Menjadi leader mafia bukanlah keinginan Syeira Azka Falensia.Dia hanya merasa kesepian hingga akhirnya memutuskan untuk membuat organisasi mafia.Organisasi mafia yang berkembang hingga menjadi Mafia nomor satu.Mafia yang paling ditakuti.
Hidupnya penuh dengan tekanan.Dituduh sebagai pembunuh,kehilangan orang yang dia sayangi,dan dijauhi oleh keluarganya.Semua itu terjadi dalam satu waktu dan mengakibatkan hidupnya terasa hitam putih,tak berwarna.
Hingga datanglah Devan yang dengan senang hati memberikan warna baru dalam kehidupan Syeira.Namun itu hanya sementara,hingga Syeira mengetahui sebuah rahasia yang Devan sembunyikan.
Rahasia?
⚠ Jangan baca kalau gak suka!
⚠ Jangan berkomentar buruk!.Authornya baperan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TyaRara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.23
"Darimana aja lo?" Tanya Vion setelah melihat kembarannya baru saja masuk ke dalam tenda.
"Keluar" Sahut Devan setelah membaringkan tubuhnya pada kasur lipat.
"Emangnya lo tau daerah sini?" Tanya Dion penasaran,pasalnya dia sendiri tidak pernah mengunjungi tempat ini."Tau" Jawab Devan asal.
"Eh kalian tahu gak disekitar sini itu ada markas mafia?" Ucap Dion,sambil memperhatikan handphone nya dengan serius."Tau,markasnya ada di dalam hutan kan?" Balas Devan santai.
"Lo tau?" Sembur Vion dan Dion. Revan?,Laki-laki itu hanya menyimak obrolan mereka sembari memakan snack yang mereka bawa dari rumah.
"Taulah,Devan gitu loh" Ucap Devan dengan gaya sombongnya."Bahkan leadernya itu adiknya Revan" Lanjutnya lagi.Semua tercengang,bahkan Revan sampai tersedak.
"Ngawur lo!" Ucap Revan sambil memukul kepala Devan dengan guling.Sedangkan yang dipukul hanya mampu menutup mulutnya dengan kedua tangan."Gila lo.Masa iya perempuan umur 17 tahun bisa jadi leader mafia" Cibir Dion.
"Yaelah gua canda doang" Ucap Devan berusaha tenang walaupun dadanya berdetak tak karuan saat membayangkan Syeira membunuhnya.
"Panggilan untuk semua siswa-siswi agar segera berkumpul di lapangan!" Tiba-tiba seruan dari salah satu guru terdengar.Semua siswa-siswi pun mulai berhamburan keluar dari tenda dan langsung berkumpul di tengah lapangan dengan terik matahari yang sangat menyengat.
Banyak siswi yang mengeluh kepanasan,tapi tidak dengan Syeira dkk.Mereka nampak biasa saja karena mereka memilih tempat di bawah pohon yang tidak terlalu lebat,tetapi cukup untuk melindungi tubuh mereka dari sengatan matahari di siang hari.
"Baik anak-anak ku semua.Kalian dikumpulkan di lapangan kali ini untuk pembagian kelompok memasak,mencari kayu bakar,air,serta buah-buahan yang ada di dalam hutan.Nanti kelompok kalian akan dibagikan oleh wali kelas masing-masing" Ucap Raihan selalu kepala sekolah.
Setelah pengumuman itu semua murid pun mulai berhamburan dan mulai mencari anggota kelasnya.
"Untuk kelas kelas 11 dan 12 IPA satu,saya gabungkan karena wali murid kelas 11 ada urusan mendadak" Ucap Bu Erna selaku wali kelas 12 IPA satu.
"Iya bu".
"Jumlah murid gabungan ada enam puluh murid.Jadi kita buat lima kelompok laki-laki perempuan.Kelompok pertama ada Devan,Revan,Dion,Vion,Sisi,Syntia,Vallen,Desi,
Tasya,Fasya,Bella dan Syeira" Ucap Bu Erna sambil membaca daftar nama yang ada ditangannya.
"Bu saya gak mau sama Syeira" Bu Erna mendongakkan kepala menatap Sisi dengan raut wajah tak suka.Sementara Syeira hanya menatap Sisi dengan tatapan datar."Keputusan saya tidak bisa diganggu gugat.Sekarang kelompok satu silakan mencari kayu bakar dan air.Kalian bisa masuk hutan dengan dipandu oleh petugas hutan" Setelah mengucapkan kata itu,Bu Erna kembali melanjutkan pembagian kelompok.
Kelompok satu pun juga sudah berjalan menuju tepian hutan.Disana mereka menghampiri petugas hutan."Kalian mau masuk ke dalam hutan?" Tanya seorang yang kira-kira berumur sekitar tiga puluh tahunan.
"Iya pak.Kami mau cari kayu bakar sama air" Sahut Bella."Kalian bisa bawa dua gerobak sampah ini buat ngangkut air sama kayunya" Laki-laki itu pun menunjuk beberapa gerobak sampah yang ter-jejer rapi.Devan dan Revan pun lantas mengambil dua gerobak sampah berukuran besar itu dan segera menghampiri anggota kelompoknya."Ayo saya antar" Lelaki itu pun berjalan terlebih dahulu untuk menunjukkan arah.Setelah menyusuri jalanan yang
"Kalian bisa mencari kayu bakar di sekitar sini,dan ingat jangan terlalu jauh ataupun terpisah dari kelompok!" Peringat laki-laki itu.Semua pun mengangguk paham kecuali Syeira yang tampak diam.
"Kita laki-laki cari air aja,kalian para perempuan cari kayu bakar" Saran Vion."Gua mau ikut sama Devan.Biarin mereka berempat yang cari kayu bakar" Ucap Sisi sambil menunjuk Syeira dkk yang tampak diam.
"Serah lo aja deh" Pasrah Vion sebelum akhirnya dia beranjak menuju sungai diikuti oleh ketiga temannya.
"Yuk guys,kita susul mereka" Ucap Sisi dengan gaya angkuhnya.
"Kayak orang sinting" Geram Bella setelah Sisi dkk hilang dari pandangannya."Mereka kan emang orang sinting" Ejek Tasya tak kalah pedas.
"Udahlah daripada ngomongin orang, mendingan kita cari kayu bakar" Saran Fasya.
Mereka berempat pun segera berpencar untuk mencari kayu bakar.
Sedangkan di pinggiran sungai Devan sedang menahan kesal mati-matian karena Sisi yang selalu bertindak berlebihan.Ingin rasanya dia menolak,tapi dia tidak enak dengan Revan,yang katanya sangat menyayangi Sisi.
"Ihh Devan pegangin dong,licin tau" Ucap Sisi sambil memegang lengan Devan dengan erat,bahkan Sisi dengan sengaja menempelkan payudaranya pada lengan Devan.
"Iya ini udah gua pegangin" Devan pun memegang tangan Sisi dengan terpaksa dan menuntunnya untuk masuk ke dalam sungai.
Sedangkan ketiga temannya hanya pura-pura tidak melihat,mereka pura-pura sibuk mengisi jerigen berukuran dua puluh liter itu.
"Ayo cepetan diisi biar kita bisa istirahat cepet" Ucap Vion dengan tangan yang dengan cekatan mengisi jerigen kosong hingga penuh oleh air.
Mereka pun mulai mengisi beberapa jerigen hingga penuh dan meletakkannya pada gerobak sampah.Begitu juga dengan Syeira dkk yang mengumpulkan kayu bakar hingga gerobak sampah itu penuh.
"Capek banget gila" Ucap Bella kemudian meminum air mineral yang tadi dia bawa.
Sementara Syeira hanya memejamkan matanya sambil menyandar pada batang pohon.Dia menikmati rasa sakit yang kian menjadi-jadi.Bahkan mulutnya sesekali meringis.
"Syei,lo gapapa kan?" Sontak Fasya memegang pundak Syeira.Ketiganya semakin panik saat tak mendapatkan jawaban dari mulut Syeira.
"Eh gua bawa obatnya Syeira" Tasya pun mengambil obat yang berada di dalam tas punggungnya.Dia mengambil satu butir obat dan menyerahkannya pada Syeira.Syeira pun lantas mengambil obat itu dan meminumnya dengan air mineral yang tadi Bella bawa.
"Kalau capek bilang Syei!,jangan diem aja!" Sentak Tasya."Iya" Syeira masih memejamkan matanya dengan kepala yang bersandar pada pundak Fasya.
"Udah reda kan?" Tanya Fasya lembut.Syeira hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Yaudah kita balik ke tenda aja" Ucap Bella."Terus yang lain gimana?" Tanya Tasya.
"Biar nyu--
"Hei!,kita dateng lagi" Potong Dion dengan napas terengah-engah begitu juga dengan Vion.
"Baru aja mau kita tinggal" Ucap Bella."Tega bener kalian" Ucap Vion dramatis.
"Yaudah yuk balik" Ucap Fasya.Mereka ber-12 pun kembali menuju perkemahan dengan menarik dua gerobak sampah yang berisi kayu bakar dan beberapa jerigen air.
...•••...
...••...
...•...
ditunggu up nya