Dokter Kirana Larasati, karena masa lalu nya yang penuh lika liku, kepergian satu persatu orang yang di sayang nya membuat Kirana Larasati berjuang mewujudkan keinginan mereka yang Ia cintai. Janji nya pada seseorang di masa lalu nya membuat Kirana menutup pintu hati nya untuk semua Pria, bahkan dengan sahabat nya sendiri.
Yuk mampir ke karya Nayla yang kedua, semoga terhibur. Maaf kalau banyak typo typo yang kurang mengenakkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💘 Nayla Ais 💘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Tingkah
👰👰👰
Adrian melarang beberapa WO yang mendekat ingin membantu Kirana agar dapat beristirahat di kamar nya. Entah mengapa hati kecilnya tidak reka milik nya di sentuh siapa pun, untuk itulah Adrian yang menggendong dan membawa Kirana langsung ke kamar pengantin mereka.
Semua mata memandang keromantisan Adrian, ada yang Iri karena mereka hanya tahu apa yang mereka lihat tanpa tahu yang sebenar nya terjadi.
Arif yang menyaksikan pemandangan itu jadi tak menentu. Di lain sisi Ia merasa irih akan keberuntungan Adrian karena bisa sangat dekat dengan wanita yang di cintai nya, namun di lain sisi Ia juga bahagia melihat ada Pria yang memperlakukan Kirana dengan baik.
" Kak, turunkan aku saja, aku bisa jalan sendiri " Pinta Kirana tak enak hati.
" Sudah dian saja, jangan banyak bicara "
Kirana tidak berani lagi berkomentar, di biarkan nya tubuhnya di gendong Pria yang sudah sah menjadi suami nya.
Asrul meletakkan Kirana perlahan di atas tempat tidur, mata kedua nya tanpa sengaja terpaut. Ada debaran hebat di hati kedua nya, Kirana lebih dulu menurunkan pandangan nya karena malu.
" Hm..... Aku keluar dulu, kamu ganti pakaianmu habis itu istrahat " Ucap Adrian kikuk.
" Baik Kak " Jawab Kirana dengan senyum manis nya yang selalu melekat di bibir nya.
Adrian masih berdiri disana memandang kecantikan wanita yang sudah sah menjadi istri nya itu.
" Kak........! " Panggil Kirana yang merasa risih atas tatapan Adrian yang seakan ingin memangsanya hidup- hidup.
Adrian menjadi salah tingkah karena ketahuan memandang Kirana yang notabene nya adalah milik nya yang sah.
" Ya sudah, aku keluar dulu. Kalau ada apa-apa apa kamu panggil saja aku, aku tunggu di luar "
Adrian keluar sambil geleng- geleng kepala, Ia merutuki kebodohan nya karena tidak dapat menahan hasrat nya melihat gundukan mungil yang nampak di balik baju yang mengembul karena acak- acakan waktu dalam gendongan Adrian.
" Sial, kenapa aku tidak mampu mengalihkan pandangan ku dari sana, tapi itu indah sekali. Ah..... bodoh, bodoh .....! "
Adrian mengetuk ketuk kepala nya dan mengusap wajahnya menghilangkan debaran di dada nya.
Sementara Kirana sejak tadi kesusahan membuka pengait gaun yang berada di belakang nya. Tangan nya yang mungil tidak sampai menjangkau pengait gaun tersebut, sudah di coba berulang- ulang namun tetap tidak berhasil.
Ia duduk di pinggir kasur karena putus asa tidak mampu membuka gaun pengantin nya, sementara Ia sudah mulai gerah.
" Ya Allah, aku harus bagaimana. Dimana kedua wanita itu, aku harus meminta bantuan mereka agar bisa membuka gaun ini. Aku gerah dan ingin membersihkan diri. " Gumam Kirana
🌷
🌷
🌷
Adrian yang mengira kalau Kirana sudah selesai membersihkan diri pun berniat masuk karena dia pun gerah karena lelah berdiri di atas pelaminan, dia pun ingin membersihkan diri.
Ia membuka pintu perlahan dan terkejut melihat Kirana masih menggunakan gaun pengantin milik nya. Lebih terkejut lagi ketika melihat punggung mulus milik Kirana karena rambut panjang nya di gerai kedepan ketika berusaha membuka pengait gaun nya.
" Hmmmm....!. "
Kirana terkejut mendengar suara deheman yang di ketahui nya adalah Adrian suami nya.
Adrian mendekat kearah Kirana, mata nya tidak pernah lepas memandang pemandangan yang indah di depan nya.
" Kenapa kamu belum mengganti gaun mu, apa kamu ingin menggodaku. Seperti nya kamu sudah siap dan tidak sabar ya "
Adrian terus melangkah mendekat, semakin menyempitkan jarak di antara mereka.
" Kakak mau apa " Tanya Kirana gugipelihat tangan Adrian yangulai terangkat dan ingin menyentuh nya.
" Bukankah ini yang kamu inginkan, kamu sudah siap menerima aku sebagai suamimu kan " Ucap Adrian dengan suara serak karena menahan sesuatu di dalam diri nya.
Kirana menjadi bingung tidak mengerti apa maksud dari Adrian, yang Ia tahu Pria itu semakin dekat dengan nya.
" Tunggu Kak tunggu "
Kirana terpaksa menghentikan aktifitas Adrian yang sudah menyentuh pundak nya de gan mata yang begitu memancarkan gairah.
" Ada apa lagi, aku juga sudah siap kalau kamu memang menginginkan nya. Aku siap menunaikan tugas dan kewajiban ku untukmu "
Ucapan Adrian di iringi dengan senyum yang sulit di artikan.
" Aku tidak mengerti maksudmu Kak " Kirana berucap lagi karena bingung.
" Bukankah kamu sudah siap melayani aku sebagai seorang suami, untuk itulah kamu ingin agar aku yang melepaskan gaun mu ini. Aku akan membantumu melepaskan nya, dan dengan senang hati melanjutkan ke aktifitas yang lebih lagi "
Mata Adrian tidak pernah lepas dari gundukan yang semakin mengembul karena Kirana menarik gaun nya acak- acakan karena sulit terlepas.
" Cukup Kak, bukan begitu maksudku "
" Tidak usah malu- malu, kamu sekarang sudah menjadi milikku dan kita sudah sah melakukan apa saja kan. Lagi pula kamu juga yang mulai menggodaku, aku pun ingin menikmati lebih jauh keindahan yang sering orang- orang katakan di luar sana "
Kirana mulai mengerti apa yang di maksudkan Pria itu dan itu membuat nya ketakutan, tubuhnya mulai bergetar hebat karena pisik nya belum siap menerima Pria itu.
" Aku tidak menggodamu Kak Adrian, a... a.. aku hanya kesulitan membuka pengait gaun ini karena berada di belakang, tangan ku tidak sampai menjangkau nya " Ucap Kirana di sisa keberanian nya.
Adrian melihat gaun itu dan benar saja pengait nya terletak di belakang. Ia merasa malu karena sempat berpikir bahwa Istri nya menggoda nya.
Dengan mencoba menahan gairah nya Ia membantu melepas pengait gaun tersebut, Ia mampu merasakan tubuh Kirana yang bergetar karena ketakutan.
" Sudah, cepat ganti gaun mu biar aku yang mandi lebih dulu "
Adrian berjalan secepat kilat menuju kamar mandi, Ia merasa malu kalau sampai Kirana mengetahui sesuatu yang berada di bawah tubuh nya mengeras sampai bawahan yang di pakai nya terasa sesak, padahal sebelum nya longgar.
" Ah....... sial, kenapa aku begitu bernafsu melihat nya. Bodoh kenapa aku tidak mampu menahan hasratku ketika melihatnya, baru melihat nya saja aku mampu berfantasi yang lebih jauh "
Ia mengguyur tubuhnya yang terasa panas di bawah guyuran shower berharap gejolak membara di tubuh nya dapat hilang.
🐓🐓🐓
BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA BAGI DUKUNGAN NYA YA
MAKASIH