NovelToon NovelToon
KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:256.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agus Nur Kasihani

Kinara Saraswati Wibowo siswi kelas XII IPA I SMA HARAPAN yang baru genap berusia 18 tahun harus menerima kenyataan saat ayahnya di vonis kanker hati stadium akhir dan sisa umurnya tidak lama lagi.

Saat itu juga sang ayah berniat menikahkan nya dengan anak temannya yang seusia dengan kinara. Ayahnya ingin menyaksikan anak bungsunya itu menikah sebelum ia meninggal.

Lalu bagaimana dengan keputusan kinara?? Apakah ia harus memenuhi permintaan ayahnya atau malah mengabaikannya??

Di saat yang sama ia bertemu dengan calon suami yang di pilihkan ayahnya yang ternyata teman baru di sekolah dan satu kelas dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus Nur Kasihani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22 Hot Papa

"Makasih my bodyguard..hehe"ucap Kinara saat mobil telah sampai di depan rumah.

"Ma cama nona cengeng xixixi.." Jawab Aldo mengejek.

"Biarin wleeek 😝😝 " balas Kinara seraya menutup mobil agak keras karna merasa jengah dengan sahabat nya yang satu ini. Aldo segera melajukan mobilnya menjauh dari rumah besar bosnya menuju kerumah.

"Assalamualaikum mbak Rita..aku pulang" Sapa Kinara begitu tiba di dalam rumah

"Waalaikumsalam Non, loh Non udah pulang. Saya siapin makan siang sekarang Non?"

"Iya mbak Rit, kok rumah sepi pada kemana emang?"tanya Kinara seraya menyimpan sepatu di rak.

"Tuan bos dan Tuan muda masih di kantor, Nyonya tadi mendadak pergi kerumah Nyonya besar katanya mau menginap seminggu disana, kalau Non Rania ada diatas lagi nidurin si kembar." papar Mbak Rita

"Emang nenek atau kakek yang sakit mba Rit?"

"Saya kurang tahu non, tapi katanya tadi Non Rania juga bakal nyusulin kesana juga nunggu tuan muda dan tuan bos pulang kantor." jelas mb Rita lagi.

"Ya udah aku keatas dulu mau ganti belum sholat juga hehe tadi gak sempat di sekolah."

"Baik Non."

Kinara membuka pintu kamar, hal pertama yang ia lihat adalah kasur. Ia langsung merebahkan tubuh lelahnya disana sembari memejamkan mata. Melepas sedikit penatnya hari ini yang banyak menguras tenaga otak kiri dan kanannya mengerjakan beberapa mata pelajaran uts yang sempat tertinggal 4 hari karna absen. Bukan hanya itu ia harus bolak balik menemui masing-masing guru mapel yang tertinggal dan meminta pengajuan ikut uts susulan.

Ini sudah seminggu berlalu semenjak masalah yang menghantamnya saat itu. Kini ia dan Azka kembali pada aktifitas masing-masing. Azka kembali ke bengkel setelah pulang sekolah dan akan pulang setelah pukul 22.00 malam karna ia jugaa bekerja paruh waktu di cafetaria milik bos bengkel sebagai kasir bahkan biasa ia pulang lewat tengah malam jika sedang weekend. Anak sultan kok masih kerja paruh waktu ya??🤔🤔

Merasa otaknya sedikit fresh, Kinara segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia keluar memakai setelan gamis rumahan kekinian hasil rancangannya sendiri. setelahnya kemudian bersiap hendak melaksanakan sholat duhur.

"Oeekk oooeeeekkk.... " terdengar suara si kembar sedang menangis. Kinara segera menyudahi dzikir pendeknya dan bergegas melihat si kembar.

"Assalamualaikum kak si kembar kenapa? Kok kenceng banget nangisnya." Kinara membuka pintu kamar si kembar dan mendapati Kakak ipar nya sedang menyusui baby Azzam sedangkan Baby Azmi menangis kencang di box bayi.

"Waalaikumsalam untung kamu datang dek, tolongin dong mungkin Azmi lagi pup makanya nangisnya kenceng. Ini juga Azzam baru aja menyusu soalnya."

"Oke serahkan padaku kak, tenang aja" ujar Kinar seraya mengambil Azmi dari box dan menggendongnya.

"Beneran pup kak, popok dimana popok? Tisu basah? Bajunya juga di ganti gak?" ujar Kinara gugup. Maklum baginya ini kali pertama ia mengurus bayi setelah 5 tahun berlalu saat si kembar anak pakde Wahyu lahir. Meski sedikit lupa ingat ia tetap cekatan mengurus Azmi sampai tangis bayi itu mereda setelah popok dan pakaianya di ganti.

"Aku ajak Azmi ke bawah ya kak biar dianya tenang, stok susunya masih ada kan kak?"

"Makasih ya dek, itu ambil aja di sana barusan aku pompain juga masih fresh. Hati-hati loh ya turun tangga."

"Oke " jawab Kinara seraya keluar menggendong Azmi. Ia berjalan pelan agar tidak terjatuh di tangga. Ia duduk di sofa ruang keluarga sembari menyusui Azmi dan mendendangkan sholawat agar bayi itu merasa tenang.

"Loh non disini, makan siangnya udah mbak siapin di meja, saya mau anter makanan dulu untuk Non Rania " ujar Mbak Rita

"Iya mbak nunggu Azmi tidur dulu baru aku makan." balas Kinara tanpa mengalihkan pandangannya dari Azmi. Tak butuh waktu lama bayi mungil itu akhirnya tertidur lelap setelah menghabiskan sebotol asinya.

Ting tong ting tong

Suara bel rumah berbunyi beruntun, tak biasanya ada tamu siang hari seperti hari ini. Bersamaan dengan mbak Rita menuruni tangga Kinara langsung memintanya untuk membuka pintu.

Terdengar suara mbak Rita sedang berbincang dengan sang tamu, samar-samar ia mendengar suara mbak Rita dan tamu itu, sepertinya aku kenal suara itu? Pikirnya. Ia segera menyusul ke depan dengan masih membawa Azmi dalam gendongannya. Terlihat mbak Rita sedang berdiri berbicara di telepon dan menutupi pria yang kini duduk di kursi tamu dan saking penasaran ia segera menuju ke arah sofa untuk memastikan siapa tamu itu.

"Rangga?"

"Kinar?"

Keduanya bersitatap cukup lama. Jantung keduanya berdecak tak karuan. Rangga sangat terkejut melihat bayi dalam gendongan Kinara serta cincin putih yang melingkar di jari manis Kinara. Otak nya berhenti bekerja beberapa saat melihat Kinara yang jugaa masih menatapnya terkejut. Sampai sebuah suara membuyarkan mereka.

"Non kenal mas ini?"suara mbak Rita menegur keduanya.

"Enggk...ehh i-iya Mba Rit dia temen smp saya dulu." jawab Kinara gugup " itu bungkusan apa mbak Rit?"Tanya Kinara mengalihkan pembicaraan melihat tangan mbak Rita memegang 2 paper bag berbeda warna.

"Oh yang ini tadi Den Azka yang kirim katanya buat si kembar kurirnya baru aja nganter. Kalo ini mas ini yang bawa, setelan gamis dan jilbab pesanan Nyonya bos. Wah den Azka hot papa juga ya ternyata non, bela-belain beli sepaket hadiah buat si kembar xixixi..." ujar mbak Rita panjang lebar dan blushh wajah Kinara seketika memerah merasa malu sekaligus salah tingkah dengan ucapan Mbak Rita.

Apa jadinya jika Rangga berfikir yang enggak-enggak tentangnya?? Ia masih belum siap dengan semua kemungkinan yang akan di hadapinya nanti jika sewaktu-waktu Rangga bertanya padanya.

Berbeda dengan Rangga yang masih tergugu mendengar akhir kalimat yang mba Rita ucapkan. Azka? Hot papa? Apa benar mereka sudah menikah dan sekarang memiliki anak kembar? Ah tidak mungkin. Bisa saja mereka memiliki hubungan keluarga dan tidak mungkin Azka dan Kinara menikah di usia belia.

"Ehkmm permisi mbak kalau udah selesai saya izin pamit dulu soalnya mau nganter pesanan yang lain." pamit Rangga berbohong agar ia bisa secepatnya keluar dari rumah megah ini untuk menenangkan otaknya.

"Oh iya mas saya hampir lupa ini tips nya, tadi nyonya bos udah nitip pesen sama saya. Di terima ya mas.. Jangan kapok ya dateng kesini toh rumahnya juga dekat dari sini. Heheh..." ujar mba Rita ramah. Rangga menerima amplop dan langsung berpamitan.

Sepanjang jalan banyak pertanyaan berkeliaran di kepalanya. Menerka-nerka ada hubungan apa Azka dan Kinara.

Selama ini yang ia tahu keluarga Kinara hanyalah Kak Revano dan pak Wibowo ayahnya yang sekali ia temui 3 tahun lalu saat perpisahan sekolah.

Tiba dirumah Rangga menghempas tubuhnya di sofa samping tempat tidurnya. pertemuannya dengan Kinara tadi masih berputar di kepalanya. ada hubungan apa Azka dan Kinara?

"Halo Gun lo dimana? ketemu di tempat biasa. gue tunggu 20 menit dari sekarang!" titah Rangga pada seseorang di seberang telpon.

"Eehh bule kesasar, emang gue kereta api listrik? main suruh aja lo! gue sibuk di toko bantuin emak gue!"

"No debat! lo mau dapet jatah tambahan buat jajan gak?"

"Mau laaaaahh...cuuss tunggu 15 menit gue nyampe sebelum lo!"

"Dasar matre giliran duit gercep banget!!"

"Ada apa sih manggil gue?" tanya Gun saat mereka sudah berada di tempat mangkal

"Nih minum dulu" ucap Rangga menyerahkan sebotol minuman dingin.

"Lo ada masalah? baru berapa bulan lo disini udah ada aja masalah lo...!"oceh Gun.

"Kinara.."

"Ouh soal mantan..emang napa mantan lo? mau ngajak balikan? mending gak usahlah..."

Rangga mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Gun. "Jadi bener yang sempet gue dengar di sekolah?"tanyanya kemudian.

"Emang apaan?"Gun Menoleh melihat raut wajah sahabat lamanya.

"Kinara pacaran sama Azka?"tanya Rangga memperjelas

"Hmmm bukan lagi pacar tapi udah halal" ucap Gun datar lalu menoleh kembali mengamati raut wajah bingung Rangga.

"Yang ada di otak lo sekarang apa dari ucapan gue tadi?"Tanya Gun lagi penuh selidik.

"Lo gak bohongin gue? jaman sekarang? emang masih ada aturan kek gitu?" Rangga mengusap wajahnya kasar. ada nyeri di ujung hatinya.

"Gue juga dateng waktu itu Karna nemenin sepupu gue si Ririn..udah lupain aja masih banyak Kinara yang lain gak cuma dia doang.."

"Apa pihak sekolah tahu?"

"I don't know about that..secara tuh sekolah milik siapa coba?? udah yang sabar jodoh lo gak akan kemana-mana. btw gimana kabar bokap lo yang buron?"

"Gue gak tau masih idup ato mati.."jawab Rangga datar. ia menghembuskan nafas kasar lalu menatap ke langit.. "Seandainya gue......."

"Udah gak usah ngayal..gue mau pulang emak gue udah khotbah nih..." ucap Gun seraya menjawab panggilan emaknya di henpon jadulnya.

"Iyeee mak... gue nyetir di belakang gue ada si kunti lagi ngoceeh.. lari 100 nih gue mak!" tuuut panggilan terputus. "Dah gue balik...!"

Rangga berkali-kali mengusap wajahnya kasar, ada nyeri di ujung hatinya. rasa bersalahnya pada Kinara 3 tahun lalu masih terus mengusiknya. Andai waktu itu ia bisa mencegah papa nya menerima tawaran itu mungkin ia tak harus memendam rasa bersalah ini seumur hidup. dan andai saja Kinara tahu apa ia masih memiliki muka untuk kembali?

Kesulitan hidup yang dialami keluarganya Karna ulah papanya yang selalu menghamburkan uang hasil kerja keras ibunya hingga membuat ibunya putus asa dan menyerah lalu menggugat papanya untuk bercerai hingga hak asuh jatuh di tangan papa.

setelah bercerai papanya tidak berubah malah semakin menjadi.hingga ia pun jadi korban kekerasan papanya sendiri. hingga suatu hari ia tak sengaja mendengar papanya sedang berbicara di telpon dengan seseorang yang menawarinya pekerjaan.

"aakkhhh andai gue bisa nyegah papa waktu itu. andai gue tahu kalo itu nyokap lo Kinar" desah batinnya menyesal. ia meraih jaket dan melajukan motornya entah kemana ia akan pergi melepas sesal hatinya saat ini.

NB:

maaf nih aku sengaja nambahin alur tentang Rangga sang mantan terindah Kinara karna akan ada banyak kejutan yang satu persatu terkuak di bab-bab selanjutnya..

jan lupa votenya para readers.....

1
alvika cahyawati
kenapa ceritanya banyakan keiasya ya
alvika cahyawati
wah keiysa hamil lg
alvika cahyawati
ya moga andin jodoh nya reno ya
alvika cahyawati
aduh susah klu org udah terlanjur cemburu
alvika cahyawati
sudah lah keiysa lupakan sj reno ngk usah km pikirkan km kan udah ada hanan
alvika cahyawati
emg enak syok2 dech km reno emg enak
alvika cahyawati
semoga si reno tidak terlambat buat ungkapin perasaan nya sm keiysa dan semoga keiysa blm d lamar sm hanan.
alvika cahyawati
mungkin bukan jodoh kali
alvika cahyawati
ya memang benar pepatah mengatakan klu cinta itu tak dpt di paksakan😁😁😁
alvika cahyawati
apakah keiysa akan kembali pada reno dan menerima reno kembali
alvika cahyawati
semoga keiysa tidak menolak hanan dan malah milih reno kasihan hanan..
alvika cahyawati
ha..ha...nyesel kan km reno udah ninggalin keisya....
alvika cahyawati
duh keluarga yg amburadul tuh nama nya d luar kelihatan baik2 sj bahagia tetapi sesungguh nya d dlm nya kacau.
alvika cahyawati
knp km harus menghindar terus sich reno dr keiysa
alvika cahyawati
waduh bnyk kali y d ulang sich
alvika cahyawati
ya syng nya tidak ada visual pemeran nya
alvika cahyawati
ya nama nya jg jodoh reno tidak ada y tau kasihan keluarga pak bowo dr kepisah sm anak kembar nya sampai istri nya meninggal.
alvika cahyawati
semoga amanah ya keisya dan semoga km selalu bahagia bersama kakak dan ayah kamu
alvika cahyawati
menyesalkan reno udah ninggalin
alvika cahyawati
biar buat reno menyesal thor bikin keisya menikah sm pria lain thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!