Aku adalah seorang pemuda tampan. Hidup di keluarga sederhana yang sebenarnya keturunan bangsawan.
Dengan dukungan orang terkasih aku akan menghentikan peperangan di negeriku tercinta.
Meraih kekuatan setinggi-tingginya sampai titik darah penghabisan. Ditemani sebilah pedang nan agung yang sangat dahsyat. Aku akan membunuh siapapun yang aku anggap salah.
Hingga takdir menentukan jalanku sebenarnya. Sungguh aku tidak menyangka jika aku akan menjadi!...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Puja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Setiap hari dimasa depan?
"Kau tidak akan mudah untuk menemukan mereka" ucap Qing Liu
"Memang kenapa? apa sekarang mereka tidak tinggal di kediaman mereka?" Xiang Huo bingung dengan apa yang diucapkan oleh Qing Liu.
"Ya, mereka tidak di izinkan kaisar Jian untuk tetap hidup bermewah-mewahan, maka dari itu mereka diusir dari kediaman mereka." Qing Liu
"Oh begitu, lalu sekarang mereka tinggal dimana paman?" Xiang Huo
"Huhh, itulah yang membuat paman bingung. Mereka telah menghilang dari kekuasaan Tang, Ada yang bilang kalau keluarga mereka hanya tersisah 5 orang, yaitu saudara-saudara ayahmu. Sisanya telah lenyap karena penyakit, kata orang-orang mereka sakit karena kurang gizi." ucap Qing Liu
"Hmm.. kalau begitu, akan sangat sulit menemukan mereka." ucap Xiang Huo.
"Tentu, bahkan bisa di bilang kesempatanmu untuk menemukan mereka hanya 15%." Qing Liu
"75% mereka akan pergi keluar dari wilayah kekuasaan Tang, dan 10% mereka akan tetap tinggal di wilayah kekuasaan Tang namun berdiam di pelosok desa terpencil,dan 15% yang berarti kesempatan untuk menemukan mereka, karena kemungkinan mereka akan tetap tinggal di daerah kekuasaan Tang namun mereka akan merubah data diri mereka,itulah yang akan menyebabkan mereka akan sulit di cari" ucap Qing Liu.
"Hmm, aku akan tetap berusaha menyelidikinya, meskipun mereka merubah data diri mereka tetapi pasti ada ciri khas dari keluarga Huo. Aku yakin itu" Xiang Huo tersenyum penuh arti.
Qing Liu, Ming dan Qing Ye hanya tersenyum kaku melihat senyum Xiang Huo yang penuh misterius itu.
*************
Qwin Zie tidak terkena hujan karena memang jaraknya dengan kedua muridnya di bilang cukup jauh. Sekarang Qwin Zie telah sampai di sebuah desa besar, yang menjadi tujuan mereka.
Qwin Zie berhenti menggunakan ilmu meringankan tubuh. Ia berjalan memasuki desa tersebut, namun ada yang membuatnya merasa janggal ketika ia memasuki desa tersebut, ketika ia menoleh kebelakang dan ia pun menyadari keanehan yang ia rasakan.
"Fiuhhhhh, aku melupakan kedua bocah itu" ucapnya sambil menepuk jidatnya.
"Ya sudah, langit disana kelihatan mendung, mungkin mereka sedang berteduh karena kehujanan." ucapnya sambil memandang langit yang searah dengan tempat yang barusan ia lewati sebelumnya.
Akhirnya Qwin Zie pun memutuskan untuk tetap memasuki desa dan mencari sebuah penginapan. Ia juga tidak terlalu mengkhawatirkan kedua muridnya karena kedua muridnya juga sudah dewasa, apalagi ada Xiang Huo disana pasti akan mudah untuk melewati masalah.
***************
Di dalam gubuk Ming,Qing Liu, dan Qing Ye masih asik mengobrol. Sedangkan Xiang Huo sendiri hanya sibuk mendengarkan yang lainnya mengobrol.
Tanpa terasa, cuaca sudah mulai membaik, hujan sudah reda, akhirnya Xiang Huo dan Ming pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
"Sepertinya hujan sudah reda, jadi kami ingin pamit melanjutkan perjalanan paman" ucap Ming
"Ya anak muda, silahkan, hanya saja saya berpesan jika suatu saat kalian bertemu keluarga Huo, maka jangan kalian langsung menghabisinya karena tidak semua dari mereka membenci ayah dan ibu Xiang Huo." pesan Qing Liu
Xiang Huo dan Ming hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum tipis.
"Hmm, terima kasih paman. Kami undur diri,"
Ming
Xiang Huo dan Ming sudah keluar dari gubuk disusul oleh Qing Liu dan Qing Ye.
"Hati-hati di jalan nak, Desa Meranti tidak jauh dari sini, jadi kalian pasti akan lekas sampai" ucap Qing Liu.
"Baik paman, terima kasih untuk semunya" Ming tersenyum hangat.
"Hati-hati kakak," ucap Qing Ye tersenyum lebar kepada Xiang Huo,
Ming dan Qing Liu saling pandang seolah-olah bingung dibuatnya.
"Baiklah," ucap Xiang Huo menundukan badannya.
"Terima kasih untuk tehnya, teh buatanmu sangat enak. Ku harap dimasa depan kau akan membuatkannya setiap hari untukku." ucap Xiang Huo berbisik ditelinga Qing Ye sambil menyentuh telinga gadis itu.
Seketika Qing Ye mematung mendengar ucapan Xiang Huo. Sedangkan Qing Liu dan Ming menganga, karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan.
Ilustrasi Qing Ye.
Maaf ya kalau tidak sesuai seperti bayangan kalian😁😁....