Dirga Harun purnomo Adalah seorang pengusaha muda yang memiliki beberapa buah perusahaan besar. Dalam hidup dia memiliki segalanya.harta melimpah, wajah yang tampan serta istri baru yang sangat cantik dan terkenal.
saat bulan madu ke Hawai pesawat pribadinya terjebak badai hingga mengalami kecelakaan.
Untung saja semuanya selamat karena pilot yang cekatan.
Sayangnya Dirga mengalami kebutaan Akibat matanya terkena serpihan kayu yang berasal dari ledakan pesawat.
Hidup dan perkawinannya hancur, karena istrinya meninggalkan dirinya yang cacat.
Mampukah Dirga bangkit dari keterpurukannya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 sonya
Setelah memastikan kepala Bening baik-baik saja,dokter kevin pamit undur diri, dia harus kembali kerumah sakit.
Bening ingin mengantar Kevin keluar sebagai bentuk sopan santun, tapi Kevin melarang
" Istirahat saja, Ning, aku bisa pergi sendiri."
" Baik, terima kasih dan hati-hatilah dokter"
Terdengar langkah kaki Kevin menjauhi kamar Dirga
"Sepertinya kamu perhatian sekali pada Kevin, kamu suka padanya?" Tanya Dirga.
" Aku tidak perhatian, hanya ingin berterima kasih saja"
" Jika kau suka padanya aku mendukung"
Bening terkejut dengan pernyataan dirga, Apa maksudnya. Apakah dia sedang berusaha menjodohkan Bening dengan Kevin?
Hati bening dilanda kegelisahan. tidakkah Dirga memiliki sedikit pun perasan pada Bening.
Mendengar ucapannya kelihatan sekali Dirga ingin menyingkirkan bening secepatnya.
" Apakah kamu sudah baikan?" Tanya Dirga menatap kosong pada bening.
" Kurasa sudah, aku pingsan bukan karena jatuh dari pohon mangga namun kerena sedikit pusing pagi tadi,.mungkin kerena kelelahan. Aku sering merasa sulit tidur belakangan ini" jelas bening.
" jika kamu berkenan temani aku ketempat gym sore ini.."
Bening merasakan kejutan, sudah dua Minggu mereka tak pergi Gym bersama, yang pertama karena mama datang, yang kedua karena Dirga menghindarinya.
" Aku berkenan tuan muda.."
Jam tiga sore Bening sudah menyiapkan semua keperluan Dirga dan memasukan semua dalam tas oleh raga.
" Sudah siap?" tanya Dirga.
" Sudah tuan, ayo berangkat.."
Tiba ditempat gym, Dirga segera berganti pakaian dengan baju olah raga. memakai training panjang hitam dengan garis orange dan kaos putih. Dia terlihat gagah dan jangkung.
Kini Dirga bukanlah pria kerempeng seperti beberapa bulan lalu.
Bening menunggunya sambil duduk bersila dilantai
Matanya tak lepas melihat Dirga dengan pandangan terpesona.yang tak pernah habisnya.
Mengapa ada mahluk setampan Dirga, bahkan pria-pria lain yang ada ditempat itu bagaikan bayangan saja buat bening.
Seorang gadis cantik bersama beberapa orang temannya yang juga tak kalah cantik masuk ruang gym. Wanita- wanita yang baru datang itu semua menarik perhatian para lelaki.
Mereka terlihat cuek dan mulai bersiap-siap dengan kegiatannya masing-masing.
" Dirga..!" Salah satu dari mereka menyapa Dirga, dia menghampiri Dirga penuh semangat
Bening melihat lebih seksama, meneliti wajahnya dan mengenal wanita itu sebagai Sonya.
Dirga melihat ke arah suara menebak pemiliknya
" Apakah kau Sonya Hendrawan" tanyanya ragu
Seperti pertama kali, Sonya langsung mencium pipi Dirga
kiri dan kanan.
Dirga tersenyum manis hingga lesung pipinya jelas kelihatan menambah pesona dirinya dihadapan Sonya.
Entah kenapa Bening sedikit kesal menyaksikan hal tersebut.
Sonya dan Dirga berlatih bersama, Dirga bukan lagi ditemani oleh instruktur klub, karena Sonya sudah mengganti posisi instruktur melatih Dirga.
Mereka terlihat tertawa-tawa bahagia.
Terlihat sekali jika Sonya tertarik pada Dirga.
Ingin sekali Bening protes pada Dirga tapi apa haknya, statusnya memang istri, tapi semua orang di gym pasti menganggapnya perawat atau mungkin justru pelayan Dirga.
menggunakan tongkat Dirga melangkah menuju ke arah Bening, Sonya mengekor dibelakang.
"Aku haus sekali, berikan aku minum bening.." Pinta dirga mengulurkan tangannya tak sabar.
Bening mengeluarkan botol minuman yang dibawa dari rumah membuka tutupnya dan menyerahkan pada Dirga.
"Ga, dia siapa?" Tannya Sonya menelisik Bening
" Dia perawatku, lebih tepatnya pelayanku" Kata Dirga tanpa beban tak ia pikirkan sakitnya hati Bening saat Dirga menyebutnya pelayan dihadapan Sonya.
Sonya melihat bening secara remeh.
Bahkan enggan menegurnya.
Dirga mengembalikan botol minuman pada Bening, Sonya dengan cepat meraih botol di tangan Dirga dan meneguknya tanpa tahu malu"
Bening kaget melihat perilaku Sonya.
" Aku haus, terima kasih" Dia langsung mengembalikan botol itu kembali pada Bening setelah selesai meminumnya
Dirga dan Sonya sibuk mengobrol mengabaikan bening yang duduk bersama mereka, seolah bening hanya sebuah manekin bagi mereka.
"Ga, aku tuh senang banget, bisa ketemu kamu hari ini, padahal dalam seminggu aku dua kali pergi ketempat gym ini, tapi kita tak pernah bertemu. kulihat kau juga banyak berubah.. kau semakin gagah saja"
" Terima kasih Sonya..jika kau ingin bertemu, aku selalu datang diminngu sore"
" Oh,ya, pantas, kalau begitu mulai Minggu besok aku memindahkan jadwalku ke sore Minggu agar kita bisa latihan sama-sama."
" Sepertinya menarik " Sahut Dirga seraya tertawa kecil.
"Ga aku ingin sekali bisa dekat dengan mu, dulu kamu selalu menghindar karena Bianca, ternyata Bianca mengkhiantimu, Tapi aku berbeda, bagiku kau buta atau bisa melihat tak merubah perasaanku padamu" Kata Sonya blak-blakan.
Bening dan Dirga melihat Sonya secara bersamaan
Apakah Sonya sedang melakukan pendekatan pada Dirga.
Bening berbalik melihat wajah Dirga, melihat respon pria itu.
"kurasa kita bisa berteman dulu..Sonya.." Sahut Dirga,sepertinya memberi peluang pada Sonya untuk mendekatinya.
Kali ini hati bening sangat terluka., Jadi sikap Dirga yang lembut dan kadang penuh perhatian tak ada artinya, bahkan ciuman- ciuman serta keintiman mereka selama ini hanya sebuah keusilan Dirga terhadapnya, semua tak serius?
tega sekali.
Dia memang harus sadar diri, jika dirinya sama.sekali tak pantas bersanding dengan seorang Dirga Harun Purnomo, lihatlah perbandingan dirinya dengan Sonya, bagai debu dan berlian..
Dan ingatlah secantik dan sesempurna apa Bianca mantan istrinya.
pantaskah bening berharap Dirga jatuh cinta dan menunggu cintanya.
Tidak! karena bening pasti akan terluka.
Baiklah secepatnya dia kan pergi.