darinya.
"Owh, selamat malam, Tuan Reyhan, selamat atas pesta ulang tahun pernikahan Anda." Pria itu menengok ke arah Reyhan dan tersenyum ramah.
"Terima kasih, Tuan. Oya, perkenalkan ini putra saya, Adipati." menunjuk Rangga.
"Saya Adipati," mengulurkan tangannya.
"Harimukti," menjabat tangan Rangga. "Perkenalkan juga putri saya, Stella." Harimukti menepuk pundak gadis di sebelahnya agar menengok ke arah mereka.
Rangga menautkan kedua alisnya begitu mendengar nama gadis yang disebut Harimukti. Wajahnya seketika berubah pias saat melihat gadis yang bernama Stella.
"Owh hai Adipati, aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini." Stella bersemangat.
"Jadi, kalian sudah saling mengenal rupanya," gumam Reyhan.
"Iya Om, aku dan Adi..."
Rangga dengan cepat membekap mulut Stella dengan telapak tangannya.
"Maaf Yah, Om, saya ijin ngajak Stella keluar sebentar." Rangga tersenyum kaku.
Reyhan dan Harimukti nampak bingung tapi, tetap mengiyakan.
"Sepertinya rencana kita akan berhasil, Tuan." Harimukti terkekeh senang.
"Sepertinya begitu, Tuan." Reyhan balas tersenyum sembari memandang kepergian mereka.
Sementara Rangga membawa Stella menuju halaman hotel.
"Ada apa sih, Sayang?" ucap Stella saat Rangga melepas bekapannya.
"Jadi, kamu putri salah satu rekan bisnis ayahku?"
"Iya Sayang," Stella mengalungkan tangannya ke leher Rangga, "bukan hanya itu saja, orang tua kita juga berencana menjodohkan kita." katanya manja.
Rangga melepaskan tangannya, "Mana mungkin!"
"Iya Sayang, tadi papa aku sendiri yang bilang. Ayahmu mengundang kami ke sini untuk mengenalkan kita."
Stella semakin tersenyum lebar tapi, tidak dengan Rangga. Dia sungguh sangat kecewa pada ayahnya. Dijodohkan? Oh no! memangnya dia pria apaan, apa putranya ini sudah tidak laku sampai harus dijodohkan segala. Dia menahan geram. Rahangnya mengeras dan wajahnya berubah merah padam.
"Aku tidak menyangka kalau yang dibilang Rangga, putranya tuan Reyhan adalah kamu, Adipati. Beruntung aku tidak jadi menolaknya tadi." Stella masih terkekeh senang.
"Lupakan Stella! Karena aku tidak akan menerima perjodohan ini." Rangga melayangkan tatapan tidak suka pada Stella.
"Kenapa?" Stella menghentikan tawanya dan menatap Rangga dengan dahi yang berkerut.
"Karena kamu sudah mempunyai kekasih, dan aku juga sud..."
"Owh soal itu, aku benar - benar minta maaf padamu atas kejadian di club malam itu. Aku tidak menyangka kalau Roy akan seberani itu memukulmu. Dia terlalu terobsesi padaku tapi, kini semua sudah beres. Papa sudah menjebloskannya ke dalam penjara."
Stella tersenyum ke arah Rangga dan ingin mengalungkan tangannya kembali. Namun, Rangga meraih dan mencengkram tangannya. Dia menatap Stella dengan tajam.
"Bukan itu maksudku!"
"Lalu?" tatapnya heran.
"Aku tidak akan pernah menerima perjodohan ini, karena aku sudah mencintai orang lain, dan tidak ada yang bisa merubah perasaan itu dariku!"
bersambung....
thor tolong y sembunyikan cinta sampai dia melahirkan dan bikin rangga prustasi berat