Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.
Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.
Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.
Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Lelang
"Dys, buruan siap - siap. Kita harus datang ke lokasi lelang." Kata Ryu.
"Sekarang?" Tanya Gladys yang sedang memasak untuk makan siang mereka.
"Taun depan." Jawab Ryu.
"Kenapa mendadak sih? Aku kan lagi masak. Nih, Abang yang minta sup iga." Kata Gladys.
"Acaranya di majuin. Harusnya nanti malam." Jawab Ryu yang baru mendapat informasi itu dari Elno.
"Haissh!" Kata Gladys yang kemudian meninggalkan dapur dan menuju ke kamar mandi.
"Abaaaang! Handuknya taro yang bener!" Teriak Gladys dari dalam walk in closet.
Ryu yang memang lupa dengan handuknya, langsung berlari ketika Gladys berteriak.
"Iya - iya. Kayak Bini aja, bawel bet!" Gerutu Ryu.
"Emang gue bini lo, Ryu! Kenapa? Gak suka di cerewetin? Cari bini baru sana!" Sahut Gladys dari dalam kamar mandi yang justru di sambut tawa oleh Ryu.
Semakin hari, keduanya tampak semakin dekat dan akrab. Tak jarang, keduanya saling mengejek dan meledek hingga berujung dengan keributan.
Tak sampai sepuluh menit, Gladys sudah keluar dari walk in closet dengan kondisi sudah rapi. Gladys kemudian mematikan kompor yang masih menyala, sebelum keluar dari Apartemen bersama Ryu.
Sesampainya di lokasi lelang, mereka langsung masuk dengan akses khusus. Tentu saja tak sembarangan orang bisa masuk ke dalam ruang lelang.
Mereka yang masuk pun di berikan topeng dan harus memakai identitas rahasia untuk mengikuti lelang.
"Lumayan rame juga." Ujar Gladys saat melihat ruangan yang cukup ramai dengan peserta lelang.
Ryu dan Gladys duduk di salah satu meja VIP yang sudah di pesan oleh orang mereka yang mengatur jalannya misi di lapangan.
Sebagai orang baru yang baru pertama mengikuti lelang, Ryu dan Gladys mempelajari sistem lelang dan peraturannya dalam dua sesi pertama lelang.
Berkat kecerdasan keduanya, mereka sudah mengerti dan bisa membaca alur permainan lelang dalam waktu singkat.
"Dia belum keluar, Bang?" Tanya Gladys yang di jawab gelengan oleh Ryu.
"Masih terlalu murah, mungkin." Jawab Ryu.
Mereka pun kembali melanjutkan pelelangan. Hingga pelelangan barang ke lima, yaitu sebuah lukisan dengan harga awal tiga ribu euro.
Para peserta lelang terus menawar harga hingga lukisan itu terjual dengan harga sepuluh ribu euro.
"Gila! Sepuluh ribu euro?" Lirih Gladys yang terkejut dengan harga lukisan yang terbilang biasa itu.
Pelelangan kemudian berlanjut ke sebuah kalung dengan liontin batu yang cukup kecil. Namun, batu kecil itu benar - benar sangatlah indah.
"Wahhh, bagus banget kalungnya." Lirih Gladys yang terpukau dengan keindahan liontin kalung yang di lelang.
Mendengar itu, Ryu hanya melirik sekilas ke arah Gladys yang sedang memperhatikan kalung yang baru di pamerkan.
"Baik, kita mulai dengan harga awal lima ribu euro!" Ujar Pemimpin lelang.
"Enam ribu euro!" Peserta lelang menawar.
"Tujuh ribu euro!" Peserta lelang lain, menawar.
"Delapan ribu euro!"
"Delapan ribu lima ratus euro!"
Penawaran terus terjadi hingga berada di angka tiga belas ribu euro. Sepertinya tak ada lagi yang ingin menawar kalung dengan liontin indah itu di harga tiga belas ribu euro.
"Ada lagi yang ingin menawar?" Tanya Pemimpin lelang.
"Satu... Dua-" Pemimpin lelang menghitung.
"Empat belas ribu euro!" Ryu mengangkat papan penawaran hingga membuat Gladys menoleh ke arahnya.
"Apakah ada yang ingin kembali menawar?" Tanya Pemimpin lelang. Ia kemudian kembali menghitung dan hingga hitungan ke tiga, takada lagi yang menawar dengan harga lebih tinggi lagi.
"Baiklah, kalung dengan liontin indah dan langka ini, di menangkan oleh meja VIP delapan." Ujar Pemimpin lelang
Setelah memenangkan lelang, Ryu kemudian menerima sebuah tiket untuk mengurus pembayaran lelang.
"Abang gila?" Tanya Gladys yang tak menyangka jika Ryu akan ikut dalam lelang ini.
"Empat belas ribu euro! Dua ratus delapan puluh juta, Bang!" Cicit Gladys.
"Ssst! Kalung itu untuk istriku." Kata Ryu sambil tersenyum. Sementara, Gladys hanya bisa membeku setelah mendengar ucapan Ryu.
"I-istrimu yang mana?" Tanya Gladys dengan suara lirih.
"Yang mana?" Kata Ryu dengan dahi berkerut.
"Memang aku punya istri berapa? Istriku cuma satu." Ujar Ryu kemudian.
Gladys hanya bisa terdiam setelah Ryu berucap seperti itu. Jantungnya terasa hampir meledak saat ini. Dadanya terasa seperti di gelitik ribuan kupu - kupu.
Namun, ia berusaha meredam perasaannya. Tentu karena ia tak ingin kePeDean. Barang kali itu untuk istri Ryu setelah kontrak mereka berakhir nanti.
Gladys dan Ryu kembali mengikuti acara lelang itu. Hingga masuk barang ke sepuluh, tanda - tanda dari Mister X belum juga muncul.
"Apakah Mister X mengendus keberadaannya dengan Gladys?" Batin Ryu.
Namun, Ryu masih tetap bertahan di sana. Sampailah kini pada barang ke tiga belas. Sebuah guci berukuran sedang yang berumur ratusan tahun.
Menurut sejarah, Guci tersebut adalah hadiah dari Kaisar China untuk salah seorang warga asing yang pernah menyelamatkannya.
Mendengar asal usul dari Guci mewah itu, tentu membuat peserta lelang berlomba - lomba untuk mendapatkannya hingga kini guci tersebut berada di angka tiga puluh ribu euro. Harga yang tentu sangat fantastis untuk sebuah guci.
"Golden card!" Seseorang mengangkat sebuah kartu berwarna keemasan.
Semua orang langsung menoleh ke arah si pengangkat kartu, tentu saja, karena si pemilik kartu yang bukan orang sembarangan itu langsung mengunci tawaran.
Dengan menunjukkan kartu emas, itu tandanya tak ada yang boleh lagi menawar, karena si pemilik kartu akan membeli guci itu dengan tawaran dua puluh persen lebih mahal. Dengan begitu, berarti guci tersebut terjual dengan harga tiga puluh enam ribu euro.
Pemimpin lelang langsung menerima permintaan dari pemiliki golden card. Tepuk tangan pun menggema di dalam ruangan itu.
"Hah! Tiga puluh enam ribu euro!" Kata Ryu sambil tersenyum smirk.
Tentu saja pemilik golden card itu adalah Mister X. Karena ia adalah satu - satunya pemilik golden card yang ikut dalam lelang kali ini.
"Dia pasti orang suruhannya. Dari perawakannya, sepertinya aku kenal dengan kaki tangan Mister X itu." Ujar Gladys sambil tersenyum smirk.
"Kamu tau pria itu?" Tanya Ryu yang di jawab anggukan oleh Gladys.
"Siapa dia?" Tanya Ryu.
"Mantanku." Jawab Gladys. Gladys kemudian menunjukkan foto orang itu juga profilnya yang ia simpan di ponselnya.
"Jelek!" Kata Ryu sambil mengembalikan ponsel Gladys.
"Tapi dia baik." Sahut Gladys.
"Lalu, kenapa kalian putus?" Tanya Ryu sambil melirik sinis ke arah Gladys.
"Hanya pemikiran kami yang gak sejalan." Jawab Gladys yang membuat Ryu tersenyum miring.
Ryu kemudian kembali melihat dengan sinis ke arah pria yang duduk di meja VIP satu itu. Tak lama, ia lalu kembali fokus dengan kegiatan lelang yang kembali di mulai.
Karena yang mereka butuhkan adalah bukti belanja, Ryu Gladys pun kembali memutar otak agar bisa mendapatkan bukti belanja dari kaki tangan Mister X.
"Kamu ajak mantanmu bicara buat mengalihkan perhatian, aku yang nanti mengambil bukti belanjanya" Kata Ryu saat melihat kaki tangan Mister X itu sedang mengobrol tanpa memasukkan bukti belanja ke tasnya.
Gladys pun mengacungkan jempol dan langsung menghampiri targetnya.
"Ch! Cepet banget dia datengin mantannya! Gak pake pamit lagi, sama suaminya!" Gerutu Ryu saat Gladys menghampiri mantan kekasihnya.
abang cemburu berat ini 🤣
help 🤣🤣🤣🤣
lanjut kak author