NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Sinar mentari pagi mulai menghangatkan jalanan distrik luar Kota Awan Suci yang sibuk.

Kabar tentang pembantaian seluruh pemimpin Aliansi Naga Besi dalam semalam telah menyebar layaknya api liar di kalangan dunia bawah tanah.

Tidak ada satu pun geng atau sindikat yang berani mempertanyakan siapa penguasa baru di wilayah kumuh tersebut.

Paviliun Malam Kematian kini berdiri sebagai raja tunggal, mengambil alih semua kasino, rumah bordil, dan arena pertarungan ilegal tanpa perlawanan berarti.

Di dalam markas utama yang kini telah direnovasi menjadi jauh lebih mewah, Lin Xiao duduk bersandar di kursi kebesarannya.

Pemuda itu memperhatikan puluhan anggota baru tingkat Inti Emas sedang berbaris rapi menerima hukuman fisik yang kejam dari Meng Shan di halaman depan.

"Tangan kalian terlalu lambat! Jika kalian bertarung dengan kecepatan siput seperti ini, musuh sudah memotong leher kalian tiga kali!" raung Meng Shan menendang perut salah satu anggota baru.

Bugh.

Anggota yang ditendang itu terlempar beberapa meter ke belakang namun segera bangkit kembali karena takut pada tatapan membunuh sang raksasa.

Lin Xiao tersenyum tipis melihat kedisiplinan yang mulai terbentuk di dalam pasukan bayarannya tersebut.

Kriet.

Pintu ruang kerja Lin Xiao terbuka, menampilkan sosok Xue Mingyue yang berjalan masuk membawa sebuah gulungan perkamen dengan wajah serius.

Gadis pewaris es utara itu tidak lagi mengenakan jubah kusam, melainkan gaun biru elegan yang menegaskan statusnya sebagai kepala intelijen faksi.

"Kau terlihat sangat menikmati pekerjaanmu menyiksa orang-orang bodoh itu dari balik jendela, Lin Xiao." sapa Xue Mingyue meletakkan gulungan itu di atas meja.

"Aku hanya memastikan investasi batu spiritual kita tidak terbuang sia-sia untuk memberi makan sekumpulan pemalas." balas Lin Xiao dengan nada datar.

"Lalu apa informasi menarik yang kau bawa untukku pagi ini, Kepala Intelijen Xue'er?" tanya pemuda itu menyandarkan dagunya di atas punggung tangan.

Xue Mingyue menarik kursi dan duduk di hadapan Lin Xiao dengan tatapan mata yang sangat tajam.

"Jaringan mata-mata kita yang baru dibeli dari mantan informan Aliansi Naga Besi ternyata sangat berguna." lapor Xue Mingyue membuka gulungan perkamen tersebut.

"Aku menemukan pergerakan yang sangat mencurigakan dari Sekte Api Nirwana, sekte yang akan menjadi tempat berlabuh wanita kotamu itu."

Mendengar nama sekte musuh utamanya, mata Lin Xiao langsung memancarkan kilauan dingin yang berbahaya.

"Lanjutkan." perintah sang Kaisar Bayangan dengan suara yang mendadak menjadi jauh lebih berat.

"Tuan Muda Pertama dari Sekte Api Nirwana, pria yang akan menikahi Putri Suci, saat ini sedang berada di Kota Awan Suci." jelas Xue Mingyue menunjuk sebuah nama di peta.

"Dia dikabarkan akan menghadiri pelelangan rahasia di distrik pusat nanti malam untuk membeli sebuah pusaka kuno bernama Teratai Api Seribu Tahun."

"Pusaka itu konon bisa mempercepat pemulihan luka jiwa dan menyempurnakan fondasi api milik kultivator tingkat Jiwa Murni." tambah Xue Mingyue membacakan detail informasi tersebut.

"Dia pasti ingin menggunakan pusaka itu untuk memamerkan kekuatannya di Turnamen Empat Sekte Suci sebelum acara pernikahannya dimulai."

Lin Xiao mengetuk-ngetukkan jarinya ke atas meja kayu dengan ritme yang lambat dan penuh perhitungan.

"Tuan Muda Pertama Sekte Api Nirwana, huh? Mangsa yang sangat sempurna untuk memulai kekacauan." gumam Lin Xiao menyeringai licik.

"Jika dia menginginkan pusaka itu untuk memperkuat dirinya, maka kita memiliki kewajiban moral untuk merampasnya tepat dari depan hidungnya." putus Lin Xiao dengan sangat arogan.

Xue Mingyue memutar bola matanya mendengar alasan bodoh yang digunakan Lin Xiao untuk membenarkan tindakan perampokannya.

"Kau hanya ingin mencari alasan untuk membuat keributan dengan calon suami dari Putri Suci itu, kan?" sindir Xue Mingyue membaca niat asli Lin Xiao.

"Kau bertingkah seperti anjing penjaga yang marah karena tulang favoritnya dicuri."

"Jangan cemburu, Nona Es, aku hanya ingin memastikan bahwa lawan mainku di turnamen nanti tidak mendapatkan keuntungan yang tidak adil." bantah Lin Xiao tanpa rasa malu sedikit pun.

"Kita akan menyusup ke pelelangan rahasia itu malam ini." perintah Lin Xiao berdiri dari kursinya.

"Hanya kita berdua?" tanya Xue Mingyue mengerutkan keningnya karena merasa jumlah itu terlalu sedikit.

"Jika kita membawa raksasa botak itu, ukurannya dan mulut besarnya hanya akan menarik perhatian para penjaga level elit di distrik pusat." jawab Lin Xiao memberikan alasan yang logis.

"Kau dan aku memiliki kemampuan untuk menekan aura dan menyamar dengan sempurna di keramaian."

"Baiklah, aku akan menyiapkan undangan palsu dan topeng penyamaran yang biasa digunakan oleh para bangsawan di acara gelap seperti itu." setuju Xue Mingyue berdiri dan mengangguk patuh.

Malam harinya, distrik pusat Kota Awan Suci terlihat sangat kontras dengan wilayah kumuh tempat markas Lin Xiao berada.

Jalanan di distrik ini terbuat dari batu giok putih yang bercahaya, dihiasi oleh air mancur energi spiritual dan paviliun-paviliun mewah setinggi langit.

Sebuah bangunan raksasa berbentuk kubah emas berdiri kokoh di tengah distrik, dijaga ketat oleh ratusan kultivator tingkat Inti Emas akhir.

Ini adalah Balai Lelang Bintang Emas, tempat di mana transaksi paling bernilai dan paling kotor di pusat benua diselenggarakan secara eksklusif.

Dua sosok elegan berjalan menaiki tangga marmer menuju pintu masuk balai lelang tersebut.

Lin Xiao mengenakan jubah bangsawan berwarna hitam sutra dengan topeng perak berbentuk rubah yang menutupi bagian atas wajahnya.

Di sampingnya, Xue Mingyue mengenakan gaun malam berwarna biru safir dan topeng bulu angsa putih yang membuat penampilannya terlihat sangat memukau dan misterius.

"Undangan Anda, Tuan dan Nona yang terhormat." sapa penjaga pintu membungkukkan badannya dengan hormat.

Srak.

Lin Xiao menyerahkan sebuah kartu emas berukir yang telah dipalsukan dengan sangat sempurna oleh jaringan intelijen Xue Mingyue.

Penjaga itu memindai energi spiritual pada kartu tersebut dengan sebuah artefak pendeteksi.

Ting.

Artefak itu memancarkan cahaya hijau, menandakan bahwa undangan tersebut terverifikasi dan asli di mata sistem keamanan lelang.

"Silakan masuk, Tuan Muda dari Wilayah Timur. Tempat duduk Anda berada di balkon VIP nomor tujuh." ucap penjaga itu mengembalikan kartu dan mempersilakan mereka masuk.

Begitu melewati pintu masuk, suasana di dalam kubah emas itu terasa sangat megah namun dipenuhi oleh hawa persaingan yang kuat.

Ratusan tamu undangan yang menyembunyikan identitas mereka duduk di kursi beludru merah, menatap ke arah panggung pualam di depan.

"Pemalsuan undanganmu ternyata bekerja dengan sangat baik, Xue'er." bisik Lin Xiao saat mereka berjalan menuju balkon VIP di lantai dua.

"Jangan remehkan jaringan informanku, aku menghabiskan sepuluh ribu batu spiritual hanya untuk menyuap pembuat kartu itu." balas Xue Mingyue berbisik pelan di sebelah Lin Xiao.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!