NovelToon NovelToon
The Nine Colored Of Heaven Martial God

The Nine Colored Of Heaven Martial God

Status: tamat
Genre:Petualangan / Action / Fantasi / Kultivasi / Ahli Bela Diri Kuno / Dan budidaya abadi / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Evolution of the coccon

Arc 1 : Kota Awan Harmoni (1 - 110)
Arc 2 : Menjelajahi Dunia yang Luas (111 - 254)
Arc 3 : -

Novel pertamaku jadi mohon maaf banyak typo.

•—•

Genre : Petualangan, Fantasy, Xianxia, Xuanhuan, Weak to High, Protagonis.


Bai Chen seorang anak muda yang hidup ditempat terpencil dengan keinginannya ia ingin memasuki Jalur Bela Diri seperti yang lainnya.

Saat ia sudah menetapkan waktunya dan mulai melangkah ke Jalur Bela Diri, ada gesekan yang membuatnya jatuh dalam keadaan keheningan setelah gagal melakukan langkah awal.

9 Cahaya memilihnya untuk menanggung beban di pundaknya, Untuk mencapai puncak bela diri, ia akan menggunakan semua yang ia miliki untuk sampai kesana!

Mari kita ikuti Bai Chen dalam melangkah ke jalur bela diri!

•—•

👉 Mohon dukungannya melalui Like, Koment(yang membangun), dan lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evolution of the coccon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 23 - Tantangan (1)

Ch 23 - Tantangan (1)

"Memang.. Seperti yang kamu katakan, aku tidak tahu jika bocah kecil ini memiliki bakat Monster dalam dirinya." Bai Zhen menganggukan kepalanya dari penilaian Penatua Wang.

"Haha! Ketua klan, aku mengucapkan selamat untukmu karena melahirkan jenius Monster! aku sangat mengantisipasi masa depan bocah kecil ini dimasa depan!" Penatua Wang mengelus dagunya, ia berkata tampak merenung dengan ketinggian apa yang bocah ini capai.

Kemudian Penatua Wang tampak berkerut saat melihat Bai Chen dengan persepsi spiritualnya, "Namun, sepertinya ada beberapa masalah untuknya diluar."

"Biarkan saja! itu hanya karena kaum muda memiliki darah mendidih untuk pertarungan, aku ingin melihat hal apa yang akan Bocah kecil ini ambil mengingat dimana ia baru saja memasuki Jalur kultivasi!" Mendengar ini, Bai Zhen berkata dengan senyum misterius.

***

Bai Chen dengan cepat melirik dengan persepsi spiritualnya, sebelum ekspresi berubah tersenyum melihat pedagang ikan bakar didekat lapangan bela diri.

Ia cukup lapar dari awal pagi setelah ia berlatih, karena apa yang ia ingat adalah pesan untuk bertemu dengan Ketua klan.

Meskipun ia bisa meminta beberapa makanan dari penatua Wang atau Ketua klan, mengingat dimana Bai Chen diberikan tas penyimpanan yang berisi 100 uang perak.

Ia tidak bisa membantu merasa malu karena terlalu merepotkan menurutnya.

Jadi, Bai Chen memutuskan untuk mengisi perutnya sendiri, ia tidak terlalu terbiasa dengan menginap yang bukan miliknya sendiri, apalagi makan disana.

Disisi lain, ketua klan telah memberikan tas penyimpanan dan 100 uang perak, lebih baik aku tidak mengigit terlalu banyak.

Saat tiba, Bai Chen melirik ikan bakar yang hanya tersisa dua ekor darinya, ia berkata dengan ramah, "Pak tua, tolong berikan aku kedua ekor ikan bakar ini, bungkus untukku."

Pak tua yang duduk diam akhirnya berdiri, sebelum membungkus ikan bakar untuk Bai Chen, saat Bai Chen ingin menerima bungkusan itu dan membayar.

Koin tembaga tiba-tiba terbang kearah pak tua, suara dingin terdengar ditelinganya "50 koin tembaga, ikan bakar ini untukku!"

Bai Chen menggerakkan kepalanya kearah suara, ia bisa melihat seorang laki-laki dengan pakaian sutra yang seumuran dengannya namun ia tampak jauh lebih tua, ada tampilan senyum menghina menatapnya.

Dibelakangnya, tiga orang laki-laki berumur empat belas tahun kurang lebih mengikuti dibelakangnya, mereka semua memiliki kultivasi di Langit pertama Alam Tubuh Vena, laki-laki berpakaian sutra yang seumuran dengannya memiliki kultivasi di Langit ke-2 Alam Tubuh Vena.

Untuk mencapai Langit ke-2 pada umur 12 tahun, bisa dikatakan anak ini mendapatkan kualifikasi untuk dipanggil jenius didalam Klan Bai, Bai Chen percaya jika laki-laki berpakaian sutra ini mungkin adalah anak dari penatua.

Namun, Bai Chen tidak terlalu peduli, dalam sekejap, Bai Chen melempar uang tembaga kepada pak tua dan mengambil bingkisan ikan bakar dengan cepat.

Pak tua yang dalam keadaan ling lung sesaat, karena 50 uang tembaga yang laki-laki berpakaian sutra lemparkan kepadanya secara langsung, tanpa ia sadari Bai Chen telah bermain gesit dan mencabut bingkisan darinya.

Pak Tua yang ingin semula marah digantikan senyum senang saat menerima uang tembaga dari Bai Chen.

Bai Chen langsung melahapnya secara langsung di tempat itu juga dalam tegukan besar, kelaparan Bai Chen bukan karena kekuatan tubuhnya menipis melainkan karena rasa lapar di perutnya.

Ikan bakar ini bukanlah binatang buas yang berperingkat, melainkan kesamaan dengan sapi ternak.

"Hoho! aku tidak menyangka jika ada seseorang yang cukup memiliki keberanian yang tinggi, untuk mengambil sesuatu yang aku, Bai Fang, inginkan?" laki-laki berpakaian sutra tertegun sejenak, sebelum ia tersenyum mengejek berkata dan menghempaskan aura Langit ke-2 kearahnya.

Bai Chen tampaknya pernah mendengar nama ini, mengingat lebih dalam di benaknya. Bai Chen akhirnya tahu, jika Bai Fang ini adalah anak dari penatua ketiga, cukup mengesankan memang untuk seorang anak berumur 12 tahun memiliki kultivasi di Langit ke-2.

"Oh! apakah ada sesuatu yang kamu butuhkan?" Bai Chen tampak tersenyum menjawab dengan nada santai sambil menghilangkan hempasan auranya, seolah-olah ia hanya melihat beberapa badut yang mengonggong didepannya.

"Sangat mengejutkan! Tampaknya memang benar kamu cukup sombong! aku tidak menyangka seorang bocah sepertimu akan memiliki kultivasi di Langit ke-2 juga."

"Namun, tampaknya kamu mendapatkan sesuatu yang baik saat masuk kedalam perpustakaan!"

Bai Fang melihat ini cukup terkejut, rasa iri meningkat di hatinya melihat anak ini telah mencapai Langit ke-2. beberapa jam yang lalu, ia cukup percaya saat Bai Fang melihatnya memasuki aula perpustakaan, yang terakhir tidak memiliki sedikitpun kultivasi.

Ia bertanya-tanya hal baik apa yang para petinggi berikan padanya?

"Aku, Bai Fang, anak dari penatua ketiga saja tidak memiliki hak untuk masuk, mengingat aku berumur 12 tahun dengan kultivasi di Langit Ke-2 tiga bulan yang lalu! Kamu! disisi lain, hak apa yang membuatmu begitu sombong hanya karena memasuki perpustakaan?"

Bai Fang meraung marah dan berteriak sambil menunjuk jarinya kearah Bai Chen.

Mendengar ini Bai Chen tertegun sejenak, ia tidak tahu jika perpustakaan akan memiliki aturan seperti itu. Dalam umur 6 tahun saat itu, ia sering berkunjung ke perpustakaan.

Ia akhirnya menyadari orang ini tampak iri dengan perlakuannya, meskipun ia terlalu malas berkunjung ke perpustakaan untuk saat ini, itu merupakan sesuatu keharusan karena Penatua Wang menyuruhnya.

Bai Chen tampak canggung dengan situasi ini. Bai Chen tersenyum kecut berbicara, "Kawan, Bukankah itu hanya memasuki perpustakaan? Mengapa harus memperlakukan itu menjadi masalah?"

"Masalah?! Kamu mengatakan itu bukan masalah?! Bai Fang mendengar ini menjadi gelap, ia berkata dengan wajah muram menjawabnya.

Ia tidak menyangka jika bocah ini tidak merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan. Ia juga tidak mengerti mengapa para petinggi akan mementingkan hak tinggi pada perpustakaan yang menjadi tempat pembaca.

" Lalu? Apa yang kamu inginkan?" Bai Chen tersenyum tipis menanggapinya. Ia bisa merasakan rasa iri dibalik wajahnya.

"Kamu bertanya apa yang kuinginkan?, Tentu! Aku ingin menantanganmu! Aku ingin menantanganmu untuk membuktikan jika mata para petinggi tidak buta dalam penilaiannya!"

Bai Fang berkata tampak geram sambil menjawabnya, nadanya cukup arogan saat ia membuktikan dirinya bahwa kata 'jenius' hanyalah miliknya.

"Baiklah! jika ada tantangan tentu ada taruhan bukan?" Saat mendengar Bai Fang menantangnya, Bai Chen berkata menganggukan kepalanya dan tampak mengharapkan sesuatu.

"Itu pasti! aku akan bertaruh dengan 10 uang perak, jika kamu menang aku akan memberikan kamu 10, jika kamu kalah, apa yang bisa kamu berikan padaku?"

Bai Fang berkata dengan senyum mengejek, ia tidak menyangka anak ini akan mengadakan taruhan dalam tantangan. 10 uang perak termasuk cukup tinggi, ia sebagai anak Penatua ketiga hanya diberikan 15 koin perak disetiap bulannya untuk meningkatkan kultivasi.

Bai Chen mendengar ini tampak aneh dihatinya, ia kemudian tidak terlalu peduli dan menjawab, "Jika kamu membuat taruhan 10 perak, maka aku juga akan memberikan taruhan yang sama sepertimu, bukan begitu?"

"Hei! Bocah, apakah kamu benar memiliki 10 uang perak atau hanya kamu memuntahkan omong kosong di mulutmu!" Bai Fang tidak percaya jika anak ini akan memiliki uang sebanyak itu.

Jika Bai Fang tahu, Bai Chen memiliki tas penyimpanan perak serta 100 uang perak yang diberikan kepada ketua klan, rahang yang pertama pasti akan jatuh ke lantai.

"Haha! Tentu, bukankah ini 10 perak ditanganku?" Ekspresi Bai Chen mengungkapkan tawa kecil menjawabnya, sebelum tangannya melambai dan 10 uang perak berada ditelapak tangannya.

Melihat ini Bai Fang sempat terkejut sesaat, sebelum digantikan dengan anggukan kecil dikepalanya dan berkata dengan senyum mengejek, "Baik Bocah! mari kita keatas panggung dan bertarung!"

Bai Fang tampak santai didalam hatinya dan juga ada rasa gembira, ia tidak menyangka bocah ini akan menerima tantangannya dan akan berani bertaruh 10 perak secara langsung, dengan ini ia bisa mendapatkan beberapa hal untuk meningkatkan kekuatannya dan pergi kerumah bordil untuk bermain di sana.

Melihat Bai Fang yang tampak percaya diri dan merasa ia akan menang, Bai Chen menggelengkan kepalanya tampak tidak peduli.

Kemudian mereka berdua berangkat dan menuju alun-alun lapangan bela diri.

Tempat ini cukup ramai dengan banyak kaum muda sering melatih dan bertukar gerakan sesama.

Saat Bai Chen dan Bai Fang tiba diatas panggung, diskusi pecah diantara para anak muda yang menyaksikannya keduanya.

"Bukankah ini Tuan Muda Fang? Siapa anak ini yang ingin ia tantang?"

"Aku tidak tahu! Menurutku, itu sangat disayangkan anak ini tidak mengetahui batasnya, Tuan Muda Fang adalah anak penatua ketiga, dengan bantuan ayahnya ia  memiliki kultivasi di Langit ke-2 beberapa bulan yang lalu!"

"Anak ini memiliki kultivasi di Langit ke-2, dari kekuatannya ia tampaknya baru saja memecahkan penghalang dan belum mengkonsolidasikan yayasannya. Aku percaya hanya dalam 1 gerakan dari Tuan Muda Fang, anak ini akan berakhir menyedihkan!"

"Kamu Benar! aku mendengar jika tantangan ini melibatkan masing-masing bertaruh 10 perak sebagai taruhan!"

"10 koin perak, anak ini cukup berani memang!!"

"Berani?! Kamu bilang itu berani?! Cih, Aku hanya mengatakan jika anak ini cukup bodoh!"

Para anak muda berdiskusi diantara mereka.

Bai Chen dan Bai Fang yang telah berdiri di atas panggung dan disaksikan banyak anak muda, Bai Chen hanya tenang dan tidak menghiraukan dari beberapa ejekan kaum muda. Disisi lain, Bai Fang tampak bangga saat berdiri diatas panggung saat banyak pujian menemaninya.

1
Nusa thotz
7 inci? 1 inchi 2.5 cm 7x2.5 cm...15 cm? ...ini pedang atau belati?
Rusdi Bintang
terlalu banyak penjelasan yg tdk perlu.jadi malas lanjut baca
Rusdi Bintang
tinggalin jejak
Noer Rangkas
kok gk di lsnjut ceritanya padahal bagus
gloom
sip
gloom
heg
gloom
sey
gloom
keren
gloom
.antap
gloom
sip
gloom
thor kerem
gloom
hh
gloom
wkwk
gloom
mmmh
gloom
jelaz
gloom
sip
gloom
sudah ya
gloom
mantap
gloom
lanjyuuut
gloom
kelaaz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!