NovelToon NovelToon
Melody

Melody

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: MA84

Masalalu,
Semuanya berasal dari masalalu.
Masalalu yang mengubah hidupku.
Mengobrak abrik hati yang telah lama tersakiti.

Sebuah rahasia yang berawal dariku, membuat berbagai macam pertikaian dan perebutan terjadi. Mencari titik celah untuk mendapatkan rahasia yang tersimpan rapat dalam memori.

Aku...
Adalah titik pemicu peperangan terjadi.
Barang berharga yang mereka incar yang telah lama hilang kini mulai terkuak kembali.
Memaksaku untuk melindungi diri dari para musuh yang berniat ingin mencelakai.

Dia...
Suamiku.
Pria yang dengan tulus mencintaiku, meski harus melalui masa panjang untuk akhirnya bersama.
Pun tak luput melindungiku hanya untuk harta berharga.

Apa aku...
Hanya barang yang diperebutkan?
Atau hanya manusia yang perlu dimusnahkan?

follow akun ig author : @maulidamaulida84

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MA84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mas Er

" Udah sampe, ayo turun! "

Aku melirik Arkan sejenak lalu melepas sabuk pengaman dan turun dari mobil bersama dengannya. Orang orang yang nampak berlalu lalang memaksakan kakinya untuk berhenti saat melihatku keluar dari mobil si playboy kampus yang cukup terkenal karna kadar ketampanannya yang berlebihan, tak kalah tampan dari Kak Daniel.

" Eh, Arkan ganteng banget sih.. "

" Iya. Bikin melting tau gak... "

" Eh eh! Itukan si cewek sok suci? Ngapain dia keluar dari mobilnya Arkan? "

" Iya. Gak cukup Kak Daniel, sekarang Arkan pula yang ingin dia embet? "

" Rakus banget sih.. "

Aku menghiraukan cibiran orang orang tentangku, gak guna juga. Arkan nampak berjalan mendekat kearahku dengan kacamata hitamnya yang memperlihatkan dirinya semakin tampan di mata gadis gadis.

" Pulangnya nanti bareng gue. Eits! Jangan geer ya! Gue ngelakuin ini demi bunda. Gue gak mau di gorok ibu sendiri gara gara calon kakak ipar yang durhaka! " sinisnya kepedean.

" Oh? Oke " aku berlalu pergi meninggalkannya tanpa ingin banyak omong sama sepertinya. Saat aku ingin pergi, tiba tiba saja dia menarik kupluk hodieku sehingga membuatku tertarik kebelakang.

" Ya! Lepasin! " teriakku mencoba melepaskan tangannya dari hodieku. Tapi nihil, dia justru tertawa puas sembari merekam keadaanku yang merengek minta lepas.

" Udah diem deh! Ini tuh gue ambil buat di kirim ke Bunda sama Bang Er untuk di jadikan bukti, kalo gue nganterin lo kekampus dalam keadaan utuh. Gak ada lecet sedekitpun." ujarnya sembari memeriksa hasil rekaman yang ia ambil.

" Kok di kirim ke Er juga? "

Ctak

" Itu mulut minta di sosor ya?! Gak sopan banget manggil bang Er tanpa embel embel gitu. Gue yang lebih tua dari lo aja manggilnya abang, lah elo?! Lo itu beneran calon istrinya gak sih?! " omelnya persis seperti Bunda. Emang ya, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

" Menurut lo? Cepet lepasin hodie gue! " ketusku karna sedari tadi dia tidak melepaskannya, belum lagi aku di jitak trus di ceramahin. Lama lama gue di sini bisa naik tansi darah gue..

" Boleh, tapi lo harus sebut nama bang Er pake embel embel mas. Kayak gini. Mas Er~ " Aku bergidik ngeri saat Arkan memperagakan diri menyembut kakaknya dengan sebutan mas.

Kresek mana kresek? Gue pengen muntah...

" Gak mau! Cepat lepasin! " tolakku mentah mentah. Bukan gayaku sekali memanggil seseorang dengan sebutan yang menurutku terlalu lebay. Meskipun kata Mas itu lumrah untuk istri berikan pada suaminya. Tapi, rasanya geli saja jika kata itu keluar dari mulutku.

" Sebelum lo ngomong, gue gak akan lepasin! " sarkasnya menatapku dengan alis terangkat, seolah olah menantangku.

Mendelik tajam. " Lepasin gak?! "

" Enggak! "

" Lepasin! "

" Gak mau! "

" Lepasin gue bilang! "

" Gue bilang gak mau! "

" LEPASINNN "

" ENGGAKKK!! "

Sontak kelakuan kami mengundang banyak perhatian untuk menonton. Aku menghela nafas kasar. Semakin aku keras, maka dia juga akan semakin keras. Jalan satu satunya adalah mengalah dan menuruti kemauannya.

" Huft oke oke. Mas Er sayang. PUAS LU?! " ketusku dengan bibir mengerucut sebal. Baru kali ini aku emosi hanya karna hal yang menurutku sangat konyol.

" Haha puas banget! " tawanya sambil menatap ponselnya. Aku memejamkan mata sejenak lalu kembali membukanya. Aku tebak dia merekamku saat mengatakan kata menjijikan itu dan mengirimnya pada sang Abang. Ku sumpahi kau jadi bucin sama orang yang bikin kepala kau pusing tujuh keliling menghadapinya.

" Sekarang lepasin! " titahku. Dia mengalihkan pandangannya padaku, lalu sedetik kemudian senyum menyeringai muncul di wajah tampannya. Firasatku mengatakan akan ada hal yang menyebalkan untuk di hadapi...

" Gue awalnya pengen lepasin sih... tapi, waktu lihat wajah menderita lo, gue urungin. Soalnya lo kalo lagi kesel tambah gemesin! " ujarnya mampu membuatku naik pitam.

" ARKAN GUE BILA--- "

" Lepasin! " potong seseorang dari balik kerumunan. Sejenak, pandangan kami berdua menyipit untuk melihat siapa orang di balik kerumunan itu. Hingga saat dia keluar, akupun terdiam karna mengenalinya. Dia... Kak Daniel.

" Kalo gue gak mau? " tantang Arkan tiba tiba berubah dingin. Dia tarik hodieku hingga membuatku tertarik dan punggungku menempel di pinggangnya.

" Gue bilang lepasin dia! " tekannya dengan tangan yang mengepal. Oh.. firasatku semakin bertambah buruk.

" Ar, jangan cari masalah! " bisikku masih menatap Kak Daniel yang terlihat menahan amarahnya.

" Gak. Gue gak mau dia jadi penghalang antara lo sama abang gue. Lo cuma milik abang! Dan gue pastiin lo akan menjadi miliknya. " balasnya. Kok aku ngerasa Arkan mirip si bayangan itu ya? Terlalu obsesian...

Tambah masalah gue...

" Emangnya lo siapa? " sinis Arkan memandang rendah Kak Daniel. Kau sudah ku peringati ya Ar... tanggung sendiri kalo Kak Daniel marah...

Bug

Baru saja aku ngomong, Kak Daniel sudah melayangkan satu bogeman mentah kerahang tegas Arkan membuatnya jatuh tersungkur. Jika Arkan jatuh, otomatis aku juga jatuh. Entah harus bersyukur atau memaki, Arkan dengan sigap memeluk pinggangku untuk melindungiku.

" Sstt. Gue udah janji sama Bunda buat mastiin lo gak lecet sedikitpun. Sorry sorry aja nih ya! Gue masih sayang umur, dan belum pengen mati konyol. " ujarnya sambil meringis menahan sakit di sudut bibirnya yang berdarah.

" Gila! "

" Ini gak seberapa ril. Dari pada entar kampus heboh dengan berita kematian seorang Arkan Bagaskara yang mati karna di gorok ibunya sendiri. " candanya.

" Awas ril! " belum sempat aku ingin menjawab, dia lebih dulu mendorongku hingga terduduk dan membiarkan dirinya kembali di hajar Kak Daniel.

Melirik kearahku sebentar, Arkan mulai membalas serangan Kak Daniel, membuat mereka berdua jadi tontonan gratis anak anak kampus yang penasaran.

Aku bangkit dari tanah menatap keduanya dengan tangan mengepal. Sebenarnya yang membuat mereka berantem ini apa sih? Gue? Apa salah gue?

" ARILL "

" Oh god. Jangan sekarang Nana.. "

" Aril... itu Kak Daniel kenapa berantem? " tanya Nana meringis ngilu melihat wajah tampan keduanya yang kini sudah lebam.

" Diam di sini! " titahku lalu berjalan maju mendekat kearah keduanya. Mereka berdua tidak ada yang menyadari jika aku berjalan mendekat kearah mereka, hingga saat Kak Daniel ingin memukul Arkan, pukulan itu justru mengenaiku.

Bug

" ARIL!! " teriak keduanya. Aku meringis mengusap sudut bibirku yang berdarah. Saat Kak Daniel dan Arkan ingin menghampiriku, aku lebih dulu menatap keduanya tajam.

" Berhenti atau tidak pernah melihatku lagi! " entah ancaman itu berhasil atau tidak. Aku segera mengambil tasku yang terjatuh dan berjalan pergi menarik lengan Nana memasuki kampus.

Dan mulai hari ini... nilai buruk diriku di mata orang orang semakin bertambah. Berita perkelahian dua orang pemuda tampan yang terkenal itu sudah menyebar luas dengan aku sebagai tokoh antagonisnya. Orang yang menyebabkan dua orang itu bertengkar.

Benar benar menyebalkan...

1
Mada
semoga jangan lupa ingatan
Mada
makasih kaka uda bikin novel ini
Mada
banyak banget yg suka sama aril
Kang Haluuuuu
😍😍😍
Gcheol/Gyoo
Aduh nyosor aja ril😌
Gcheol/Gyoo
bener-bener yah kamu Er,
bikin aku gemes.
jadi pengen masukin ke kantong,
buat dibawa pulang.
Gcheol/Gyoo
Arkan, pemikiran kita sama deh😂
'yes lampu ijo'
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
Maulida84
sebenarnya udah mau pengen chat pihak mt/nt buat promosi,,, cuman mereka masih off jd gak sempat minta dijadikan remondasi di beranda
Gcheol/Gyoo
aduh Er kok kamu bikin teriak-teriak sendiri sih😫,
Thor novelnya gak dipromosikan?
padahal bagus loh
Gcheol/Gyoo
April: Dingin Dingin kok bikin malu sih?
Me : Dingin Dingin bikin meleleh ya, ril?😆
Gcheol/Gyoo
berapa cowok tuh ril?😆
Gcheol/Gyoo
Thanks author😊
tetap semangat nulisnya.
Aku suka dengan gaya bahasanya
Gcheol/Gyoo
up lagi dong kak😦,
ku udah ngirim kopi untuk kakak
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut,,
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut kak,,
Kirana
lanjut lg kak,, udh penasaran nih...
semangat.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!