seorang remaja cantik dan supel dengan usia 18 tahun masih sekolah disalah satu sekolah kota P.
sosoknya yang sederhana dan pendiam mengakibatkan banyak pria yang jatuh hati terhadap sinta
apalagi dengan latar belakang keluarganya sebagai pemilik minimarket terbesar di kota B. membuat sinta banyak di kejar-kejar oleh pria di kota B.
namun dari sekian banyak pria hanya satu pemuda berusia 20 tahun bernama buyung berhasil mencuri hatinya
buyung orang yang rajin dan pekerja keras, harapan terbesar buyung adalah menjadi orang yang banyak uang agar bisa menikahi sinta dan membahagiakan seluruh keluarganya
dua orang dengan latar belakang keluarga yang sangat jauh berbeda, saling mencintai tetapi terlalu banyak rintangan untuk hidup bahagia dan terlalu sulit untuk bersama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon buita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kemarahan
hati semakin siang, sinta masih didalam kamar karena ia sangat malas untuk keluar kamar, ia tau kalau ia keluar akan banyak omelan omelan yang ia dapatkan. sinta sudah sangat paham akan watak mama sinta yang terlalu memperayai omongan orang tanpa bertanya kepada sinta apa yang sebenarnya terjadi.
kring…
kring…
kring…
bunyi ponsel sinta, dan sinta langsung nelihat kearah layar ponsel yang sedari tadi sinta genggam seketika senyumannya mengembang sempurna siapa lagi yang nelpon kalau bukan buyung
"assalamualaikum sayang, apa kabar, dimana abang dan sudah makan belum? tanya Sinta dengan perasaan gembira
"waalaikumsalam sayang, abang sehat, sekarang Abang masih dikampus dan sudah makan, adek abang lagi ngapain ni?" jawab buyung dari seberang telpon yang tidak kalah senangnya dengan sinta.
"adek udah makan, sekarang lagi dikamar, adek malas keluar kamar karena kalau adek keluar nanti kena marah lagi, mama memang gitu gak percayaan sama anak kalau jauh aja rindu, kalau dekat ngajakin berantem aja terus" sinta mulai curhat dan mengadukan semua hal yang ia alami seharian ini
"adek sabar ya sayang, mungkin tujuan mama itu baik untuk adek" buyung menasehati sinta
"ia baik untuk mereka, gak baik untuk kita berdua sayang, mama tu gak percayaan sama kita, dan gak peduli sama perasaan sinta, nanti kalau sinta lawan jadi anak durhaka pula" celoteh sinta panjang lebar
"adek harus sabar dulu ya, nanti kita akan jelaskan secara pelan pelan sama mama dan papa, tapi sekarang belum saatnya sayang, mereka masih terasut dari berita yang hanya sepihak" kata buyung yang coba menenangkan sinta
"iya sayang, abang sudah shalat belum, jam berapa pulang dari kampusnya" sinta coba mengalihkan pembicaraan karena dia hampir saja menangis
"sudah sayang, adek juga jangan lupa shalat ya sayang, abang mau keperpusTakan dulu, nanti abang pulang jam 17.00 wib, nanti abang telpon lagi ya sayang" ucap buyung
"iya sayang, hati hati ya, jaga mata dan hatinya" ucap sinta tegas
"iya sayang, I LOVE U mmmuuuaahhh" ucap buyung dengan mesra
"love u to mmmuuuaaahhh" balas sinta,
sambungan telpon sudah ditutup oleh sinta dan sinta tetap berada dikamar, ia melewatkan makan siangnya, sinta lebih memilih untuk tidur dikamarnya.
tok…
tok…
tok…
"sin, makan dulu, mama udah masak tu" panggil mama
tapi tidak ada jawaban dari sinta, sinta sengaja tidak menjawab panggilan mama karena ia sangat malas bertemu dengan semua orang dirumah itu
"sin, kamu tidur ya, ya udah kalu gitu nanti jangan telat makan, nanti kamu sakit lagi" pinta mama sinta
tetap tidak dijawab oleh sinta dan memilih tidur.
"dasar, anak keras kepala dinasehati bukannya terima kasih malah merajuk" gumam mama dalam hati sambil pergi meninggalkan pintu kamar sinta yang dikunci rapat oleh sinta.
sinta kalau sudah merajuk tidak mau dan tidak ada yang boleh mengganggu karena nanti dia akan mereda sendiri, dan ngomong sendiri kalau dia sudah tenang.
sekarang senta memutuskan untuk tidur karena sudah sangat lelah ia tertidur sampai pukul 21.00 wib,
"jam berapa sekarang, kok gak ada yang bangunin" gumam sinta sambil melihat kearah jam dinding
"apa sudah jam 9 malam, astaga aku ketiduran, duuhh laparnya ini perut, aku harus mandi dulu baru makan" ucap sinta sambil turun dari tempat tidur dan berlari kekamar mandi.
selesai mandi ia langsung turun keruang makan untuk makan, ternyata disana masih ada mama dan papa sinta yang lagi ngobrol, nenek dan kakek sinta sudah pergi kekota sebelah tadi sore sewaktu sinta maaih tidur untuk mengunjungi keluarga disana sekalian langsung pulang besok siang ke kota P.
"mana kakek dan nenek ma? kok gak ada" tanya sinta ketus tanpa melihat ke arah kedua orang tuanya.
"nenek dan kakek sudah pergi tadi sore kekota sebelah, dan besok langsung pulang kekota P" jawab mama menjelaskan
"ooo, baguslah" jawab sinta ketus
"sinta, tidak baik bicara seperti itu, walaupun gimana pun mereka orang yang lebih tua dari kamu, dan bersikaplah sopan sedikit" bentak papa
"sinta tau mana orang yang harus sinta sayangi dan hormati, dan sinta juga tau orang yang menyayangi sinta dengan tulus, sinta bukan anak kecil lagi" jawab sinta dengan penuh penekanan sambil berlalu pergi
papa dan mama hanya terperangah dengan jawaban sinta sehingga membuat mereka tidak mengerti dengan ucapan sinta
"dasar anak keras kepala, lihat tu ma, sejak kapan sinta berani melawan ucapan papa, sejak kapan sinta berani membentak papa" jawab papa sedikit sedih karena merasa dilawan sinta
"sudah pa, sabar mungkin sinta masih capek biar mama yang ngomong sama sinta nanti ya" mama menenangkan papa.
yang tadinya sinta sudah sangat lapar jadi tidak berselera makan karena perdebatannya dengan kedua orang tuanya, sinta hanya menangis dikamar sambil memeluk boneka pemberian buyung, hanya diatas boneka beruang berwarna coklat inilah sinta nenumpahkan semua kesedihannya.
kring…
kring…
kring…
disaat sinta lagi menangis sesegukan, hp nya berbunyi dan telpon itu dari buyung
"assalamualaikum" ucap sinta
"waalaikumsalam, lagi apa adek abang, udah makan belum" tanya buyung
"bisa gak cari pertanyaan lain, selain nanya makan dan adek abang" jawab sinta ketus
"iya sayang, abang minta maaf, kenapa adek nangis sayang, ada masalah?" jawab buyung yang bingung dengan sifat sinta
"gak ada apa apa, hanya habis debat sama papa, abang lagi dimana?" tanya sinta
"abang lagi didepan rumah sayang, lagi nunggu telpon adek, tapi karena kelamaan jadi abang telpon aja" jawab buyung
"apa kabar mama dan papa, kak diah, yuli dan adek adek?" tanya sinta lagi
"baik sayang, yuli kangen sama adek katanya gak ada teman lagi setelah adek pergi" cerita buyung
"ya, salam butmat mereka ya sayang" jawab sinta seadanya
mereka lagi asyik nelpon, tiba tiba ada suara ketukan pintu dari luar. tok… tok… tok…
"sin, ini mama, boleh masuk" tanya mama
sinta yang lagi nelpon sama buyung langsung mematikan telpon dan membukakan pintu untuk mama
"ada apa ma, mau marahin sinta lagi, cepat lakukan" jawab sinta sekenanya
"enggak mama kesini mau ngajakin kamu makan, kamu dari siang tadi belum makan, nanti kamu sakit lagi" jawab mama pelan
"nanti aja sinta makan sendiri kalau udah lapar" jawab sinta seadanya dan sambil menutup pintu kamar
"tapi…" belum sempat mama menjawab pintu kamar sudah tertutup, mama sedikit kesal dengan tindakan sinta yang keras kepala
dor…dor…dor mama mengetuk kamar sinta dengan kencang. "sinta, siapa yang ngajarin kamu kirang ajar kayak gini sama orang tua, kamu disekolahkan bukannya tambah pintar malah tambah kurang ajar, mau makan, mau enggak terserah kamu, dari tadi didiamin tambah ngelunjak kamu ya" mama memperingatkan sinta dengan nada marah
tapi sinta tetap tidak membukakan pintu tersebut, dan mama memutuskan untuk kembali ke waring karena ada orang yang mu belanja.
sinta duduk dikamarnya sambil memandang keluar jendela kamar menatap bintang dilangit sesekali ia menangis karena merasa kesal sama diri sendiri yang tidak tegas dengan keadaan dan tidak ada pendirian, sehingga menyebabkan dia marah kesemua orang.
Lanjut up ya
Mampir juga yuk di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?"
Semangat.
yuk mampir di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" juga ya
Semangat
salam dari "My Bos CEO" kutunggu kehadirannya 🤗