aku juga istri mu dan sudah melahirkan anak mu.. kenapa kamu sekejam ini apa salahku ...
tangisku yang tak akan di mengerti
sesion ke dua
Aku mencintai mu walau kita berbeda
aku menyayangi walau banyak pertentangan
tapi ini nyata bukanlah Cinta ini juga ciptaan Tuhan
di terbitkan atas izin manga toon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ELKARINE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. MALAM YANG PANJANG
Hentakan demi hentakan, jamahan dari setiap inci tubuh Nay yang membuat gairah Roland semakin meninggi, membuat tubuh keduanya berkeringat dan basah semua kasur, padahal cuaca di sana sangatlah dingin, tapi berbeda di kamar itu sungguh sangat panas. Roland yang sangat berpengalaman sangat berbeda dengan Nay yang tidak tahu hanya mengikuti saja alurnya, tangan Nay hanya mencakar punggung Roland. Pergulatan yang membuat kalori mereka terbakar sampai cairan panas yang berkali-kali membasahi dinding rahim Nay, membuat dia tak sanggup lagi untuk bertarung.
"Nay, berbaringlah aku akan membersihkan tubuhmu, supaya ini jadi keturunan kita , jangan banyak bergerak "
"Nay yang sudah tidak kuat lagi hanya mengangguk sambil memejamkan matanya"
Senyum simpul ada di bibir Roland yang membuat wanita itu kelelahan, sungguh hal yanga baru buat Roland senang. Karena saat bersama Mirna tak sampai hasrat sebesar ini. Mungkin sekali naik sudah dan tidak akan berlanjut lagi. Tapi dengan Nay sangat beda. Membuat pikirannya geli sendiri.
Roland beranjak dari ranjang untuk ke kamar mandi ambil air hangat untuk membersihkan tubuh Nay. Lalu ke samping tubuh Nay dan membasuh tubuh Nay yang lemas akibat pergulatan mereka. Nay sudah tak sanggup lagi berbuat apa-apa seakan akan tulang nya di lolosi, sampai lututnya gemetar. Dengan lembut Roland membersihkan tubuh Nay dan membopong Nay di sofa samping ranjang dan memakaikan bajunya. Roland menelpon office boy untuk mengganti sprei Ranjang mereka karena tidak bisa tidur kalau basah semua. Selesai sudah ahkirnya mereka tertidur dengan saling berpelukan.
"kenapa kamu berfikir kalau kamu tidak akan jatuh cinta padaku Nay " batin Roland.
Nay yang sudah terlelap di bawah alam mimpinya.
" aku tidak akan kamu pergi membawa anak ku Nay, setelah kita mendapatkan keturunan. aku tahu maksud mu untuk tidak mempermasalahkan berebut hak asuh.Tapi pasti pengadilan tetap akan memberikan kepadamu sebagai ibunya apalagi pekerjaanmu yang mampu menjamin hidupmu dan anakmu, aku tidak mau Nay walau nanti kamu akan berkeras hati untuk melepaskan dirimu dariku aku akan membuatmu tidak akan pergi dari sini " guman Roland sambil mengusap lembut rambut Nay, yang ada di pelipisnya dan mengecup mesra puncak kepala Nay.
Entah sejak kapan dia jatuh cinta kepada Nay. Roland sudah bertekad untuk mengekang kebebasan Nay mulai hari ini. Karena memang perjanjian itu akan membuat Nay dan Roland berahkir. Sehingga membuat anak yang di lahirkan Nay akan di bawa Nay pergi. Walau benar nanti anak itu juga akan jadi penerus keluarga Roland tapi itupun kalau anak itu sudah besar baru bisa meneruskan. Padahal keinginan Roland juga ikut andil dalam mendidik dan membesarkan anak-anak mereka.
Tanpa terasa matahari sudah menunjukan senyumnya di balik hotel itu. Dengan sedikit menggeliat Nay bangun dari tidurnya. Apa yang terjadi semalam membuat bulu kudukny berdiri dan geli sendiri. Dia beranjak dari tempat tidur dan segera mandi karena jam 11 pengacara dari Jakarta datang untuk menjebloskan para koruptor di pembangunan tersebut.
Nay menyiapkan sarapan paginya dengan nasi biar lebih bertenaga, dan omelet jamur, dan soup untuk menyegarkan tubuh. Pagi itu memakan makanan berat. Karena memang tenaganya hampir habis.
Sebelum berangkat Nay membangunkan Roland untuk sarapan bersama.
"tidak salah kamu membuat menu pagi ini ?" tanya Roland
" aku butuh makanan berat aku lapar,, menunggu sampai nanti siang sudah tidak sanggup aku " sambil.mengulas senyum di bibir nay dan menunjukan lesung pipi nya yang membuat tambah manis.
ngak suka di skip aja.
kalo mau sesuai hati , buat novel sendiri aja.
itu saja repot