NovelToon NovelToon
BOS TAMPAN PEMILIK HATIKU

BOS TAMPAN PEMILIK HATIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:710.9k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Zein Aditya Atmanegra seorang pemilik Perusahaan terbesar dan seorang Putera Mahkota dikeluarganya harus berhadapan dengan wanita yang sangat menyebalkan yang bernama Karren Puteri Pratama seorang Puteri dari keluarga yang sama kayanya dengan Zein.

Zein tidak menyadari kalau Karren adalah anak gendut yang selalu mengganggu dan mengikutinya dulu.

Bagaimana keseruan Zein dan Karren yang selalu tidak pernah akur ketika bertemu,akankah akhirnya mereka saling jatuh cinta?sementara keduanya saat ini sama-sama sedang menjalin hubungan dengan pasangan masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pindah Rumah

👑

👑

👑

👑

👑

Zein tampak meregangkan kedua tangannya, Zein baru saja bangun.

"Ya ampun, sudah berapa lama gue tidur?" gumam Zein.

Zein melihat kearah jam dinding, dan lihatnya waktu sudah menunjukan pukul 16.00 sore.

Zein bangun dan terduduk sebentar diatas kasur Karren, Zein tampak mengedarkan pandangannya, dilihatnya Karren yang tertidur meringkuk diatas sofa.

Zein beranjak dari duduknya dan menghampiri Karren, sesaat Zein memperhatikan Karren yang sedang tertidur lelap itu.

"Dasar cewek bar-bar, memangnya lehernya ga bakalan sakit dengan posisi tidur seperti itu?" gumam Zein.

Karena merasa kasihan, Zein pun mengangkat tubuh Karren dan memindahkannya keatas kasurnya.

"Dasar Kebo.." gumam Zein.

Zein pun mencari handuk, dan setelah menemukannya Zein cepat-cepat masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Cukup membutuhkan 20 menit untuk Zein membersihkan dirinya, Zein sudah rapi memakai kaos warna putih berkerah dan celana panjang warna coklat sungguh tampan Zein saat ini.

Zein memandang Karren yang masih terlelap..

"Astaga, benar-benar Kebo tuh anak masih aja pulas tidur," gumam Zein.

Zein menghampiri Karren, dia ingin membangunkan Karren tapi tidak tahu caranya bagaimana, Zein tidak mau menyentuh Karren karena kalau Zein sampai menyentuh Karren berarti dia melanggar perjanjian yang dia buat sendiri, kecuali kalau tidak sengaja.

Zein terlihat mondar-mandir disamping Karren yang masih terlelap tidur...

"Bagaimana caranya membangunkan nih cewek," gumam Zein dengan mengelus-ngelus dagunya.

Zein tampak berpikir, Zein mengambil guling dan menyodok-nyodokannya ke wajah Karren.

"Woi, bangun sudah sore nih," seru Zein.

Karren yang merasa terganggu langsung merentangkan kedua tangannya, dengan mata yang masih terpejam Karren mendudukan dirinya.

"Apaan sih? ganggu orang lagi tidur aja," gerutu Karren.

"Ini sudah sore, cepetan bangun dan buruan kemas-kemas."

"Kemas-kemas, memangnya mau kemana?" tanya Karren yang langsung melototkan matanya.

"Pulang ke rumah guelah, gue ga bisa diam disini kebutuhan gue semuanya ada disana."

"Hah..enggak gue ga mau kalau lo mau pulang, pulang aja sana sendirian gue ga mau ikut," protes Karren.

"Ya sudah terserah lo, tapi kalau Orang tua lo sampai marah jangan salahkan gue karena lo yang tidak mau ikut suami lo," tegas Zein.

"Suami?" gumam Karren dengan polosnya.

"Tuh kan baru beberapa jam lo tidur saja, lo udah amnesia ga ingat kalau tadi pagi lo udah sah jadi istri gue dan lo wajib ikut sama suami lo kemana pun dia pergi," jelas Zein.

Karren menepuk jidatnya sendiri, dia baru sadar kalau sekarang dirinya dan si manusia kutub itu sudah menikah.

"Gue tunggu lo 20 menit buat kemas-kemas."

Zein pun duduk di sofa sembari mengotak-ngatik Ponselnya, sementara Karren dengan malas mengambil kopernya dan mulai kemas-kemas.

Disela-sela kegiatan mengemas barang-barangnya, Karren baru sadar kalau barusan Karren tidur di ranjang.

"Lah, kok barusan gue tidur di ranjang sih? perasaan tadi gue tidur di sofa deh," gumam Karren.

Perlahan Karren melirik kearah Zein yang masih sibuk dengan Ponselnya. Karren ingin sekali bertanya kepada Zein tapi melihat raut wajah Zein yang tidak bersahabat membuat Karren ragu-ragu.

"Ngapain lo lihat-lihat gue? gue tahu, gue memang tampan," celetuk Zein dengan masih fokus kelayar Ponselnya.

"Isshh..isshh..isshh..PD banget sih lo jadi orang, siapa juga yang lihat-lihat sama lo," sahut Karren.

"Terus itu apaan?"

"Gue cuma mau nanya, kok gue bisa tidur di ranjang sih perasaan tadi gue tidur di sofa deh," tanya Karren.

"Mana gue tahu, lo punya kebiasaan tidur sembari berjalan kali," sahut Zein dengan santainya.

"Ah masa sih? gue ga pernah tidur sambil jalan selama ini, perasaan gue kalau tidur anteng-anteng aja," gumam Karren dengan mengerucutkan bibirnya dan mulai mengemas barang-barangnya kembali.

Zein kemudian melirik kearah Karren dan sedikit menyunggingkan senyumannya. Tidak lama kemudian, akhirnya Karren pun selesai membereskan barang-barangnya.

"Sudah selesai, ayo kita pergi sekarang," ajak Zein yang langsung keluar dari dalam kamar Karren tanpa menghiraukan Karren yang kesusahan membawa kopernya.

"Gila, si manusia kutub selain dingin dan angkuh ternyata dia juga ga punya hati, awas aja lo," gerutu Karren dan menarik kopernya dengan wajah yang cemberut.

***

Sementara di bawah, Mama April sedang ngopi-ngopi sore bersama Papa Radit di teras rumahnya, sementara Darren sedang mencuci mobilnya dibantu oleh Selly.

"Ah lo mah Sell, bukannya bantuin gue malah makin ngotorin mobil gue," gerutu Darren.

"Apaan sih Darren, ini kan gue bantuin lo."

"Mana ada bantuin kaya gitu," Darren mengambil selang air dan menyemprotkannya kepada Selly.

"Ah, Darren bsah tahu."

"Syukurin, siapa suruh malah nambahin kerjaan gue."

Selly pun langsung merebut selang air itu dan meniramkannya ke tubuh Darren. Akhirnya mereka berdua saling siram, sehingga membuat Mama April dan Papa Radit geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua.

"Kalian itu ngapain sih? kaya anak kecil aja malah main air," seru Mama April.

Tiba-tiba Zein pun keluar dan disusul oleh Karren yang kesusahan menggeret kopernya. Mama April dan Papa Radit tampak terkejut, Darren dan Selly pun langsung menghentikan kegiatannya.

"Lho, kalian mau kemana?" tanya Papa Radit.

"Maaf Pa, Ma, Zein mau ajak Karren pindah ke rumah Zein boleh kan?" seru Zein.

Mama April dan Papa Radit saling pandang, hingga akhirnya Mama April tersenyum dan mengusap pundak Zein dengan lembutnya.

"Boleh dong, kan sekarang Karren sudah menjadi istri kamu jadi kamu berhak membawa Karren kemana pun juga," terima kasih Ma.

"Tapi ingat, tolong jagain Karren jangan sampai Karren bersedih ataupun terluka, Papa serahkan Karren sama kamu Zein karena Papa sangat percaya sama kamu kalau kamu bisa menjaga Puteri kami," sambung Papa Radit.

Zein hanya bisa menganggukan kepalanya dan tersenyum.

"Sayang, kamu harus nurut ya sama suami kamu jangan pernah membantah dia, dan ingat kamu juga harus selalu hormati suami kamu, kamu mengerti kan Sayang?" ucap Mama April.

"Iya Ma."

Karren dan Zein pun mencium tangan Mama April dan Papa Radit secara bergantian.

"Kalau gitu, kita pergi dulu ya Ma, Pa."

"Iya, kalian hati-hati ya."

Karren dan Zein pun pergi meninggalkan rumah, sementara di depan rumah Karren, Romi sudah menunggu didalam mobilnya Zein.

"Dugong, lo harus janji sama gue jagain Mama jangan buat Mama marah," seru Karren.

"Lo tenang aja jangan mikirin Mama, lagipula Mama ga perlu di jagain tuh Bodyguardnya Mama tiap hari juga nempel sama Mama," tunjuk Darren kepada Papanya.

"Sell, gue pergi dulu ya gue pasti bakalan kangen sama lo," ucap Karren.

"Ih dasar lebay, lo kan cuma pindah ke rumahnya Pak Zein dan rumahnya Pak Zein itu masih di Jakarta bukannya di Kutub Utara," seru Selly dengan mencolek hidung Karren.

"Rumah Pak Zein itu emang bukan di Kutub Utara, tapi hatinya Pak Zein dingin sedingin Kutub Utara," bisik Karren.

"Ah nanti juga Pak Zein bakalan Bucin sama lo, lo banyak-banyakin aja rayuannya," bisik Selly dengan menaik turunkan alisnya.

"Apaan sih lo, ya udah gue pergi dulu ya, bye."

Karren dan Zein pun memasuki mobil dan melaju meninggalkan rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

Selama dalam perjalanan, Karren tidak bicara sedikitpun pandangannya hanya menuju luar jendela, dia tidak menyangka kalau pria dingin yang berada di sampingnya ini sekarang sudah menjadi suaminya.

Sesampainya di rumah Zein, Mommy Kinan sudah menunggu didepan teras rumahnya, Mommy Kinan sangat bahagia saat mendengar Romi mau menjemput Karren dan Zein.

Karren keluar dari mobil dan dengan susahnya dia mengeluarkan koper tapi Zein tidak memperdulikannya.

"Karren sudah sana masuk, kopernya biar aku saja yang bawa," seru Romi.

"Makasih Pak Romi."

"Jangan panggil Pak, kita tidak sedang berada di Kantor."

"Makasih Kak."

"Nah, panggilan itu sepertinya lebih cocok," ucap Romi dengan senyumannya.

"Hallo Sayang, apakabar," seru Mommy Kinan sembari memeluk Karren dengan sayangnya.

"Karren baik-baik saja kok Mom."

"Mommy senang banget akhirnya kamu mau tinggal disini, Mommy jadi mempunyai teman ngobrol," Mommy Kinan tampak heboh dengan kedatangan Karren.

"Mom, apa Mommy tidak mau memeluk Zein? Zein kan anak Mommy," seru Zein.

"Ga mau, kamu mah basi tiap hari juga ketemu sama kamu," ketus Mommy Kinan.

"Mom, anak Mommy itu Zein lho bukannya dia," sahut Zein dengan menunjuk kearah Karren.

"Karren, namanya Karren bukan dia. Ayo Sayang kita masuk jangan hiraukan anak nakal itu," ajak Mommy Kinan sembari menarik lembut tangan Karren.

Zein hanya melongo mendengar ucapan Mommynya sendiri yang lebih sayang kepada Karren dibanding dirinya.

"Sudah masuk, ngapain lo diam didepan pintu," seru Romi dengan menggeret koper Karren.

Mommy Kinan begitu sangat bahagia sampai-sampai terus saja mengembangkan senyumannya.

"Kak Karren..." teriak Zia dan langsung memeluk Karren.

"Hallo Sayang, apakabar?" tanya Karren.

"Zia baik-baik aja Kak, apa Kakak akan tinggal disini bersama Zia?" tanya Zia dengan polosnya.

"Iya Sayang, mulai sekarang Kakak akan tinggal disini bersama Zia."

"Horeeeee...Zia ga bakalan kesepian lagi, karena mulai sekarang Zia bakalan punya teman buat bermain," seru Zia dengan antusiasnya.

"Zia Sayang, mainnya nanti saja ya Kak Karrennya biarkan istirahat dulu, Sayang sana kamu istirahat dulu nanti malam kita makan malam bersama," ucap Mommy Kinan.

Karren pun menganggukan kepalanya dan langsung mengambil kopernya, sementara itu Zein sudah melangkah hendak menaiki tangga.

"Hai Zein, kamu mau kemana?"

"Mau ke kamarlah Mom."

"Dasar tidak peka, ga lihat apa Istri kamu kesusahan membawa koper bantuin dong kok malah di biarkan kesusahan seperti itu sih," seru Mommy Kinan.

Zein menatap kearah Karren, dan Karren dengan cepat menundukan kepalanya karena merasa ngeri melihat tatapan Zein. Dengan kesalnya Zein balik badan dan membawakan koper Karren naik ke atas, sedangkan Karren mengekori Zein dari belakang.

Zein berhenti untuk membuka pintu, tapi Karren tetap saja menundukan kepalanya sehingga lagi-lagi Karren menabrak punggung Zein.

"Aww..." keluh Karren dengan mengusap keningnya.

"Lo itu kenapa sih, suka banget nabrak gue cari-cari kesempatan ya buat bisa nyentuh gue," ucap Zein dengan dinginnya.

"Enak aja kalau ngomong, lo nya aja yang kalau berhenti seenaknya, mana punggung lo keras banget lagi kaya nabrak tembok sakit banget kening gue," ketus Karren.

Zein mendelikan matanya dan masuk kedalam kamarnya, Karren pun ikut masuk seketika harum maskulin memenuhi indera penciuman Karren, harum yang menenangkan hati dan membuat orang yang menciumnya merasa nyaman.

Cat kamar yang didominasi dengan warna abu-abu itu menambah kesan manly banget, kamar Zein begitu sangat luas mungkin kalau di ukur dua kali lipat dari kamarnya.

Diseberang tempat tidur ada meja kerja yang hanya dibatasi oleh dinding kaca sehingga masih bisa terlihat kalau nanti Zein bekerja di rumah.

"Lemari pakaian ada disana, lo bisa nyimpan barang-barang lo gue sudah mengosongkan satu lemari buat lo," ucap Zein dingin.

Karren pun dengan cepat melangkah ke walk in closet milik Zein, mata Karren hampir keluar melihat pakaian Zein yang tertata rapi, jas, kemeja, kaos, celana, dasi, bahkan celana dalam pun sangat tertata rapi disana.

"Gila, pakaian si manusia kutub banyak banget mengalahkan pakaian wanita saja," gumam Karren.

Karren pun melihat satu lemari yang ukurannya lumayan besar, sudah di duga pasti itu lemari yang disebutkan Zein untuk menyimpan pakaiannya.

"Nah, pasti ini lemari buat gue."

Disaat Karren membuka lemari itu, lagi-lagi Karren terbelalak mulutnya menganga lebar didalam lemari itu sudah tertata rapi berbagai pakaian wanita dari gaun sampai pakaian casual sehari-hari.

"Apa-apaan ini, kata si manusia kutub ini lemari kosong buat gue tapi nyatanya banyak pakaian wanita kaya gini, apa jangan-jangan ini pakaian si Siska itu," gumam Karren.

Zein yang sedang berada di meja kerjanya melirik kearah Karren yang keluar dari walk in closet miliknya dengan menggeret kopernya.

"Ngapain koper lo dibawa lagi?" tanya Zein heran.

"Katanya ada lemari kosong buat gue, tapi nyatanya diisi semua."

"Lho kan itu ada lemari yang warna putih, emang itu kosong kok," sahut Zein.

"Kosong apaan, lemari itu penuh dengan pakaian wanita apa itu semua pakaian Siska?" tanya Karren.

"Hah...mana ada pakaian dia disini, mungkin Mommy yang ngisi lemari itu dan itu semua memang pakaian buat lo."

"Banyak banget pakaiannya, padahal kan Mommy ga usah beliin pakaian itu toh gue punya banyak baju malahan banyak yang belum terpakai juga," keluh Karren.

"Mana gue tahu, lo protes aja sama Mommy."

Karren pun kembali melangkahkan kakinya ke walk in closet milik Zein, dibukanya lemari besar itu dan Karren tampak menarik nafas dan menghembuskannya kasar.

Karena semua pakaian yang dibawa Karren tidak muat didalam lemari itu, akhirnya Karren menyimpan kopernya disamping lemari.

Disaat Karren keluar, terlihat Zein sedang sibuk menata bantal di tempat tidurnya.

"Lo lagi ngapain?" tanya Karren.

"Lo lihat, guling ini sebagai pembatas lo sebelah sana dan gue di sebelah sini, ga boleh melewati batas ini awas aja kalau sampai lo curi-curi kesempatan buat deket-deket sama gue," ketus Zein.

"Astaga, ok lo tenang aja gue ga bakalan melewati batas itu," jawab Karren dengan kesalnya.

"Bagus, sekarang terserah lo mau ngapain juga jangan ganggu gue, gue mau kerja."

"Siapa juga yang mau gangguin lo."

Karren pun memilih untuk keluar dari kamar Zein dan membantu Mommy Kinan menyiapkan makan malam.

👑

👑

👑

👑

👑

Hallo Reader-reader tercintaku, maaf nih baru bisa up karena Author juga punya kesibukan jadi harap di maklum kalau Author telat up, lagipula Author kan ga up palingan cuma sehari ga sampai berhari-hari jadi mohon dengan sangat pengertiannya🙏🙏

Jangan lupa

like

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU💜💜💜

1
Patrick Khan
.mampir sini
Mira Wahyuni
Thor, adakah cerita tentang anak2 mereka 🤔 dicari2 blm dapat 😊
Mira Wahyuni
yeah...si bos emang pintar cari alasan. bilang aza modus 😂😂
Mira Wahyuni
eh ternyata mudah bawa si bos pulang. triknya karren emang mantap 😁
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Sri Ningsih
yuhuuuuuu,, aku done karya ke 6. makasiiihhhh ya thorr. novelnya bagus. terus berkarya. aku baca nya maraton ya. semoga thorr selalu sehat dan sukses 😉
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: terima kasih ya sudah mau baca karya recehku 🙏🙏amin ya Allah🤲🥰
total 1 replies
Sri Ningsih
emang thorr yg kece badai ini udh membolak balikkan hati kami pembaca🤭, kita mesti dukung. semangat berkarya. terimakasih selalu memberikan yang terbaik buat kami. semoga thorr selalu sehat dan sukses 😉
aku mau baca berurutan sesuai yg disarankan. supaya ga bingung baca novel berikutnya.
Zahfira Khairani
banyak cerita keluarga karren..bukannya lngsung bertindak..
VERALI
Menarik dan lucu
VERALI
Karren si bar bar mantull 😂🤣😂
VERALI
Mampir
Kecombrang
cie.... cie.... cie.... zein 😘
Salsha Bila Maharani
apa masih ada kelanjutannya?
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Rayyan anak Zein yang polisi ada di CINTA DOSEN GENIUS, cus kepoin🤭
total 1 replies
Fitri Kosongempat
next thor
Nazla K. R
kok udh hbis.. gk di lnjut lg kh novel ini?
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Rayyan anaknya Zein dan Karren ada di CINTA DOSEN GENIUS
total 1 replies
Nazla K. R
gk bc novelnya jd aku gk tau sp alya
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: baca Polisi Penjaga Hati, nanti tahu siapa Alya🤗🤗
total 1 replies
Nazla K. R
dag dig dug bcnya
Nazla K. R
zein blm mandi hbis plg krja
Nazla K. R
usil sih, gangguin zein krja, enakan di cium zein 😄😄
Nazla K. R
klo mau lbh dr skedar pegangan tangan sharusnya ajaklah nikah biar km bebas Daniel mau ngapain karren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!