Rate 21+
Scrol kebawah.
Amanda Rahayu, Seorang Nanny yang di hadapkan akan takdir cinta yang rumit.
Ketulusan cinta dan kasih sayang yang dia berikan untuk Gisela, Nona kecil asuhannya. Membuat dia bukan hanya mendapat balasan cinta dan kasih sayang dari Gisela, Namun juga, dari Tuan Muda Sergio Putra Kaana, Daddy Nona kecil asuhannya.
Pertemuan cerita singkatnya dengan Salman, Hingga terjadinya sebuah kesalahan yang menyisakan benih di dalam rahim Amanda.
Sergio yang mengetahui akan kehamilan Amanda, justru mengikatnya dengan Ikatan suci pernikahan dan membuatnya tetap tinggal sebagai Istri untuknya dan juga Nanny untuk putrinya.
Kemanakah, Takdir cinta akan membawa sang Nanny, Ikatan suci pernikahannya dengan Gio, atau Ikatan darah dagingnya dengan Salman??
Perjalanan cintanya semakin rumit saat Amanda mengetahui bahwa antara Gio dan Salman terjalin Ikatan Persaudaraan yang erat.
Mampukah ketiganya melewati rumitnya cinta di antara mereka,?
Berakhir dengan bahagia kah? Atau Ikatan yang terjalin itu justru akan tercerai berai??.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nasiroh Iroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 22 kedatangan tuan kana 2
Suasana mansion berubah menjadi sangat sibuk setelah Pak Har menerima telepon dan mengumpulkan seluruh pelayan untuk melakukan briefing karna Tuan Besar Kana akan segera tiba, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya membuat semua penghuni mansion harus bekerja extra kembali, apa yang membuat Tuan Besar datang dengan tiba tiba, karna sudah sangat lama Tuan Besar tidak pernah lagi mengunjungi mansion dan sekarang tiba tiba saja datang secara mendadak pula
"Ada apa Pak Har kenapa para pelayan seperti terlihat sangat sibuk sekali" tanya Amanda saat akan memasuki mansion setelah menghabiskan waktu bersama Gisela di gasebo dan melihat kedalam mansion yang dipenuhi pelayan yang membersihkan setiap sudut ruangan mansion
"Apa Grandpa akan datang"tanya Gisela dengan pandangan lurus kedepan
"Iya Nona Tuan Besar sedang dalam perjalanan kemari, mungkin akan sampai dalam beberapa jam"jawab Pak Har
"Grandpa akan datang sungguh, aku sangat merindukan Grandpa"ucap Gisela sambil berjingkrak jingkrak ria
"Tuan Besar, Grandpa??"tanya Amanda yang belum tahu banyak tentang keluarga Nonanya
"Iya Grandpa aku akan memperkenalkanmu pada Grandpa nanti"ucap Gisela memeluk Amanda erat
Ada raut wajah kecemasan yang terlihat oleh Gisela saat mendongak menatap Amanda
"Mommy"
"Ya"
"Aku sangat menyanyangimu melebihi Mommy Belinda"ucap Gisela semakin mempererat pelukannya dan mencium perut Amanda yang sudah mulai terlihat membuncit
"Terima kasih kau telah begitu menyayangiku,akupun sangat menyayangimu Nona kecilku yang manis tapi juga kadang menyebalkan"ucap Amanda mencubit pipi Gisela lalu mencium keningnya
Ketegangan terjadi saat Tuan Gio datang dan memasuki mansion dengan langkah cepat penuh kecemasan dan disambut senyum kemenangan Tuan Kana yang tengah duduk mengangkat kaki diruang utama sambil memainkan ponsel milik Pak Har
"Har tugasmu selanjutnya akan lebih berat" ucap Tuan Kana setelah mematikan sambungan telepon
"Nona sangat menyayangi Nyonya itulah yang akan selalu mengikat mereka,kebahagiaan mansion ini telah kembali ,apa yang Tuan Besar khawatirkan" ucap Pak Har menatap Tuan Kana
Tuan Kana menoleh pada Pak Har sambil mengernyitkan dahi
"Hanya Tuan muda Gio dan Bimo yang mengetahuinya Tuan Besar"ucap Jack yang berdiri dibelakang tempat duduk Tuan Kana
Tuan Kana kembali menatap lurus kedepan dan hanya mengangguk anggukan kepala
Gio yang baru sampai hanya berdiri dan langsung mencerca berbagai pertanyan sambil terus menyusuri pandangan keseluruh mansion dan menatap Bimo seolah mencari jawaban
"Kenapa kau terlihat begitu cemas, minumlah dulu putraku"ucap Tuan Kana menunjuk minunan didepan Gio
"Apa yang kau pikirkan, Daddy akan melakukan sesuatu pada istrimu, apa ada sesuatu yang kau sembunyikan tentang istrimu sampai kau begitu mengkhawatirkannya"ucap Tuan Kana mengangkat kedua alisnya dan tangannya yang diketuk ketukan dipegangan sofa
"Daddy aku mencintainya" ucap Gio menatap penuh keyakinan dengan jantung yang berdebar kencang
"Bagus, artinya kau telah melupakan wanita itu,Daddy telah memberikan kepercayaan penuh perusahaan padamu, Daddy harap kau tidak akan mengecewakan Daddy lagi"
"Biarkan dia tetap tinggal disini,hingga takdir lagi yang akan mempertemukannya"ucap Gio menundukan kepalanya
"Kau yakin akan waktu itu, kau mungkin akan kehilangannya saat itu tiba, atau kau akan tetap menjadikan Gisela sebagai alasanmu"
"Dia begitu tulus menyayangi putriku aku juga akan menerima bayinya dengan sepenuh hatiku seperti aku menerimanya dalam hidupku"
"Dia mungkin akan memilih Ayah dan juga bayinya,Ayahnya tidak pernah benar benar meninggalkannya dia hanya belum mengetahui kebenarannya"
Percakapan terhenti setelah mendengar suara Gisela yang berteriak menuruni tangga
"Daddy..." ucap Gisela berlari menuruni tangga
"Nona jangan berlarian ditangga itu bahaya" ucap Amanda ikut menuruni tangga sambil menggeleng gelengkan kepala
Gisela yang telah sampai tangga terakhir langsung melompat memeluk Daddynya yang sudah menunggu dibawah tangga sambil merentangkan tangan dan tersenyum,menciup pipi kanan dan kiri Daddynya sambil tangan yang dilingkarkan dileher, Amanda semakin pelan menuruni tangga dia memperhatikan kedekatan Tuan Gio dan juga Gisela yang baru kali ini terlihat sangat hangat mungkin ini kali pertama Amanda melihat wajah kebahagiaan dari Gisela dan juga Tuan Gio yang sesungguhnya,matanya bahkan tidak dia biarkan berkedip untuk melewatkan setiap adegan kebersamaan yang begitu terlihat sangat hangat
"Seperti itulah kehangatan yang selalu tercipta tiga tahun yang lalu,Tuan Gio adalah Ayah yang sangat hangat"ucap Bimo yang terus melihat ekspresi wajah Amanda yang terharu juga terkejut dengan kejadian didepannya
Amanda menoleh dan tersenyum seperti ikut merasakan kebahagian itu
"Terima kasih Nyonya Amanda kau telah memberikan kebahagiaan kembali dimansion ini"ucap Bimo lagi sambil menundukan kepala
"Aku , jangan memanggilku seperti itu seperti biasanya saja" ucap Amanda yang selalu merasa sungkan dengan panggilan Nyonya padanya dia merasa selalu tidak pantas untuk itu
Bimo hanya tersenyum menanggapi
"Mommy Amanda kemari" ucap Gisela melambaikan tangan dan masih dalam gendongan pelukan Daddynya
Amanda melangkah menghampiri sambil tersenyum
"Tuan anda sudah kembali " ucap Amanda setelah berada didekat Tuan Gio dan Gisela,Tuan Gio hanya tersenyum menanggapi dengan mata yang terus menatap Amanda penuh kerinduan padahal hanya baru berpisah setengah hari karna bekerja
Gisela lalu menarik tangan Amanda hingga berdiri tepat disamping Daddynya dengan dia berada ditengah lalu mencium kening Amanda, tangannya yang melingkar dileher Daddynya ditariknya perlahan membuat kepala Daddynya juga ikut mengikuti gerak tangan Gisela dan membuat kedua mata Amanda dan Tuan Gio saling menatap dalam jarak yang sangat dekat
Tuan Kana yang menyaksikan semua hanya bisa tersenyum bahagia melihat keharmonisan keluarga kecil putranya setelah bertahun tahun hanya ada kesepian dan kesedihan dimansion ini kini dia datang kembali dengan kebahagiaan yang sangat dia rindukan, dalam hati dia berdoa semoga kebahagiaan ini selalu menyertai keluarga kecil putranya itu selamanya
Gisela lalu mencium pipi Tuan Gio dan Amanda bergantian lalu menatap Daddynya seolah menirukan apa yang harus Daddynya lakukan , Gio tersenyum pada Gisela lalu mencium kening putrinya dan menoleh pada Amanda yang masih diam dengan wajah pucat dan jantung yang berdebar hebat ditambah lagi saat Tuan Gio mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan Amanda hingga tidak ada jarak antara keduanya,Amanda memejamkan mata dan sebuah kecupan hangat mendarat lagi untuk kesekian kali dikening Amanda, Amanda semakin dalam memejamkan matanya seolah sedang merasakan kehangatan yang Tuan Gio berikan dengan penuh ketulusan
Gisela lalu turun dari gendongan Tuan Gio dan menarik tangan Daddy dan Mommynya dengan kedua tangannya dan berjalan menuju Tuan Besar yang masih duduk dan menurunkan kakinya tersenyum menyambut cucu kesayangannya
"Grandpa kenalkan ini Mommy Amanda , dan Mommy ini Grandpa " ucap Gisela saat telah sampau didepan Grandpanya
Amanda menundukan kepala dia tidak tahu harus bersikap seperti apa, dia justru berharap diperkenalkan sebagai Nanny itu rasanya lebih pantas untuknya
Gio yang melihat perubahan diwajah Amanda segera menarik tangan Amanda lalu menggenggamnya dan tersenyum mengedipkan mata
"Kemari nak" ucap Tuan Besar melambaikan tangan menyuruh mendekat
Amanda ragu ragu dia melihat kearah Tuan Gio yang mengangguk dan Gisela yang tersenyum disamping Tuan Besar , Amandapun melangkahkan kaki untuk kemudian mendekat
"Kau menyayangi Gisela cucuku" tanya Tuan Besar saat Amanda telah mendekat
Amanda hanya mengangguk sebagai jawaban
"Apa kau juga mencintai putraku" tanya Tuan Besar lagi
Amanda menatap Tuan Gio lalu menundukan kepala dalam dan memejamkan mata mulutnya diam tak menjawab apapun
"Kalian bahkan menikah dan tak memberitahukanku" ucap Tuan Besar menatap Gio yang terus menatap Amanda seolah menunggu jawaban dari Amanda dan yang didapat hanya rasa kecewa karna Amanda hanya diam seperti tidak ingin menjawab pertanyaan itu
"Maafkan aku Daddy, aku yang memaksanya untuk tetap tinggal" ucap Gio tanpa menoleh pada Tuan Besar dan matanya masih fokus pada Amanda yang terus menunduk
Aku masih belum percaya diri untuk menulis beri aku semangat dengan like dan koment nya readers ...
Maaf jika tulisanku masih acak acakan, masih belajar yah
Tinggallkan kesan dan pesan kalian dengan LIKE dan KOMENT nya yahh...
💖💖💖💌
tapi yang ngasi Vote kok dikit yaa
semangat Kakak